I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pesta kecil


__ADS_3

“Sudahlah, aku yang salah aku minta maaf. Dan aku akan melupakan apa yang aku lihat, jadi sekarang bisa kah kau tak marah pada ku? Padahal aku lelah telah melakukan perjalanan jauh.” Ucap Jack dengan muka lelah liciknya itu.


“Huh....Baiklah. Jadi kapan kau sampai di mansion?” tanya Caca.


“Dua jam yang lalu aku sampai.” Jawab Jack.


“Oh,” jawab Caca dengan singkat pada Jack.


“Tanyak gitu bagaimana perjalanan ku di negara mu. Ini hanya berkata oh saja.” Ucap Jack dalam hatinya.


“Iya,” jawab Jack pada Caca dengan cuek juga.


Tiba-tiba Riki datang dengan membawa sebuah kantung tas.


“Maaf tuan besar ini gaun yang disuruh oleh tuan Jimmy.” Ucap Riki.


“Letakkan di meja itu saja, dan kau boleh pergi.” Jawab Jack pada Riki.


Riki berjalan menuju lift meninggalkan Jack dan Caca berdua di ruang tamu. Suasana menjadi dingin kembali. Setelah beberepa menit mereka diam-diam saja, Caca berdiri untuk meninggalkan Jack.


“Kau mau ke mana?” tanya Jack pada Caca.


“Ke kamar melihat anak-anak.” Jawab Caca.


“Bawalah itu ke kamar mu, dan gunakan isinya pada malam ini. Kita akan mengadakan pesta.” Ucap Jack sambil menunjukkan tas yang dibawa oleh Riki tadi.


“Pesta apa dan dimana?” tanya Caca yang sudah berdiri.


“Hanya pesta kecil yang akan di adakan di mansion ini.” Jawab Jack sambil berdiri juga.


“Aneh,” ucap Caca yang pelan namun masih terdengar oleh Jack.


“Jangan lupa kau gunakan itu ketika pesta nanti, aku tunggu kau jam 8 malam di halaman mansion.” Ucap Jack yang kemudian meninggalkan Caca di terlebih dahulu menuju kamarnya.


“Dasar mesum, pria berpistol yang aneh. Suka-suka saja memerintah orang dan seharusnya kan aku duluan yang meninggalkan dia di sini. Kenapa dia dulu yang pergi. Dasar menyebalkan.” Ucap Caca sambil membawa tas itu ke dalam kamarnya.


Caca yang masuk kedalam kamar meletakkan saja tas itu tanpa melihat apa isinya kemudian berbaring di ranjang untuk istrahat di dekat Bella tidur.


“Kenapa lelah bangetnya, lebih baik aku tidur sebentar. Sesekali boleh lah tidur jam 5 sore.” Ucapnya sendiri.


Sementara Jack masuk kedalam kamar juga merebahkan dirinya di tempat tidur. Disisi lain halaman mansion sibuk dengan persiapan malam ini. Son dan Selly yang sibuk menjalankan perintah Jimmy dengan baik saat ini. Jimmy dan Billy juga sedang istirahat di kamar masing-masing.


Deni yang baru saja selesai latihan di ruang latihan mansion sebelah.


“Latihan hari ini cukup sampai sini,” ucap Deni pada mafioso yang di latihnya.

__ADS_1


“Baik tuan Deni,” ucap mereka semua dengan serentak.


Deni pun melepaskan alat-alat tinjunya kemudian berjalan menuju mansion utama. Saat ia berjalan kesana, Deni heran dengan kesibukan dekorasi yang terjadi di halaman depan mansion utama.


“Son! Ada apa ini?” tanya Deni pada Son.


“Tuan Jack sudah kembali dan akan mengadakan sebuah pesta malam ini.” Jawab Deni.


“Pesta apa?” tanya Deni kembali.


“Saya tidak mengetahuinya, kami hanya di perintahkan Jimmy untuk melakukan ini semua.” Jawab Son.


“Baiklah,” ucap Deni sambil pergi meninggalkan Son yang sedang memantau dekorasi.


“Tuan Billy juga sudah kembali di mansion.” Ucap Son pada Deni.


“Apa? baiklah makasih informasinya.” kaget Deni.


“Biasaya kalau dia kembali pasti ada masalah,” ucap Deni dalam hatinya.


Deni pun bergegas mencari keberadaan Jimmy dan Billy. Namun seluruh tempat biasaya mereka berkumpul tidak ada. Dan Deni berfikir sepertinya mereka berada di kamar masing-masing. Deni pun tidak ingin menggangu istirahat mereka, lalu dia masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.


***Rumah Sakit DB***


Max yang baru selesai melaksanakan operasi pasien kecelakaan mobil. Max yang keluar dari ruang UGD melepaskan semua peralatan operasinya lalu memasukkan ke tempatnya di luar ruangan UGD yang memang sudah di sediakan oleh rumah sakit.


Max yang mengambil handponenya dan memeriksa ada pesan apa saja saat berbaring di kasurnya. 7 panggilan tak terjawab oleh Billy dan 1 email masuk dari Billy.


Setelah membaca dan memahami isi email Billy, Max langsung bangun dari tempat tidurnya dan bergegas memakai bajunya dan pergi menuju mansion. Max keluar dari ruangannya kemudian memberitahukan perawat wanita sekaligus sekertarisnya di rumah sakit.


“Kosongkan jadwal ku sampai besok.” Ucap Max.


“Baik Bos,” jawab perawat itu.


Lalu Max pergi meninggalkan perawat itu menuju parkiran mobil. Max langsung mengemudi dengan cepat untuk segera sampai di mansion. Setelah beberapa menit perjalanan sampai di mansion.


Max juga heran dengan keadaan halaman mansion bertanya pada Son.


“Ada apa ini?” tanya Max.


“Tuan Jack membuat pesta malam ini,” jawab Son.


“Apakah dia sudah kembali?” tanya Max.


“Sudah Max. Billy juga sudah di mansion setelah tuan Jack dan Jimmy kembali.” Jawab Son.

__ADS_1


“Baiklah, terimakasih.” Jawab Max yang meninggalkan Son mendorasi halaman mansion.


Max meninggalkan Son menuju ke dalam mansion untuk mencari keberadaan Jimmy dan Billy. Ketika Max mencari keberadaan mereka ternyata Selly mengetahui gerak gerik Max yang mencari keberadaan Jimmy dan Billy.


“Mereka ada di kamarnya masing-masing Max,” ucap Selly.


“Terimakasih Sel,” jawab Max.


Kemudian Max naik lift menuju kamar mereka. Max masuk kedalam kamar Jimmy, karena Jimmy memiliki kebiasaan tidak mengkunci pintu kamarnya.


“Bangun,” ucap Max yang menarik kaki Jimmy di tempat tidur.


“Brengsek loe Max,” ucap Jimmy yang terkejut.


“Hahahhaa, bangun lah.” Ucap Max yang kemudian duduk di sofa dekat kamar Jimmy.


“Ada apa?” tanya Jimmy.


“Ada apa di luar?” tanya Max.


“Bos loe akan melamar gadis itu mungkin,” jawab Jimmy dengan enteng ya.


“Loe serius?” tanya Max lagi.


“Sepertinya, katanya cuman pesta kecil-kecilan saja.” Ucap Jimmy yang berjalan menuju toilet untk mencuci wajahnya.


Jimmy pun membersihkan wajahnya untuk menyegarkan diri setelah ketiduran. Kemudian duduk dengan Max di sofa.


“Lalu bocah itu di mana?” tanya Max mengenai Billy.


“Di kamarnya,” jawab Jimmy.


“Kau juga sudah di kirimkan informasi itu padanya?” tanya Max.


“Iya, setelah pesta ini kita akan mendiskusikannya.” Ucap Jimmy.


“Okelah,” jawab Max.


“Sekarang kau pergilah membersihkan diri untuk acara malam ini. Karena jam 8 akan di mulai.” Ucap Jimmy.


“Baiklah,” jawab Max.


Max pun meninggalkan kamar Jimmy menuju kamarnya untuk bersiap-siap pesta malam ini. Di kamar yang berbeda-beda mereka semua sedang bersiap-siap merapikan diri untuk hadir di pesta kecil ini.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


__ADS_2