I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Honeymoon part 3


__ADS_3

Hallo Readers. Siap-siap baper wkwkkwkww. Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya hihihi. Makasih dan salam manis dari author


yang udah lama gak buat kalimat ini wkwkkwkwkw.


Seoul Tower atau yang lebih dikenal dengan Namsan Tower merupakan salah satu destinasi wisata populer di kota Seoul. Tempat ini terletak di atas gunung Namsan dengan ketinggian 479 meter di atas permukaan laut dan menjadi landmark paling mencolok di Seoul. Tinggi menaranya sendiri sekitar 237 meter.


Destinasi pertama yang akan di kunjungi oleh pengantin baru ini. Jack dan Caca sudah bersiap-siap untuk pergi ke Namsan Tower. Menggunakan baju yang cukup tebal karena suhu yang lumayan dingin dan untuk menggunakan transportasi sepeda motor menuju Namsan Tower.


“Hubby!” Panggil Caca yang sedang di depan kaca rias kamar hotel.


“Ada apa?” tanya Jack yang sedang memakai sepatu berbahan kulit.


“Rambutnya menyangkut di kalung.”


Ucap Caca.


“Tunggu sebentar.” Jawab Jack yang selesai menggunakan sepatu langsung bergegas menghampiri istrinya.


Jack dengan perlahan melepaskan rambut Caca yang tersangkut di kalung yang digunakannya.


“Sudah.” Jawab Jack.


“Terimakasih.” Jawab Caca tersenyum.


Jack mengambilkan jilbab Caca yang


berada di tempat tidur.


“Cepat gunakan jilbabnya agar kita bisa pergi sekarang.” Jawab Jack.


“Iya, iya. Kok jadi hubby yang ingin cepat, seharusnya aku.” Jawab Caca yang masih memakai jilbanya.


“Ini sudah selesai isya. Mau jam berapa lagi nanti kita menikmati malam di kota Seoul ini.” Jawab Jack yang meletakkan kedua tangannya di bahu Caca yang sedang berkaca.


“Ini sudah selesai.” Jawab Caca yang siap menggunakan Jilbab namun belum memakai sepatu.


Jack langsung mengambil sepatu Caca


sebelah kanan dan meraih kaki Caca yang sebelah kanan untuk memakaikannya. Begitu pula kaki sebelahnya. Caca hanya tersenyum melihat tingkah laku suaminya yang super perhatian ini.


“Benar-benar seperti seorang ratu. Kau selalu penuh dengan kejutan walaupun hanya dalam hal kecil saja.” Jawab Caca di dalam hatinya.


“Terimakasih.” Ucap Caca yang meraih wajah Jack dan mencium keningnya sebagai ucapan terimakasih.


“Ini baru ucapan yang tulus. Ayo!”


Jawab Jack yang berdiri dan membengkokkan tangan kirinya untuk di peluk oleh Caca.


“Berangkat!” jawab Caca yang merahi


tangan kiri Jack dan keluar dari kamar.


Mereka terus seperti itu hingga tiba di parkiran. Jack memakaikan helm di kepala Caca, kemudian helmnya sendiri. Setelah sesuai dengan peraturan rambu-rambu lalu lintas dalam keselamatan berkendara, mereka menghidupkan sepeda motor dan melaju meninggalkan tempat parkiran menuju Tower Seoul atau yang biasa di kenal Namsan Tower.


Mereka tiba di atas menara, tepatnya di sebuah restoran yang sudah di pesan oleh Jack sebelumnya. Jack sengaja memesan kursi dekat kaca agar bisa menikmati pemandangan kota Seoul dari ketinggian 138 meter itu.


“Kenapa kita ke sini?” tanya Caca.


“Tentu saja sebelum menikmati lainnya. Aku harus memastikan istri ku ini tidak kelaparan.” Jawab Jack yang tersenyum.


“Ternyata suamiku benar-benar super romantic.” Jawab Caca yang menggoyangkan tangan Jack dalam pelukkannya karena terlalu bahagia.


Mereka berjalan ke meja yang telah


di pesan. Jack menarik kursi yang akan diduduki oleh Caca.


“Silahkan mylotus.” Jawab Jack yang

__ADS_1


tersenyum.


Caca duduk di kursi yang sudah di persilahkan oleh Jack. Jack berjalan menuju kursinya dan duduk. Jack juga sudah memesan makanan pembuka dan penutup.


“Kita tidak memesan makanan?” tanya


Caca yang heran.


“Saat membooking aku sudah


memesanya langsung.” Jawab Jack.


“Oh bisa seperti itu.” Jawab Caca


yang tidak paham dengan dunia orang kaya.


“Tentu saja. Tunggulah.” Jawab


Jack.


Tidak terlalu lama mereka duduk di


kursi itu sambil menikmati pemandangan yang sudah terbetang di hadapan mereka,


hidangan datang.


“Tuan apakah makanan penutupnya


sekarang?” tanya pelayan.


“Nanti saja sekitar lima belas


menit baru di antar.” Jawab Jac.


“Baik tuan.” Jawab pelayan kemudian


Jack memimpin doa kemudian


mempersilahkan Caca untuk menikmati makanan. Jack juga memotongkan daging yang di hidangkan kemudian menukarkan piringnya dengan piring Caca.


“Makan mylotus.” Jawab Jack.


Caca tersenyum, lagi-lagi Jack melakukan hal-hal kecil yang menyetuh hati Caca. Wanita manapun akan merasa sangat bahagia dengan semua tingkah laku lelakinya jika melakukan hal-hal kecil seperti yang di lakukan oleh Jack. Setelah selesai menikmati makanan pembuka, mereka di hidangkan dengan makanan penutup yaitu es cream strawberry dengan toping buah strawberry yang menggoda di atasnya.


“Es cream. Yeh, terimakasih hubby.


Saranghae.” Ucap Caca yang memberikan lambang tangan ala korea yang terkenal


itu.


Jack tertawa melihat tingkah


istrinya ini.


“Mylotus!” Panggil Jack.


“Hm.” Jawab Caca yang masing menikmati es cream yang masuk di mulutnya.


“Sudah mengetahui atau belum tentang kebenaran Namsan Tower ini?” tanya Jack.


“Hanya mengetahui tentang gembok


cinta. Karena sering di masukkan sebagai tempat syuting drama korea.” Jawab


Caca.


“Awalnya Namsan Tower ini sebagai

__ADS_1


pemancar radio pada tahun 1969 dan pada tahun 1980 baru di buka untuk umum


sebagai objek wisata.” Jawab Jack.


“Benarkah?” tanya Caca yang baru


saja di ketahuinya.


“Iya. Dan setiap menara ini berganti warna berarti menandakan kondisi udara. Jadi setiap pergantian kondisi udara, menara ini akan berubah.” Jawab Jack.


“Wah kau mengetahui banyak hal.”


Jawab Caca.


“Tentu saja.” Jawab Jack yang ingin


menyombongkan dirinya lagi tapi di berhentikan oleh Caca.


“Hubby! Aku sudah selesai. Ayo pergi ke tempat selanjutnya!” ajak Caca yang berdiri sudah menghabiskan es creamnya dengan cepat.


“Hahaha. Baiklah,” jawab Jack yang


berdiri kemudian menggenggam tangan Caca.


Mereka keluar dari tempat restoran


menuju ke gembok cinta yang masih berada di menara itu. Tiba di tempat itu,


Caca langsung menarik Jack untuk pergi membeli gembong cinta.


“Pelan-pelan mylotus.” Jawab Jack.


“Ayo kita beli gembok ini dan membuat sebuah pengakuan cinta.” Jawab Caca.


“Hmm, semua itu hanyalah mitos.”


Jawab Jack.


“Tidak apa-apa. Sejak dulu aku ingin melakukannya jika tiba di kota ini.” Rengek Caca.


“Baiklah.” Jawab Jack.


Jack memesan 1 pasang gembok berwarna biru langit dan penjual itu memberi Jack dan Caca di gembong yang mereka beli. Penjual juga memberikan dua lembar kertas untuk mereka berdua.


“1 pasang.” Ucap Jack kemudian memberikan uang tunai pada penjual itu.


“Yang ini.” Ucap Caca yang menunjuk


gembok biru.


“Siapa nama tuan dan nyoya agar bisa saya ukir.” Jawab penjual.


“Wika Chalista dan Jack Sandreas.” Jawab Caca.


“Gembok ini telah di tandai dengan nama kalian berdua. Dan tuliskanlah harapan kalian di kertas ini dan letakkan bersama dengan kuncinya di dalam kotak itu.” Jawab penjual.


“Jadi begitu caranya?” tanya Caca.


“Iya nona.” Jawab penjual.


“Terimakasih atas informasinya.”


Jawab Caca.


“Sama-sama nona.” Jawab penjual.


“Jangan mengintip apa yang aku tulis. Menjauhlah.” Jawab Caca yang akan menulis keinginannya di kertas itu.

__ADS_1


“Baiklah, aku juga akan menulis keinginanku.” Jawab Jack yang sebal karena tidak di beritahu isi dari kertas itu.


__ADS_2