I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Otw Honeymoon


__ADS_3

Selesai mengantarkan Brian dan paman Budi dari bandara, merek pergi berjalan-jalan di sebuah taman dekat dengan bandara menunggu waktu berangkat Meriska. Satu persatu semua tamu kembali ke tempat masing-masing, yang tertinggal hanya tinggal Deni,Kenzo dan Bella yang ada.


Malam ini mereka semua mendiskusikan untuk berangkat lusa setelah beristirahat sehari di kampung halaman Caca.


“Bagaimana jika lusa saja kita bersama-sama ke bandara. Aku ke otw honeymoon dengan Caca, kalian berangkat ke mansion?” tanya Jack.


“Dan kali ini aku ingin naik pesawat umum tanpa pesawat pribadi.” Jawab Caca yang mnyambungkan ucapan Jack.


“Jadi kami akan di tinggal berapa hari?” tanya Kenzo.


“Kemungkinan setengah bulan.” Jawab Jack.


“Itu terlalu lama bunda, daddy.” Ucap Bella yang mengkunci bibirnya.


“Hubby bagaimana jika kita empat hari saja di Seoul dan tiga hari di Jepang?” tanya Caca.


“Tidak bisa sehari saja bunda, daddy?” tanya Bella yang merengek kembali.


“Mana ada honeymoon sehari. Hahhaha, tidak apa sayang. Kalian masih uncle yang menemani kalian.” Ucap Deni.


“Tapi aku ingin lama.” Jawab Jack.


“Kasihan anak-anak jika di tinggal terlalu lama.” Jawab Caca.


“Baiklah aku mengikuti usulanmu.” Jawab Jack yang tidak ingin membantah permintaan istrinya itu.


“Bunda memang paling terbaik sedangkan daddy jahat.” Jawab Kenzo.


“Apa kau bilang? Jadi kau sudah berpaling?” tanya Jack yang mendatangi Kenzo untuk menggelitiknya.


“Iya daddy jahat dengan kami. Tega sekali ingin berlama-lama meninggalkan kami.” Jawab Bella.


“Kalian…” ucap Jack yang menggelitik badan Bella dan Kenzo.


Mereka yang berada di ruang tamu tertawa melihat tingkah laku anak dan ayah itu. Aisyah dan Joko datang ikut bergabung duduk di kursi.


“Jadi sudah kalian putuskan akan berangkat kapan?” tanya Joko.


“Lusa ayah, besok kami akan beristirahat dulu. Aku juga lelah, begitu pula dengan Jack dan anak-anak.” Jawab Caca.


“Anak-anak akan ikut?” tanya Aisyah.


“Tidak bun, mereka akan kembali bersama Deni. Sekalian mengantarkan kami nanti dan berpisah di bandara.”


“Oh begitu.” Jawab Joko.

__ADS_1


“Bunda, ayah bagaimana jika liburanku pergi ke mansion kakak ipar. Aku bosan jika di sini saja.” Jawab Bagas yang tiba-tiba datang.


“Ide yang bagus. Ayo paman Bagas, ikut kami. Pasti seru jika paman juga ikut.” Jawab Bella.


“Pergi saja dengan Deni dan anak-anak besok.” Jawab Jack.


“Bagas nanti kau merepotkan mereka.” Jawab Aisyah.


“Tidak bunda, ayah.” Jawab Deni.


“Baiklah jika semua orang menyetujuinnya. Lagi-lagi kami yang seperti pengantin baru. Di tinggal oleh kedua anak.” Jawab Aisyah.


“Hahahaha, bunda.” Ucap Caca dan Bagas bersamaan sambil tertawa.


“Habisnya kalian tidak betah berlama-lama dengan kami setelah dewasa.” Jawab Aisyah.


“Tidak seperti itu bunda.” Jawab Caca yang mendekat pada Aisyah dan memeluknya.


Bagas juga datang memeluk sang bunda. Bella, Kenzo, Deni dan Jack yang menyaksikan kehangatan yang di perlihatkan keluarga ini benar-benar takjub. Kenzo dan Bella tiba-tiba berlari ke arah mereka dan memeluknya.


“Bella juga menyayangi nenek dan kakek. Bella akan menjadi seperti bunda saat nanti besar.” Ucap Bella.


Kenzo tidak berkata apa-apa hanya memberikan pelukkan juga.


“Iya karena bunda Caca sangat menyayangi nenek. Dan Bella juga akan selalu menyayangi bunda Caca.” Jawab Bella.


“Hahahha..” mereka tertawa bersama-sama.


“Kau benar-benar beruntung mendapatkan keluarga seperti mereka.” Jawab Deni melihat kehangatan itu.


“Tentu saja.” Jawab Jack yang juga melihat kehangatan itu.


“Cucu nenek dan kakek sangat cerdas dan baik hati.” Jawab Joko yang membuka tangannya meminta pelukkan dari Kenzo dan Bella.


Kenzo dan Bella berlari dari memeluk Aisyah dan Caca menuju pelukkan Joko.


“Ayah ikut saja.” Ucap Bagas.


“Tentu saja kami juga sangat menyayangi kakek.” Jawab Kenzo yang mengeluarkan lidahnya mengejek Bagas.


Mereka lagi-lagi tertawa. Suasa ruang tamu malam itu penuh dengan tawa mereka.


Malam hingga kemalam waktu terus berputar. Dalam kesunyian malam dan bulan purnawa di udara malam pantai itu ada Jack dan Caca yang keluar dari kamar setelah sholat magrib bersama di salah satu masjid yang dekat dengan pantai.


Mereka berdua berjalan hingga ke tepi pantai untuk melihat keindahan laut di malam hari.

__ADS_1


“Jadi beginilah kau tumbuh sejak kecil hingga bertemu denganku?” tanya Jack.


“Aku punya kebiasaan ketika marah akan berlari ke tepi laut dan  mencari bintang laut.”


“Ketika sedih akan bermain air laut hingga aku puas. Dan ketika bahagia aku akan bermain di ayunan di bawah pohon itu.” Jawab Caca yang menunjukkan sebuah ayunan pohon dekat tepi sungai.


“Sudah berapa tahun ayunan itu ada?” tanya Jack.


“Aku lupa sejak kapan, tapi yang aku ingat sudah lima kali tali ayunan itu di ganti karena putus termakan usia.” Jawab Caca tersenyum.


“Angin malam tidak terlalu baik, bagaimana jika kita kembali?” tanya Jack.


“Baiklah. Jack!” panggil Caca yang berjalan dengan tangan yang digandeng oleh Jack.


“Mylotus.” Jawab Jack.


“Entah sebuah takdir atau hanya sebuah kebetulan. Aku berharap tangan hangat ini akan selalu menggenggamku hingga keriput.” Jawab Caca yang tersenyum.


“Tentu saja.” Jawab Jack kemudian meraih genggam tangannya dan menciumnya.


“Sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan.” Ucap Caca.


“Apa itu?” tanya Jack.


“Suara wanita yang telah menculikku saat itu sama seperti suara yang telah memukulmu ketika kecil. Sorotan mata mereka berdua sama, sama-sama seperti iblis dalam kecantikkan.” Ucap Caca.


“Kau masih trauma dengan kejadian itu?” tanya Jack.


“Sebenarnya bukan masalah trauma atau tidak, tapi aku tidak tau mengapa ada perasaan yang aneh ketika pertama kali aku mendengar suara itu kembali dan melihat sorotan mata yang sama ketika itu.” Jawab Caca.


“Tidak perlu khawatir. Aku akan selalu berada di sampingmu dan menjagamu.” Jawab Jack.


“Tapi kau tidak selalu berada denganku 24jam. Boleh kah aku memintamu lebih mengajariku menembak?” tanya Caca secara tiba-tiba.


“Selama ini bukanya sudah aku ajarin cara menembak?” tanya Jack yang selama pernikahan mereka Caca sering di ajarkan bela diri oleh Jack dengan anak-anak.


“Mungkin kali ini bukan hanya menembak untuk bermain. Lebih memfokuskan untuk mengenai target. Aku juga mengetahui bahwa kau selalu membawa pistol hitam itu bahkan saat kau tidur denganku.” Jawab Caca.


“Hahah jadi aku ketahuan. Baiklah aku akan mengajarimu nanti.” Jawab Jack membuat Caca untuk tidak khawatir.


“Aku mengetahui bahwa masih banyak rahasia yang tidak kau beritahukan kepadaku Jack saat pertama kali bertemu. Tapi aku yakin ini semua hanya soal waktu, misteriusnya kehidupanmu akan aku ketahui cepat atau lambat.” Jawab Caca.


“Kenapa Caca semakin curiga padaku?” tanya Jack.


Mereka sampai di rumah langsung tertidur. Dan ke esokkan harinya mereka otw honeymoon ke Seoul Korea Selatan dari tiket hadiah Brian. Kenzo, Bella, Deni dan Bagas juga berangkat menuju mansion di Kanada. Mereka berpisah di bandara itu, Joko dan Aisyah tidak di perbolehkan mereka mengantar. Jadi mereka hanya berpamitan saja dari rumah.

__ADS_1


__ADS_2