
Setelah banyak perbincangan Jack menjelaskan semua kejadian di masa lalu dan saat ini, Caca semakin mempercayai Jack. Sedangkan Jack semakin mencintai Caca sepenuhnya karena kisah cinta mereka sudah di mulai sejak kecil.
“Aku akan menunjukkan semua barang-barang peninggalan Jacob untuk mu, dan barang-barang peninggalan John untuk kalian berdua anak-anak daddy tercinta.” Ucap Jack.
“Benarkah?” tanya Bella yang bermimik bahagia.
“Lihat peti yang kayu yang berliris warna emas itu, di dalam situ semua barang-barang
yang selamat dari kejadian kebakaran itu.” Ucap Jack.
“Dan Caca kau lihat yang di sampingnya itu adalah barang-barang yang selalu ingin Jacob berikan.
Jack menjelaskan semua barang-barang yang ada di dalam peti miliki Jacob dan John
kepada Caca, Kenzo dan Bella. Dan setelah itu Jack mengajak mereka untuk melihat taman kecil yang berada di belakan villa.
“Apakah kalian haus?” tanya Jack.
Mereka bertiga mengaggukkan kepalannya.
“Ikut denganku, aku akan memperlihatkan kalian tempat yang paling aku sukai.” Ucap
Jack yang membawa mereka ke taman kecil.
“Cantik sekali daddy,” ucap Bella yang melihat bunga yang bermekaran di setiap sudut
ruangan.
“Pemandangan yang mengagumkan,” ucap Caca yang melihat taman yang terbuka dengan alam itu terlihat jelas pemandangan hutan belantara yang hijau terbentang luas.
“Daddy bunga ini boleh aku petik?” tanya Bella yang ingin memetik bunga mawar.
“Hati-hati dengan duri di batang bunga itu sayang,” ucap Caca.
“Jangan sayang. Kalian duduklah terlebih dahulu, aku akan mengambil minum.”
Caca, Kenzo dan Bella menikmati suasana di taman kecil villa itu sementara Jack mengambil minum untuk mereka. Beberapa saat mereka berada di villa itu dengan santai dan menikmati suasana alam sekitar.
Setelah beberapa waktu, Jack mengajak mereka untuk kembali ke mansion karena harus mengantarkan Max dan keluarga Caca berangkat.
“Sepertinya waktu kita sudah habis, sebaiknnya kita kembali ke mansion karena hari ini keluargamu mau kembali ke Indonesia Ca.” Ucap Jack.
“O iya aku hampir lupa, ayo kita kembali.” Jawab Caca.
“Ayah gendong!” ucap Bella.
“Baiklah kemari princess daddy,” ucap Jack.
“Dasar manja,” jawab Kenzo.
“Kenzo juga mau di gendong?” tanya Caca.
“Tidak bunda, bunda juga baru sembuh.” Ucap Kenzo.
“Anak bunda sangat pengertian,” ucap Caca sambil mengelus kepala Kenzo.
“Kenzo!” ucap Kenzo membanggakan dirinya.
__ADS_1
“Baiklah, ayo jalan bersama bunda.” Ucap Caca sambil mengulurkan tangannya kepada Kenzo.
Kenzo menerima uluran tangan Caca kemudian mereka berjalan menuju mansion bersama-sama. Setelah mereka turun dari lift ternyata Tiger, White dan Black sudah berada di sana.
“Jadi kalian sudah kembali sejak tadi,” ucap Caca yang melihat hewan-hewan itu berada di taman belakang.
Mereka semua melanjutkan perjalanan menuju mansion dan meninggakan hewan-hewan itu di taman. Bella tertidur di pundak Jack dan mereka langsung menuju kamar Bella untuk membaringkannya. Caca pergi menuju kamar Aisyah sementara Jack masih di dalam kamar Bella.
“Tok..tok..tok..” suara ketukkan pintu kamar Aisyah.
“Bunda boleh aku masuk?” tanya Caca.
Aisyah berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.
“Caca, ada apa sayang? Masuklah!” Ucap Aisyah.
“Di mana Ayah?” tanya Caca.
“Di kamar mandi.” Jawab Aisyah.
Tidak lama kemudian Joko keluar dari kamar
mandi.
“Ada Caca, ada apa sayang?” tanya Joko.
“Bunda maaf jika aku tidak bisa ikut bersama
kalian.” Jawab Caca.
“Tidak apa-apa sayang,” ucap Aisyah.
“Makanya jangan terlalu lama memberikan waktu kepada Jack sayang. Kau juga harus melaksanakan kewajibanmu sebagai istri.” Jawab Aisyah.
“Tapi sepertinya aku melihat sebagai seorang lelaki dia adalah pria yang sangat baik. Mudah-mudahan dia bisa menunggu hingga kau siap sayang,” jawab Joko.
“Benarkah Ayah?” tanya Caca.
“Iya, apa yang dikatakan oleh ibumu adalah kebenaran. Kau jangan terlalu lama membuatnya menunggu.” Ucap Joko.
“Ayah sebenaranya aku mulai jatuh cinta padanya karena kelembutannya padaku. Namun untuk memastikan pilihan ini aku harus benar-benar melihatnya dengan baik.” Jawab Caca.
“Mau tidak mau kau harus mencintainny karena dia adalah suamimu nak,” ucap Joko.
“Iya ayah. Jack adalah orang yang bersamaku ketika aku di culik, maaf aku tidak pernah
memberitahu kalian kejadian yang sebenarnya saat itu.” ucap Caca.
“Jadi itukah alasan mu mulai mencintainnya?” tanya Joko.
“Ingatan itu sudah aku lupa setelah kejadian itu namun karena dirinya memberi ingatan itu kembali. Baru aku” mengetahui bahwa selama ini aku benar-benar merindukannya.” Jawab Caca.
“Baguslah jika seperti itu, jadi dia adalah anak laki-laki yang pernah menolong kita
mencari alamat?” tanya Joko.
“Iya ayah, dialah orangnya.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Pantas saja, sudah jangan terlalu khawatir. Kau harus menerima apapun tentang Jack
mulai sekarang nak, jangan pernah mengecewakan kebaikkannya. Kau harus jadi istri yang baik Ca, berusahalah.” Jawab Aisyah.
“Terimakasih nasehatnnya bunda, ayah.” Jawab Caca.
“Sebenarnya apa yang terjadi saat malam itu?” tanya Aisyah.
Caca menjawab kronologi kejadian malam penculikkannya kepada Joko dan Aisyah. Joko merasa kejadian ini sudah di rencanakan dan sangat khawatir tentang Caca. Sedangkan Aisyah merasakan semua ini di lakukan untuk merebut Jack dari Caca.
“Caca kau harus lebih memperhatikan Jack mulai sekarang, mungkin di luar sana banyak wanita-wanita yang menginginkan dirinya. Ingat dia seorang lelaki normal Ca, dengan kondisimu seperti ini dan kondisi di luar sana.” Ucap Aisyah kepada Caca untuk memperingatkannya
“Iya bunda,” jawab Caca.
“Sudah jam segini, bunda jam berapa akan berangkat?” tanya Caca.
“Satu jam lagi katanya Max setelah makan siang.” Jawab Aisyah.
Saat itu Jack datang ke kamar Aisyah untuk mengajak turun makan siang.
“Bunda, ayah , mylotus. Ayok turun kita makan siang.” Ucap Jack yang tiba-tiba datang
dan berada di depan pintu kamar Aisyah yang tidak tertutup itu.
“Kau disini? Dimana anak-anak?” tanya Caca.
“Mereka sudah di bawah menunggu kita.” Ucap Jack.
“Baiklah, ayo bunda, ayah.” Ucap Caca.
Mereka semua pergi ke ruang makan dan makan siang bersama. Setelah selesai makan siang mereka semua bersiap-siap mengantarkan keluarga Caca untuk menaiki pesawat pribadi Jack.
“Bunda! Tidak ada yang ketinggalan lagi bun?” tanya Caca.
“Tidak sayang semuannya sudah siap.” Jawab Aisyah.
“Kakak! Ingat jika sesuatu terjadi padamu langsung kabarin aku.” ucap Bagas.
“Iya adek badung aku. Kau juga harus fokus dengan perkuliahanmu.” Jawab Caca.
“Itu sudah pasti,” jawab Bagas.
“Ingat jangan sakiti kak ku dan lindungi dia. Jangan sampai kejadian seperti itu
terulang lagi.” Jawab Bagas membisikkan Jack.
Jack hanya tersenyum dan mengaggukkan kepalannya.
“Ayah, Bunda hati-hati di jalan. Jika sudah sampai jangan lupa kaabarin kami.” ucap
Jack.
“Iya bunda jangan lupa kabarin jika sudah sampai.” Jawab Caca.
“Iya,” jawab Aisyah.
“Aku titip ayah dan bunda ku padamu Max.” ucap Caca.
__ADS_1
“Iya,” jawab Max.
Max, Aisyah, Joko dan Bagas menaiki pesawat dan segera meluncur terbang.