I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Saat Caca Diculik Part 1


__ADS_3

đź“–đź“–đź“–***Happy reading guys!!!


đź’šđź’šđź’šJangan lupa Like dan Komennya***.


Saat Caca keluar dari toilet ternyata dirinya sudah di tunggu oleh kedua orang yang berseragam pelayan.


“Sedang apa kalian? Mengapa di belakang pintu masuk toilet” tanya Caca.


Mereka langsung menyerang Caca tanpa menjawab pertanyaan Caca.


“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Caca yang sedang di kunci tangannya dengan salah seorang pelayan itu.


“Cepat bius dia!” perintah seseorang pelayan itu dengan pelayan lainnya.


“Sebentar,” jawabnya sambil mengambil sapu tangan yang sudah di campuri obat bius dengan dosis rendah.


Mereka membius Caca kemudian memasukkan kedalam kantong plastic sampah berukuran besar berwarna hitam. Lalu mengangkatnya dan membawa keluar dari toilet. Setelah beberapa meter jauh dari toilet mereka memasukkannya kedalam tong sampah agar mudah di bawa dan tidak di curigai.


Saat itu pengawasan yang ketat seperti biasnya bisa di longgar musuh. 5 orang yang berada dalam ruang CCTV sudah di berikan bius berupa asap yang lemparkan menggunakan botol oleh salah satu musuh.


Kemudian musuh itu membuat para pengawal yang berada di dalam ruang CCTV tidak sadarkan diri, lalu mengumpulkan mereka kedalam toilet. Setelah itu aksi mereka di mulai dengan memperhatika gerak gerik Caca.


Kebanyakan pengawal yang berjaga di mansion bergantian menjaga sejam sekali karena untuk menikmati pest abos mereka. Semua itu sudah di atur oleh Son, agar tidak ada masalah namun bisa merasakan kebahagian sang bos dengan menikmati pesta.


Tidak di sangka dengan strategi ini mereka dapat di rentas keamanannya. Namun tidak bisa di salahkan juga, karena seketat apapun ke amanan tidak mungkin tidak bisa di rentas. Termasuk keamanan yang berada di mansion.


Setelah mereka berhasil melewati jalanan pesta melalui pintu belakang dan bertemu dengan Son. Mereka berdua bergegas untuk membawa Caca ke dalam tengah-tengah hutan sesuai dengan perintah Jeni.


“Bos kami sudah mendapatkannya,” ucap salah satu musuh yang menelpon Jeni.


“Bagus, segera bawa dia kemari karena aku sudah menunggunya.” Ucap Jeni.


“Baik bos kami segera menuju ke sana.” Jawabnya.


Di rumah hutan tersebut Jeni sudah menyiapkan segalanya untuk menyiksa Caca. Dia sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk menjaga rumah tersebut dan menunggu kedatangan Caca di dalam ruang bawah tanah rumah tersebut.


Saat para musuh yang membawa Caca itu sampai di pinggir hutan mereka berhenti karena mobil mereka bannya bocor.


“Sial!” ucap sang supir.


“Kenapa?” tanya salah seorang.


“Sepertinya Bannya bocor.”


“Jadi bagaimana?”


“Iya sudah kita akan turun disini.”


“Kau ambil mobil lain di tempat bos, aku dan dia akan di sini menjaga sandra.” Ucap salah seorang.

__ADS_1


“Baiklah.”


Saat salah seorang mengambil mobil lagi di dalam hutan, dua orang yang sedang menunggu itu tergoda dengan Caca.


“Apakah kau memikirkan hal yang sama denganku?” tanya seorang supir itu.


“Hahhaa, baiklah tidak ada salahnya jika kita menyetuhnya sajakan.” Jawab rekannya.


“Aku duluan, kau jagalah di luar. Jika dia kembali segera beritahu aku.” Ucapnya.


“Baiklah, jangan terlalu lama. Aku juga ingin.”


Ucapnya.


“Oke,”


Saat laki-laki itu ingin mencium Caca, lehernya di patuk dengan White.


“aaaaa” Jeritnya.


Sang rekan langsung membuka pintu mobil dan menyingkirkan White namun tidak berani. Saat White ingin menyerang dirinya, dirinya mengelakkan kemudian memberi pelawan dan membuat White terkena goresan.


White berusaha menghindar dan bersembunyi saat dia ingin membunuh White.


“Ah sudahlah, ular itu juga sudah aku lukai.” Ucapnya mencari keberadaan White.


“Kau dari mana saja?” tanyanya.


“Kami tadi di serang ular, bagaimana kondisi dia.” Ucapnya baru teringat bahwa rekannya ada di dalam mobil yang sedang terkena bisa White.


“Astaga, bisa ular itu sungguh mematikan.” Ucapnya.


“Kalian tidak hati-hati. Sudahlah tinggalkan dia dan segera kita bawa sandra kepada bos agar kita mendapatkan imbalannya.”


Mereka tidak memikirkan rekannya yang meninggal dunia karena bisa ular. Namun lebih menghawatirkan untuk segera membawa Caca kepada orang yang memerintahkannya yaitu Jeni.


“Kerja bagus, sekarang pergilah aku ingin bersama dengan wanita ini. Dan bawakan aku air secepat mungkin.” Ucap Jeni saat Caca sudah berada di ruang bawah tanah.


Saat seseorang memberikan air untuk di berikan kepada Jeni, Jeni menerimanya kemudian menyiramkannya ke wajah Caca.


“Bangun wanita ******!” Ucap Jeni.


Caca terbangun akibat siraman air dari Jeni karena bius yang digunakan untuk Caca juga tidak terlalu tinggi dosisnya.


“Di mana aku? Kalian siapa?” tanya Caca saat membuka kedua matanya.


“Au,” ucap Caca kemudian melihat dirinya yang sudah di ikat.


Kedua Kaki dan tanganya sudah di ikat di sebuah tiang sehingga dirinya membentuk huruf  X.

__ADS_1


“Apa yang sedang kalian lakukan padaku?” tanya Caca.


“Kau wanita ****** yang sudah merebut lelakiku. Bisa-bisanya kau muncul dan menikahi priaku.” Ucap Jeni sambil membuka kerudung Caca.


“Apa yang kau lakukan!” ucap Caca menjerit saat kerudungnya di buka.


“Menjeritlah kemudian menangislah karena tidak akan ada siapapun yang menolongmu disini.” Ucap Jeni.


“Apa maumu ?” tanya Caca.


“Kembalikan priaku!” ucap Jeni.


“Siapa pria yang kau maksud?” tanya Caca.


“John, yah John Sandreas.” Ucap Jeni.


“John?” ucap Caca.


“Sekarang kau sudah tau siapa pria itu, maka tinggalkan dia.” Ucap Jeni.


“Maksudmu Jack?” tanya Caca.


“Sudah aku katakan, dia John bukan Jack.” Ucap Jeni.


“Kau salah paham, dia adalah Jack bukan John. Dia Kakak kandung John yang kau maksud.” Jawab Caca untuk menjelaskan.


“Sejak kapan John memiliki Kak kandung, jangan coba-coba menipu aku.” Ucap Jeni.


“Aku tidak menipumu, John memiliki saudara kembar dan dia adalah Jack. Kalau kau tidak percaya maka tanyakan saja pada Jack secara langsung.” Ucap Caca.


“Brengsek kau wanita ******. Jangan membohongiku seperti wanita itu yang pernah membohongi ku dan aku tidak akan pernah mau kehilangan John kedua kalinya.” Ucap Jeni.


“Kau salah, John sudah lama meninggal dan yang kau lihat adalah Jack.” Jawab Caca bersikeras untuk menjelaskan.


“Tidak! John masih hidup dan saat ini dia baru saja menikahi mu. Sama seperti saat itu dia menikahi wanita yang katanya adalah adiknya. Jangan membohongiku lagi.” Ucap Jeni.


“Aku tidak membohongi mu,” ucap Caca.


“Jangan membuatku marah!” ucap Jeni sambil mencekik leher Caca.


“hhh,” ucap Caca yang tidak bisa bernapas.


“Ups maaf, sepertinya tidak akan seru jika


membunuhmu dengan cepat.” Ucap Jeni.


“Mungkin aku harus membuat dirimu seperti wanita itu, setelah melahirkan. Wanita itu dan kedua bayinya aku bakar bersama-sama. Hahahha, dan akhirnya aku akan mendapatkan John kembali.” Ucap Jeni.


“Tapi… saat itu aku melihat John menyelamatkan wanita itu dan anak-anaknya namun tidak keluar-keluar dari rumah itu. Dan aku fikir dia sudah meninggal tapi ternyata dia masih hidup saat ini dan itu membuatku senang.” Ucap Jeni lagi.

__ADS_1


__ADS_2