
Sesuai dengan permintaan Jimmy dan Siska yang akan melangsungkan pernikahan di restoran italia yang sudah mereka rancang. Semua dekorasi sudah selesai. Berbagai sudut restoran dan juga halaman depan restoran sudah terlihat dengan indah karena dekarasi yang begitu cantik. Tidak jadi ke daerah pantai karena sedang musim hujan.
Mereka berdua sudah memutuskan untuk melangsungkan pernikahannya di restoran Italia tempat Siska bekerja. Dekorasi berwarna putih dan biru langit sudah menjadi perpaduan warna yang bagus. Bunga palsu dan juga bunga mawar putih menjadi pengharum lagi penghias yang sangat baik. Siang hari ini semuanya sudah selesai dengan baik.
Halaman dan juga dalam ruangan restoran masih dalam keadaan sunyi. Hanya ada beberapa orang yang masih melakukan pengecekkan dekorasi. Beberapa photo preweding juga masih di pajang di beberapa tempat. Photo Jimmy dan juga Siska yang menjadi pajangan pada acara mereka nanti.
Soal makanan sudah di handle oleh Shinta sebagai ketua koki. Charles membantu istrinya dalam hal pengecekan beberapa hal untuk keamanan acara yang akan berlangsung malam ini. Baik dari segi CCTV yang sudah terpasang di setiap sudut ruangan dan juga halaman. Mengecek beberapa hal yang dicurigai seperti bom atau hal lainnya.
Caca, Jack, Kenzo dan Bella sedang berada di dalam kamar Caca. Mereka sedang memilih beberapa pakaian yang sudah di antarkan oleh desainer keluarga Sandreas ke mansion. Mereka masih bingung untuk memilih baju yang seperti apa. Dan Caca menjadi juri pengambilan keputusan soal stlye yang akan mereka gunakan.
“Bunda apa yang harus kita pilih? Semuanya begitu indah.” Jawab Bella.
“Tidak buruk.” Jawab Kenzo yang mellihat jajaran baju untuk ukurannya.
“Mylotus. Silahkan pilih untuk kami.” Ucap Jack yang memeluk Caca dari belakang.
Mereka berempat sedang berdiri melihat semua baju-baju yang sudah di kirim. Caca berusaha untuk mencari satu-satu baju yang bisa couple digunakan oleh mereka. Caca berfikir tentang konsep yang dibuat oleh Siska dan Jimmy bahwa nuansa langit biru yang cerah dengan awan putih yang indah. Caca mencari baju untuk mereka dimulai dengan warna biru.
Ada tiga pilihan warna yang ada di sana. Caca langsung memberikan mereka bertiga dengan tiga pasang yang dress yang berwarna biru. Caca memerintahkan Bella, Kenzo dan Jack untuk mencoba pakaian itu. Dan mereka bertiga menyetujuinnya. Mereka mencoba ketiga baju tersebut yang sudah di pilih oleh Caca.
Dilihat satu persatu hingga Caca memilih yang pas untuk mereka bertiga. Kenzo dan Jack menggunakan jas yang berwarna biru langit tapi sedikit gelap, dengan kemeja putih polos. Dasi berwarna biru yang sama dengan baju. Bella menggunakan gaun berwarna biru polos dengan hiasan bunga mawar putih yang ada di sekeliling bawah baju. Mereka semua sudah dipilihkan oleh Caca dan pendapat Caca ini disukai oleh mereka bertiga.
Giliran Caca yang harus memilih gaunnya. Caca mencoba dua gaun yang menurutnya bagus dan sesuai dengan warna seperti mereka. Caca meminta Kenzo, Jack dan Bella untuk melihat gaun yang mana yang harus dipilih olehnya nanti. Ternyata jatuh pada sebuah pilihan gaun putih polos dengan corak biru pada bagian rok yang mengembang.
__ADS_1
Mereka berempat selesai memilih pakaian yang akan digunakan untuk malam ini di acara pernikahan Jimmy dan Billy. Mereka berempat terbaring di atas kasur sambil tertawa karena sedikit lelah lalu tertidur. Setengah jam mereka beristirahat, Selly dan Son mengketuk pintu untuk mengkatakan bahwa Katie dan lainnya sudah sampai di mansion.
Jack membangunkan Caca dan anak-anak untuk bersiap turun ke bawah menyambut Katie dan lainnya. Katie yang melihat Caca langsung berjalan memeluknya dan mengucapka selamat kepadannya. Katie langsung menyuruh Caca untuk duduk di sofa dan memulai pembicaraannya mengenai kehamilan Caca. Katie baru saja mengetahui hal ini dari Selly.
“Kenapa tidak memberitahuku? Apakah kalian sudah melupakan aku?” tanya Katie dan Caca tidak bisa menjawab.
“Bukan seperti itu ibu. Kami juga baru mengetahuinya, Caca menyembunyikan hal ini untuk memberikan aku kejutan di saat ulangtahun ku.” Jawab Jack.
“Oh jadi seperti itu. Aku tidak menyalahkan anak perempuanku tapi aku menyalahkan kau. Kenapa kau tidak langsung memberitahu ku. Kalau begitu aku akan membawa beberapa obat herbal dari tiongkok untuk calon cucuku.” Jawab Katie.
“Selamat bro.” ucap Max dan Billy bersamaan.
“Sudah-sudah, jadi kalian tidak ingin memperkenalkannya kepada Lauren?” ucap Andrew yang melihat Lauren menjadi kikuk saat sampai di mansion Jack.
“Tante ini pacar uncle Billy?” tanya Bella sehingga Lauren menjadi malu.
“Tidak aku hanya teman dengannya.” Jawab Lauren dengan cepat.
“Kenapa kamu berbicara begitu Lauren. Bukannya kamu sudah menjadi anak ibu. Tentu saja kita sekarang sudah keluarga. Walaupun Billy tidak menyukaimu, kami akan mencarikan jodoh yang lebih baik daripada Billy anak berandalan ini.” Jawab Lauren membuat mereka semua tertawa di dalam ruang tamu utama.
Billy hanya tertawa mengikuti keluarganya yang semakin jahil kepada Lauren. Lauren menjadi tersipu malu.
“Anggap saja sebagai keluargamu sendiri. Jangan terlalu malu dengan kami semua. Jika dia menyakitimu katakan saja kepadaku.” Jawab Caca tertawa melihat Lauren.
__ADS_1
“Iya.” Jawab Lauren tersenyum.
“Sudah berhenti menggodanya. Nanti dia akan kabur jika kalian terus begitu kepadanya.” Jawab Billy.
“Hahahhaa. Akhirnya pegakuannya keluar.” Jawab Max.
Mereka bercanda gurau dan tidak merasa lelah karena perjalanan. Pelayan memberikan beberapa minuman dingin dan beberapa cemilan kepada mereka di ruang tamu. Tidak lama mereka kedatangan tamu kembali yaitu Deni, Bagas dan Meriska tiba. Meriska yang baru saja tiba langsung berlari menuju tempat duduk Caca dan memeluknya.
“Lepaskan istriku. Kau memeluknya terlalu keras.” Jawab Jack yang tidak menyukai Meriskan terus memeluk Caca.
“Biarkan, dia sahabatku. Aku lebih mengenalnya lebih dulu. Lagian aku tidak membahayakan bayinya.” Jawab Meriska yang melawan Jack.
“Jack biarkan.Meriska lepaskan dulu, aku tidak bisa napas.” Jawab Caca.
Meriska melepaskannya dan langsung menggeser Jack yang di samping Caca untuk dirinya duduk. Jack merasa sebal namun tidak bisa berkutik karena Caca sudah melarangnya.
“Ternyata sahabatku yang tidak pernah mengenal laki-laki ini bisa juga hamil.” Jawab Meriska yang memegang tangan Caca dan membuat pernyataan yang menyentuh hati Jack dan meredam amarah Jack kepadannya.
“Ternyata benar, akulah cinta pertama dan laki-laki Pertama yang diperbolehkannya masuk dihatinya.” Jawab Jack dalam hati sambil mengeluarkan ekspresi tersenyum.
“Sttt, hentikan Meriska. Apakah kau tidak melihat situasi?” tanya Caca yang mengingatkan sahabatnya itu jika sedang di lihat oleh semua orang dengan tingkahlaku yang semberono itu.
“Aku mengatakan kebenaran.” Jawab Meriska dengan percayadiri.
__ADS_1
“Apakah kau tidak ingin menjaga image di depan calon mertuamu?” tanya Caca yang membisikkan Meriska untuk menghentikan mulutnya berbicara.