
Billy dan Max mengambil sebuah amplop berwarna cokelat dengan stempel symbol kalajengking yang selama ini mereka cari.
“Kau lihat ini?” ucap Max mengambil amplop cokelat yang berada di brankas.
“Buka!” ucap Billy yang memerintahkan Max untuk membuka amplop cokelat itu.
Max membuka amplop itu dan mereka bersama-sama melihat isi yang ada di amplop tersebut. Sebuah sertifikat kepemilikan perusahaan kecil yang berada di negara itu. Dan beberapa sertifikat sebuah kapal pesiar yang mewah. Dan sebuah photo Jenni bersama dengan Akira. Di photo tersebut terlihat jelas Akira yang sedang memeluk Jenni dengan hangat. Tangan Akira yang terlihat jelas di photo dengan symbol kalajengking.
“Kau lihat ini? Dari semua berkas ini, ini yang lebih bermanfaat bagi kita.” Jawab Max.
“Apa?” tanya Billy yang masih membaca beberapa sertifikat itu.
“Photo Akira dan juga Jenni. Jadi benar mereka memiliki hubungan dekat seperti anak dan ayah?” tanya Max.
“Lebih baik ini kita simpan, dan yang lainnya kita kembalikan.” Jawab Billy.
“Baik.” Jawab Max.
Max meletakkan kembali semua isi amplop itu kedalam amplop dan memasukkannya ke brankas dan menutupnya kembali. Sedangkan Billy melihat apakah semua data sudah tercopy. Dan ia mencabut flasdisk yang sudah dia tanam ke computer. Mereka berdua bergegas meninggalkan kamar Henry dan menunggu di kamar Richard untuk menunggunya datang.
Acara pesta pertunangan yang sudah dilakukan itu berakhir dengan cepat. Henry bergegas untuk kembali ke kamarnya dan mengkemas beberapa barang yang diperlukannya untuk melarikan diri. Jenni dan Akira menunggunya di dalam mobil. Dia bergerak tanpa sepengetahuan Raja dan juga Richard. Namaun, Richard sudah menduganya sehingga sudah ada seseorang yang akan mengikuti mereka.
Raja Leasse bergegas untuk membawa Richard ke dalam kamarnya dan membicarakan banyak hal kepada sang anak.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Raja Leasse.
“Ayah ingin mengetahui semuanya? Apakah ayah akan mempercayai apa yang aku katakan?” tanya Richard untuk menyakinkan soal perasaan ayahnya.
“Tentu, ceritakan semuanya denganku secara detail. Aku ingin mengetahuinya.” Jawab Raja Leasse.
“Baiklah jika seperti itu, Ayah silahkan ikut denganku ke kamar.” Ucap Richard yang menarik tangan sang ayah untuk pergi ke kamarnya.
“Kenapa tidak di sini aja.” Jawab Raja Leasse.
__ADS_1
“ Untuk memberikan bukti yang kuat agar ayah akan percaya yang aku katakan.” Jawab Richard.
“Baiklah.” Jawab Raja Leasse yang mengikuti anaknya pergi memasuki kamar Richard dimana Max dan Billy sudah berada di dalam.
“Siapa mereka?” tanya Raja Leasse.
“Mereka adalah seniorku di saat kau mengirimkanku untuk ikut wamil di negara itu. Sekaligus mereka adalah yang menyelamatkan nyawa putramu ini.” Jawab Richard.
“Salam hormat Raja Leassen ke tujuh.” Ucap Max dan Billy.
“Dia adalah senior Max dan dia adalah senior Billy.” Jawab Richard.
“Lalu apa maksud dari kebenaran yang ingin kau ungkapkan?” tanya Raja Leasse.
“Ayah duduklah, aku akan menceritakannya secara perlahan.” Ucap Richard yang mulai menceritakan semua kejadian yang sudah di alami oleh dirinya dan membuat Raja Leasse sangat terpukul.
“Kau sedang tidak bercanda Richard? Mana mungkin kakak tirimu itu yang ingin mencelakaimu.” Jawab Raja Leasse.
“Sudha aku duga, ayah tidak akan pernah percaya dengan apa yang aku katakan karena selama ini yang lebih banyak menghabiskan waktu denganmu adalah Henry sedangkan aku hanya berkenalan di dunia luar tanpa menyandang status darimu.” Jawab Richard.
“Jika Raja Leasse tidak mempercayai apa yang Richard katakan, maka izinkan aku untuk menunjukkan sebuah video padamu dan bukti lainnya.” Ucap Max yang sudah memegang laptop milik Richard yang berada di kamarnya tadi.
Max memutarkan sebuah video tentang introgasi yang dilakukan olehnya kepada pembunuh itu. Walaupun tidak memperkuat sebuah bukti yang menunjukkan Henry adalah pelakunya, namun dalam video itu tertera tentang symbol kalajengking itu. Dan Max juga memperlihatkan sebuah video tentang percakapan Henry dan Jenni di sebuah kamar hotel tentang keberhasilan mereka telah membunuh Richard.
Raja Leasse benar-benar terkejut dengan apa yang sudah di saksikannya. Dia tidak menyangka bahwa anaknya Henry berani untuk membunuh saudaranya sendiri untuk merebutkan harta dan tahtanya. Billy memberikan photo yang di dapatkan oleh mereka dari sebuah brankas milik Henry tadi juga di tunjukkan kepada Raja Leasse.
“Silahkan lihat ini, kami mendapatkan dari kamar Henry baru saja.” Jawab Billy.
“Apa ini?” tanya Raja Leasse.
“Lihat tato yang di tangan Akira. Itu bukan sekedar tato yang di pakai banyak orang. Itu adalah sebuah symbol kalajengking kalanga mafia yang selama ini kami incar. Seperti yang sudah dikatakan oleh Richard, kami kebetulan menyelamatkannya dan kebetulan terlibat dengan musuh yang sama.” Jawab Billy.
“Jadi maksudmu adalah Henry meminta bantuan kepada tunangannya untuk membunuh Richard di Jepang?” tanya Raja Leasse.
__ADS_1
“Iya. Kami tidak akan pernah berani untuk menuduh seseorang tanpa sebab. Dan anda bisa memastikan kepada alamat IP ini.” Jawab Billy.
“Apa ini?” tanya Raja Leasse.
“IP berita yang sudah mengatakan bahwa Richard sudah tiada. Dan media yang membuat itu adalah salah satu perusahaan kecil dari tunangan Henry. Apakah semua bukti ini belum cukup membuktikan bahwa Henry dalam di balik semua ini?” tanya Billy.
“Aku tidak akan memaafkannya, aku akan pergi mempertanyakan semua itu kepadanya secara langsung.” Jawab Raja Leasse yang benar-benar sangat emosi pada saat itu.
“Ayah mau kemana?” tanya Richard yang mencegah Raja Leasse berjalan.
“Tentu saja menjumpai Henry.” Jawab Raja Leasse.
“Percuma, dia sudah tidak ada di istana ini. Dia sudah pergi bersama dengan tunangan dan Akira.” Jawab Richard.
“Akira datang?” tanya Max dan Billy terkejut.
“Iya.” Jawab Richard.
“Billy ayo kita susul mereka.” Jawab Max yang langsung ingin melampiaskan dendamnya.
“Kalian semua tenanglah. Mereka sudah pergi sekitar delapan menit yang lalu.” Jawab Richard.
“Kenapa kau tidak membunuhnya langsu dan memberi kabar kepada kami bahwa Akira juga datang.” Jawab Max.
“Aku ingin memberitahuan kebenaran ini kepada ayah langsung. Dan memberikan kesempatakan kepada kalian untuk menemukan Akira dengan semestinya. Apakah kalian berfikir untuk membunuhnya di aula istana dan di saksikan oleh media dan tamu?” tanya Richard.
“Maaf sudah membuat dirimu menderita seperti ini Richard.” Jawab Raja Leasse.
“Ayah, tidak apa-apa. Awalnya aku tidak menginginkan tahta ini dan akan menyerahkan semuanya kepada Henry. Walaupun aku membenci ibunya, tapi dia tidak berhak untuk aku benci. Karena kami berdua hanya korban dari orang dewasa. Tapi aku tidak menyangka dia melakukan semua ini.” Jawab Richard.
“Bagaimana kau mengetahui tentang pelarian Henry? Apakah kau menyuruh seseorang untuk mengikutinya?” tanya Billy.
“Iya, aku sudah memerintahkan seseorang yang di percaya oleh dirinya saat ini untuk melaporkan semuanya.” Jawab Richard.
__ADS_1
“Baguslah, kabarin semuanya kepada kami. Kami berdua akan pergi meninggalkan tempat ini, dan maaf soal mayat-mayat yang sudah kami bereskan.” Jawab Billy berjalan pergi.
Maksudnya adalah mayat orang-orang bawahan yang bekerja oleh Henry sudah dibunuh oleh Max dan Billy tanpa sisa.