
Meja dan kursi di penuhi oleh pengujung perpustakaan dengan berbagai macam kesibukan tersendiri. Ada beberapa yang masih sibuk dengan laptop dan buku bacaannya, ada yang sedang santai sambil membahas buku bacaannya dengan teman semejanya, ada yang menikmati makanan sambil mengerjakan tugasnya dan ada pula yang sedang duduk sendirian membaca buku bacaannya kemudian sesekali melihat keluar jendela.
Caca dan David termasuk orang yang sedang menikmati makanan di atas meja pembaca di dalam perpustakaan itu. Suasana ruang baca yang cukup nyaman, tidak terlalu diam maupun bising karena suara-suara pemustaka. Beberapa pustakawan yang bekerja hanya berada di tempat sirkulasi dan berjalan mengelilingi rak-rak buku untuk melakukan kegiatan selving.
Tiba-tiba seseorang wanita datang menghampiri Caca.
“Hy, apa kabar?” tanyanya.
“Hy sehat bagaimana denganmu?” tanya Caca yang tersenyum menjawab sapaan wanita itu.
“Aku sehat, kemana saja kau selama ini tidak kerja lagi?” tanyanya.
“Ada urusan pribadi yang harus di selesaikan.” Jawab Caca.
“O seperti itu, jadi kau sudah mengundurkan diri dari pekerjaan ini?” tanyanya.
“Iya. Saat ini aku hanya ingin fokus menyelesaikan studiku.” Jawab Caca singkat tampa memberitahukan tentang dia sudah menikah.
“O baiklah, semangat. Aku permisi untuk kembali bekerja.” Jawabnnya.
“Iya,” jawab Caca.
“Siapa?” tanya David.
“Dia mahasiswa jurusan kepenulisan. Salah satu pustakawan selving sama seperti ku.” Jawab Caca singkat kemudian melihat ke jendela.
Caca dan David duduk di meja pembaca yang dekat dengan jendela. Dengan begitu bisa melihat gerbang kampus dan lapangan kampus.
“Kenapa kau melihat ke arah luar?” tanya David.
“Benarkah itu dia?” tanya Caca dalam hatinya.
“Sudah percaya? Temui aku segera sayang, aku menunggumu.” Jawab Jack lagi pada pesan chatnya.
Ternyata saat setelah satu jam Caca dan David makan, Jack berinisiatif untuk langsung menjemput Caca. Jack tidak bisa menahan dirinya untuk segera bertemu dengan Caca. Namun saat dirinya pergi tidak dengan emosi cemburu tapi malah membalikkan emosinya untuk menunjukkan kasih sayangnya.
Dan saat Caca selesai berbicara dengan temannya itu Jack memberikan pesan kepada Caca.
“Lihatlah ke arah gerbang kampus dari jendela tempat dudukmu.” Isi chat Jack kepada Caca.
Caca merapikan buku yang ada di mejanya dengan cepat, kemudian mengklik tombol shutdown pada laptop. Memasukkan laptop ke tasnya kemudian mengambil tasnnya dan beranjak pergi dari meja itu.
“David aku duluan,” ucap Caca.
“Kau mau ke mana buru-buru?” tanya David.
“Nanti akan ku jelaskan, aku permisi.” Ucap Caca berjalan.
__ADS_1
David terus mengikuti Caca, sedangkan Caca tidak memikirkan David yang mengikutinnya karena ingin segera menemui Jack. Sedangkan Jack yang berada di depan gerbang berdiri samping mobil bersama dengan beberapa pengawalnya.
Mahasiswa mahasiswi kampus yang berlalulalang masuk ke kampus dan keluar kampus. Mereka melihat mobil mewah yang berpakir sembarangan di depan gerbang dan saat melihat Jack keluar dari mobil para wanita menjeris histeris.
“Siapa dia?”
“Tampan sekali,” sorak wanita-wanita yang melihat Jack.
“Siapakah laki-laki ini dengan beberapa pengawalnya.”
“Gila banget itu mobilkan unlimited edition hanya ada 5 mobil mewah di seluruh dunia.” Ucap seorang pria yang mengetahui kualitas mobil yang di naiki Jack dan pengawalnya.
“Benarkah? Dari mana kau mengetahuinnya?” tanya seseorang membalas komentar laki-laki itu.
“Kau lihat,” dia menunjukkan majalah mobil mewah kepada temannya.
“Seperti idola yang keluar dari televisi.”
“Pangeranku?”
“Aku ingin mendekatinnya.”
“Aku juga. ”
“Aku juga. ”
“Aku akan meminta tanda tangannya.”
“Dasar laki-laki ini sengaja membuat keributan di kampusku.” Ucap Caca dalam hatinya dan berusaha menghampiri Jack dari kerumunan orang-orang.
Jack berjalan menjemput Caca sehingga orang-orang dalam kerumunan itu memberikan jalan sesuai dengan pengawal Jack membuka jalan untuk bosnya.
“Akhirnya kau datang juga,” ucap Jack kemudian mencium kening Caca kemudian menggenggam tangannya.
“Apa yang kau lakukan Jack di depan umum,” ucap Caca malu-malu.
“Masuklah,” ucap Jack yang menuntun Caca masuk kedalam mobil mewahnya.
Caca yang di tuntun Jack kemudian masuk ke mobil tidak bisa melawan dan saat itu David, professor Kevin melihat adegan itu hati mereka menjadi panas.
“Siapa pria itu?” ucap David.
“Kau sudah keluar dari sangkar hanya untuk menjemput Caca?” ucap Kevin dalam hati
“Apa yang sudah kau lakukan Jack?” tanya Caca saat masuk kedalam mobilnya.
“Riki jalan kelestoran kita yang di jalan…” ucap Jack.
__ADS_1
“Baik tuan,” jawab Riki.
“Jack jawab pertanyaanku?” tanya Caca.
Jack mencium bibir Caca yang sedang berbicara itu untuk membungkamnya. Caca berusaha untuk melepaskannya namun Jack tidak memberikan cela. Sampai 30 detik berlalu Jack melepaskannya.
“Balasannya karena perbuatanmu.” Ucap Jack setelah melakukan itu.
“Melakukan apa? Maksudmu apa?” tanya Caca sedang mengelap bibirnya menggunakan tangannya.
“Kenapa harus…” ucap Jack kemudian menahan tangan Caca yang menghapus-hapus bibirnya kemudian menciumnya kembali.
“Kau itu milikiku jadi jangan dekat-dekat dengan pria lain.” Jawab Jack setelah menciumnya dan melepaskan tangan Caca.
Setelah mengatakan itu Jack mengambil posisi duduk di pinggir kursi mobil dan mengangkat tangannya ke kepala dan melihat keluar jendela mobil.
“Jadi dia cemburu?” tanya Caca dalam hatinya.
“Kau cemburu?” tanya berpura-pura polos.
“Aku tidak cemburu dengan Kevin atau David tapi aku tidak suka kau dekat dengan mereka.” Jawab Jack.
“Itu namanya kau cemburu, katakana saja jika cemburu daripada berbohong seperti itu. hahahah.” Jawab Caca sambil tertawa.
“Kenapa kau tertawa,” ucap Jack sambil mengeluarkan ekspresi ingin menyerang Caca lagi.
“Ok hentikan tatapan mu itu Jack. Aku tertawa karena ekspresi dan tingkahmu itu sungguh lucu.” Jawab Caca.
“Hmmmmm” Jack membalikkan pandangannya ke arah keluar mobil
“Jack lihat aku,” ucap Caca sambil memegang pipi Jack dengan kedua tangannya.
Jack yang melihat wajah Caca dari dekat menjadi tersipu malu.
“Aku tidak akan pernah menghianati suamiku walaupun aku belum mencintainya. Aku paham betul dengan statusku sebagai istri untuk tidak berdekatan dengan laki-laki lain agar terhindar dari fitnah.” Jawab Caca kemudian menghembuskan napasnya.
“Dan ingat aku pernah berkata bahwa aku menolak cinta Kevin di depan umum? Dan soal David, dia hanya senior satu komunitas peneliti. Tidak lebih dan tidak kurang.” Jawab Caca lagi.
“Kau mengatakan seperti itu, tapi apakah kau bisa menghentikan perasaan mereka kakak beradik itu untuk mencintaimu? Tidak bisa kan? Maka mulai sekarang jangan bertemu dengan mereka lagi.” Ucap Jack.
“Aku tidak mungkin tidak bertemu dnegan mereka. Yang satunnya adalah temanku dan satunya professor ku, aku membutuhkan mereka untuk saat ini.” Jawab Caca.
“Baiklah, tapi kau harus meminta izinku dulu sebelum bertemu dengan mereka.” Jawab Jack.
“Tentu, tapi tunggu tadi kau mengatakan mereka berdua kakak beradik?” tanya Caca.
“Iya mereka satu ibu lain ayah. Stop jangan bertanya lebih jauh tentang mereka.” Jawab Jack singkat sambil melipatkan tangannya.
__ADS_1
“Hahah, baiklah jangan seperti anak kecil.” Ucap Caca sambil menyandarkan kepalannya ke bahu Jack.
“Kenapa aku tidak mengetahu jika Kevin dan David adalah kakak beradik? Aku akan mempertanyakan langsung pada David.” Jawabnya dalam hati.