
Saat perampok itu akan meninggalkan tempat Jack kembali memanggil dirinya.
“Tunggu! Jika kau mau berterimakasih maka berterimakasihlah kepada istriku. Dan untuk cara mu membayar ku cukup kau bekerja di toko ini selama kau bisa. Untuk membantu nenek dan kakek ini menjaga toko ini dari pencuri.” Ucap Jack.
“Saya akan lakukan itu untuk menebus kesalahan saya kepada mereka dan ucapan terimakasih anda dan istri anda yang telah menolong saya.” Jawab perampok itu.
“Baguslah jika seperti itu, ingat jangan mencuri lagi dan segeralah datang ke rumah sakit itu.” ucap Jack.
“Terimkasih tuan, tuan dan nona seperti malaikat berwujud manusia. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih.” Ucapnya.
“Iya.” Jawab Jack.
Caca, nenek dan kakek terbengong melihat tindakan Jack.
“Sebenarnya siapa yang kau telepon?” tanya Caca.
“Tuan, mengapa menyuruhya bekerja di sini tampa di bayar?” tanya nenek itu.
“Tidak apa-apa nenek, jika ada kejadian seperti ini lagi akan ada dia sebagai pelindung kalian. Apalagi daerah sini rawan kejahatan karena saat malam tiba sepi.” Jawab Jack.
“Terimakasih atas pertolongan kalian. Dan terimakasih atas tindakan nona dan tuan. Kalian adalah pasangan yang serasi, sama-sama memiliki hati yang baik.” Ucap nenek.
“Semoga kalian langgeng hingga akhir hayat seperti kami berdua.” Ucap sang Kakek.
“Aamiin,” jawab Jack.
“Terimkasih nek, kek.” Jawab Caca.
“Baiklah kami pamit pergi karena waktu akan segera magrib.” Ucap Jack yang saat itu setengah jam lagi akan memasuki waktu magrib.
“Tunggu dulu, ini es cream buat anak kalian yang tadi pesan.” Jawab sang kakek.
“O iya saya hampir lupa. Berapa kek?” tanya Caca.
“Tidak perlu nak, apa yang di katakana oleh perampok tadi benar. Kalian seperti malaikat berwujud manusia yang di kirimkan tuhan untuk menolong kami.” Ucap sang kakek.
“Tapi kek,” ucap Caca.
“Anggap saja ini ucapan terimakasih kami kepada kalian. Khususnya untuk mu yang sudah berani melawan perampok itu sendirian dan membuat baju mu robek.” Ucap sang nenek.
“Hehehe, terimakasih nenek. Aku terima es cream ini.” Ucap Caca sambil tersenyum dan mengambil es cream itu.
Jack dan Caca berjalan keluar dari toko es cream membawa dua mangkuk es cream. Mereka masuk ke dalam mobil dan memberikan es cream itu.
“Bunda tidak apa-apa?” tanya Bella.
“Tidak apa-apa sayang.” Jawab Caca.
“Kenapa baju bunda sampai robek seperti ini?” tanya Kenzo.
“Tidak apa-apa sayang, bunda baik-baik saja seperti apa yang kalian lihat.” Ucap Caca.
__ADS_1
“Aku yakin bunda bisa menyelesaikan perampok cecunguk itu. saat menolongku ketika penculikan itu saja bunda bisa mengalahkan mereka apalagi hanya satu orang perampok.” Ucap Kenzo.
“Benarkah kak?” tanya Bella.
Jack hanya memperhatikan mereka dan diam saja. Sementara Caca memberikan kedua es cream yang ada di tangannya kepada Kenzo dan Bella.
“Sudah-sudah. Sekarang makan es cream ini sebelum cair.” Ucap Caca.
Kenzo dan Bella menikmati es cream itu dan meminta Caca menceritakan detail ceritanya kepada mereka setelah sampai ke mansion. Sementara Jack masih mendiamkan Caca tampa bertanya apapun di dalam mobil.
Setengah jam berlalu mereka sampai di mansion. Jack langsung keluar dari mobil dan memerintahkan mereka segera turun.
“Cepat kekamar untuk sholat berjamaah. “ ucap Jack pada mereka semua.
Caca, Kenzo dan Bella melaksanakan perintah Jack. Setelah selesai mereka sholat magrib berjamaah, Jack memerintah Kenzo dan Bella segera bersih-bersih diri lalu makan malam bersama. Mereka makan bersama di ruang makan lantai atas bukan utama. Setelah selesai makan Caca membayar janjinya untuk menceritakan kejadian yang terjadi sebenarnya.
“Bunda ceritakan kejadian tadi?” tanya Bella yang penasaran.
“Saat Bella berlari meninggalkan kasir tadi, bunda langsung memukul tangan perampok itu sehingga belatinya terjatuh. Setelah itu bunda memberikan beberapa tonjokan di wajahnya dan tendangan di beberapa badan dan kakinya. Tentu untuk melakukan itu bunda harus mengkoyak baju bunda.” Jawab
Caca.
“Jadi bunda dengan cepat membereskan orang itu?” tanya Bella.
“Iya,” jawab Caca.
“Bunda memang hebat. Bunda mengobarkan baju di robek agar terbebas bergerak.” Jawab Kenzo.
“Iya sayang. Baiklah ini sudah malam kalian istirahatlah.” Ucap Caca.
Mereka masing-masing pergi ke kamar namun Jack masih diam dan tidak banyak berbicara kepada Caca seperti biasanya.
“Kau kenapa dari tadi tidak mengatakan apapun kepadaku?” tanya Caca saat mereka sedang berdua di dalam kamar.
“Mengapa kau berani sekali melawan dia?” tanya Jack.
“Karena aku tau aku mampu.” Jawab Caca.
“Jika kau tidak bisa bagaimana?” tanya Jack lagi.
“Buktinya aku bisa.” Ucap Caca.
“Kau itu wanita tidak seharusnya melawan seorang pria. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa. Kau harus paham itu ca?” tanya Jack dengan nada bicara keras dan cepat.
“Baiklah aku minta maaf. Jangan marah-marah dan merajuk lagu kepadaku. Aku salah.” Jawab Caca.
“Lihatlah kau merobek bajumu untuk melawan dia dengan membawa senjata tajam. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu.” Ucap Jack kemudian memeluk Caca.
“Maaf,” jawab Caca lalu memeluk kembali.
“Jangan ulangi lagi. Biarkan aku yang Akan melindungimu” Jawab Jack.
__ADS_1
“Tapi kau tidak akan selalu ada. Aku harus
memperkuat diriku untuk melindungi diriku sendiri Jack.” Jawab Caca.
“Baiklah, biar aku yang akan mengajarimu semuanya untuk bisa melindungi diri.” Jawab Jack.
“Benarkah?” tanya Caca.
“Iya. Ya sudah sekarang tidurlah, kau juga harus istrihat. Terimakasih untuk hari ini.” Ucap Jack.
****Rumah Sakit S****
“Ada apa ini?” tanya seorang dokter melihat kesibukan orang-orang penting datang untuk mengoperasi seorang wanita hamil.
“Tidak tahu apa hubungan dia dengan petinggi misterius rumah sakit ini. Mereka hanya menjalakan perintahnya saja.” Jawab seorang suster yang membawa baskom air untuk masuk kedalam ruang operasi.
Kemudian pria perampok tadi datang melihat keadaan istrinya yang sedang berada di dalam ruang operasi.
“Bagaimana keadaan istri saya dok?” tanyanya.
“Bapak di luar saja, biarkan kami menanganinya.” Ucap dokter.
Lalu segerombolan dokter dan suster datang mempertanyakan kepada perampok itu.
“Kau siapanya tuan besar?” tanya seorang dokter yang kepo tadi.
“Maksudnya?” tanya perampok.
“Mengapa tuan besar sampai menelpon rumah sakit untuk menangani operasi istri anda?”
“Apakah tuan besar yang di maksud mereka adalah tuan dan nyoya itu?” tanya dia dalam hati.
“Siapa yang kau maksud dengan tuan besar?”
“Orang yang memiliki rumah sakit ini.”
“Maksudmu tuan Jack.”
“Iya. Kau bertemu dengannya?” tanya mereka.
“Tentu. Tapi saya hanya kenalannya saja.”
“Benarkah? Orang seperti apa dia? Dan di mana kau bertemu dengannya?” tanya mereka semua satu persatu.
“Mengapa mereka semua bertanya hal seperti itu?” tanyanya dalam hati.
“Saya hanya bertemu dengan tuan Jack dan istrinya nyoya Caca di toko es cream.”
“Apa? Istri? Di toko es cream?” Mereka semua semakin terkejut.
“Tuan silahkan masuk anak anda perempuan.” Jawab suster yang membuka pintu dan memanggil perampok itu.
__ADS_1
“Sesuai dengan janjiku namamu adalah Caca agar dirimu tumbuh seperti nyoya Caca yang memiliki hati yang baik dan kuat. Dia adalah malaikat berwujud manusia untuk kita.” Ucap perampok saat menggendong anaknya.
Semua suster dan dokter yang hadir melihat pernyataan orang tersebut heran dan memperlakukan dia menjadi baik.