
"Iya. Aku sangat ingat tentang wanita itu. Yang di jelaskan oleh Jimmy kepada kita?" tanya Billy.
"Kau benar. Sudah bisa kalian menyimpulkan apa yang sebenarnya yang inginkan aku sampaikan?" tanya Max.
"Jadi maksudmu sebenarnya kita sudah menemukan banyak petunjuk namun kita tidak menyadarinya?" tanya Billy.
"Kau benar." Jawab Max.
"Tunggu dulu. Jadi maksud kalian pembunuh bayaran suruhan Kakak tiriku ini ada kaitannya dengan orang yang ingin kalian cari?" tanya Richard.
Max dan Billy memberikan anggukkan kepala kepada Richard dengan melihat ke arah Richard.
"Jadi orang yang kalian cari itu adalah musuh kalian bersama?" tanya Akashi.
Max, Billy dan Richard mengaggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Akashi.
"Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa kepadaku saat aku menjelaskan tentang tato itu?" tanya Akashi.
"Iya. Semua itu hanya kebetulan. Dan aku hanya ingin memastikan tentang kebetulan ini dengan mengintrogasi pembunuh yang aku tangkap itu." Jawab Max.
"Jadi kau juga tidak berkata apa-apa tentang tempat tato yang aku suruh mencari informasi itu?" tanya Billy.
"Iya, dengan sangat cepat semua informasi yang aku terima hari itu sangat berkaitan. Namun aku hanya diam dan memastikan semuanya sebelum aku memberitahukan semua kebenarannya kepada kalian." Jawab Max.
"Dan kau mengatakan semua ini sekarang karena kau sudah memastikan semua ini memang berkaitan dengan kebetulan tanpa sengaja?" tanya Billy.
"Iya kau benar Bill. Aku sudah memperintahkan seseorang untuk memperhatikan tempat itu. Dan aku melihat orang dua orang yang aku kenal datang ke tempat itu. Dan saat orangku masuk ke sana tidak ada apa-apa. Aku yakin di sana ada tempat persembunyian mereka."
"Dan tebakkan aku itu benar. Bahwa di sana ada sebuah pintu rahasia menuju tempat itu. Dan mereka akan selalu bertemu bersama-sama saat di hari kamis malam pukul 10 seperti Yang sudah aku katakan sebelumnya." Ucap Max yang menjelaskannya lagi.
"Dan seperti yang telah kalian lihat di lembaran-lembaran itu bahwa perusahaan IT Kevin ada kaitannya dengan lambang yang sedang kita cari. Dan lihat ini?" ucap Max yang menunjukkan sebuah situs game online yang tidak bisa di buka kembali.
"Tunggu, bukankah ini adalah perusahaan game yang di katakan oleh Kenzo?" tanya Billy.
__ADS_1
"Iya, ternyata ada 20 situs yang sama dalamnya cuman berbeda nama domainnya. Dan semua alamat itu aku dapatkan dari lembaran-lembaran yang aku dapatkan dari markas geng Kevin." Jawab Max.
"Sebentar aku ingin memeriksa sesuatu." Ucap Billy yang memgambil laptop untuk memeriksa sesuatu.
Richard dan Akashi masih belum mengerti apa yang sedang mereka bicarakan namum mereka berusaha untuk mendengarkan baik-baik. Billy yang sedang bermain dengan jari-jari tangannya yang mengotak atik tombol keyboard dan mouse pada laptop.
"Selesai." Jawab Billy.
"Maksudmu?" Tanya Max.
"Lihat ini." Ucap Billy yang menunjukan semua asal alamat domain yang tidak bisa dibuka lagi itu berasal dari server yang telah ia hancurkan dengan virus data yang di buat oelh dirinya sendiri.
"Jadi tebakkanku benar?" tanya Max.
"Iya. Semua domain ini berasal dari perusahaan IT Kevin namun mereka menjalankannya dari markas. Sedangkan servernya di letakkan di perusahaan. Semua itu di lakukan mereka untuk menyembunyikkannya." Jawab Billy.
"Kau hebat Bill." Ucap Max.
"Aku sekarang sedikit paham." Jawab Akashi.
"Kau benar Richard." Jawab Max kemudian berjalan mengambil beberapa photo dan ia tempelkan di dinding kaca dekat ruang tamu mereka duduk.
Max menempelkan satu-satu photo yang sudah ia ambil di kaca, kemudian memberikan tanda spidol merah dengan memberikan hubungan-hubungan antara satu photo dengan photo lainnya ke lambang kalajengking.
"Disini ada beberapa photo yang kemungkinan memiliki kaitannya dan kemungkinan kita akan menemukan titik terang."
Photo yang di tunjukkan oleh Max adalah Kakak tiri Richard, Jenni, Hanz dan Kez seorang wakil devisi kanker ( lihat episode 144).
"Dan satu lagi photo yang berdekatan dengan simbol itu bukannya presdir Akira pemilik container pelabuhan terbesar di Jepang?" Tanya Akashi.
"Yes. Kau benar Akashi. Kenapa aku memunculkannya. Jika tidak salah tebak, firasatku mengatakan bahwa dialah dalang di Balik semua ini. Dan biasanya firasatku selalu benar. Namun saat ini aku membutuhkan bantuan kalian untuk mencari bukti itu." Jawab Max.
"Dan mereka semua adalah petunjuk yang bisa kita lihat dan kita awasi. Dan pasti sang dalang akan muncul cepat atau lambat. Karena kita sudah memusnakan bisnis IT yaitu perjudiannya." Jelas Max.
__ADS_1
"Kau benar, cepat atau lambat dia akan muncul dengan sendirinya karena bisnisnya telah hancur oleh kita. Mereka akan menyelidiki kasus ini dengan detail dan Akan menemukan kita. Sebelum kita di temukan maka kita yang akan menemukannya terlebih dulu." Jawab Billy.
"Lalu apa rencana Anda senior?" Tanya Richard.
"Aku ingin kau tetap menyamar untuk mengawasi Kakak tiri mu. Dan Akashi mengawasi Akira. Aku mengawasi Hanz Dan Kez. Dan Billy akan mencari keberadaan Jenni dan mengawasinya." Jawab Max.
"Ide yang bagus." Jawab mereka bertiga.
"Tapi untuk saat ini aku ingin kita untuk masuk secara paksa ke pintu rahasia toko tato itu. Tapi kalau orangku berhasil mengumpulkan informasi yang kita butuhkan kita tidak perlu melakukkan hal itu." Ucap Max.
"Jadi bagaimana kabar dari orangmu itu?" Tanya Akashi.
"Belum ada kabar yang lain. Aku Akan menunggu seminggu lagi. " Jawab Max.
"Baiklah. Kami akan menunggu perintah dari mu." Jawab Richard.
"Oke. Aku akan segera memberikan informasi kepada kalian setelah mendapatkan kabar dari orangku." Jawab Max.
"Sekali lagi terimakasih telah menyelamatkan hidupku. Dan mohon bantuan kalian untuk kembalaskan dendamku." Ucap Richard.
"Tenang saja, kami sebagai seniormu akan selalu mendukungmu." Ucap Akashi.
Kemudian Max dan Billy juga tersenyum menyetujui pernyataan Akashi.
"Jadi kalian semua sudah paham dengan tugasnya dari petunjuk ini?" Tanya Max.
Mereka semua mengaggukkan kepalanya yang mengartikan bahwa mereka sudah paham.
Mereka berempat selesai berbincang. Akashi dan Richard kembali pergi meninggalkan apartement Max. Sedangkan Max dan Billy masih di ruang tamu. Pukul sudah menunjukkan tengah malam namun perut Billy terasa lapar.
Saat Richard dan Akashi pergi keluar dari apartement Max ada sepasang mata yang sedang melihat hal itu. Sepasang mata itu dari Kazumi yang baru saja pulang dari kerja Dan memasukki restoran neneknya.
"Bukan kan itu dokter Akashi yang terkenal hebat itu? Sedang apa dia kemari?" Tanya Kazumi.
__ADS_1
Kazumi langsung masuk ke restoran dan membantu sang nenek membereskan restoran yang ingin tutup. Namun tiba-tiba mereka kedatangan pengunjung di tengah malam.
"Hallo, Nenek apa masih bisa memesan makan?" Suara pengunjung yang baru saja masuk kedalam restoran.