
đź“–đź“–đź“–***Happy reading guys!!!
❤️❤️❤️Jangan lupa Like dan Komennya***.
“Apa yang sedang kau lakukan Jack?” tanya Jimmy yang memukul punggung Jack.
“Kau sudah gagal menjaganya! Jadi mulai saat ini biarkan aku yang menjaganya!” ucap Jacob.
“Aku bilang diam-diam!” Ucap Jack lagi sambil memegang kepalanya.
“Jangan melawan!” ucap Jacob.
“Diam. Tidak akan aku biarkan kau mucul brengsek!” ucap Jack dengan membentak lagi.
“Jimmy kemarilah, jangan mendekatinya.” Ucap Max saat melihat Jimmy ingin mendatangi Jack yang sedang beradu dengan Jacob.
“Ada apa?” tanya Jimmy.
“Dia sedang melawan Jacob untuk mengambil ahli tubuhnya.” Ucap Max.
“Jacob?” tanya Jimmy.
“Iya, kau lihat mayat yang ada di sampingnya. Tidak mungkin Jack sesadis itu dalam membunuh, semua itu pasti ulah Jacob.” Ucap Max.
“Apakah tidak apa-apa jika kita membiarkannya?” tanya Jimmy.
“Percayalah padanya Jim, saat ini tidak ada yang bisa membantunya. Hanya Jack sendiri yang bisa mengatasinya. Lebih baik sekarang fikirkan bagaimana kita mengobati Caca terlebih dahulu.” Ucap Max.
“Jadi apa yang bisa aku bantu?” tanya Jimmy.
“Segera jemput adiknya Caca dan bawa kotak P3K aku yang ku tinggal di sana. Kita harus memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu pada luka-luka goresan pada Caca.” Ucap Max.
“Baiklah aku mengerti,” jawab Jimmy.
Jimmy pergi meninggalkan mereka di ruang bawah tanah untuk mengambil kotak P3K dan membawa Bagas bersamanya. Sedangkan Jack masih melawan Jacob.
“Kau sudah berjanji padaku tidak akan mencampuri urusanku tapi kenapa kau mau muncul dan berkata seperti itu?” tanya Jack dalam fikirannya dengan Jacob.
“Sudah aku katakana kau gagal melindunginya.” Jawab Jacob.
“Maksudmu Caca? Apa hubungannya Caca dengan dirimu?” tanya Jack.
“Kau seharusnya ingat tentang kejadian seperti ini, ini sudah kedua kalinya kau gagal melindunginya.” Jawab Jacob.
“Apa maksudmu?” tanya Jack.
__ADS_1
“Sudahlah suatu saat kau akan mengingatnya dan sekarang biarkan aku yang akan menjaganya.” Ucap Jacob.
“Tidak akan ku biarkan kau bersama dengan orang yang aku cintai.” Ucap Jack.
“Bukan kau saja yang mencintainya brengsek! Dia adalah wanitaku dan akan tetap menjadi wanitaku.” Jawab Jacob.
“Sejak kapan dia adalah wanitamu?” tanya Jack.
“Sejak pertama aku melihatnya sebelum kau
melihatnya.” Jawab Jacob.
“Kapan dan dimana?” tanya Jack.
“Kau akan mengetahuinya ketika kau mengingatnya. Jadi serahkan saja saat ini padaku.” Ucap Jacob.
“Tidak1” ucap Jack.
“Berhentilah memberontak karena pada akhirnya kau yang akan kalah.” Ucap Jacob.
“Tidak! Sekali aku bilang tidak maka tidak!” ucap Jack.
“Seharusnya kau sadar jika selama ini aku selalu mengalah padamu jadi biarkan kali ini aku yang mengatasinya.” Jawab Jacob.
“Maka dari itu kau serahkan situasi saat ini untukku karena kau gagal melindunginya.” Ucap Jacob.
“Tunggu! Jangan-jangan yang kau maksud mylotus adalah Caca? Bagaimana bisa?” tanya Jack.
“Tidak ada yang perlu aku jelaskan, sekarang serahkan semuanya pada ku mulai sekarang.” Ucap Jacob.
Jimmy datang bersama Bagas.
“Kakak! Apa yang sudah terjadi?” tanya Bagas melihat kondisi Caca.
“Jangan berisik dulu aku harus mengobatinya dengan antibiotic pada luka-luka kecilnya. Setelah itu kita harus segera membawanya ke mansion.” Ucap Max.
Semua orang terdiam saat Max menjelaskan apa yang ingin dia lakukan. Dan saat itu Bagas heran dengan tingkah laku Jack yang menjambak-jambak rambutnya sendiri dan berbicara sendiri. Dan yang lebih terkejut adalah melihat mayat yang ada di samping Jack.
“Kenapa ada mayat yang mengerikan seperti itu?” tanya Bagas.
Kondisi mayat itu kepalanya bolong akibat tembakan, jari-jari tangannya putus berceceran di lantai, isi perutnya semua keluar berserakan. Sebuah kondisi yang sangat sadis terlihat pada mayat lelaki itu.
“Nanti aku akan menjelaskannya padamu, sekarang lebih baik tenang dan bantu Max mencari air bersih.” Ucap Jimmy.
“Baik,” ucap Bagas yang kemudian mencari air bersih untuk membersihkan luka Caca.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Max mengobati luka Caca, disaat itu perlawanan amarah Jack dan Jacob berhenti menjadi tenang.
“Aku sudah selesai,” ucap Max.
“Singkirkan tangan mu darinya!” ucap Jacob melihat Max menyentuh luka Caca yang sudah mau selesai.
Kemudian menggendong Caca untuk keluar dari ruang bawah tanah. Membuat semua orang heran dengan tingkah Jack namun tidak dengan Max. karena Max sudah mengetahui bahwa saat ini Jacob muncul.
“Mulai saat ini aku yang akan melindungimu,” ucap Jacob sambil mengangkat tubuh Caca.
“Jangan heran karena saat ini bukan Jack yang kalian lihat dia adalah Jacob. Jadi ayo ikutin dia saja.” Ucap Max.
“…” Jimmy dan Bagas mengerti apa yang di maksud dengan Max.
Mereka hanya saling menatap dan mengaggukkan kepalanya.
Saat mereka keluar dari rumah itu, Jacob tiba-tiba mengatakan perintah pada Max dan Jimmy.
“Bakar rumah ini hingga menjadi abu.” Ucap Jacob.
“Baik,” jawab Max da Jimmy.
Max dan Jimmy mengambil obor dan minyak tanah yang sudah ada di rumah itu. Kemudian mereka menyiram minyak tanah tersebut dan melemparkan obor-obor itu ke rumah tersebut. Api dengan cepat menyebar keseluruh rumah dan membuat si jago merah menyala dengan terang.
Jacob dengan gagah perkasanya menggendong Caca hingga keluar dalam hutan. Saat itu Billy menjemput mereka menggunakan mobil setelah Billy mendapatkan informasi dari Bagas.
“Bagaimana kondisi Caca Jack?” tanya Billy yang sudah menunggu di jalan depan hutan.
“Segera kemansion sekarang juga!” ucap Jacob.
“Masuklah!” jawab Billy.
“Pergilah terlebih dahulu biar aku mengikutin dari belakang. Bagas kau masuk naik mobil Billy.” Ucap Jimmy.
“Baik.” Jawab Bagas.
Billy melihat kondisi Caca dan Jack dari kaca depan mobil. Terlihat jelas bahwa Caca sedang tidak baik-baik saja dan wajah Jack yang sangat emosional dan kacau sekali. Keadaan semuannya menjadi hening selama perjalanan dari hutan hingga ke mansion.
Sedangkan Max dan Jimmy yang mengendarai sepeda motor dengan cepat menyusul mereka. Begitu pula dengan Tiger,White dan Black.
Setelah kepergian mereka dari tengah hutan, rumah yang di bakar mereka sudah semakin membesar dan semakin melahap seluruh rumah yang terbuat dari kayu itu.
Billy merasakan ada hal yang aneh pada diri Jack, dan Bagas yang masih memikirkan banyak hal yang tidak bisa ia mengerti. Max yang memikirkan bahwa Jacob telah kembali dan apakah hal ini pertanda baik atau buruk karena saat ini di dalam mansion banyak keluarga Caca dan keluarga Jack yang hadir.
Max memikirkan hal-hal buruk saja terhadap kemunculan Jacob. Dan Jimmy berfikir tentang bagaimana kondisi adik angkatnya itu dan bagaimana mungkin Jack bisa kalah pada Jacob, dan sepertinya hal ini tidak akan pernah baik.
__ADS_1