I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Penjelasan Jack Part 2


__ADS_3

Caca bergegas untuk masuk ke kamar mandi setelah lama berdiam diri berdiri saat Jack mendekatinya. Caca mencuci mukanya dan melihat dirinya di kaca. Tidak lupa dia mencubit pipinya untuk memastikan semuanya tidaklah mimipi. Laggi-lagi dia tidak percaya bahwa kenyataannya Jack ada di rumah Bagas.


Bagas sedang meletakkan piring dan bubur di atas meja makan. Jack pergi ke kamar Bagas untuk sikat gigi. Caca mengitip dari pintu kamarnya dan melihat meja makan, dilihatnya tidak ada Jack. Caca memanggil Bagas masuk ke dalam kamar.


“Apa?” tanya Bagas.


“Kesini!” ucap Caca pelan sambil melambaikan tangannya, Bagas berjalan menuju kamar Caca. Caca menarik Bagas dari balik pintu dengan cepat dan menutup pintunya.


“Tadi itu Jack?” tanya Caca.


“Iya.” Jawab Bagas dengan menganggukkan kepalanya.


“Kau yang mengkatakan semuanya?” tanya Caca.


“Tidak. Abang ipar datang pada pukul 02.00 WITa, di saat kakak sudah tertidur pulas.” Jawab Bagas dengan polosnya.


“Apa dia bertanya tentang sesuatu?” tanya Caca.


“Aku sudah mendengar semua penjelasan abang ipar. Bahkan aku juga sudah melihat semua pesan dari orang itu di ponsel kakak.” Jawab Bagas.


“Apa?” tanya Caca.


“Kakak!” panggil Bagas dengan memegang kedua bahu Caca.


“Ha?” tanya Caca.


“Tenanglah sedikit, dan dengarkan penjelasan abang ipar tanpa ada rasa curiga. Ingat ini menyangkut tentang keluargamu dan calon anakmu. Beri dia kesempatan untuk menjelaskannya. Kakak juga harus mendengar kebenaran dari orang yang bersangkutan terlebih dahulu baru bisa menyimpulkan. Setelah itu terserah kakak untuk memutuskan mempercayai atau tidak.” Jawab Bagas.


“Ini demi calon anak kalian berdua. Kesehatan dan keseamatanya semuanya ada di tangan kakak. Terkadang suasana hati kakak dapat berpengaruh pada kandungan. Apalagi ini kakak sudah jalan 9 bulan. Semua ini demi buah hati, jangan egois.” Jawab Bagas.

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan mendengarkan penjelasannya, semua ini demi dia yang belum lahir.” Jawab Caca.


“Oke. Pergilah, temui dia.” Jawab Bagas yang meraih tangan Caca dan mengajaknya untuk keluar kamar dan duduk di meja makan.


Mereka berdua sudah duduk di meja makan terlebih dahulu sebelum Jack. Jack datang sekitar dua menit setelah mereka berdua duduk. Bagas menawarkan Caca dan Jack untuk sarapan. Mereka sarapan pagi tanpa ada berkata apapun dan tidak bersuara. Hanya menikmati sarapan pagi saja. Setelah selesai makan, Caca ingin berdiri mengangkat piring kotor untuk di cuci namun di halangi oleh Bagas.


“Biarkan aku saja, kakak duduk lah disini bersama abang ipar.” Jawab Bagas yang pergi ke dapur untuk mencuci piring.


Bagas memberikan privasi untuk mereka berdua menyelesaikan masalah kesalah pahaman yang sudah terjadi. Jack mulai berbicara setelah Bagas pergi.


“Bisa aku menjelaskannya?” tanya Jack.


“Jelaskan saja mengapa harus bertanya lagi. Bukannya kau datang memang untuk hal itu?” tanya Caca kembali dengan sinis.


“Mylotus, semua yang kau terima dari pesan itu tidaklah semuanya benar.” Jawab Jack.


“Jadi sebagainya itu benar? Begitu maksudmu?” tanya Caca.


“Baiklah.” Jawab Caca yang meyandaran badannya di kursi sambil mengeluskan perutnya yang bayinya sedang aktif menendang-nendang.


“Iya sayang. Bunda akan memberikan sempatan kepada daddymu. Jadi jangan terlalu keras menendang perut bunda.” Ucap Caca dalam hatinya saat mengelus perutnya.


“Dimulai dengan ketidak benaran. Wanita itu namanya Jenni, apakah kau lupa bahwa aku dulu pernah mengatakan bahwa aku punya kembaran bernama John? Jenni itu menyukai John. Jenni mengira bahwa aku adalah John. Itu adalah alasan mengapa kau menjadi incaran dirinya dan telah di culik olehnya ketika itu.” Jawab Jack.


“Dan yang bertemu denganmu semalam adalah Henry, tunangan Jenni saat ini. Dia melakukan itu dengan maksud untuk memecah bela keluarga kita. Selain karena disuruh oleh Jenni, mungkin saja dia memiliki dendam kepadaku. Begitulah cinta dapat membutakan manusia yang merasakan. Namun Henry dan Jenni memang bukan manusia yang baik.” Jawab Jack melanjutkan.


“Tapi yang harus mylotus pahami dari pernyataan tadi adalah tentang video itu. Itu adalah John bukan aku. Lihat kembali video ini dan perhatikan tubuhnya, apakah ada luka?” tanya Jack yang memberikan ponsel Caca kembali untuk melihat video.


“Tidak.” Jawab Caca.

__ADS_1


“Ingat bahwa di dadaku sebelah kiri memiliki luka yang sudah aku terima sejak kecil?” tanya Jack.


“Iya.” Jawab Caca baru saja mengingatnya.


“Kenapa aku bisa bodoh, dengan mudah mempercayai kata orang. Tidak teliti melihat laki-laki yang ada di dalam video itu, sementara aku sudah melihat seluruh tubuh Jack. Seharusnya aku bisa memahami itu.” Jawab Caca dalam hatinya.


“Itu adalah bukti ketidak bersalahanku mylotus. Aku benar-benar khawatir dengan keadaanmu dan bayi kita, karena dulu John kehilangan istrinya karena hal yang sama.” Jawab Jack dengan mata yang berkaca-kaca.


“Maksudnya?” tanya Caca.


“Aku baru mengetahui tentang hal itu setelah Billy memberitahukan kepadaku tentang video yang sama. Jenni menjebak John untuk tidur bersama dengannya membuat video yang akan dikirimkan oleh sahabatnya sekaligus sebagai istri John. Iya, dialah ibu kandung Bella dan Kenzo. Anak dari Katie dan Andrew. Melihat video itu dalam kondisi hamil besar, dia tidak terima sehingga mengakibatkan masalah di kandungannya yang harus melahirkan di usia sebelum waktunya.” Jawab Jack.


“Apa?” tanya Caca yang terkejut meletakkan tangannya di meja.


“Mylotus. Percayalah padaku bahwa aku benar-benar bukan orang yang seperti itu dan juga aku tidak ingin membahayakan kau dan bayiku.” Jawab Jack menggenggam tangan Caca di atas meja.


“Oke aku mempercayai perkataan itu. Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang apa yang terjadi pada video lainnya. Pembunuhan yang keji sudah seperti psikopat?” tanya Caca.


“Itu benar.” Jawab Jack dengan pelan.


“Maksudnya?” tanya Caca.


“Aku akan menjelaskan padamu, tapi berjanjilah untuk tidak akan meninggalkanku setelah kau mendengarkannya. Kau boleh memukulku sampai puas, atau kau boleh menenangkan diri sampai kapanpun, tapi jangan pernah memintaku untuk melepaskanmu dan jangan pernah pergi dariku selamanya. Kau berjanji?” tanya Jack.


“Baiklah aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Tapi katakan semua yang tidak aku ketahui, semua rahasia yang sudah kau sembunyikan dariku. Bahkan beberapa hari ini kau pergi malam diam-diam dan kembali di pagi hari.” Jawab Caca.


“Sebelum aku bertemu denganmu, aku adalah orang yang seperti itu. Berdarah dingin, membunuh adalah pekerjaanku sehari-hari. Kau juga pasti mengetahui sejak kapan aku sudah menjadi pembunuh, karena kau juga sudah menyaksikan bagaimana aku membunuh semua penjahat itu ketika kau hampir saja di lukai oleh mereka.” Jawab Jack.


“Maksudmu adalah saat kita diculik?” tanya Caca.

__ADS_1


“Iya, saat itu akulah yang membunuh mereka dan dibantu oleh sosok Jacob di saat aku hampir kalah.” Jawab Jack.


“Inilah menjadi hal yang selalu aku rahasiakan rapat-rapat kepadamu sejak mengenal dan menikahimu. Aku belum siap menceritakan semuanya kepadamu tentang siapa aku sebenarnya sejak dulu hingga sekarang. Aku tidak berani berkata jujur tentang siapa diriku. Aku hanya takut kau akan meninggalkan aku, aku takut kehilangan dirimu. Dan aku takut saat ini bukan hanya kehilangan dirimu saja namun akan kehilangan bayiku.” Jawab Jack.


__ADS_2