
Happy Reading guys
“Bagaimana rasanya?” tanya Aisyah pada Jack.
“Enak Bun, jadi Caca pandai memasak belajar dari Bunda?” tanya Jack.
“Jadi kedekatan kalian sudah sampai sejauh itu?” ucap Aisyah.
“Hehehe, pernah beberapa mencoba masakkannya.” Ucap Jack malu-malu.
“Jadi Kak Caca sudah pernah memasakkan mu apa saja?” tanya Bagas.
“Yang pertama kali Nasi goreng, dan yang lainnya masakkan di buat untuk Kenzo dan
Bella. Aku hanya mencicipinya.” Jawab Jack.
“Hahaha,” mereka semua tertawa di meja makan melihat Jack menjawabnnya dengan malu-malu.
Jimmy yang melihat kebahagian Jack turut bahagia. Dia merasa sudah lama tidak melihat Jack dengan tawa dan senyum yang seperti itu. Seperti dunia Jack yang dulu telah kembali pada Jack.
“Sudah lama kau tak tertawa seperti itu Jack, aku turut bahagia dengan kebahagian mu saat ini.” Ucap Jimmy dalam hati sambil melihat tawa Jack.
“Caca beruntung bisa memiliki keluarga yang lengkap seperti kalian,” ucap Jimmy.
“Mengapa bilang seperti itu?” tanya Aisyah.
“Karena aku sudah lama tidak merasakan kelengkapan suasana keluarga seperti ini bahkan aku sudah lupa bagaimana rasanya. Orangtua ku sudah lama meninggal saat kecelakaan ketika aku berumur 6 tahun. Dan kemudian aku tinggal di panti asuhan dan di asuh oleh almarhum Ayah Jack.” Jawab Jimmy.
“Setiap orang punya kisahnnya dan takdir hidupnya. Jimmy boleh mengaggap kami sebagai keluarga mu mulai saat ini,” ucap Aisyah.
“Benarkah?” ucap Jimmy.
“Tentu, iya kan mas?” tanya Aisyah pada Joko.
“Tentu boleh, semakin banyak anak semakin banyak rezeki namun sayangnya aku hanya memiliki 2 orang anak.” Ucap Joko.
“Tentu boleh lagian aku juga ingin merasakan seorang kak laki-laki.” Ucap Bagas.
Jimmy mengeluarkan air matanya mendengar pernyataan keluarga Caca yang begitu baik padanya. Dia tidak menyangka keluarga ini dengan mudah dekat dengan dirinya dan mengaggap dirinya seperti keluarga. Terakhir kali ia merasakan hal ini saat orangtua Shinta masih hidup.
“Kenapa kau harus menangis?” ucap Jack.
“Iya kenapa menangis Jim?” tanya Aisyah.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu mendengar pernyataan kalian.” Jawab Jimmy sambil menghapus air matanya.
“Hahahha,” tawa mereka semua di meja makan melihat Jimmy.
__ADS_1
“Kau terlihat bahagia.” Ucap Jack.
“Tentu, kau juga lebih bahagia daripada aku. Karena kau beruntung mendapatkan mertua yang begitu menyayangi mu seperti anak sendiri.” Ucap Jimmy dalam bahasa Italia.
“Apa yang dia katakan Jack.” Tanya Joko yang tidak mengerti apa yang Jimmy katakan.
“Dia merasa bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga ini, dan dia berjanji akan melindungi keluarga ini dari apa pun. Dan juga dia berkata bahwa aku beruntung mendapatkan mertua seperti kalian.” Jawab Jack.
“Hahahaha, jangan terharu seperti itu abang Jimmy. Abang adalah sebutan untuk kak laki-laki di negara ini.” Ucap Bagas.
“Panggilan yang menarik, terimakasih Bagas.” Ucap Jimmy.
“Tentu,” jawab Bagas.
“Jika kau membutuhkan bantuan untuk mengembangkan perusahaan Jack aku bersedia membantu mu. Jangan sungkan, karena saat ini kau sudah menjadi adik laki-laki ku.” Ucap Jimmy pada Bagas.
“Itu lebih bagus, karena Jimmy ahli di bidang itu.” Jawab Jack.
“Benarkah Abang Jimmy?” tanya Bagas.
“Tentu saja.” Jawab Jimmy.
Mereka yang asyik makan dan mengemil singkong goreng sambil bercerita. Setelah selesai Jack pun berpamitan untuk kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk kembali ke mansion.
“Bunda sepertinya aku harus pamit sekarang,” ucap Jack.
“Iya Bun, sepertinya kami harus pamit untuk pulang karena keberangkatan kami pulang pukul 21.00 Wib malam ini.” Ucap Jimmy.
“Sepertinya tidak Bun,” ucap Jack dan Jimmy bersamaan.
“Baiklah, jika memang seperti itu. Tapi Bunda titip oleh-oleh untuk Caca, bisa?” ucap Aisyah.
“Tentu boleh Bun,” jawab Jack.
“Baiklah, tunggu sebentar. Bunda akan menyiapkannya.
Mereka pun semua keruang tamu, sedangkan Aisyah menyiapkan sebuah kotak kado yang sudah di masukkan ketempat berukuran 10cm.
“Ini berikan pada Caca,” ucap Aisyah yang memberikannya pada Jack.
“Oke Bunda,” jawab Jack.
“Titip salam Kami semua pada Caca. Dan tolong jaga dia di sana dengan baik.” Ucap Aisyah.
“Siap Bun,” jawab Jack.
“Abang, tolong jaga Kak Caca dari Abang Jack. Jangan sampai Kak ku di sakiti olehnya jika itu terjadi tolong segera beritahu aku.” Bisik Bagas pada Jimmy.
__ADS_1
“Oke,” jawab Jimmy yang di perhatikan oleh Jack.
Setelah berpamitan pada keluarga Caca, Jack beserta rombongannya pun menaiki mobil. Mereka meninggalkan desa tempat tinggal Caca menuju hotel. Saat di mobil Jack mempertanyakaan hal yang ia lihat tadi.
“Apa yang dikatakan Bagas pada mu sebelum masuk mobil tadi?” tanya Jack pada Jimmy.
“Tidak ada,” jawab Jimmy.
“Kau tidak bisa berbohong pada ku Jim,” ucap Jack.
“Oke-oke aku beri tau. Tadi dia mengatakan untuk menjaga Caca dari mu. Karena dia tau kau pasti akan selalu berkeinginan memakannya,” jawab Jimmy sambil tertawa.
“Hais, dasar. Wajar aja jika seorang lelaki memiliki pemikiran seperti itu sekalipun dia beriman.” Jawab Jack.
“Hahahaha, aku sudah menjadi abangnya Caca jadi jangan kau sakiti dia dan keluarganya.” Ucap Jimmy sambil menyombongkan dirinya yang sudah di akui sebagai bagian dari keluarga Caca.
“Tanpa kau katakan juga aku akan tidak akan melukainya. Dia sekarang hidupku dan dunia ku Jim.” Ucap Jack.
“Hahahhaa, apa sebutan di negara ini untuk orang seperti mu? Ehmmmm, o ya BUCIN alias budak cinta.” Ucap Jimmy sambil tertawa.
“Suatu saat kau akan merasakan hal yang sama seperti diriku yang saat ini. Kau saja yang belum mau mengakui perasaan mu pada wanita itu?” ucap Jack.
“Wanita mana?” tanya Jimmy.
“Siapa lagi kalau bukan Siska.” Jawab Jack.
“Kenapa dia dari sekian banyak wanita?” ucap Jimmy.
“Karena hanya padanya kau belum berani menyentuhnya, coba dengan wanita-wanita lain yang kencani. Sudah habis mereka kau lahap.” Jawab Jack.
“Hahahhaa, semua itu hanya kebutuhan.” Ucap Jimmy.
“Tuhkan kau tak mau mengakui perasaan mu sendiri!” ucap Jack.
“Sudahlah jangan bahas itu, kita sudah sampai di hoten.” Jawab Jimmy yang mengalihkan pembicaraan tepat pada mobil mereka sudah sampai di hotel penginapan mereka.
Mereka pun keluar dari mobil dengan di bukakan pintu mobil oleh anak buahnya.
“Tunggu kami mengkemas barang-barang, selain supir ikut kami untuk membawa barang-barang di kamar.” Perintah Jimmy pada anggotanya.
“Baik Bos,” ucap mereka.
Jack dan Jimmy pergi menuju kamar hotel untuk mengkemasi barang-barang. Di ikuti oleh beberapa anggotanya untuk membawa berang-barang mereka. Setelah beberapa saat Jimmy dan Jack mengkemasi barang-barangnya di kamar hotel masing-masing mereka kelar dan memerintah anggotanya masuk ke kamar untuk membawakan kopernya.
Mereka turun bersama-sama menuju mobil setelah melakukan cek out dari hotel tersebut.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.