I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Penjelasan Max


__ADS_3

Senja mulai menghilang di langit-langit sore hari menuju waktu malam. Keempat pria tampan yang sedang duduk di tepi pasir pantai sedang menikmati keindahan senja. Max, Billy, Akashi dan Richard tetap menikmati suasana sejak matahari terbenam hingga senja menghilang.


“Kau tidak ingin menggoda wanita-wanita itu Billy?” tanya Akashi.


“Hmmm, mungkin kali ini aku lebih menyukai menikmati senja di bandingkan berkenalan dengan mereka.” Jawab Billy yang melirik wajah Akashi sambil tersenyum.


“Hahaha, kesambet apa loe?” ucap Max yang memukul pelan kepala Billy.


“Iya, biasanya langsung mendekati wanita-wanita cantik sebagai koleksinya.” Ucap Richard.


“Ah kalian, playboy salah. Jadi kalem juga salah.” Jawab Billy.


“Hahahhaha,” mereka bertiga mentertawakan tingkah Billy.


“Jangan bilang kau telah jatuh cinta pada seseorang?” tebak Akashi kepada Billy.


Kemudian Billy jadi teringat dengan seroang wanita yang baru-baru ini ia temui. Namun dirinya menolak tebakkan Akashi.


“Hahaha, aku lagi tidak mood saja. Lagian aku mengajak kalian memang benar-benar ingin menikmati kota Jepang.” Jawab Billy.


“Terserahmu saja. Aku ingin menantang kalian untuk berenang hingga pembatas itu.” Ucap Max kepada mereka.


“Ayo!” Jawab Billy dengan semangat.


“Siapa takut.” Jawab Akashi.


“Aku akan menjadi wasit kalian, karena aku tidak bisa ikut.” Jawab Richard.


“Deal.” Jawab mereka bertiga.


“Siapa yang kalah akan mentraktir makan sepuasnya.” Jawab Max.


“Deal.” Jawab Billy dan Akashi.


Max, Billy dan Akashi mengambil posisi ancang-ancang untuk berlari dan menjeburkan dirinya ke air laut. Sementara Richard berdiri membawa aba-aba pertandingan di mulai.


“Satu, Dua, Mulai!” Ucap Richard kepada mereka bertiga.


Dengan cepat mereka bertiga berlari dan menjeburkan dirinya ke air laut dan mulai berenang menuju tanda perbatasan. Finishnya mereka akan kembali memutar menuju tempat start. Dengan seluruh kekuatan dan kemampuan mereka bertiga dengan cepat mereka melewati rintangan.


Max menjadi orang pertama yang memenangkan hal ini. Max berikutnya dan Akashi menjadi orang terakhir yang sampai. Richard mengumumkan siapa yang menjadi pemenangnya. Dan mereka bertiga kembali duduk di pasir pantai dengan mengatur napasnya.

__ADS_1


“Jika saja ada Jack kau pasti akan kalah.” Ucap Billy.


“Hahahaha, tapi sekarang aku menang.” Jawab Max.


“Kalian memang monster,” ucap Akashi yang mengkatai mereka dengan nafas yang terengah-engah.


“Hahahaha,” Max dan Billy tertawa.


“Karena aku kalah, kalian akan aku traktir di restoran pantai ini saja.” Jawab Akashi.


“Ide bagus. Makan makananan seafood dong ya.” Jawab Billy.


“Terserah kalian.” Jawab Akashi.


“Bangkitlah.” Jawab Richard kepada Akashi yang memberikan uluran tangannya.


“Terimkasih. Ayo kita pergi.” Akashi menerima uluran tangan Richard kemudian berjalan menuju restoran pantai.


Akashi memerintahakan orang-orangnya untuk menyiapkan makanan yang enak untuk teman-temannya. Namun sebelum itu mereka membersihkan diri di kamar pribadi Akashi yang terdapat di restoran itu.


Mereka berempat berjalan menuju meja makan di restoran yang telah di sediakan oleh anggota Akashi. Lagi-lagi mereka menjadi sorotan mata orang-orang yang melihat mereka. Namun dengan santainya mereka menikmati makanan yang sudah di sediakan tanpa menghiraukan semua tatapan yang menuju ke arah mereka.


“Jadi teringat oleh Shinta.” Ucap Billy.


“Anak bibi Selly dan paman Son. Dia seorang koki yang sangat handal. Semua masakkannya itu selalu enak.” Jawab Max.


“Benarkah?” tanya Akashi.


“Tentu, tapi dia sudah menjadi milik orang lain. Jadi jangan macam-macam ingin memilikiny.” Jawab Billy yang sedang menyantap kepiting.


“Aku kira belum.” Jawab Akashi.


“Dia sudah seerti adik kami sendiri.” Jawab Max.


“Kami tumbuh besama-sama walaupun kami jarang bertemu saat dewasa.” Jawab Billy.


“Oh.” Jawab Richard.


Mereka banyak bercerita hal-hal yang tidak penting saat menyantap beberapa seafood yang sudah di sediakan di meja makan. Setelah selesai mereka kembali lagi menikmati makanan penutup. Kemudian, mereka pergi meninggalkan restoran itu menuju mobil.


“Kita akan ke mana lagi?” tanya Richard.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita ke bar?” tanya Akashi.


“Jangan. Kita akan ke apartemen ku. Ada sesuatu yang ingin aku jelaskan kepada kalian semua.” Ucap Max.


“Apa itu?” tanya Billy yang penasaran.


 “Kau akan mengetahuinya setelah sampai.” Jawab Max.


Mereka menjadi diam mematung di dalam mobil itu hingga sampai di apartemen. Semua isi hati dalam pemikiran mereka sedang bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Max tadinya. Setelah sampai di apartemen dan masuk ke apartemen Max, Max pergi mengambi sebuah tas yang berisi beberapa dokumen dan satu unit laptop.


Mereka berempat duduk di ruang tamu apartemen Max. Max memberikan beberapa lembar dan menghidupkan laptopnya.


“Kalian harus lihat ini,” ucap Max.


“Apa maksud ya ini Max?” tanya Billy.


“Selama ini kita terus mencari symbol kalajengking itu namun selalu terputus dalam pencarian. Mendapatkan jalan buntuh. Namun sebenarnya bukan jalan buntuh tapi sebuah petunjuk-petunjuk baru.” Jawab Max.


“Ini kan gambar tato yang pernah aku katakana oleh mu Max.” Ucap Richard yang sudah terbiasa memanggil mereka sebaya.


“Anak buahku juga belum menemukan apapun tentang lambang itu.” Jawab Akashi.


“Jadi maksudmu apa Max?” tanya Billy yang masih belum mengerti.


“Pertama, kita mengetahui lambang ini karena kematian Jhon. Di perkirakan bahwa Jhon dan istrinya meninggal bukan karena sebuah kebakaran melainkan sebuah kecelakaan di sengaja.”


“Kedua, sebenarnya aku mendapatkan sebuah informasi tentang kemantian daddy James yang tidak biasa. Aku mendapatkan sebuah keterangan bahwa daddy James melaksanakan perintah ke dasar laut bukan karena tugas negara namun ada sebuah email yang masuk ke dalam emalinya dan lambang itu ada di email itu. Dan semua ini aku rahasiakan pada kalian bahkan dengan Jack.”


“Ketiga, aku juga melihat salah satu lambang kalajengking itu ada pada tubuh seorang yang menculik Caca saat itu.”


“Keempat, aku mendapatkan sebuah informasi lagi dari Richard bahwa orang yang menyerangnya adalah orang-orang yang memiliki tato kalajengking itu.”


“Kelima, aku mendapatkan ini lagi saat aku membunuh geng Black Blue Kevin.” Max memberikan beberapa lembar dokumen yang ada lambang itu kepada Billy, Akashi dan Richard.


“Jika aku simpulkan semua kejadian ini ada kaitannya dengan symbol kalajengking itu. Dan seharusnya kita memulai itu semua dari seseorang yang masih hidup dan memiliki kaitannya dengan symbol itu.” Jawab Max.


“Aku juga menemukan pentuju tentang symbol itu saat aku membunuh Hanz di italia.” Jawab Billy.


“Jadi tempat pembuatan tato yang ada di negara ini?” tanya Max.


“Iya,” jawab Billy.

__ADS_1


“Beberapa hari ini aku sudah mengumpulkan semua informasi mengenai atasanku dan tentang tempat itu. Mereka akan ke tempat tato pembuatan itu saat hari kamis pukul 10 malam. Dan tempat itu dari luar hanyalah sebuah tempat tato biasa. Namun orangku mengatakan bahwa ada sebuah pintu rahasia dari tempat itu.” Ucap Max.


“Dan satu hal lagi, kau ingat dengan wanita yang mencintai Jhon? Kemungkinan besar dia ada kaitannya dengan semua ini. Jadi lebih baik kita memulai pencarian ini dari tempat ini dan mencari wanita itu.” Jawab Max lagi.


__ADS_2