I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Umroh Bersama


__ADS_3

Happy reading guys!!!


Jangan lupa Like dan Komennya.


“Maaf, aku hanya canggung dan belum terbiasa.” Ucap Caca.


“Lama kelamaan kau akan terbiasa dengan keadaan ini, pergilah untuk membersihkan dirimu. Kau pasti sangat lelah dengan kegiatan kita hari ini.” jawab Jack.


“Iya,” ucap Caca.


Saat Caca di dalam kamar mandi untuk membuka gaunnya rambut Caca tersangkut dengan kancing baju yang berada di belakang punggung badan Caca. Mau tidak mau Caca meminta pertolongan Jack.


“Jack!” panggil Caca lewat sela pintu kamar mandi.


“Ada apa?” tanya Jack.


“Rambutku tersangkut, bisakah kau bantu aku melepaskannya?” tanya Caca yang malu-malu.


“Kemarilah,” ucap Jack.


Jack yang membantu Caca melepaskan rambutnya secara perlahan membuat Caca ingin cepat-cepat selesai.


“Bisakah di percepat?” tanya Caca.


“Sebentar lagi selesai,” jawab Jack yang memperlama gerakkannya.


Jack menikmati waktu ini dengan melihat Caca tampa menutup kepala.


“Jack!” panggil Caca.


“Iya ini sudah selesai.” Jawab Jack.


“Aku malu, karena untuk pertama kalinya di dalam kamar mandi dengan laki-laki melihat aku tanpa balutan kerudung.” Bentak Caca yang mendorong badan Jack keluar pintu kamar mandi lalu menutupnya.


Jack tersenyum sinis melihat tingkah Caca yang menurutnya imut.


“Tadi dia bilang pertama kali,” ucap Jack.


Jack senyum-senyum sendiri memikirkan kalimat yang sudah di katakan oleh Caca. Jack membanggakan dirinya menjadi orang pertama yang di maksud dengan Caca. Ternyata dirinya tidak salah pilih wanita. Lagi-lagi cinta Jack kepada Caca meningkat.


Setelah Caca keluar dari kamar mandi, Jack yang kemudian memakai kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Jack keluar dari kamar mandi lalu melihat Caca yang sudah tertidur pulas dengan menyusun bantal-bantal sebagai pembatas di tempat tidur tersebut.

__ADS_1


Caca sebenarnya tidak dalam keadaan tidur, ia hanya berpura-pura memejamkan matanya. Jack berjalan menuju kearah Caca kemudian memberikan ciuman di kening Caca.


“Walaupun kita tidak seperti suami istri yang lain melakukan malam pertama tapi memiliki mu saja sudah lebih dari cukup untukku.” Ucap Jack kemudian mencium Caca.


“Jack maaf, saat ini aku belum siap.” Ucap Caca dalam hatinya yang mendengar perkataan Jack.


Jack mengeluskan kepala Caca menggunakan tangannya.


“Kau pasti lelah untuk hari, istirahatlah karena besok kita akan melakukan umroh bersama.” Ucap Jack.


Jack kemudian membaringkan dirinya ke atas kasur dan memejamkan matanya karena dirinya juga sudah lelah untuk hari ini. Saat Jack sudah memejamkan matanya Caca membuka matanya dan membalikkan badan kearah Jack.


“Maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk mu,” ucapnya sambil menatap Jack.


Saat itu juga Jack belum sepenuhnya tertidur, Jack mendengarkan segala hal yang di ucapnya. Jack menerima kosekuensi setelah menikah dengan Caca dan Caca menerima Jack karena Jack ingin bersabar dengan dirinya.


Caca belum bisa memastikan perasaannya terhadap Jack, saat ini dirinya hanya menyerahkan segala sesuatunya atas kuasa sang pencipta dan dukungan dari keluarganya. Namun dirinya tetap mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk menjadi istri yang sempurna untuk Jack.


Malam pertama itu menjadi malam yang hanya menerima segala keadaan yang terjadi untuk sama-sama saling mengerti dan memahami. Tidur satu ranjang dengan keadaan memberikan pembatasan pada masing-masing sisi.


Tanpa di sadari mereka berdua yang mendengarkan masing-masing lalu memikirnya hingga tertidur.


Mereka semua berkumpul di ruang bawah lobi hotel setelah sarapan pagi.


“Jaga Kenzo dan Bella dengan baik Den,” ucap Jack.


“Tentu,” jawab Deni.


“Daddy dan Bunda segera untuk pulang setelah selesai urusanya?” ucap Bella.


“Tentu sayang,” jawab Caca.


Kenzo dan Bella kembali ke mansion bersama Jimmy, Deni dan Selly. Sedangkan Max kembali ke Jepang bersama dengan Akashi untuk mengumpulkan beberapa informasi lagi. Dan Billy ikut bersama Max untuk ke Jepang.


“Jangan lupa kalian akan kembali saat perayaan pesta pernikahan Jack dan Caca di mansion karena Andrew dan Katie akan kembali.” Ucap Jimmy.


“Tentu,” jawab mereka semua sebelum berpisah di lobi hotel.


Masing-masing keluar dari lobi hotel menuju tempat tujuannya, begitupula dengan Jack,Caca, Joko, Aisyah dan Bagas. Mereka pergi menuju rumah Latif yang selanjutkan akan di bombing oleh Latif.


Umroh bersama yang dilakukan oleh Jack dan keluarga Caca berlansung selama 3 hari dengan bimbingan Latif dan istrinya. Dari mulai tata Caca umroh membersihkan diri hingga yang terakhir adalah bertahallul yaitu memotong rambut kepala. Segela tata cara umroh di lakukan dengan sangat baik.

__ADS_1


Mereka menikmati kegiatan umroh ini sebagai kesungguhan beribadah. Dan setelah kegiatan umroh selesai mereka beristirahat di hotel lagi selama sehari sebelum kembali ke mansion.


Saat mereka semua selesai untuk makan malam di hotel tersebut di meja yang sama Jack memulai pembicaraan.


“Terimakasih Ayah, Bunda dan Bagas mau menerima hadiah dari ku.” Ucap Jack setelah selesai makan malam.


“Seharusnya kami yang berterimakasih terhadap mu,” jawab Aisyah.


“Iya karena kau telah memberikan sesuatu yang sudah lama kami impikan,” jawab Joko.


“Abang ipar yang top,” ucap Bagas.


“Tidak Ayah, Bunda dan Bagas. Semua ini tidak bisa di nilai dengan restu kalian yang mengizinkan aku untuk masuk kedalam keluarga kalian.” Jawab Jack.


“Tapi ini adalah hal yang terlalu berlebihan,” ucap Aisyah.


“Tidak bunda, semua ini aku lakukan untuk menjadi seorang suami yang baik bagi putri mu. Mulai saat ini izinkan aku menjaga putri kalian hingga akhir napasku. Dan kalian sekarang adalah keluarga ku jadi aku akan memberikan yang terbaik.” Jawab Jack.


“Lain kali jangan terlalu memberikan hal-hal yang mewah seperti ini,” ucap Caca.


“Iya, benar apa yang di katakana oleh Caca.” Jawab Aisyah.


“Tidak Bun, ini adalah hal yang biasa jadi jangan beranggapan ini mewah.” Ucap Jack.


“Sudahlah jangan berdebat. Jack bagi kami kau melindungi dan selalu membahagian kak Caca saja sudah lebih dari cukup. Kami tidak menginginkan hal apapun lagi dari mu selain dari bagaimana caramu memperlakukan saudaraku.” Jawab Bagas.


“Yang dikatakan oleh Bagas itu benar Jack, kami hanya ingin kebahagian Caca saja.” Jawab Joko.


“Soal itu akan selalu aku pastikan dan akan menjadi janjiku seumur hidup. Tapi biarkanlah aku melakukan hal yang terbaik juga buat keluarga istriku.” Ucap Jack.


“Ayah, Bunda, Bagas! Kalian berhentilah berdebat dengannya karena mau bagaimanapun dia tidak akan pernah mau kalah jika berdebat. Jadi ikutin saja apa yang dia lakukan,” jawab Caca.


Jack memberikan tatapannya pada Caca yang menandakan mengapa dia tidak membela dirinya. Caca membalasnya dengan senyuman sinis. Aisyah dan Joko yang menyaksikan kelakukan mereka tertawa bahagia.


“Ku harap pilihanmu inilah yang terbaik,” ucap Aisyah dalam hatinya ketika tertawa.


“Aku yakin pilihanmu tidak salah. Dan ku harap Jack akan selalu membuatmu bahagia,” ucap Joko dalam hati.


“Jika Jack menyakitimu aku pastikan dia akan berhadapan denganku,” ucap Bagas dalam hatinya.


“O ya jangan lupa besok pagi kita akan berangkat pulang ke mansion. Istirahatlah dengan baik.” Ucap Jack sebelum berpisah dari meja makan menuju kamar hotel masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2