I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Menyelamatkan Caca


__ADS_3

Happy reading guys!!!


Jangan lupa Like dan Komennya.


“Jack kau lihat sepertinya mereka menyalakan obor karena untuk menakuti ular-ular berbisa yang ingin mengigit mereka.


“Kau benar,” ucap Jack.


“Jadi bagaimana rencananya apakah kita bertiga langsung menyerang?” tanya Max.


Tiba-tiba White datang.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Jack yang melihat keadaan White terluka bekas goresan pisau.


“Max obati lukannya, kau membawa kotak P3K ?” tanya Jack.


“Tentu.”


Max yang mengobati luka ular White sambil


mendengarkan rencana yang akan di susun oleh Jack.


“Jadi ular-ular berbisa itu adalah teman-teman mu? Kau meminta bala bantuan untuk menyelamatkan Caca?” tanya Jack yang menebaknya pada White.


“Baiklah jika seperti itu. Max kau tembak mereka dengan kemampuanmu lewat jarak jauh, lindungi aku dan Jimmy yang akan masuk ke rumah itu. Jimmy kau urus yang ada di belakang rumah itu biarkan aku masuk ke rumah itu terlebih dahulu.” Ucap Jack.


“Oke,” jawab Jimmy dan Max.


“Tunggu dulu, kita buat mereka lengah terlebih dahulu. White berikan sinyal untuk teman-teman ular mu mundur.” Ucap Jack.


White melaksanakan perintah Jack dan para ular mundur. Melihat situasi tersebut semua pengawal itu terlihat bahagia.


“Bos! Ular-ular itu pergi.” Ucap pengawal.


“Kau lihat rencanaku berhasil mengusir ular-ular itu menggunakan api?” ucap salah seorang.


“Kau benar-benar hebat bos,” ucap salah seorang pengawal lainnya.


“Saatnya di mulai!” Ucap Jack.


Kemudian Max langsung menembak beberapa pengawal yang sudah ia bidik dengan pistol yang mengeluarkan suara tembakan sangat halus sehingga tidak terdengar dengan orang lain.


“Dor..Dor..Dor…Dor…Dor…” suara tembakan yang tidak terlalu kuat.


Max sudah membidik lima orang pengawal yang menjaga di depan pintu rumah. Jack dan Jimmy segera masuk dan melaksanakan rencana selanjutnya.


“Jimmy segera mungkin untuk bereskan mereka dan kemudian susul aku.” Ucap Jack.


“Oke,” jawab Jimmy.

__ADS_1


Jimmy bergegas untuk sembunyi-sembunyi membunuh pengawal yang berada di luar, sedangkan Max yang sudah menyelesaikan tugasnya bergegas melihat kondisi untuk memberikan bantuan kepada Jack.


“Bagas kau tetap disini untuk menjaga keadaan di luar, jika ada yang tidak beres segara telepon aku atau Billy untuk meminta bantuan. Sepertinya kau juga harus masuk.” Ucap Max.


“Oke aku mengerti, berhati-hatilah.” Ucap Bagas.


Max langsung pergi untuk bergegas pergi menuju dalam rumah.


“Seram juga bersama dengan 3 ekor binatang ini,” ucap Bagas dalam hati.


Jack yang tidak ingin mengeluarkan suara berisik, ia tidak menggunakan pistolnya untuk membunuh para musuh. Jack menggunakan kekuatan fisik bela dirinya untuk membunuh mereka. Sekitar ada 5 orang yang berbadan besar berada di dalam ruang rumah itu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Jack sudah mengalahan 4 orang musuh dan membunuhnya menggunakan pisau kecil yang ia gunakan. Sedangkan satu orang lagi di sisakannya untuk mencari informasi.


“Dimana kalian menyembunyikannya?” tanya Jack.


“Apa yang anda maksud tuan? Saya tidak mengetahui apa-apa jangan bunuh saya.” Ucapnya.


“Aku tanya sekali lagi jika kau tidak menjawabnnya kau tau akibatnya. Di mana kalian menyembunyikannya?” tanya Jack.


“Waniiita itu sedang berada di dalam ruang bawah tanah dan akan di perkosa oleh bos kami.” Jawabnya.


“Apa kau bilang?” tanya Jack.


“Cepatlah kau tidak akan ada waktu lagi jika mau membunuhku.” Ucapnya.


“Di mana ruang bawah tanah itu?” tanya Jack.


“Di sana di bawah papan yang ditutupin kain itu.” Jawabnnya.


“Aku serahkan dia pada mu.” Ucap Jack.


“Oke,” jawab Max.


Jack bergegas untuk masuk ke ruang bawah tanah yang tidak terlalu terang karena hanya ada satu bola lampu yang cahayanya tidak terang. Dan hanya satu orang yang berbadan besar yang sedang ingin melakukan hal yang tidak senonoh.


Saat itu, lelaki tersebut sudah merobek gaun Caca menjadi seperti pakaian minim dan sudah membuka kerudung Caca. Caca saat itu menangis dan memberontak untuk melawannya. Caca yang kedua tangannya di ikat masing-masing satu tali di tangannya dan di berdirikan di sebuah dua tiang yang mengikat tangan dan kakinya.


“Brengsek! Dor…” tembak Jack tepat di tangannya yang menyentuh Caca.


“Siapa kau berani ikut campur kesenangan ku?” tanyanya.


“Dor..” tepat di jantungnya.


“Aku tidak izinkan kau membunuhnya dengan mudah Jack,” Jacob yang memberontak untuk mnguasai tubuh Jack.


Jacob muncul lalu mengambil pisau yang ada di tangannya kemudian mendatangi musuh itu.


“Apa yang sudah kau lakukan pada mylotus keparat?” ucap Jacob menusuk perut musuh yang masih melawan walaupun sudah di tembak di dada kirinya.

__ADS_1


“O ternyata jantungmu sama seperti ku? Baguslah aku akan puas menyiksamu terlebih dahulu sebelum kau meninggalkan dunia ini.” Ucap Jacob kemudian menusuknya di dada sebelah kanan.


“Jack berhenti, hiks hiks. Jack aku takut.” Ucap Caca untuk memberhentikan Jacob.


“Apa yang sudah dia lakukan padamu?” tanya Jacob.


“Dia hampir memperkosa ku Jack, dia sudah merobek bajuku dan membuka kerudungku Jack.” Jawab Caca sambil menangis.


“Oh jadi tangan ini sudah hampir saja menyentuhmu?” tanya Jacob.


Jacob mencabut pisau itu dari dadanya, musuh itu kesakitan memegang luka yang baru saja di lakukan Jacob. Lalu Jacob memegang tangannya dan memutuskan satu persatu jari tangannya.


“Tangan ini sudah menyentuh wanitaku maka rasakan akibatnya.” Ucap Jacob.


“Jack berhenti!!!” teriak Caca yang melihat hal yang mengerikan di depan matanya.


“Tunggu sebentar,” ucap Jacob yang sudah terlalu emosi.


Semua jari tangan musuh itu putus di tusuk Jacob. Jacob mengeluarkan pistolnya.


“Jacob berhenti, Caca lebih penting dari pada dia. Biarkan aku keluar!” ucap Jack untuk mengambil ahli tubuhnya lagi.


“Dor…” satu tembakan di kepala musuh yang di lakukan oleh Jacob.


Dan setelah tembakan itu, Jacob kembali tertidur dan ahli tubuh di kuasai Jack kembali.


Jack langsung berlari menuju tempat Caca dan memotong tali yang sudah megikat kaki dan tangan Caca. Jack menggendong Caca untuk turun secara perlahan. Jack membuka jasnya kemudian menutupi tubuh Caca.


Caca yang sudah terlalu lama menangis dan memberontak membuat dirinya lemas dan tak berdaya. Jack kemudian memeluk Caca.


“Semua baik-baik saja, aku disini. Aku sudah menyelamatkanmu. Maafkan aku.” Ucap Jack.


Tidak mendapatkan jawaban Jack melepaskan pelukkannya dan ternyata Caca sudah pingsan.


“Caca bangun, Ca bangunlah. Jangan membuat ku khawatir. Caca bangun.” Ucap Jack.


“Ada apa?” tanya Max dan Jimmy yang tiba-tiba muncul.


“Caca bangun?” ucap Jack yang terus berusaha membangunkan Caca.


“Jack berhenti, biarkan aku memeriksanya.” Ucap Max.


Jack terdiam seperti orang yang sudah kehilangan akal karena melihat kondisi Caca.


“Kau lihat? Kau tidak becus menjaganya.” Ucap Jacob dalam fikiran Jack.


“Diamlah!” ucap Jack dengan berteriak.


Max dan Jimmy terkekejut dengan teriakan Jack.

__ADS_1


__ADS_2