I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pertengkaran di Bar


__ADS_3

Caca, Jack dan kedua anaknnya bangun pagi dan melaksanakan ibadah subuh bersama. Setelah itu mereka semua bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan pagi. Mereka turun ke bawah menggunakan lift menuju ruang makan lantai 1.


Terlihat jelas jajaran hidangan sarapan pagi yang sudah siap di atas meja makan, semua itu di persiapkan oleh koki mansion atas perintah Selly.


“Apakah kalian semua yang menyediakan semua ini?” tanya Caca.


“Iya nyoya,” jawab Selly.


“Mulai besok biarkan aku yang membuat sarapan karena sudah kewajibanku sebagai istri untuk memasakkan suami dan anak-anak.” Ucap Caca.


“Tidak apa-apa nyoya, ini semua sudah kami lakukan sejak dulu.” Jawab Selly.


“Tapi bi sekarang aku sudah menjadi istri Jack jadi aku tidak ingin merepotkan kalian semua.” Ucap Caca.


“Ca, biarkan mereka melakukan tugasnya. Dan aku tidak akan melarangmu untuk memasak tapi aku tidak mau kau kelelahan.” Ucap Jack.


“Tapi Jack…” ucap Caca membantah perkataan Jack namun belum sampai selesai berkata sudah di potong oleh Jack.


“Tidak ada tapi-tapian Ca, ikutin apa yang aku katakan.” Ucap Jack.


“Bagaimana jika bunda selalu memasakkan kami di setiap weekend?” usulan Kenzo.


“Kalau itu aku setuju,” jawab Jack langsung.


“Aku akan menemani bunda memasak setiap weekend, boleh ya bunda?” tanya Bella.


“Hmmmm kalian… Baiklah jika seperti itu.” jawab Caca sambil menghembuskan napasnya.


“Apakah kita akan tetap bicara dan membiarkan makanan di meja ini seperti ini saja?” tanya Jack.


Selly mau mengambilkan nasi di piring Kenzo dan Bella namun di cegah oleh Caca.


“Bi, tidak apa-apa biarkan aku saja.” Jawab Caca.


“Baiklah nyoya.” Jawab Selly.


Jack memberikan kode untuk memerintahkan semua pelayan dan Selly meninggalkan mereka.

__ADS_1


“Kalau begitu saya permisi nyoya, tuan.” Ucap Selly dengan cepat memberi perintah pada yang lain untuk pergi meninggalkan ruang makan.


“Kenapa Selly tidak bergabung saja dengan kita makan?” ucap Caca sambil mengambilkan roti yang sudah ia olesi slai ke piring Jack.


“Caca, mereka dengan kita itu berbeda. Walalupun kita memerintahkan mereka duduk di sini untuk makan bersama namun mereka pasti akan tidak enak dengan kita.” Jawab Jack.


“Baiklah jika seperti itu.” Jawab Caca.


“Besok anak-anak sudah mulai sekolah kembali jadi aku meminta bantuan mu untuk menjaga mereka. Aku akan mengantarkan kalian dan akan tetap berada pada pengawasan Deni.” Ucap Jack.


“Benarkah bunda dan daddy akan mengantarkan kami? Ye akhirnya aku bisa merasakan apa yang di rasakan anak-anak lain di setiap harinnya di antarkan oleh orangtua yang lengkap.” Jawab Bella.


Mereka berbincang banyak hal ketika saat di meja makan. Setelah selesai makan Caca mengantarkan Jack kedepan pintu mansion untuk berangkat kerja bersama dengan Kenzo dan Bella. Setelah itu Caca, Kenzo dan Bella bermain di ruang tamu.


****


Waktu yang berbeda antara Mansio dengan tempat tinggal Billy sekarang berselisih beberapa jam. Billy yang sedang sibuk menyelesaikan beberapa urusan kantor di negara itu dan juga sibuk mencari informasi tentang symbol itu. Belum ada informasi apapun yang di dapat selama pencarian itu membuat Billy selalu pergi ke bar untuk mencari informasinnya sendiri.


Billy pergi ke bar bersama dengan sekertarisnnya yang bernama Robert. Salah satu kaki tangan Billy di mafia dan juga sekertaris Billy di perusahaan Sandreas yang berada di cabang Italia. Mereka berdua masuk kedalam bar kelas atas. Dimana orang-orang yang datang adalah orang-orang yang berpengaruh dan juga memiliki kekayaan yang luar biasa.


Bar ini adalah bar nomor 2 yang terkenal di negara itu setelah bar milik Billy. Banyak hal yang di lakukan di dalam bar ini karena ada beberapa casino kecil untuk para penjudi, beberapa ruang khusus pertemuan dan hal lainnya.


Saat masuk mereka harus di periksa terlebih dahulu.


“Bisa tunjukan kartu anda tuan?” ucap penjaga.


“Ini,” jawab Robert memberikan kartu yang berada di dalam dompetnnya itu.


“Silahkan masuk tuan,” ucap penjaga.


Robert dan Billy masuk kedalam bar dan baru saja masuk sudah melihat suasana bar yang sangat berisik dengan lagu yang dimainkan oleh DJ. Sementara di lantai atas ada casino dan lantai berikutnya adalah ruang pertemuan VIP.


“Bos kita mau ke mana?” tanya Robert.


“Aku akan di sini saja, tapi kau pesankan saja ruang VIP 3 jam lagi. Ruangan yang paling sering di pesan,” ucap Billy.


“Baik bos,” jawab Robert.

__ADS_1


“Aku akan menunggumu di situ,” ucap Billy menunjuk ke arah meja pemesanan bir.


“Oke bos,” jawab Robert kemudian pergi melaksanakan perintah Billy untuk memesan ruangan.


Billy berjalan menuju meja kemudian memesan minuman. Belum berapa lama Billy menikmati gelas pesanannya tiba-tiba seorang lelaki berbadan kekar menabrak dirinya yang sedang duduk. Bir dalam gelas yang di pegang oleh Billy terjatuh akibat tabrakan lelaki itu.


“Kenapa kau menghalangi jalanku, dasar brengsek.” Ucap orang itu.


“Seharusnnya aku yang berkata seperti itu, kau sudah menjatuhkan gelasku dan kemudian marah-marah kepadaku? Seharusnnya kau meminta maaf.” Ucap Billy.


“Apa katamu? Minta maaf padamu?” ucapnya yang terlihat kondisinnya sedang mabuk.


“Iya,” ucap Billy kemudian berdiri tegang menghadap dirinya.


“Kau menantangku? Kau tidak tau siapa aku?” tanyanya.


“Aku gak peduli kau siapa? Karena kau yang salah kau harus meminta maaf kepadaku.” Ucap Billy.


“Brengsek! Hajar dia.” Ucap lelaki itu memerintahkan beberapa ajudannya untuk menyerang Billy.


Pertengkaran di bar yang di akibatkan orang itu tidak bisa di hindari oleh Billy. Dengan sangat sigap Billy membela diri atas penyerangan ajudan orang itu terhadapnya. Kekacauan yang ditimbulkan tidaklah sedikit, Billy seorang diri di serang oleh 5 orang bertubuh kekar dan memiliki kemampuan professional.


Bruk…


Bruk..


Bruk…


Tonjokan yang terus melayang dan Billy selalu berhasil menghindar tonjokkan yang terus melayang pada dirinya.


Tidak berhasil dengan tangan kosong mereka memecahkan botol bir kemudian menyerang Billy. Dengan sigap Billy melakukan hal yang sama, memecahkan botol bir kemudian kembali menyerang mereka.


Dengan cepat Billy mengalahkan mereka berlima hingga membuat bos yang memerintah mereka ingin menyerang Billy. Saat tonjokkan mulai menghampiri Billy, Billy menikamnnya dengan melipatkan tangannya kelehernnya dan tidak sengaja Billy melihat tato yang ada di belakang lehernya seperti gambar yang tidak asing.


“Gambar ini?” ucap Billy dalam hatinnya.


Semua orang menyaksikan pertengkaran itu da nada beberapa kelompok yang menyaksikan dan memperhatikan keahlian Billy. Saat itu Billy menutupi dirinnya menggunakan topi dan menggunakan kacamata untuk penyamarannya.

__ADS_1


Tidak di sangka akan ada keributan seperti ini di dalam bar ketika dia menyamar.


__ADS_2