I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Keberangkatan Caca Sendiri


__ADS_3

Jangan lupa like dulu sebelum baca dan komentar setelah membaca readers


Setelah kepergian Henry, Caca menenagkan dirinya untuk tidah terlanjut bertindak gegabah dan emosional. Caca menghapuskan airmata yang terjatuh dipipinya. Setelah istifar beberapa kali dan dirinya sudah mulai


tenang, Caca berjalan meninggalkan meja dan ke parkiran mobil. Lauren yang mengetahui hal itu, langsung bergegas kembali ke mobil.


“Sudah selesai urusannya?” tanya Lauren.


“Iya.” Jawab Caca.


“Ada apa? Dan Sebenarnya siapa yang kau temui? Kenapa aku tidak boleh ikut?” tanya Lauren yang penasaran.


“Tidak apa-apa. Dia hanya teman kampus.” Jawab Caca.


“Oh.” Jawab Lauren yang mengetahui bahwa Caca tidak ingin bercerita.


Caca tetap diam di dalam mobil dengan pandangan yang melihat di luar kaca mobil saja. Dan saat tiba di mansion tiba-tiba Caca berbicara kepada Lauren.


“Lauren!” panggil Caca.


“Iya.” Jawab Lauren.


“Bisa berhentikan aku halte itu saja?” tanya Caca.


“Kau mau kemana?” tanya Lauren.


“Ada yang ingin aku ambil di perpustakaan itu. Kau tidak perlu menungguku, suruh saja Deni menjemputku siang nanti.” Jawab caca.


“Aku temani.” Jawab Lauren yang tidak ingin meninggalkan Caca sendirian.


“Tidak perlu.” Jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Lauren yang mengerti Caca tidak ingin di ganggu.


Awalnya Lauren ingin mengikuti Caca ke perpustakaan, namun dirinya mendapatkan telepon untuk mengirimkan berkas laporan desain pesanannya. Lauren harus bergegas kembali ke mansion untuk membuka laptop dan mengirimkan pesanan itu. Jadi dia melupakan hal itu.


Di dalam tas Caca ternyata sudah lengkap identitas diri bahkan passport. Saat itu Caca melupakan ponselnya yang ditinggalkan olehnya di mobil Lauren. Dan Lauren tidak menyadari hal itu juga. Caca tidak jadi ke perpustakaan, malah memanggil taksi dan mengantarkannya ke bandara.


Tanpa membawa koper dan hal lainnya, Caca ke bandara dan memesan tiket dirinya untuk ke Indonesia. Fikiran sudah kosong dan memesan tiket pesawat ke Indonesia. Caca sudah tidak memikirkan hal apapun dan ingin

__ADS_1


segera meninggalkan negara ini untuk menenangkan dirinya.


“Mau pesan kemana?” tanya teller penerbangan.


“Indonesia.” Jawab Caca dengan lamunanya.


“Beruntung sekali, nona tidak perlu menunggu lama karena ada bangku kosong untuk satu orang saat ini. Nona hanya tinggal menunggu setengah jam saja. Tapi apakah nona tidak apa-apa berpergian dengan keadaan hamil


seperti itu tanpa pendamping?” tanyanya.


“Tidak apa-apa. Tolong loloskan saja tanpa ada pemeriksaan atau apapun.” Jawab Caca yang asal bicara saja ingin cepat-cepat.


“Baiklah, nona silahkan ikut dengan laki-laki itu untuk menandatangani jika sesuatu terjadi dengan anda.”


Caca mengikutinya karena keadaan Caca yang membuat hal administrasi menjadi ribet. Namun akhirnya Caca di perbolehkan untuk melakukan penerbangan karena keadaannya yang sehat dan kandungannya. Sampai di Indonesia, Caca langsung memanggil taksi untuk mengantarkannya ke rumah sewa Bagas. Dan


saat itu sudah sore hari sehingga Bagas sudah pasti berada di rumah.


Caca turun dari taksi dan meminta taksi untuk menunggu sebentar, Caca mencari ponselnya namun tidak ada untuk menelpon Bagas membawakan uang untuk membayar taksi.


“Dimana ponselku?” tanya Caca baru teringat bahwa ponselnya tidak ada di tas.


“Kebetulan, bayarkan dulu ongkos taksiku. Aku tidak memiliki uang rupiah.” Jawab Caca.


Tanpa membantah Bagas langsung masuk ke rumah untuk mengambil uang didompetnya dan memberikan kepada supir taksi. Caca sudah masuk saja ke rumah itu dan duduk di sofa.


“Kenapa Kakak ada disini? Dimana abang ipar?” tanya Bagas.


“Jangan bahas dia dulu, dan ingat jangan mengatakan kepadanya atau kepada bunda bahwa aku disini. Ambilkan minum dan sediakan aku tempat tidur. Aku lelah.” Ucap Caca.


Bagas langsung saja mengikuti semua kemuan Caca tanpa bertanya lebih lanjut. Dia mengambilkan air minum dan menyiapkan tempat tidur buat Caca. Caca juga membersihkan dirinya.


“Dek! Baju daster bunda ada yang ketinggalan agar bisa aku pakai?” tanya Caca yang sudah selesai mandi.


“Ada. Sebentar aku ambilkan.” Jawab Bagas yang memberikan baju daster kepada Bagas.


Selesai memakai baju, Caca menyuruh Bagas untuk membelikan makanan dan juga baju untuknya.


“Dek ini uang dollar tukarkan dan belikan aku beberapa baju daster untuk di rumah, baju hamil untuk berpergian, perlengkapan pakaian dalam dengan ukuran…., dan ketoprak. Semua barang yang baru dibeli itu kau laundrykan

__ADS_1


express. Aku tidak ingin memakai baju baru sebelum dicuci dulu.” Jawab Caca.


“Kenapa orang hamil ini aneh? Baiklah akan aku lakukan setelah sholat magrib.” Jawab Bagas.


“Oke. Aku mau istirahat dulu. Jadi nanti kalau aku sudah terbangun, aku bisa makan ketoprak itu. Satu lagi, belikan martabak kacang keju.” Jawab Caca.


“Iya.” Jawab Bagas yang terbengong dengan permintaan kakaknya itu.


Walaupun seperti itu, Bagas tetap saja mengikutinya. Dan Caca bergegas untuk memejamkan matanya dan beristirahat untuk menenangkan dirinya dan melupakan apa yang terjadi. Beberapa jam Caca tidur dan terbangun sekitar pukul sepuluh malam. Caca terbangun setelah 15 menit lalu Bagas tiba di rumah


dengan membawa semua pesanan yang diminta oleh Caca.


“Kau datang di waktu yang tepat.” Jawab Caca yang berada di sofa saat Bagas masuk ke dalam rumah.


“Bukannya tadi kakak bilang akan tidur?” tanya Bagas yang kaget dan meletakkan semua belanjaannya.


“Aku baru saja terbangun. Dimana makananku?” tanya Caca lalu Bagas memberikan martabak dan ketoprak.


Setelah Caca menghabiskan makanannya dan Bagas membaringkan dirinya di samping Caca. Bagas hanya melihat kakaknya dengan lahap menikmati makanan yang sudah dia belikan. Dan Bagas kembali mempertanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“Kakak!” panggil Bagas.


“Ada apa?” tanya Caca yang selesai minum air putih.


“Sebenarnya ada apa? Ceritakan kepadaku? Apakah abang ipar sudah berbuat jahat kepadamu?” tanya Bagas yang kembali mengingatkan Caca.


Caca yang tadinya mengambil sepotong martabak dan ingin memasukkannya kedalam mulutnya terhenti, tiba-tiba Caca mengeluarkan airmata kemudian menangis dengan suara keras.


“Kakak kenapa menangis. Ada aku disini, apa yang sudah dilakukan abang ipar sehingga membuatmu menjadi begitu sedih?” tanya Bagas yang menenangkan Caca dengan memeluk dan mengelus punda kakaknya.


Caca semakin menangis dalam pelukkan Bagas hingga berhenti dalam waktu sepuluh menit dan melepaskan pelukkannya.


“Sudah mau bercerita?” tanya Bagas yang memberikan tisu kepada kakaknya.


Caca dengan pelan-pelan menceritakan semuannya kepada Bagas. Bagas yang ikut emosi dengan apa yang didengar olehnya tapi masih saja percaya kepada Jack. Bagas merasakan bahwa ada kejanggalan yang terjadi namun tidak ingin menunjukkannya kepada Caca. Dia mengetahui bahwa Caca saat ini pasti


sangat terpukul sekali.


Apalagi Bagas mengetahui bahwa kepribadian Caca yang sangat tidak menyukai dengan laki-laki yang berselingkuh. Itu adalah sifat paling yang dibenci oleh Caca sejak zaman SMA hingga saat ini. Pernah beberapa kali teman Caca yang diselingkuhi pacarnya dan membuat Caca memukuli laki-laki itu hingga

__ADS_1


babak belur. Dan hal itu yang membuat Caca di jauhi oleh wanita dan laki-laki.


__ADS_2