I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Bertemu Lauren di Tiongkok


__ADS_3

Jalan raya yang masih begitu sepi sebelum fajar ini. Semua orang masih dalam keadaan istirahat di dalam rumahnya pada jam-jam seperti ini. Hal itu yang membuat jalan raya di kota tiongkok itu masih terasa sunyi dan


gelap.


Walaupun sepanjang jala sudah di pasang dengan lampu jalanan, tidak bisa di pungkiri bahwa kegelapan di malam hari masih terasa. Sebuah mobil mewah berwarna putih dengan plat nomor yang sama dalam empat digit angka yaitu angka delapan. Mobil itu adalah milik Lauren, mobil mewah berwarna putih sesuai dengan karakter yang di miliki sang pemiliknya.


Saat perjalanan dengan kekuatan penuh Lauren menginjak gas.


“Ah, memang paling menyenangkan ketika waktu saat seperti ini melakukan balap seperti ini.” Ucap Lauren dalam hatinya.


Lauren membuka pintu atas penutup mobilnya untuk menikmati suasana jalanan dan kota saat di lewati. Mengurangi kecepatan berkendaranya agar menikmati hari ini dengan baik.


“Welcome to back Tiongkok.” Jawab Lauren.


Lauren terus menyetir mobilnya keluar dari kota menuju jalan menuju sebuah pelabuhan. Tiba-tiba mobil yang di bawa olehnya mengalami ban yang bocor sehingga membuat Lauren memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


“Ah, sial!” jawab Lauren yang keluar dari mobilnya dan melihat ban belakang mobilnya bocor.


Lauren yang menendang mobilnya kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungin jasa mekanik untuk memperbaiki mobilnya. Sambil menunggu kedatangan mekaniknya, Lauren berdiri di samping pembatas jalan yang berada di tebing itu. Menikmati pemandangan laut.


Sebuah mobil mewah datang lainnya melewati mobil Lauren yang berhenti dengan berlawanan arah. Mobil itu adalah mobil yang di bawa oleh Billy. Billy yang sudah menyelesaikan misi untuk mengagalkan transaksi Jenni


pergi menuju ke arah kota.


Billy memperlambat jalan mobilnya dan melihat sesuatu dari kaca spion mobil miliknya. Billy melihat seorang wanita yang ingin mencoba bunuh diri dengan melompat dari tebing tersebut. Tidak tega dengan pemandangan yang sedang di lihatnya membuat Billy memberhentikan mobilnya dan memundurkan mobilnya.


Billye keluar dari mobil dan segera berlari untuk mendekati Lauren yang berda di pinggir penghalang jalanan dari tebing yang terbuat dari besi itu. Dengan cepat Billy meraih tubuh Lauren untuk menjauh dari besi itu dan jatuh dalam pelukkan dirinya.


“Apa yang sedang kau lakukan!” bentak Lauren yang merasa kaget dengan tindakan Billy.


Billy yang menangkap tubuh Lauren dalam pelukkannya dan melihat siapa yang dia tolong.


“Kau!” panggil Billy melihat wanita yang di selamatkan olehnya itu adalah wanita yang di kenal oleh dirinya.


“Kau!” panggil Lauren juga melihat Billy di hadapannya.


Billy melepasakan pelukkannya dari Lauren dan mencoba mempertanyakan mengapa bisa bertemu dengannya di sini.

__ADS_1


“Apa yang sedang kau lakukan di tepi itu?” tanya Billy.


“Aku hanya ingin menikmati suasana laut dari atas sini.” Jawab Lauren.


“Bodoh! Apakah kau tidak mengetahui jika kau berdiri seperti itu di sana terlihat seperti orang yang ingin bunuh diri.” Jawab Billy.


“Kata siapa aku ingin bunuh diri? Itu hanya presepsi mu saja.” Jawab Lauren yang tidak mau mengalah.


“Ah, sudahlah.” Jawab Billy kemudian pergi berjalan untuk masuk ke dalam mobilnya.


“Tidakkah kau seharusnya meminta maaf kepadaku?” Tanya Lauren mencegah Billy pergi.


“Kau seharusnya mengucapkan terimakasih kepadaku.” Jawab Billy.


“Oh, jadi begini sisi baik seorang Billy Sandreas yang di katakan sangat kejam itu.” Jawab Lauren.


“Berhenti menggodaku. Ayo pergi dari sini.” Jawab Billy.


“Aku sedang menunggu petugas mekanik datang membetulin ban mobil ku yang bocor.” Jawab Lauren menunjukkan jarinya ke arah ban mobil.


“Oh, karena itu kau di sini.” Jawab Billy.


“Masuklah.” Jawab Billy.


Lauren mengambil tasnya di dalam mobil putihnya kemudian menutup mobilnya dan meninggalkannya. Lauren masuk kedalam mobil Billy dan melaju ke arah kota.


“Kau mau kemana?” tanya Billy.


“Tadinya ingin melihat matahari terbit di pelabuhan. Tapi karena mengalami insiden kecil seperti itu maka aku harus kembali ke hotel ku.” Jawab Lauren.


“Baiklah. Pasang dengan benar sabuk pengamanmu, aku akan mengantarkanmu ke hotel.” Jawab Billy.


“Ngomong-ngomong, apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Lauren melihat sekitar dalam mobil.


Lauren melihat sebuah tempat sniper yang berada di belakang tempat duduk mobil berwaran hitam itu.


“Seperti yang kau lihat.” Jawab Billy.

__ADS_1


“Membunuh orang lagi?” tanya Lauren.


“Kurang tepat, lebih tepatnya sedang berburu membasmi virus.” Jawab Billy.


Mereka tertawa di dalam mobil itu bersama-sama.


“Kau sendiri sedang apa di negara ini?” tanya Billy.


“Tidak ada. Hanya ingin berlibur saja, tapi bisa bertemu dengan seorang Billy Sandreas. Mungkin aku harus bilang ini sebuah keberuntungan atau kesialan.” Jawab Lauren.


“Tentu saja keberuntungan, jika tidak kau akan menunggu di sana sampai petugas mekanik yang kau telepon datang.” Jawab Billy.


“Ehmm, benar juga.” Jawab Lauren.


Billy mempertanyakan jalan menuju hotel yang sedang di sewa oleh Lauren. Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat tujuan.


“Terimakasih atas tumpangannya, sebagai imbalan ucapan terimakasih yang tulus kepadamu hubungin aku kapan bisa mentraktirmu makan.” Jawab Lauren memberikan Card Id miliknya kepada Billy sebelum turun dari mobil


Billy.


“Baiklah nona.” Jawab Billy yang tersenyum dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman hotel.


Lauren tersenyum melihat kepergian Billy. Lauren masuk ke dalam hotel dengan wajah yang bahagia. Menghubungi kembali perusahan mekanik yang akan memperbaiki mobilnya dengan membawa mobilnya saja.


Billy masuk kedalam halaman rumah dan memakirkan mobilnya ke dalam bagasi rumah khusus mobil. Mencabut plat nomor palsu yang ada di kedua sisi mobil. Depan dan belakang plat nomor mobilnya yang ditutupin dengan plat nomor mobil yang palsu.


Mengambil sniper miliknya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Semua orang masih masih tidur dan hanya beberapa penjaga dan pelayan yang sudah terbangun sesuai shiffnya. Billy langsung membersihkan dirinya dan membaringkan dirinya di atas kasur.


Mengingat kartu nama yang di miliki oleh Lauren di kantong celananya, Billy mengambilnya dan memandangi kartu nama itu.


“Menarik? Semisterius itu dirimu.” Jawab Billy.


Billy melihat kartu nama yang di pegang dirinya itu menunjukkan profesi Lauren lainnya selain pemilik bar di itali. Namun, seorang perancang perhiasan yang terkenal dengan julukkan L. Miss L yang memiliki popularitas di tiongkok sebagai seorang perancang perhiasan terkenal di sebuah perasaan L di negara itu.


“Jadi dia ke sini karena pameran perhiasan yang akan di luncurkan oleh perusahaan ini?” tanya Billy dalam hatinya.


“Pantas saja. Aku akan datang peluncuran itu besok malam. Tunggu aku wanita penggoda hatiku.” Jawab Billy tersenyum.

__ADS_1


Sebenarnya  Billy juga selalu berhati-hati dalam bergaul. Dia selalu mencari informasi semua tentang orang-orang yang dekat dengan dirinya apalagi seseorang yang mengetahui identitasnya. Namun, dia baru mengetahui bahwa Lauren ini memiliki banyak identitas selain yang dia ketahui. Dan itu, membuat dirinya menjadi sangat penasaran terhadap Lauren.


__ADS_2