
Pintu lift terbuka setelah sampai di lantai 1, dan semua orang yang berada di dalam lift itu ternyata menuju lantai yang sama. Billy yang pertama kali keluar dari lift menuju mobilnya. Kemudian di susul dengan yang lainnya.
Billy yang memasuki mobilnya dan bersiap-siap untuk membuntuti Jenni. Pengawal Jenni membukakan pintu mobil untuknya sedangkan pengawal lainnya membuka bagasi untuk meletakkan belanjaan. Setelah membuka pintu mobil untuk Jenni, pengawal itu masuk ke bangku supir dan pengawal lainya masuk di samping supir.
Mereka melaju keluar dari parkiran mall tanpa di ketahui telah di ikuti oleh Billy dari belakang. Billy terus mengikuti mereka tanpa sepengetahunnya hingga ke sebuah hotel. Mereka memasuki gerbang hotel sedangkan Billy berhenti setelah melewati hotel tersebut.
“Mereka menginap di sini?” tanya Billy dalam hatinya.
Billy meninggalkan mereka begitu saja. Berfikir tentang siapakah yang Billy kenal untuk mencari informasi mereka di hotel tersebut. Billy memberhentikan mobilnya di sebuah jalan kemudian memeriksa tabletnya. Setelah menemukan sesuatu yang ia butuhkan, Billy langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
“Aku Billy Sandreas.” Ucap Billy.
“Iya tuan ada yang bisa saya bantu? Tidak seperti biasannya menelpon?” tanya seorang yang menerima telepon itu.
“Aku butuh bantuan mu untuk mengecek siapa yang sedang menginap di hotel mu itu? Setelah itu, beri aku akses untuk menjadi pembersih kamarnya besok pagi.” Jawab Billy.
“Baik tuan,” jawab seseorang itu.
“Aku akan mengirim photonya.” Jawab Billy.
Billy mematikan panggilannya kemudian mengirim photo Jenni kepada orang tersebut. Setelah itu, ia pergi ke perusahaab cabang Sandreas yang berada di hongkong tersebut. Billy masuk ke ruang teknologi canggih. Dan
meminta sang manager untuk memberikan beberapa barang yang ia butuhkan.
Billy meminta beberapa alat penyadap kamera tersembunyi yang akan di pasang di kamar Jenni. Setelah mendapatkannya, Billy bergegas pergi meninggalkan perusahaan dan beristirahat di rumah Katie dan Andrew.
“Dari mana saja?” tanya Katie yang sedang duduk bersama Andrew di ruang tamu.
“Belanja untuk besok.” Jawab Billy yang menunjukkan barang belanjaanya.
“Oh. Makan malam terlebih dulu sebelum tidur.” Jawab Katie.
“Oke Bu. Jadi besok kita pergi bersama?” tanya Billy yang ikut duduk di sofa ruang tamu.
“Kemungkinan setelah aku selesai dari sebuah seminar.” Jawab Andrew yang saat ini pekerjaannya hanya menerima seminar motivasi untuk para tentara.
“Baiklah. Kemungkinan besok aku akan pergi keluar sebentar.” Jawab Billy.
“Oke. Aku sudah memesan tiket pesat pukul siang. Jadi kembalilah sebelum itu.” Jawab Andrew.
__ADS_1
“Oke. Baiklah aku masuk ke kamar dulu.” Jawab Billy.
Andrew dan Katie menganggukan kepalanya. Malam itu berlalu seperti itu saja. Dan pagi hari dengan rencana Billy untuk Katie akn di lakukan sebelum berangkat menuju pesta Jack dan Caca.
Billy sudah bersiap dengan pakaiannya dan segala peralatannya. Memasuki mobil dan melaju menuju hotel yang sudah dituju. Sampai di sana, Billy yang sudah di tunggu oleh seorang itu memasuki hotel lewat pintu belakang.
“Tuan silahkan lewat sini.” Ucap seseorang itu.
Billy mengikutinya hingga di sebuah ruang pelayan.
“Tuan ini adalah semua yang di butuhkan, anda tinggal masuk saja menggunakan kartu ini.” Ucap orang itu memberikan sebuah kartu card kamar.
“Oke.” Jawab Billy.
Billy berganti pakaian dengan pakain pelayan, memakai masker, topi dan kaca mata. Mendorong rak dorong yang berisi selimut dan alat lainnya untuk membersihkan kamar. Sampai di depan pintu Jenni ternyata dua pengawalnya sudah menjaga di depan pintu. Pengawa itu mengketuk pintu Jenni
untuk memberitahukan ada seorang pelayan yang akan membersihkan kamarnya.
Jenni keluar dari pintu dan sudah berpakaian sangat rapi.
“Kau sudah datang? Aku minta tambahan isu kamar mandi.” Jawab Jenni yang melihat Billy sudah di depan kamarnya.
“Tunggu! Mengapa kau menggunakan masker?” tanya Jenni.
“Maaf nona saya sedang flu.” Jawab Billy yang membuka maskernya untuk memperlihatkan wajahnya.
“Pantas saja. Baiklah.” Jawab Jenni dengan mempersilahkan Billy masuk ke dalam kamarnya.
“Ayo nona!” ucap pengawal.
“Iya.” Jawab Jenni.
“Pelayan saja bisa seganteng itu dan sepertinya bukan orang dari negara ini.” Jawab Jenni yang melihat wajah Billy.
Jenni dan dua pengawalnya meninggalkan hotel untuk pergi jalan-jalan ke tempat wisata. Sedangkan Billy yang sudah masuk kedalam kamar Jenni bersiap-siap melaksanakan aksinya. Billy mengkunci pintu tersebut dan membersihkan hal-hal yang seperti biasa pelayanan kamar lakukan.
Setelah melakukan itu, Billy sudah memikirkan beberapa tempat yang akan ia pasang kamera dan tempat penyadap. Billy memasukkan kamera di jam dinding, lukisan dan pas bunga. Meletakkan alat penyadap suara di kasur, soffa, meja dan kaca hias.
Billy membuka lemari pakaian yang miliki oleh Jenni dan menemukan sebuah passportnya lalu memphotonya. Billy juga meninggalkan sebuah alat pelacak di koper Jenni, tas dan juga jam tangan. Setelah selesai meletakkan semua alat-alat itu, Billy keluar dari kamar. Misi untuk membuntuti Jenni telah berhasil dan menunggu semua kegunaan ini.
__ADS_1
Billy melakukan hal ini untuk berjaga-jaga jangan sampai kehilangan jejaknya lagi. Karena ingin pergi ke pesta resepsi Jack dan Caca maka Bily harus menyiapkan semua kemungkinan untuk meninggalkan tempat ini sebelum kembali lagi. Billy juga memerintahkan beberapa anggotanya yang berada di negara itu untuk mengikuti Jenni kemanapun dan melaporkan padanya setiap jamnya.
Billy berjalan keluar dari ruang kamar Jenni tanpa meninggalkan jejak mencurigakan dan sudah menambahkan tisu kamar mandi sesuai dengan permintaan Jenni tadi. Masuk ke dalam ruang pelayan dan mengganti pakaiannya lagi.
Billy keluar dari ruang itu dan berjalan menuju ruang CEO hotel tersebut.
“Katakan padannya tuan Billy ingin bertemu.” Ucap Billy kepada sekertaris.
“Silahkan masuk tuan, bos sudah menunggu.” Jawab sekertaris.
Billy memasuki ruangan dengan sekertaris yang membuka pintunya.
“Silahkan duduk tuan. Apakah sudah selesai?” Ucap CEO itu mempersilahkan Billy untuk duduk di kursi.
“Iya.” Jawab Billy singkat dan duduk di kursi hitam itu.
“Sebenarnya siapa wanita itu?” tanya CEO itu.
“Biasalah. O ya kau ingin aku berinvestasi berapa untuk hotel ini?” tanya Billy.
“Hehehe, tidak perlu tuan Billy. Kalian sudah banyak membantu kami delapan tahun ini sebagai sumber dana tetap kami.” Jawab CEO itu.
“Hm baiklah. Terima ini untuk mu.” Ucap Billy yang memberikan selembar cek.
“Wah, terimakasih tuan.” Jawab CEO itu yang memang mata duitan.
“Baiklah aku pergi dulu.” Ucap Billy yang berdiri dan berjalan keluar.
“Saya antar.” Jawabnya kemudian mengantar Billy keluar dari hotel.
Billy memasuki mobil dan meninggalkan hote tersebut. Sampai di rumah, Billy mengecek semua fungsi alat-alat yang sudah ia pasang dan semuannya tetap masih bisa berfungsi seperti biasanya.
Katie mengketuk pintu Billy untuk mengajaknya bersiap-siap karena Andrew sudah kembali.
“Billy, bersiap-siaplah. Setengah jam lagi kita akan ke bandara.” Ucap Katie.
“Baik bu.” Jawab Billy.
Mereka pergi ke bandara yang menuju penerbangan ke Indonesia.
__ADS_1