
Terimakasih atas segala doa readers buat author kemarin. semoga doa-doa baik juga menghampiri readers.
Ditunggu upnya, Author pelan-pelan menghalunya hehehhe
Ruang kerja Billy yang berada di rumah Lauren dan Andrew terdapat satu set komputer canggih sebagai alat bantu pekerjaannya. Richard yang berada didalam sedang memantau kegiatan Jenni yang masih berada didalam kamar hotelnya. Richard menggunakan laptop yang sudah diberikan oleh Billy kepadannya.
Duduk dengan tenang dan mengatur strategi dengan baik dalam merencanakan bagaimana untuk membalaskan dendam kepada Henry. Tiba-tiba Billy masuk kedalam ruangan tanpa ketukkan pintu.
"Kau membuatku kaget?" ucap Richard yang menyadari bahwa Billy sudah berdiri di belakang kursinya.
"Bagaimana hasil pengintaianmu?" tanya Billy kepada Richard sambil menepuk pundak kanan Richard.
"Berjalan dengan baik. Belum ada tanda-tanda mencurigakan. Dia masih saja terbaring di atas ranjang." Jawab Richard yang masih mencoret-coret kertas di mejanya.
"Hahaha, bagaimana? Apakah asyik?" tanya Billy.
"Membosankan bahkan jika harus melihat hal seperti ini." Jawab Richard yang tidak tergoda sama sekali dengan kecantikan Jenni.
"Hahahah. Baiklah, aku tinggal. Sepertinya Ibu dan Lauren sudah pergi." Ucap Billy yang tidak di mengerti oleh Richard.
Billy berjalan keluar ruangan menuju tempat tidurnya, sebenarnya Billy sangat mengantuk karena belum ada tidur sama sekali. Sejak malam tadi, dia sedang mengerjakan beberapa urusan yang ditinggalkan di Italia. Dia mendapatkan beberapa pesan dari Robert pada usaha mereka dan Dragon Black. Urusan itu harus segera di selesaikan.
Awalnya, Billy ingin membatalkan diri untuk menemui Lauren karen sudah terlalu mengantuk. Namun, tidak mengetahui apa sebabnya dirinya tanpa sadar menjemput Lauren saat pagi hari. Dan secara tidak sengaja dia mengingat tentang permintaan Lauren untuk berbelanja baju untuk merayakan hari pernikahannya dengan Andrew dua minggu lagi.
Secara tidak sengaja, pemikiran ide untuk menghindari Lauren namun tidak harus mengecewakannya. Billy berinisiatif untuk membuat Lauren pergi dengan Katie berbelanja di mall. Melihat Katie yang ingin membeli beberapa baju dan Lauren yang ingin membeli beberapa barang sebagai oleh-oleh dari perjalannya. Mungkin itu adalah ide yang bagus. Dan idenya tersebut berjalan dengan lancar sehingga dirinya bisa mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Lauren dan Katie duduk kursi belakang mobil supir mereka. Lauren benar-benar kikuk pada situasi saat ini. Membuat dirinya takut bertindak dan berbicara apapun dengan mengambil kesimpulan lebih baik diam daripada mengacaukan semuannya. Katie yang mengetahui Lauren kikuk terhadapnya, Katie mencoba mencairkan suasana didalam mobil.
"Lauren!" panggil Katie.
"Iya bu." Jawab Lauren.
"Bagaimana kau bisa mengenal anak ibu yang paling berandalan itu?" tanya Katie.
"Sudah lama bu, mungkin sekitar beberapa tahun yang lalu saat aku masih berumur belasan. Saat itu aku benar-benar terpukul karena kehilangan kedua orangtuaku dalam sebuah kecelakaan mobil. Aku berusaha untuk mengakhiri hidupku. Tapi Billy menyelamatkanku." Jawab Lauren.
"Benarkah seperti itu kalian bertemu?" tanya Katie yang tidak percaya dengan kejadian yang sudah di alami oleh Lauren selama ini.
"Setelah kejadian itu kami tidak pernah bertemu lagi. Dia memberikan hidup yang baru untukku bisa menghadapi semuanya. Tanpa bisa mengucapkan terimakasih dengan baik, dia sudah meninggalkan aku di rumahsakit waktu itu." Jawab Lauren.
"Jadi kalian bertemu lagi setelah sekian lama itu?" tanya Katie.
"Wah, pertemuan yang tidak pernah di duga-guda. Begitulah takdir berjalan dengan semestinya tanpa diketahui bagaimana hasilnya." Jawab Katie.
"Heheh. Terimakasih sudah tidak membuatku kikuk padamu bu. Tanpa di sadari aku sudah terlalu banyak bicara." Ucap Lauren yang baru menyadari bahwa dirinya sudah terlalu banyak berbicara mengenai dirinya dan Billy.
"Tidak apa-apa. Aku malah senang dengan kau yang perlahan terbiasa denganku. Aku mengetahui bahwa ini adalah ide yang sudah di buat oleh Billy untuk kita berdua karena dia paling malas untuk menemani seorang wanita berbelanja walaupun dia itu suka belanja dimana saja." Jawab Katie.
"Hehehe." Lauren yang tertawa mendengar pernyatan itu.
"Kau harus mengetahui bahwa kaulah wanita pertama yang diajak dirinya untuk bertemu denganku. Walaupun aku mengetahui bahwa dia sering kencang dengan banyak wanita. Namun semua hanyalah sebagai pelampiasan kesunyian dan kasihsayang yang tidak dia dapatkan." Jawab Katie.
__ADS_1
"Mengapa begitu?" tanya Lauren yang penasaran tapi merasa sangat bangga karena menurut dirinya bahwa ia sangat spesial bisa di pertemukan dengan keluarga Billy.
"Apa saja yang sudah kau ketahui tentang Billy?" tanya Katie membalikkan pertanyaan.
"Aku hanya mengetahui tentang identitasnya di dunia bahwa dan juga statusnya yang dikenal publik." Jawab Laueren.
"Oh jadi kau sudah mengetahui siapa dia? Seperti yang kau ketahui itu, mereka semua hanyalah anak-anak angkatku. Aku bertemu dengan mereka ketika mereka berumur sepuluh tahun kebawah. Saat itu sahabat Andrew yang memungut mereka semua dari berbagai tempat. Karena kematian James ayah Jack, kami mengurus mereka. Tapi sebenarnya, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di barak. Billy sudah berada di keluarga Sandreas saat ia masih balita." Jawab Lauren yang menceritakan dengan singkat kisah Billy.
"Tapi yang aku lihat dia sangat dekat denganmu?" tanya Lauren.
"Mereka semua sangat baik terhadapku, namun kasih sayang yang aku berikan kepada mereka tidak akan pernah menggantikan kasih sayang yang telah hilang lamanya dari mereka." Jawab Katie.
"Tapi kau sangat menyayangi mereka semua seperti anak kandungmu sendiri. Aku melihatnya dir matamu ibu." Jawab Lauren.
"Seperti itulah, mereka tumbuh dan berkembang untuk berjuang pada kehidupan. Kesendirian dankesepian sudah menjadi teman mereka sejak lama.Tapi persaudaraan yang diberikan oleh Jack dan yang lainnya membuat dirinya memiliki tujuan hidup untuk melindungi orang-orang yang menyayanginya." Jawab Katie.
"Aku mulai mengerti dengan sifat dinginnya itu. Sebenarnya dia adalah laki-laki yang hangat." Jawab Lauren yang memuji Billy.
"Benarkah? Dia itu orang yang paling ramah di antara semuanya tapi seseorang yang paling egois dan pemarah dari semuanya." tanya Katie.
"Hahahhaa, kau benar bu. Dia memang orang yang seperti itu." Jawab Lauren tertawa.
"Jangan terlalu sungkan padaku. Katakan saja padaku jika kau disakiti olehnya, karena aku menyukaimu sebagai calon menantuku." Jawab Katie.
"Hahaha. Kami belum ketahap itu ibu." Jawab Lauren.
__ADS_1
"Tapi aku berdoa kalian akan segera menjadi seperti yang aku bayangkan." Jawab Katie tertawa.
Mereka menghabiskan waktu menuju mall untuk berbelanja dengan terus mengobrol didalam mobil itu. Banyak hal yang di bicarakan sehingga membuat Lauren sudah tidak lagi kikuk di hadapan Katie. Dia lebih menjadi dirinya sendiri tidak seperti saat pertama kali bertemu dengan Katie.~~~~