
Caca yang sudah terlihat cemas dan sangat khawatir terhadap
Jack yang terbaring di atas ranjang rumahsakit. Caca langsung berdiri dari
kursi roda dan memeluk tubuh Jack. Dengan berbagai alat medis yang terpasang di
tubuh Jack membuat Caca mengeluarkan airmatanya. Caca menggenggam tangan Jack
dengan menangis terseduh-seduh.
“Katakan padaku apa yang terjadi padanya?” tanya Caca sekali
lagi dengan cepat masuk kedalam ruangan Jack.
“Kakak ipar tenanglah.” Jawab Deni yang mengikutinya masuk.
Bagas dan Katie masih di dalam ruangan Brian bersama dengan
yang lainnya.
“Apa yang terjadi dengan Jack?” tanya Katie.
“Bu lihat saja drama yang akan di perankan mereka berdua.”
Jawab Billy.
“Oh, aku mengerti.” Jawab Katie.
“Abang tidak apa-apa?” tanya Bagas kepada Brian.
Brian menceritakan kejadian yang terjadi padanya kepada
Bagas dengan menyeluruh, sementara Caca dan Deni berada di ruangan Jack.
“Bagaimana aku bisa tenang Deni?” tanya Caca yang masih
menangis.
“Jack tertusuk pisau di dadanya. Itu membuatnya terluka…”
jawab Deni yang belum selesai berbicara namun Caca terus menangis memanggil
Jack.
“Jack bangunlah! Aku disini. Aku memaafkanmu. Aku
mencintaimu.” Ucap Caca.
“Bangunlah hubby!”
“Kumohon buka matamu! Aku sudah disini.” Caca yang menciumi
tangan Jack dan wajah Jack.
“Bangunlah demi anakmu dan aku.” Caca yang membasahi wajah
Jack dengan airmatanya.
“Aku janji, aku akan memaafkanmu. Aku akan menerimamu. Aku
mencintai sebagai mafia. Aku mencintai mu Jack.” Jawab Caca dengan histeris.
“Aku juga mencintaimu Wika Chalista.” Jawab Jack membuka
mata dan mencabut alat medis menutupi hidung dan mulutnya.
“Jack kau sadar? Kau bangun?” tanya Caca yang berhenti
menangis dan menjerit memanggil Jack.
“Tentu saja aku masih hidup. Kalau tidak bagaimana mungkin
akau akan bertemu dengan istriku yang sedang mengandung anakku.” Jawab Jack
tersenyum.
“Kalian mengerjaiku?” tanya Caca yang menatap Jack dan Deni.
“Kakak ipar maafkan aku, ini berawal dari kesalahanku. Dan
Jack sengaja membohongimu dengan merencanakan ini.” Jawab Deni yang menjelaskan
kepada Caca.
“Jangan salahkan dia, aku yang memintanya.” Jawab Jack.
“Kau memang mafia brengsek!” jawab Caca yang memukul dada
Jack.
“Au!” ucap Jack yang kesakitan karena lukanya itu terkena
__ADS_1
pukulan Caca.
“Apakah ini luka beneran?” tanya Caca yang menganggap semua
ini hanyalah kebohongan Jack.
“Tentu saja nyoya Jack. Kau lihat darahnya keluar lagi.”
Jawab Max yang datang.
“Maafkan aku. Apakah itu sakit?” tanya Caca.
“Tentu saja tidak mylotus. Ini tidak seberapa dengan apa
yang sudah aku lakukan kepadamu.” Jawab Jack.
“Duduklah dengan benar. Dan Nyoya Jack bisa duduk di kursi
rodamu lagi, aku akan mengganti perbannya dengan yang baru dan mengentikan
darahnya lagi.” Jawab Max.
“Baiklah.” Jawab Caca yang lebih memilih keluar.
“Kau mau kemana?” tanya Jack.
“Melihat abang Brian. Ingat kau belum menerima hukumanku.”
Jawab Caca.
Caca keluar dari ruangan Jack dan melihat keadaan Brian.
“Kau tidak apa-apa abang?” tanya Caca.
“Tidak apa-apa putri kecilku. Jangan terlalu sedih dan emosi
tidak baik dengan kandunganmu.” Jawab Brian yang menyuruh Caca untuk duduk.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Caca.
Brian menceritakan hal itu dengan singkat kepada Caca dan
memperkenalkan Lauren kepadanya.
“Jadi jangan salahkan suamimu. Dia telah menolongku, dan
keberuntungan ada dipihaknya. Jantungnnya ada di sebelah kanan bukan di kiri
pada kebanyakan orang. Mungkin saja jika itu aku maka aku sudah meninggal.”
“Baiklah karena dia sudah menyelamatkanmu maka aku akan
memaafkannya tapi aku tetap akan menghukumnya.” Jawab Caca yang melihat ke kaca
arah Jack yang tersenyum sedang di ganti perbannya oleh Max.
“Oh ya, Lauren adalah kakak Erika adikku kandungku. Seperti
yang sudah aku jelaskan tadi, wanita itu adalah Lauren.” Jawab Brian yang
memperkenalkannya.
“Wah, ini benar-benar kejutan yang benar-benar tidak aku
sangka-sangka.” Jawab Caca.
“Lebih jelasnya kau bisa mempertanyakannya nanti kepada
Lauren dan Billy. Sekarang pergilah ke suamimu.” Jawab Brian.
“Iya pergilah.” Jawab semua orang tersenyum dan Caca masuk
kembali ke dalam ruangan.
“Ceritakan padaku tentang apa yang sudah kalian lakukan.
Terutama kau Jack yang membohongiku.” Jawab Caca.
“Karena khawatir tentang keadaan Jack, aku menghubungimu
kakak ipar. Dan setelah selesai operasi, ternyata Jack tidak terluka parah.
Hanya beberapa jahitan saja pada dadanya. Dan aku menceritakan semuannya kepada
Jack bahwa kakak ipar akan segera kesini. Dan sata aku ingin memberitahumu
tentang keadaan Jack yang sebenarnya, dia melarangku dan merencanakan semua ini.”
Deni yang menjelaskan semuanya.
“Oh jadi kalian semua dengan kompak mengerjainku?” tanya
Caca dengan melipatkan tangannya di perut besarnya.
“Jika tidak seperti itu kau tidak akan datang kepadaku saat
__ADS_1
ini dan aku tidak akan melihatmu menangis untukku.” Jawab Jack dengan mudah.
“Kau! Jack kau tidak perlu melakukan hal ini lagi untuk
meminta perhatianku.” Jawab Caca.
“Aku tau betapa khawatirnya dirimu saat mendengarkan
keadaanku. Maaf jika aku membohongimu dan terimakasih tetap tegar mengatur
emosi untuk menjaga kandunganmu.” Jawab Jack yang turun dari tempat tidur
memeluk Caca dari belakang dan menciumi pipinya.
Tendangan dirasakan oleh Jack saat memeluk perut Caca. Caca
juga merasakan hal itu.
“Lihat bagaimana dia menyetujuiku untuk melakukan hal ini.” Jawab
Jack.
“Bukan. Dia sedang memperingatimu untuk tidak menyakitku
lagi. Dia akan menghukummu ketika kau menyakitiku, begitu saat dia hadir di
dunia ini.” Jawab Caca.
“Kami akan pergi.” Jawab Max dan Billy.
Akhirnya mereka berdua kembali harmonis seperti biasanya,
dan saat itu mereka sudah bisa keluar dari rumah sakit. Masing-masing kembali
ke tempat tinggalnya, Jack dan yang lain ke mansion. Katie ke Tiongkok, Brian
ke Jepang dan Bagas ke Indonesia. Bagas di antarkan oleh Brian, sekalian Brian
ingin menenangkan fikirannya.
5 tahun kemudian….
Waktu berlalu dengan cepat, Deni juga sudah menikah dengan
Meriska dan tinggal di Paris untuk melanjutkan perusahaan D. Jimmy dan Siska sudah
pindah di daerah perumahan dekat kantor pusat Sandreas. Max dan Kazumi pindah
rumah ke rumah sakit yang dikelolah oleh Max. Billy dan Lauren pindah ke
Italia. Semua orang hidup dengan lingkungan yang baru dan berbeda.
Begitupula dengan Jack dan Caca. Mereka pindah di sebuah
pulau yang luas dengan ketenangan pepohonan hutan yang liar. Sesuai dengan
janji Jack untuk membawa Caca dan keluarganya hidup dengan damai di hutan
belantara. Tapi Jack sudah mempersiapkan mansion cukup luas untuk Caca dan
keluarganya.
Mereka berdua pindah dengan anak pertamanya yang diberi nama
Krissta Sandreas. Mereka berpindah ke pulau itu namun tidak membawa Kenzo dan
Bella. Kenzo dan Bella memilih untuk tetap tinggal di mansion bersama Son dan
Selly. Mereka akan pergi ke sana saat musim liburan sekolah saja. Kenzo dan
Bella memberikan waktu untuk mereka bisa menikmati keharmonisan keluarga
bersama dengan buah hati mereka.
Caca awalnya tidak menyetujuinya, namun Kenzo dan Bella
tetap pada pendiriannya. Mereka ingin mandiri seperti apa yang dilakukan oleh
Jack dimasa lalu. Akhirnya Caca luluh dengan berbagai alasan yang diberikan
oleh Kenzo dan Bella.
“I Love You Mr.Mafia, Hubby.” Ucap Caca yang sedang melihat
Kriss berjalan di taman bunga bermekaran di sekitar mansion baru mereka bersama
dengan White, Balck dan Tiger yang dibawa mereka juga.
“Terimakasih telah menjadi istri dan ibu buat anakku. Aku
janji tidak akan membuatmu melahirkan lagi, cukup sekali aku melihatmu
kesakitan seperti itu.” Ucap Jack.
“Jangan menolah rezeki dari tuhan.” Jawab Caca.
__ADS_1
----Tamat----