I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Tamat


__ADS_3

 


 


Caca yang sudah terlihat cemas dan sangat khawatir terhadap


Jack yang terbaring di atas ranjang rumahsakit. Caca langsung berdiri dari


kursi roda dan memeluk tubuh Jack. Dengan berbagai alat medis yang terpasang di


tubuh Jack membuat Caca mengeluarkan airmatanya. Caca menggenggam tangan Jack


dengan menangis terseduh-seduh.


“Katakan padaku apa yang terjadi padanya?” tanya Caca sekali


lagi dengan cepat masuk kedalam ruangan Jack.


“Kakak ipar tenanglah.” Jawab Deni yang mengikutinya masuk.


Bagas dan Katie masih di dalam ruangan Brian bersama dengan


yang lainnya.


“Apa yang terjadi dengan Jack?” tanya Katie.


“Bu lihat saja drama yang akan di perankan mereka berdua.”


Jawab Billy.


“Oh, aku mengerti.” Jawab Katie.


“Abang tidak apa-apa?” tanya Bagas kepada Brian.


Brian menceritakan kejadian yang terjadi padanya kepada


Bagas dengan menyeluruh, sementara Caca dan Deni berada di ruangan Jack.


“Bagaimana aku bisa tenang Deni?” tanya Caca yang masih


menangis.


“Jack tertusuk pisau di dadanya. Itu membuatnya terluka…”


jawab Deni yang belum selesai berbicara namun Caca terus menangis memanggil


Jack.


“Jack bangunlah! Aku disini. Aku memaafkanmu. Aku


mencintaimu.” Ucap Caca.


“Bangunlah hubby!”


“Kumohon buka matamu! Aku sudah disini.” Caca yang menciumi


tangan Jack dan wajah Jack.


“Bangunlah demi anakmu dan aku.” Caca yang membasahi wajah


Jack dengan airmatanya.


“Aku janji, aku akan memaafkanmu. Aku akan menerimamu. Aku


mencintai sebagai mafia. Aku mencintai mu Jack.” Jawab Caca dengan histeris.


“Aku juga mencintaimu Wika Chalista.” Jawab Jack membuka


mata dan mencabut alat medis menutupi hidung dan mulutnya.


“Jack kau sadar? Kau bangun?” tanya Caca yang berhenti


menangis dan menjerit memanggil Jack.


“Tentu saja aku masih hidup. Kalau tidak bagaimana mungkin


akau akan bertemu dengan istriku yang sedang mengandung anakku.” Jawab Jack


tersenyum.


“Kalian mengerjaiku?” tanya Caca yang menatap Jack dan Deni.


“Kakak ipar maafkan aku, ini berawal dari kesalahanku. Dan


Jack sengaja membohongimu dengan merencanakan ini.” Jawab Deni yang menjelaskan


kepada Caca.


“Jangan salahkan dia, aku yang memintanya.” Jawab Jack.


“Kau memang mafia brengsek!” jawab Caca yang memukul dada


Jack.


“Au!” ucap Jack yang kesakitan karena lukanya itu terkena

__ADS_1


pukulan Caca.


“Apakah ini luka beneran?” tanya Caca yang menganggap semua


ini hanyalah kebohongan Jack.


“Tentu saja nyoya Jack. Kau lihat darahnya keluar lagi.”


Jawab Max yang datang.


“Maafkan aku. Apakah itu sakit?” tanya Caca.


“Tentu saja tidak mylotus. Ini tidak seberapa dengan apa


yang sudah aku lakukan kepadamu.” Jawab Jack.


“Duduklah dengan benar. Dan Nyoya Jack bisa duduk di kursi


rodamu lagi, aku akan mengganti perbannya dengan yang baru dan mengentikan


darahnya lagi.” Jawab Max.


“Baiklah.” Jawab Caca yang lebih memilih keluar.


“Kau mau kemana?” tanya Jack.


“Melihat abang Brian. Ingat kau belum menerima hukumanku.”


Jawab Caca.


Caca keluar dari ruangan Jack dan melihat keadaan Brian.


“Kau tidak apa-apa abang?” tanya Caca.


“Tidak apa-apa putri kecilku. Jangan terlalu sedih dan emosi


tidak baik dengan kandunganmu.” Jawab Brian yang menyuruh Caca untuk duduk.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Caca.


Brian menceritakan hal itu dengan singkat kepada Caca dan


memperkenalkan Lauren kepadanya.


“Jadi jangan salahkan suamimu. Dia telah menolongku, dan


keberuntungan ada dipihaknya. Jantungnnya ada di sebelah kanan bukan di kiri


pada kebanyakan orang. Mungkin saja jika itu aku maka aku sudah meninggal.”


“Baiklah karena dia sudah menyelamatkanmu maka aku akan


memaafkannya tapi aku tetap akan menghukumnya.” Jawab Caca yang melihat ke kaca


arah Jack yang tersenyum sedang di ganti perbannya oleh Max.


“Oh ya, Lauren adalah kakak Erika adikku kandungku. Seperti


yang sudah aku jelaskan tadi, wanita itu adalah Lauren.” Jawab Brian yang


memperkenalkannya.


“Wah, ini benar-benar kejutan yang benar-benar tidak aku


sangka-sangka.” Jawab Caca.


“Lebih jelasnya kau bisa mempertanyakannya nanti kepada


Lauren dan Billy. Sekarang pergilah ke suamimu.” Jawab Brian.


“Iya pergilah.” Jawab semua orang tersenyum dan Caca masuk


kembali ke dalam ruangan.


“Ceritakan padaku tentang apa yang sudah kalian lakukan.


Terutama kau Jack yang membohongiku.” Jawab Caca.


“Karena khawatir tentang keadaan Jack, aku menghubungimu


kakak ipar. Dan setelah selesai operasi, ternyata Jack tidak terluka parah.


Hanya beberapa jahitan saja pada dadanya. Dan aku menceritakan semuannya kepada


Jack bahwa kakak ipar akan segera kesini. Dan sata aku ingin memberitahumu


tentang keadaan Jack yang sebenarnya, dia melarangku dan merencanakan semua ini.”


Deni yang menjelaskan semuanya.


“Oh jadi kalian semua dengan kompak mengerjainku?” tanya


Caca dengan melipatkan tangannya di perut besarnya.


“Jika tidak seperti itu kau tidak akan datang kepadaku saat

__ADS_1


ini dan aku tidak akan melihatmu menangis untukku.” Jawab Jack dengan mudah.


“Kau! Jack kau tidak perlu melakukan hal ini lagi untuk


meminta perhatianku.” Jawab Caca.


“Aku tau betapa khawatirnya dirimu saat mendengarkan


keadaanku. Maaf jika aku membohongimu dan terimakasih tetap tegar mengatur


emosi untuk menjaga kandunganmu.” Jawab Jack yang turun dari tempat tidur


memeluk Caca dari belakang dan menciumi pipinya.


Tendangan dirasakan oleh Jack saat memeluk perut Caca. Caca


juga merasakan hal itu.


“Lihat bagaimana dia menyetujuiku untuk melakukan hal ini.” Jawab


Jack.


“Bukan. Dia sedang memperingatimu untuk tidak menyakitku


lagi. Dia akan menghukummu ketika kau menyakitiku, begitu saat dia hadir di


dunia ini.” Jawab Caca.


“Kami akan pergi.” Jawab Max dan Billy.


Akhirnya mereka berdua kembali harmonis seperti biasanya,


dan saat itu mereka sudah bisa keluar dari rumah sakit. Masing-masing kembali


ke tempat tinggalnya, Jack dan yang lain ke mansion. Katie ke Tiongkok, Brian


ke Jepang dan Bagas ke Indonesia. Bagas di antarkan oleh Brian, sekalian Brian


ingin menenangkan fikirannya.


5 tahun kemudian….


Waktu berlalu dengan cepat, Deni juga sudah menikah dengan


Meriska dan tinggal di Paris untuk melanjutkan perusahaan D. Jimmy dan Siska sudah


pindah di daerah perumahan dekat kantor pusat Sandreas. Max dan Kazumi pindah


rumah ke rumah sakit yang dikelolah oleh Max. Billy dan Lauren pindah ke


Italia. Semua orang hidup dengan lingkungan yang baru dan berbeda.


Begitupula dengan Jack dan Caca. Mereka pindah di sebuah


pulau yang luas dengan ketenangan pepohonan hutan yang liar. Sesuai dengan


janji Jack untuk membawa Caca dan keluarganya hidup dengan damai di hutan


belantara. Tapi Jack sudah mempersiapkan mansion cukup luas untuk Caca dan


keluarganya.


Mereka berdua pindah dengan anak pertamanya yang diberi nama


Krissta Sandreas. Mereka berpindah ke pulau itu namun tidak membawa Kenzo dan


Bella. Kenzo dan Bella memilih untuk tetap tinggal di mansion bersama Son dan


Selly. Mereka akan pergi ke sana saat musim liburan sekolah saja. Kenzo dan


Bella memberikan waktu untuk mereka bisa menikmati keharmonisan keluarga


bersama dengan buah hati mereka.


Caca awalnya tidak menyetujuinya, namun Kenzo dan Bella


tetap pada pendiriannya. Mereka ingin mandiri seperti apa yang dilakukan oleh


Jack dimasa lalu. Akhirnya Caca luluh dengan berbagai alasan yang diberikan


oleh Kenzo dan Bella.


“I Love You Mr.Mafia, Hubby.” Ucap Caca yang sedang melihat


Kriss berjalan di taman bunga bermekaran di sekitar mansion baru mereka bersama


dengan White, Balck dan Tiger yang dibawa mereka juga.


“Terimakasih telah menjadi istri dan ibu buat anakku. Aku


janji tidak akan membuatmu melahirkan lagi, cukup sekali aku melihatmu


kesakitan seperti itu.” Ucap Jack.


“Jangan menolah rezeki dari tuhan.” Jawab Caca.

__ADS_1


----Tamat----


__ADS_2