I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Keheranan Caca


__ADS_3

“Tapi aku ingin di dekatmu saja.” Jawab Jack manja kepada Caca sambil memeluknya.


“Jack…..” ucap Caca dengan nada panjang.


“Baiklah, baik aku akan melanjutkannya.” Jawab Jack.


Jack kembali di kursi kerjanya kemudian segera melanjutkan pemeriksaan berkas-berkas yang harus ia lihat lalu menandatangani berkas tersebut. Sedangkan Caca duduk manis di sofa itu sambil membaca beberapa majalah yang ada di meja itu dan sekali-kali memperhatikan Jack yang sedang serius dengan pekerjaannya.


Begitupula dengan Jack yang sesekali mencuri pandang dengan melihat ke arah Caca. Mereka berdua sama-sama mencuri pandang satu sama lainnya namun dengan tingkah yang sangat lucu hingga akhirnnya mata mereka bertemu satu sama lain.


"Apakah aku terilihat tampan saat bekerja?" tanya Jack saat matanya bertemu dengan mata Caca.


"Terlalu percaya diri." Jawab Caca lalu mengahlikan pandangannya.


"Yakin tidak tampan? Buktinya sejak tadi kau selalu memperhatikan aku dari sana." Ucap Jack.


"Berhenti menggodaku Jack." Jawab Caca.


"Aku tidak menggodamu tapi aku ingin kau jujur padaku bahwa aku tampan." Ucap Jack.


"Berhenti untuk terlalu percaya diri." Jawab Caca.


"Apa susahnya sih memuji suami sendiri tampan." Ucap Jack.


"Tampanlah." Jawab Caca.


"Begitu dong❤️. Makasih istriku." Balas Jack.


"Tuh kan langsung deh. Kau tidak lelah atau ingin minum apa gitu biar aku buatkan?" tanya Caca.


"Istriku perhatian sekali. Baiklah aku tidak akan sungkan-sungkan. Boleh buatkan kopi tampa gula untuk suami mu yang tampan ini." Ucap Jack.


"Dimana bubuk kopinya?" tanya Caca yang berjalan memuju dapur kantor.


"Ada di bawah lemari ujung kanan mylotus." Jawab Jack.


Ruang kantor yang ditempati oleh Jack itu seperti sebuah apartment mewah yang dilengkapi dengan kamar tidur, dapur, ruang tamu, sofa, lemari buku, lemari berkas, kamar mandi, ruang TV dan lainnya secara komplit. Semua itu di disain untuk keperluan Jack yang sering lembur di kantor. Begitupula dengan ruangan Jimmy yang sama seperti Jack. Hal ini membuat Caca sangat heran dengan ruang kantor Jack.


"Orang Kaya, ruang kantor saja sudah seperti sebuah apartment. Pantas saja dia betah disini." Ucap Caca sambil mengaduk-aduk kopi yang baru saja dituangkan air panas.


"Kira-kira kenapa dia sangat menyukai kopi hitam tampa gula?" tanya Caca dalam hatinya sambil berjalan menuju meja kerja Jack.


"Ini kopi mu Jack, tapi kenapa kau menyukai kopi tampa gula bukankah ini sangat pahit?" tanya Caca.

__ADS_1


"Kan sudah ada kamu yang manis untuk apa lagi diberi gula. Hehe." Ucap Jack sambil tertawa kecil kemudian mencicipi minuman kopinya.


"Berhenti menggodaku Jack." Jawab Caca.


"Sudah menjadi minuman favorite ku." Jawab Jack.


"Ada yang bisa aku bantu lagi? Apa perlu aku pijatin pundakmu karena sudah hampir seharian ini kau duduk di kursi itu aja. " tanya Caca.


"Sedikit melelahkan si, tapi boleh." Ucap Jack dengan ekspresi wajah yang memelas.


Caca berjalan menuju Jack kemudian memijat bahu Jack dengan sangat telaten kemudian tangannya Caca di pindahkan ke kepala Jack.


"Aku juga sedikit pusing. Bisa di pijat di bagian jni." Ucap Jack.


"Apakah begini?" tanya Caca.


"Pijatanmu memang paling top." Jawab Jack sambil memejamkan matanya karena keenakan.


"Sudah berkurang pusing ya?" tanya Caca.


"Sedikit lagi." Jawab Jack.


"Ingin sekali aku segera memakan mu Ca, sampai kapan aku harus menunggu? Lebih baik aku sudahi ini jika tidak aku takut tidak bisa mwngontrolnya lagi." Ucap Jack dalam hatinya.


Mereka saling tatapan, kemudian Jack mengahlikan tatapan itu dan pergi ke toilet.


"Kau istirahatlah, nanti akan aku bangunkan saat aku sudah selesai. Aku mau ketoilet dulu." Jawab Jack.


"Baiklah." Jawab Caca.


Caca masuk kedalam kamar untuk tidur bersama dengan Kenzo dan Bella. Saat itu dirinya juga sudah sangat lelah dan mengantuk. Sedangkan Jack sedang di toilet untuk mengendalikan dirinya.


Setelah beberapa jam Caca beristirahat, Jack membangunkannya untuk sholat bersama. Sholat ashar karena waktu sudah hampir habis Dan Jack baru ingat bahwa dirinya belum melaksanakan sholat.


"Mylotus...." panggil Jack yang membangunkan Caca dengan menyentuh pipinya dengan lembut menggunakan tangannya.


Caca terbangun kemudian mereka sholat bersama. Selesai mereka sholat, Kenzo dan Bella terbangun. Lalu Jack bersiap-siap untuk membereskan pekerjaannya karena tinggal sedikit lagi.


"Tinggal 2 file lagi yang belum aku periksa, kalian bersiap-siaplah membersihkan diri kita Akan segera kembali ke mansion." Ucap Jack.


Jack kembali ke meja kerja di kantornya kemudian menelpon Jimmy untuk segera mempersiapkan kepulangannya ke mansion.


*Seperti biasanya saat Jack datang atau pulang dari kantor maka semua orang wajib tidak mengetahui kapan dia datang dan kapan dia pergi. Maka dari itu seluruh karyawan kantor tidak mengetahui wajah Jack bahkan kehadiran Jack.

__ADS_1


Hanya beberapa orang yang mengetahuinya, seperti satpam penjaga lantai bawah dan pengawal lantai atas. Selebihnya hanya mengetahui bahwa ada seorang pria yang tinggal di ruang hitam itu.


Ada juga gossip yang mengatakan bahwa Jack adalah pria tua yang jelek sehingga dirinya tidak ingin di ketahui oleh karyawan lain. Masih banyak lagi tebakan-tebakan gosip yang ada di lingkungan kantor*.


"Siapkan seperti biasanya karena setengah jam lagi aku akan turun kebawah." Ucap Jack dari telephone.


"Oke." Jawab Jimmy.


"Kau pulang dengan Deni. Dan suruh Riki menunggu di lobi utama." Ucap Jack.


"Iya." Jawab Jimmy.


Jimmy melaksanakan perintah Jack kemudian beberapa menit setelahnya dirinya menyelesaikan dokumen itu.


"Kalian sudah siap?" tanya Jack pada Caca, Kenzo dan Bella.


"Sebentar aku masih memakai jilbab." Jawab Caca.


Setelah itu mereka bersama-sama turun ke bawah gedung menggunakan lift khusus itu.


"Tuan semuannya sudah siap." Ucap pengawal.


"Baiklah, ayo anak-anak." Ucap Jack.


Terlihat jelas suasana kantor saat itu sangat sepi dan jendela kaca tertutup dengan gorden. Hal ini membuat Caca heran.


"Sepertinya saat aku naik tadi bersama anak-anak, karyawan yang bekerja di sini sangat ramai. Terlihat jelas dadi dinding kaca itu." Ucap Caca yang keluar dari lift di lobi utama.


"Kau heran? Memang seperti itu." Jawab Jack.


"Maksudmu?" Tanya Caca.


"Setiap tuan besar datang atau pergi dari kantor ini memang akan terjadi hal seperti ini. Semua ini karena tuan besar tidak ingin di lihat karyawan lainnya terkhususkan karyawan wanita, nyoya." Jawab pengawal.


"Benarkah itu Jack?" Tanya Caca yang heran.


"Iya, media saja tidak bisa mengeksposku sembarangan apalagi karyawan kantor. Ini semua karena sifat Jacob dan aku yang memiliki penyakit itu." Jawab Jack dengan santai.


"Pantas saja, dia mengatakan phobia terhadap wanita. Melihatnya saja harus begini apalagi menyentuhnya. Apakah ini keberuntunganku memiliki lelaki yang tidak dekat dengan wanita?" tanya Caca dalam hatinya sambil memperhatikan Jack.


"Kenapa melihatku seperti itu dari tadi?" tanya Jack.


"Tidak apa-apa." Jawab Caca.

__ADS_1


"Ya sudah ayo masuk ke Mobil." Ucap Jack yang memerintah Caca Dan anak-anaknya terlebih dahulu masuk ke Mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Riki.


__ADS_2