
Suasana dari ketinggian di atas langit, pesawat yang membawa keluarga Jack menuju kampung halaman Caca. Kenzo dan Bella yang masih bermain dengan Deni di dalam kamar pesawat. Sedangkan Jimmy sibuk dengan tablet yang sedang dia pegang.
“Uncle Jimmy!” panggil Bella.
“Ada apa sayang?” tanya Jimmy.
“Ayolah bermain dengan kami jangan sibuk dengan tablet saja.” Ucap Bella.
“Sebentar ya. Uncle masih sibuk merapikan berkas-berkas. "Jawab Jimmy.
“Baiklah. Jika sudah selesai bergabunglah dengan kami.” jawab Bella.
“Tentu.” Jawab Jimmy sambil mengeluskan kepala Bella.
Bella berlari kembali ketempat Deni dan Kenzo memainkan dadu ular tangga. Kenzo yang memegang permain melemparkan dadu untuk melihat mendapatkan berapa mata dadu yang akan muncul. Sedangkan Deni memperhatikan permainan.
Mereka bertiga sangat asyik bermain untuk menghilangkan bosan. Tersedia beberapa cemilan yang menemani permainan mereka hingga menjadi asyik. Sambil menikmati beberapa makanan dan melanjutkan permaian, Jimmy tak kunjung bergabung dengan mereka. Sampai saat Bella merasa mengantuk dan permainan di hentikan.
“Kakak Kenzo, uncle Deni. Bella sungguh mengantuk.” Ucap Bella yang menutupi mulutnya sedang menguap.
“Baiklah. Kita sudahi permainan ini, naiklah ke atas ranjang untuk tidur.” Jawab Deni.
“Baiklah.” Jawab Bella.
“Kau juga ikut Ken.” Ucap Deni.
“Tapi aku belum lelah. Biarkan aku duduk di luar untuk melihat awan dari jendela pesawat.” Jawab Kenzo yang ingin keluar dari kamar.
“Baiklah.” Jawab Deni.
Deni mengikuti Kenzo yang keluar dari kamar dan duduk di samping jendela pesawat.
“Sesekali kita liburan dan tinggalkan semua pekerjaan. Aku titip Bella.” Ucap Deni yang memegang punggung Jimmy.
“Oke. Tenang saja.” Jawab Jimmy.
Jimmy melakukan semua itu untuk menyusun pekerjaan dalam seminggu kedepan agar tidak ada masalah. Jack sudah melakukan hal yang bagus untuk mempersiapkan seminggu ini begitu pula dengan Jimmy. Mereka berdua melaksanakan tanggung jawab kantor dengan sangat baik sebelum pergi ke Indonesia.
Jack yang di dalam kamarnya sedang membaca beberapa berkas yang belum ia selesaikan. Sedangkan Caca yang sudah tertidur di sampingnya sejak pesawat sudah lepas landas. Jack memainkan jemarinya untuk mengketik berkas dan menyelesaikannya.
“Sebentar lagi selesai.” Ucap Jack dalm hatinya kemudian melihat Caca yang masih tenang dalam tidurnya.
“Melihatnya tertidur benar-benar hal yang sangat menyenangkan. Dia terlihat lucu saat tertidur.” Ucap Jack saat memalingkan wajahnya melihat Caca kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Setelah beberapa jam menyelesaikan pekerjaannya, Jack menutup laptopnya dan meletakkan di samping tempat tidur. Meregangkan tangannya ke atas dan meluruskan kakinya. Jack melihat Caca kembali.
“Benar-benar lelahnya tadi malam? Maaf.” Ucap Jack yang mengelus rambut kepala Caca.
Jack kemudian membaringkan badannya dan ikut berisirahat dengan mendekatkan dirinya dengan Caca. Jack memeluk Caca dalam tidurnya. Mereka tertidur hingga pesawat tiba di bandara soekarno hatta. Sesuai dengan perkiraan mereka tiba di bandara saat siang hari.
Semua orang sudah terbangun karena pesawat telah tiba di Indonesia dan berkumpul di kursi penumpang.
__ADS_1
“Jadi inikah kampung halaman bunda?” tanya Kenzo.
“Hehehe, belum sayang. Ini hanya ibukotanya. Kita harus menempuh beberapa jam lagi untuk menuju kampung halaman bunda.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Bella.
“Tentu.” Jawab Caca.
“Bersiap-siaplah kita akan segera turun.” Jawab Jack.
Mereka semua mengaggukkan kepalanya. Setelah perjalanan menggunakan akomodasi udara maka selanjutnya menggunakan jalur darat. Bagas dan beberapa orang-orang Jack sudah menunggu mereka di luar bandara.
Suasana bandara yang benar-benar tidak sunyi. Banyak penumpang yang keluar membawa kopernya dan banyak penumpang yang akan berangkat ke tujuannya masing-masing. Dari pintu keluar, keluarga Jack keluar.
“Kakak ipar!” panggil Bagas.
“Oh, dia di sana.” Ucap Jack yang melihat posisi Bagas melambaikan tangannya.
Jack menggandeng tangan Caca berjalan menuju tempat Bagas. Jimmy menggendong Kenzo dan Deni yang menggendong Bella. Riki dan anggota yang lainnya membawa beberapa koper yang di bawa mereka.
“Akhirnya kalian sampai.” Ucap Bagas.
“Sudah berapa lama kau menunggu?” tanya Jimmy.
“Setengah jam.” Jawab Bagas.
“Pukul berapa dari sana ke sini?” tanya Jimmy.
“Uncle Bagas.” Panggil Bella yang baru saja tiba.
Bella turun dari gendongan Deni kemudian berlari menuju Bagas untuk memeluknya.
“Wah, keponakan paman.” Ucap Bagas yang memeluk Bella.
“Paman semakin ganteng.” Jawab Bella.
“Hahahhaa. Welcome to Indonesia sayang.” Jawab Bagas.
“Ayo kita keluar dulu.” Ucap Bagas.
Mereka semua berjalan keluar dari bandara kemudian menyusun barang-barang di mobil-mobil yang sudah di sediakan. Ada sepuluh mobil yang menjemput kedatangan mereka.
“Bagaimana jika kita jalan-jalan dulu di ibukota?” tanya Bagas sebelum memasuki mobil.
“Ide yang bagus. Untuk memperlihatkan kepada anak-anak, sekalian kita cari restoran untuk makan siang.” Jawab Caca.
“Aku ikut saja.” Jawab Jack.
Mereka pergi ke monas kemudian ke masjid untuk sholat. Menunggu anggota Jack yang di Indonesia mencarikan restoran untuk mereka singgahi.
Kenzo dan Bella benar-benar merasakan seperti liburan walaupun hanya berkunjung di tempat yang seperti itu. Selesai mereka sholat langsung menuju tempat makan.
__ADS_1
Mereka menikmati makanan di salah satu restoran keluarga yang memberikan makanan khas betawi. Caca dan Bagas menjelaskan beberapa makanan yang ada di hadapan mereka dengan berbagai sejarah dank e khasannya.
Di meja panjang khusus keluarga besar menikmati beberapa masakan khas betawi. Saat makan siang mereka mengobrol beberapa hal baik tentang makanan yang sedang di nikmati maupun hal lain.
“Wah, bela benar-benar menyukai soto betawi ini bunda.” Ucap Bella.
“Aku suka ketoprak betawi.” Jawab Kenzo.
“Aku menyukai masakkan istriku dong.” Jawab Jack.
Mereka semua tertawa dengan pernyataan Jack dan membuat Caca malu namun tidak mau kalah dengan godaan Jack.
“Benarkah?” tanya Caca.
“Tentu saja.” Jawab Jack.
“Baiklah nanti saat di rumah akan aku masakkan beberapa masakkan yang ada di meja ini untuk suamiku.” Jawab Caca.
“Benarkah? Terimakasih mylotus.” Jawab Jack yang mengedipkan matanya kepada Caca.
“Stop bermesraan. Kasihan dengan kami yang jomblo ini.” Jawab Bagas.
Mereka semua lagi-lagi tertawa bersama.
“Iya benar.” Jawab Deni.
“Aku akan menyuruh Siska kemari sajalah.” Ucap Jimmy.
“Wah. Sekarang kau mengakui bahwa kau menyukai dia?” tanya Jack serius.
“Upss. Salah.” Jawab Jimmy yang keceplosan.
“Wah. Bagus sekali. Aku lupa dengan bos ku dulu. Jack!” Panggil Caca dengan wajah memelas.
“Aku mengetahui maksudmu. Tenang saja.” Jawab Jack.
“Apa yang akan kalian lakukan?” tanya Jimmy.
“Tentu saja menyuruh Siska datang di resepsi kami.” Jawab Caca.
“Ini adalah kesempatanmu untuk berjumpa dengan keluarga Siska.” Jawab Jack.
“Ide yang bagus.” Jawab Caca.
“Kalian sedang berbicara apa?” tanya Deni.
“Tentu saja ingin menyatukan Jimmy dengan Siska.” Jawab Jack dan Caca.
“Siska manajer restoran Italia di Kanada itu?” tanya Deni.
“Iyap. Kau benar sekali Deni.” Ucap Caca.
__ADS_1