
Mereka mulai memasuki wahana baling-baling.
“Yang mana dulu akan kita coba?” tanya Jack kepada keluarga kecilnya.
“Aku kesana,” ucap Bella menunjuk sebuah wahana kincir kuda-kuda.
“Aku ingin ke sana,” ucap Kenzo yang memilih ingin masuk ke wahana rumah hantu.
“Bagaimana dengan mu mylotus?” tanya Jack sambil memeluk Caca di samping kanannya.
“Aku sejak dulu ingin naik baling-baling.” Jawab Caca.
“Baiklah sudah di putuskan kita akan naik baling-baling.” Jawab Jack memutuskan dengan seenaknya saja.
“Baiklah kami juga ikut,” jawab Kenzo dan Bella.
“Ayo!” ucap Jack yang menggandeng tangan Caca.
Mereka berjalan menuju wahana baling-baling dengan posisi Caca dan Jack di tengan dan masing-masing merangkul Kenzo dan Bella. Mereka terlihat sangat harmonis dan bahagia saat itu, begitulah yang di rasakan oleh Kenzo dan Bella untuk pertama kalinya ke taman hiburan bersama dengan orangtua yang lengkap.
Untuk pertama kalinya Kenzo dan Bella merasakan keutuhan keluarga dan semua itu di dapat karena Caca. Walaupun Jack menyayangi mereka namun Jack juga membatasi dirinya bisa berlibur dengan Kenzo dan Bella karena kesibukan kerja.
Suara riuh terdengar sangat jelas di taman hiburan itu, ada yang berteriak karena mencoba menaiki wahana, ada yang tertawa karena bahagia. Semua suara tercampur menjadi satu tempat yang terlihat jelas orang-orang yang berada di taman hiburan itu bahagia termasuk juga keluarga Jack yang baru saja masuk ke dalam salah satu ruang baling-baling.
Ada yang masuk dengan keluarga lengap ibu, ayah dan anak. Ada yang hanya sepasang kekasih, ada yang bersama teman dan sebagainya. Mereka semua masuk satu persatu ke dalam tabung ruang baling-baling tersebut. Jack dan keluarganya masuk ke tabung ruangan yang berwarna merah dengan kaca di masing-masing sisi kanan dan kiri dan tempat duduk yang saling berhadapan.
Baling-baling itu mulai berputar menuju ke atas, dan terlihat jelas Caca yang bahagia melihat pemandangan dari atas.
“Benar-benar indah,” jawab Caca.
“Kenapa kau menyukainnya?” tanya Jack.
“Karena aku bisa melihat banyak orang tertawa dan aku bisa melihat awan lebih dekat.” Jawab Caca.
“Ketika kau mengendarai helikopterku tidak seperti ini?” tanya Jack.
“Karena kau menutup jendela kaca dengan gorden dan aku tidak berani ingin membuka dan melihatnya.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Hahahhaa, baguslah kalau kau menyukainnya.” Jawab Jack.
“Bunda kenapa suka dengan awan?” tanya Bella.
“Mungkin karena melihatnya bunda menjadi tenang.” Jawab Caca singkat sambil tersenyum.
Jack dan Caca yang duduk si tempat yang sama sedangkan Bella dan Kenzo duduk di depan mereka. Kenzo dan Bella sedang menikmati pemandangan saat berada di puncak baling-baling sementara Jack mendekatkan dirinya dan berbisik di telinga Caca.
“Aku pernah membaca sebuah novel romantis. Jika sepasang kekasih berciuman di puncak tertinggi baling-baling maka cinta mereka akan abadi.” Ucap Jack yang berbisik di telinga Caca.
“Jangan lakukan Jack di depan me…” belum sempat Caca siap berbicara bibir Jack telah mendarat di bibir Caca.
Hanya beberapa detik saja Jack melepaskannya kemudian tersenyum dengan kemenangan.
“Mereka tidak melihatnya,” ucap Jack yang tersenyum sambil menunjuk ke arah Kenzo dan Bella.
Caca melihat Kenzo dan Bella yang masih asik berbicara dengan melihat ke arah pemandangan di bawah dari kaca. Caca mengeluskan dadannya sambil memegang bibirnya kemudian melirik Jack.
“Mau di lanjutkan?” tanya Jack.
“Ada apa bunda?” tanya Bella.
“Tidak apa-apa sayang.” Jawab Caca.
Kenzo dan Bella kembali melihat pemandangan dan saling melirik satu sama lain. Sebenarnya mereka berdua sengaja melihat keluar untuk memberikan waktu Jack melakukan hal itu kepada Caca. ( pinter kali kan wkwkkwkwkw)
Caca memukul dada Jack dengan malu-malu.
“Dasar..” ucap Caca sambil mengahlikan pandangan.
“Hahahha,lihat itu?” ucap Jack yang menunjuk ke luar.
“Dasarmesum.” Ucap Caca yang melihat apa yang ditunjukkan oleh Jack.
Ternyata Jack menunjukkan pemandangan sepasang kekasih yang sedang berciuman di ruang baling-baling lainnya. Hal itu membuat Caca malu dan memukul Jack kembali.
“Tidak mau lagi?” tanya Jack.
__ADS_1
“Jack jangan bicara lagi.” Ucap Caca.
“Hahaha, baiklah jangan ngambek.” Ucap Jack kepada Caca sambil mencubit manja pipinya.
Tabung baling-baling mereka sudah sampai di bawah sehingga sang pekerja membuka pintu mereka dengan tombol otomatis. Caca yang pertama keluar kemudian di susul oleh Kenzo dan Bella kemudian Jack. Caca yang masih ngambek akibat Jack terus di rayu Jack untuk di maafkan.
“Ca, ayolah.” Jack memasang wajah yang memelas kepada Caca di hadapannya.
“Hahahha, tapi boong.” Ucap Caca mencubit kedua pipi Jack yang sedang di hadapannya.
“Daddy, bunda! Cie-cie,” ucap Bella.
Caca yang melepaskan cubitannya kemudian menjadi patung karena malu dilihat anak-anak.
“Gak enakkan ngajak mereka berdua untuk kencan.” Jawab Jack yang membisikkan ke telinga Caca.
Caca yang mendengarkan bisikkan itu langsung berinisiatip menarik kedua tangan Kenzo dan Bella.
“Selanjutnya kita akan ke mana Kenzo, Bella?” tanya Caca yang ingin mengahlikan pembicaraan.
“Bagaimana jika ke wahana kereta troller?” ucap Jack yang menggendong Bella dan berjalan menju tempat yang di maksud.
Caca dan Kenzo mengikuti Jack dan Bella untuk menaiki wahana kerta troller. Mereka berempat duduk di tempat pertama dengan bentuk kereta troller sebuah naga berwarna ke emasan. Caca dan Jack duduk di tempat duduk yang pinggi dengan Kenzo dan Bella di tengahnya.
Wahana tersebut di mulai dan lama kelamaan semakin cepat membuat mereka dan yang lainnya berteriak terus menerus saat ketika turun bergelombang jalanan yang di lewati. Keseruhan yang dirasakan ini merupakan salah satu pelepas beban yang ada di fikiran di setiap orang dengan mengeluarkan suara keras dalam berteriak.
“Keluarkan semua beban fikiran mu Jack,” teriak Caca kepada Jack.
“Apa?” tanya Jack yang tidak kedengaran.
Semua orang memegang sabuk pengaman yang mengkunci badan mereka. Seluruh wajah mereka tersapu dengan angin yang kencang ketika menaki wahana, teriakkan demi teriakan tidak berhenti begitu saja saat masih sedang berjalan melaju. Sekitar sepuluh menit perjalanan wahana itu berlangsung.
Dari kecepatan pelan, sedang hingga cepat terus melaju. Dari belokkan, naik, turun dan terbalik terus berjalan di wahana tersebut. Keamanan pengunjung sudah di jamin aman karena super ketat dengan peralatan wahana yang canggih dan pengulangan cek sebelum pengunjung menaikinya. Standard keselamatan sudah menjadi nomor satu yang di tawarkan.
10 menit telah berlalu sehingga kereta naga itu berjalan pelan untuk menuju finish. Satu persatu pengunjung turun dari kereta naga dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang senang, pusing bahkan ada beberapa orang ingin muntah dan segera ke lari ke toilet yang sudah di sediakan di tempat yang dekat.
Jack, Kenzo, Bella dan Caca tidak merasakan pusing maupun mual sama sekali. Mereka baik-baik saja bahkan ingin menambah lagi satu putaran namun mereka berempat mengurunkan niatnya karena ingin mencoba wahana lainnya.
__ADS_1