
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya.
Happy Reading guys
***Sebulan Kemudian***
Setelah kepergian Caca ke kampung halamannya yaitu ke negara Indonesia, keluarga kecil Jack melakukan aktifitas seperti biasanya. Beberapa kali Kenzo dan Bella melakukan video Call dengan Caca. Sementara Jack sibuk dengan urusan mafianya dan juga masalah perusahaan Sandreas.
“Kak Ken, apakah kau tidak merindukan Bunda?” ucap Bella.
“Rindu sekali walaupun kita sering video call dengan Bunda namun tetap rindu.” Jawab Kenzo.
“Ingin rasanya aku pergi menjumpai Bunda Caca kenegaranya?” ucap Bella lagi,
“Ide bagus. Tapi sepertinya Bunda tidak akan pernah setuju dengan kehadiran kita apalgi tidak mungkin kita pergi bersama dengan Daddy. Kau sudah tau kan bahwa kemanapun kita pergi harus ada pengawal apalagi jika keluar negeri pasti Daddy bakalan mengikuti kita.” Jawab Kenzo.
“Lalu bagaimana dong Kak Ken?” tanya Bella.
“Lebih baik kita menyusun rencana berikutnya untuk membuat kedekatan Bunda dengan Daddy ketika Bunda nanti kembali ke negara ini.” Ucap Kenzo yang memberikan Ide.
“Boleh juga tuh, jadi apa yang harus kita lakukan Kak?” tanya Bella.
“Entahlah, aku sedang memikirkannya.”
Kemudian mereka di kejutkan dengan kehadiran guru di dalam ruang kelas mereka. Saat ini Kenzo dan Bella sedang melaksanakan aktifitas seperti biasanya yaitu sekolah. Pembicaraan mereka berdua pun terhenti digantikan dengan suasana belajar di dalam ruang kelas yang di bawa oleh wali kelas mereka. Setelah selesai kegiatan sekolah mereka langsung di jemut oleh Deni seperti biasanya, lalu menuju mansion.
__ADS_1
Di perusahaan Jack, Jimmy dan Jack yang sedang bergelut dengan berkas-berkas kantor yang banyak terlihat sangat kerepotan. Beberapa waktu yang lalu Jack ingin membuat investasi di negara Indonesia, sehingga menjalin beberapa perusahaan properti, mall, dan wisata. Jack ingin membuat cabang kantornya di Indoensia. Entah apa yang sedang ia fikirkan untuk mengembangkan bisnis di negara itu sementara jika dilihat dari sudut pandang manapun Jack tidak kekurangan uang sama sekali. Bahkan sudah terlalu banyak perusahaan cabang yang sudah ia bangun. Beberapa perusahaan cabang yang di bangun olehnya di kelolah oleh beberapa mafioso yang ia percayai, dan biasanya yang mengontrol adalah kaki tangannya yaitu Billy, Deni, Jimmy, dan Max.
Jack hanya bertugas melihat perkembangannya saja. Maka kebanyakan orang lebih mengenal Deni, Jimmy, Ma dan Billy di beberapa negara. Sementara Jack hanya orang di balik layar yang mengatur dan mengendalikan mereka semua dalam menjalan semua kegiatan.
“Jim, aku sidikit bosan dengan semua berkas ini?” ucap Jack yang lelah melihat banyak berkas yang harus ia pelajarin sebelum menandatanginya.
“Hahaha, begitu pula dengan aku. Tapi tenang lah Jack sebentar lagi waktu kita pulang. Jangan bergadang, lanjtkan saja besok dan lusa karena kita juga butuh istirahat.”
“Okelah, aku sedang malas.” Ucap Jack kemudian membalikkan kursi kerjannya kearah belakang yaitu melihat pemandangan kota di negara tersebut sambil melamun.
“Kenapa wanita itu lama sekali kembali?” gumam Jack dalam hati tanpa di sadari.
“Ah!!! Sial kenapa aku harus berfikri seperti itu.” Jerit Jack yang membuat Jimmy terkejut.
“Kau kenapa bro?” ucap Jimmy.
“Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan wanita itu, kenapa dia tidak kembali?” ucap Jack dengan jujur pada Jimmy.
“Bukan seperti itu Jim, beberapa hari ini aku selalu tidur dengan Kenzo dan Bella. Dan aku sering mendengar Kenzo dan Bella menyebut dirinya ketika tidur.” Jawab Jack yang mengahlikan alasan karena anaknya. Padahal dirinya juga tidak mengetahui tentang perasaannya mengapa sering sekali memikirkan Caca secara tiba-tiba.
“Kau serius?” tanya Jimmy karena beberapa hari yang lalu Jimmy ke Jakarta selama seminggu mengurus bisnis mereka.
“Iya. Mengapa kehadirannya selalu di nantikan oleh anak-anak ku sementara keperginya selalu menjadi kerinduan pada anak-anak ku.”
“Aku rasa mereka sedang deman rindu pada Caca.” Ucap Jimmy.
“Apakah begitu?” tanya Jack.
__ADS_1
“Yah,apa tidak sebaiknya memberitahu Caca tentang kondisi anak-anak mu? Aku hanya takut akan mengancam kesehatan mereka berdua. Karena kita tau bahwa Kenzo dan Bella tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Ibu kecuali dengan Bi Selly. Ketika mereka menginginkan sesosok seorang Ibu, Caca datang mengisi kekosongan sosok itu ada diri mereke. Aku juga tidak tahu mengapa Caca bisa membuat semua orang terpesona dengan ketenangan ketika dekat dengan dirinya. Aku juga merasakan kasih sayang yang di beri oleh wanita itu pada anak-anak mu dengan iklas tanpa mengharapkan apapun. Bahkan dirimu maupun Kenzo yang biasanya tidak bisa berdekatan dengan sembarangan wanita dengan mudahnya bisa dekat dengan Caca dalam waktu yang singkat.” Jelas Jimmy sambil menata berkas-berkas yang akan di baca Jack.
“Entahlah, aku juga tidak tau. Bahkan entah mengapa aku bisa lembut ketika dekat dengan dirinya, seperti kehilangan kepribadian yag biasa terlihat kasar dan menyeramkan terhadap wanita.” Jawab Jack.
“Sudah aku pastikan jika kau sudah jatuh cinta padanya sejak pertama bertemu Jack.” Goda Jimmy.
“Ah sudahlah, sudah waktunya kita pulang.” Ucap Jack yang mengahlikan pembicaraan karena melihat jam sudah menunjukan pukul enam sore.
Karena asyik cerita Jack dan Jimmy tidak menyadari bahwa pukul sudah hampir malam.
***Indonesia***
Selama sebulan Caca tinggal di kampung halamannya ia merawat sang Ibundanya dengan baik dan penuh kesabaran. Dalam seminggu Bunda Aisyah di rawat oleh Caca dengan baik langsung sembuh. Caca dan keluarganya pun melaksanakan puasa selama sebulan full dapat berkumpul bersama hingga lebaran dapat merayakannya bersama. Selama kekosongan setelah merawat Bunda Aisyah, Caca langsung melaksanakan penelitiannya sehingga kedatangan ia di kampung halaman tidak sia-sia. Selain untuk melihat keadaan Bunda Aisyah, merawat hingga sembuh, Caca juga melakukan penelitiannya untuk menyelesaikan studynya.
Saat ini sudah Idul Fitri seminggu, Caca pun sudah selesai untuk berkeliling ketempat-tempat keluarga dan tiba waktunya ia hanya di rumah saja menikmati ketenangan. Caca duduk di sebuah ayunan bambu yang di ikat di pohon mangruve besar di tepi pantai. Ketika menikmati pemandangan ombak dan angin laut tiba-tiba handpone Caca berdering. Dna ternyata yang menelpone dirinya adalah Jack.
“Ada apa Jack?” tanya Caca.
“Bisa kah kau segera pulang?” tanya Jack.
“Kenapa?” tanya Caca.
“Bella sedang demam dan terus memanggil nama mu. Sudah satu jam berlalu setelah pemberian obat oleh Max namun demamnya juga tidak turun. Bella terus memangil nama mu.” Jawab Jack.
“Bunda, segera kemari. Kasian Bella Bun,” ucap Kenzo.
“Oke aku akan segera siap-siap. Tapi bagaimana dengan pemesanan pesawatnya, butuh waktu untuk kesana?” ucap Caca.
__ADS_1
“Aku akan menyuruh orang ku untuk menjemputmu, kirim saja lokasi tempat mu berada sekarang.” Jawab Jack yang sebenarnya dia juga sudah mengetahui keberadaan Caca, karena dari semenjak Caca berangkat sudah ada mafioso yang di tugaskan oleh Jack untuk mengikuti Caca ke kampung halamannya. Semua pertanyaan itu hanya formalitas saja.
Jangan lupa like ya guys