
Jack memikirkan untuk segera menelpon Joko untuk mempertanyakan pengalaman dirinya saat bunda Aisyah mengandung Caca.
“Hmm, disana saat ini sore hari. Berarti aku tidak akan mengganggu ayah.” Jawab Jack dalam hatinya.
Jack berjalan pergi meninggalkan ruang belajar setelah menghidupkan laptopnya. Jack menuju kamar Bagas untuk mengajaknya melakukan video call dengan keluarga yang berada di kampung halaman. Taktik Jack untuk tidak terlalu canggung dan memiliki alasan untuk melakukan hal itu kepada Aisyah dan Joko.
“Ada apa abang ipar?” tanya Bagas yang membuka pintu kamarnya.
“Apakah kau sudah memberitahu bunda Aisyah dan ayah Joko?” tanya Jack.
“Oh iya, aku lupa belum memberitahu mereka.” Jawab Bagas.
“Bagaimana jika kita memberitahu mereka? Ikut aku ke ruang kerja.” Jawab Jack yang langsung berjalan menuju ruang kerja tanpa mendengar jawaban Bagas mau atau tidak.
Bagas langsung saja mengikuti Jack dari belakang. Mereka duduk di depan laptop yang sudah di hidupkan oleh Jack dan segera menekan tombol panggilan videocall kepada nomor Aisyah.
“Asalamualaikum bunda.” Ucap Jack.
“Waalaikumusalam.” Jawab Aisyah.
“Ayah, menantu dan anak laki-laki sedang menelpon.” Panggil Aisyah kepada Joko yang saat ini tidak di depannya.
Joko segera datang dan Aisyah sudah berada di ruang tamu untuk duduk dan menikmati obrolan panggilan ini.
“Bunda! Ayah! Kalian sehat?” tanya Bagas.
“Alhamdulilah sehat. Bagaimana dengan kabarmu disana?” tanya Aisyah.
“Tentu saja sangat menyenangkan liburan disini bersama dengan abang ipar.” Jawab Bagas yang mernagkul tubuh Jack untuk mengatakan hal itu kepada bunda Aisyah dan ayah Joko.
“Baguslah. Maafkan dia jika merepotkanmu.” Ucap Aisyah kepada Jack.
“Tidak bun, malahan jika bunda dan ayah bisa kemari itu lebih menyenangkan.” Jawab Jack.
“Ayahmu sudah mulai masuk, jadi kami tidak bisa kemana-mana.” Jawab Aisyah.
“Oh ya bunda, ada yang ingin dikatakan oleh abang ipar. Dan aku sangat mengantuk karena kelahan. Jadi aku akan kembali ke kamar. Ingat jangan lupa mengucapkan ulang tahun kepada menantumu.” Jawab Bagas kemudian pergi dengan tertawa meninggalkan Jack sendirinya.
Bagas mengetahui bahwa Jack mengajaknya untuk melakukan panggilan ini bersam pasti hanya akal-akalannya saja. Oleh karena itu, Bagas memberikan ruang kepada Jack untuk membuatnya lebih terbiasa untuk mengekspresikan emosinya kepada keluarganya agar tidak terlalu formal.
“Oh ya, semoga umurmu berkah dan segera memberikan aku cucu.” Jawab Joko yang bersuara.
“Terimakasih ayah. Sebenarnya itulah yang ingin aku katakana.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Maksudnya?” tanya Aisyah yang tidak paham.
“Benarkah? Selamat. Tolong jaga putriku dengan baik.” Jawab Joko yang sudah mengerti.
“Ada apa dengan Caca?” tanya Aisyah.
“Sayang, apakah kau tidak paham apa yang dikatakan oleh menantu?” tanya Joko.
Aisyah menggelengkan kepalanya.
“Anakmu sedang mengadung cucu kita.” Jawab Joko.
“Apa? Benarkah?” tanya Aisyah.
“Iya bunda.” Jawab Jack tertawa melihat ekspresi mertuanya yang cukup bahagia. Tidak jauh dari kebahagian yang sedang di rasakan olehnya.
“Sudah berapa bulan?” tanya Aisyah.
“Kemungkinan masih awal bulan. Aku juga baru mengetahuinya satu jam yang lalu.” Jawab Jack.
“Benarkah? Jangan membuatnya terlalu lelah dan kau harus ekstra sabar saat masa kehamilannya hingga melahirkan nanti. Kau mengerti apa yang aku maksud Jack?” tanya Aisyah.
“Insyallah bunda saya akan selalu menjaga Caca. Tapi bun..” Jack berhenti berbicara.
“Seperti yang di alami ayah saat bunda mengandung Caca.” Jawab Jack terbatah-batah.
“Hahahahhaa.” Aisyah tertawa dan melihat wajah suaminya mengingat kejadian masa lalu.
“Dia tidak ingin dekat denganmu?” tanya Joko.
Jack menganggukkan kepala dengan memberikan ekspresi wajah masam.
“Selamat menikmatinya. Jadi dia memiliki kebiasaan buruk seperti ibunya?” tanya Joko.
“Kenapa dia mengikuti sesuatu yang pernah aku alami. Dia benar-benar anak kandungku. Hahahha.” Jawab Aisyah yang tidak menahan tawanya.
“Tenanglah. Jadi kau melakukan panggilan ini selain memberikan kami kabar juga ingin bertanya kepadaku bagaimana bisa melewati hal seperti itu?” tanya Joko.
Jack menganggukkan kepalanya kembali.
“Baiklah, aku akan memberikanmu saran.” Jawab Joko.
Jack mendengarkan dengan serius.
__ADS_1
“Pertama, pastikan untuk memberikan pewangi ruangan yang di sukai oleh Caca. Dulu ibunya menyukai wangi parfume rose. Jadi aku sudah membuat pewangi ruangan atau di kamarnya dengan wewangian itu.” Jawab Joko.
“Parfume?” tanya Jack.
“Iya. Kedua, kau harus bersikap yang sabar dan sering-seringlah mengelus perutnya coba berkomunikasi kepada calon bayimu. Aku dulu selalu melakukan itu saat bunda Aisyah tertidur. Dan aku datang untuk berkomunikasi dengan Caca.” Jawab Joko.
“Baiklah.” Jawab Jack.
“Ketiga, kau harus menunjukkan hal-hal kecil yang peduli pada dirinya dan calon bayimu.” Jawab Joko.
“Contohnya?” tanya Jack.
“Menyiapkan makanan untuknya, mengajaknya berjalan sebentar di pagi hari.” Jawab Joko.
“Baiklah.” Jawab Jack yang sudah mengingat semua perkataan Joko dengan sangat baik.
“Keempat, jangan pernah bosan melakukan hal itu. Aku membutuhkan waktu sekitar 3 bulan baru bisa menaklukan hal itu.” Jawab Joko yang mengingat masa lalu.
“Hahaha, iya sayang. Kau harus tau bagaimana dia tersiksa di buat oleh Caca. Kami berpisah kamar selama tiga bulan, bahkan aku tidak bisa berdekatan dengannya seperti biasanya atau aku akan langsung mual.” Jawab Aisyah.
“Aku tidak akan tahan berjauhan dengan Caca begitu lama bunda, ayah.” Jawab Jack yang merengek.
“Hahaha. Lakukan apa yang dulu pernah aku lakukan. Kau harus berusaha lakukan dengan baik.” Jawab Joko.
“Kau harus menemukan hal-hal yang sangat baik untuk di lakukan untuk Caca.” Jawab Joko.
“Akan aku fikirkan ayah, bunda. Terimakasih atas pengalamannya.” Jawab Jack.
“Oh ya, satu hal lagi. Sering-seringlah membaca ayat alquran untuk di dengar oleh Caca dan bayi kalian, itu sangat bagus di lakukan.” Jawab Joko.
“Baik ayah.” Jawab Jack.
“Oke. Selamat atas kabar baik ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk kalian disana. Dan kami berdua mohon kepadamu untuk menjaga Caca dengan baik. Mungkin emosinya akan tidak terkontrol jadi bersabarlah untuk menghadapinya.” Jawab Joko.
“Baik ayah, bunda. Aku melakukan yang terbaik.” Jawab Jack tersenyum.
Solusi untuk Jack akhirnya di dapatkan dari pengalaman Joko dan Aisyah. Akhirnya mereka mengakhiri panggilan itu. Jack mematikan laptopnya dan kembali ke kamarnya untuk istirharat. Setelah semua informasi yang dia butuhkan untuk menghadapi Caca dan calon bayinya. Jack sudah memikirkan banyak hal yang akan dilakukan oleh dirinya untuk esok hari.
Terimakasih readers setia novel Wil. Jangan lupa untuk mampir dan dukung juga novel terbaru yang berjudul Sky Blue Love. Novel ini bergenre teen, menceritakan tentang perjalanan kisah cinta, pendidikan, perjuangan meraih mimpi dan kekeluarga seorang anak-anak remaja. Baca aja dulu,
semoga suka dengan ceritanya. Jangan lupa tinggalkan komentar dan dukungannya. Author sangat berterimakasih untuk hal itu. Jangan lupa senyum hari ini readers,
semoga sehat selalu.
__ADS_1