I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kedatangan Keluarga Budi


__ADS_3

Caca yang awalnya ingin mempersatukan Deni dan Meriska karena mengetahui bahwa sahabatnya itu tertarik kepada seorang lelaki untuk pertama kalinya. Caca mengenal bahwa dulu saat masa perkuliahan banyak sekali lelaki baik dari satu angkatan dengannya atau senior Meriska, banyak yang menyukainnya. Bukan karena cantik saja, namun juga karena kecerdasan yang di miliki oleh Meriska.


Untuk itu, Caca berniat untuk membantu Meriska dekat dengan Deni. Walaupun Caca mengetahui bahwa Deni selama ini banyak wanita yang juga menyukainnya dan banyak juga wanita yang di ajaknya kencan. Namun dia melihat bahwa Deni hanya ingin bermain-main saja. Tapi tidak di sangka bahwa Deni menyukai Meriska tanpa sepengetahuan Meriska.


Caca yang terus bertanya hal-hal untuk menyakinkan dirinya tentang perasaan Deni terhadap Meriska kepada Deni. Semua itu bekerjasama dengan Jack yang ada di dekatnya untuk mengetes bagaimana keseriusan Deni terhadap sahabatnya. Hingga Caca memutuskan untuk menyatukan mereka berdua setelah acara resepsi ini.


Caca sudah memiliki rencanannya sendiri untuk menyatukan mereka berdua dengan bantuan Jack. Namun dirinya harus membuat Jack bekerjasama dengan dirinya.


“Ada apa melihatku seperti itu?” tanya Jack yang melihat senyuman Caca setelah Deni keluar dari kamar mereka.


“Saudara-saudaramu dan kau sama saja. Sama-sama lemah terhadap cinta. Tapi mungkin hanya kau sendiri yang berani menyatakan secara langsung terhadapku itupun atas bantuan Jacob.” Ucap Caca yang keceplosan.


“Jadi kau menyamakanku dengan mereka?” tanya Jack yang kesal.


“Hehehe, tidak hubby. Jadi bisakah kau bantu aku untuk menyatukan mereka.” Jawab Caca.


“Baiklah aku menurutinnya. Apa yang harus aku lakukan.” Jawab Jack.


“Aku ingat bahwa perusahaanmu telah mensposorin sebuah acara pertunjukan fashionshow desainer dari sebuah universitas di francis.” Ucap Caca.


“Iya benar.” Jawab Jack.


“Itu adalah universitas Meriska menempuh pendidikannya, dan waktu dekat ini mereka akan mengadakan hal itu sebagai event akhir tahun setiap angkatan yang akan menyelesaikan studinya. Jadi kirimkan Deni untuk menghadiri hal itu. Kau mengerti apa maksudku kan?” tanya Caca.


“Kalau soal itu adalah perkara mudah. Tenang saja, aku akan mengkatakannya kepada Jimmy. Anggap saja ini semua ini hadiah kita untuk mereka dan Jimmy juga akan setuju dengan hal itu.” jawab Jack.


“Terimakasih hubby.” Jawab Caca.


Mereka yang mengobrol hal rencana tentang Meriska dan Deni di dalam kamar pengatin sambil Jack yang memijat kaki Caca agar tidak keram berdiri terlalu lama. Sementara di luar ada sambutan tamu keluarga Joko yang


baru saja tiba. Yaitu keluarga paman Budi bersama dengan anaknya yaitu Brian


Satria (Perkenalan tokoh pada episode 132).


Paman Budi dan Brian tiba di acara pesta pukul sepuluh malam, di mana semua tamu lain sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan yang tertinggal hanyalah keluarga terdekat saja. Mereka turun dari mobil dan membuat semua orang yang masih di acara itu melihat ke arah mereka. Mereka bertanya-tanya siapakah tamu yang datang larut malam ini.


Saat paman Budi yang pertama keluar dari mobil kemudian di susul oleh Brian, membuat Bagas, Aisyah dan Joko berjalan menghampiri mereka.


“Abang?” panggil Joko saat berjalan menghampiri Budi kemudian memeluknya.

__ADS_1


“Kenapa tiba saat malam?” tanya Aisyah.


“Ini paman Budi?” tanya Bagas.


“Iya sayang. Ini paman Budi dan ini pasti Brian.” Ucap Joko yang tersenyum bahagia.


“Inikah pangeran kecilku.” Ucap Brian.


“Tentu saja. Kalian apa kabar, bunda benar-benar rindu kalian.” Ucap Aisyah yang memeluk Brian.


“Brian juga merindukan bunda, paman, Bagas dan tentu saja putri kecil ku. Di mana dia?” tanya Brian tentang keberadaan Caca.


“Sudah-sudah ayo kalian makan dulu, pasti kalian lelah dari perjalanan jauh.” Jawab Joko yang menyuruh Brian dan Budi untuk duduk dan menikmati makanan yang sudah tersedia.


Mereka berjalan menuju lokasi pesta dan mengambil beberapa makanan untuk di santap. Melihat kedatangan mereka ada beberapa pasang mata yang terkejut dengan kehadiran Brian yang hadir di pesta Caca.


“Mengapa dia ada di sini?” tanya Billy.


“Siapa?” tanya Max.


“Nanti aku ceritakan.” Ucap Billy.


Brian tersenyum kepada semua orang dan memberikan senyuman penuh pertanyaan saat berjabat tangan kepada Billy. Mereka berdua sama-sama bertanya-tanya dalam hati mengapa mereka bisa di pertemukan di tempat seperti ini.


“Di mana putri kecilku paman?” tanya Brian lagi.


“Dia sedang istriahat di dalam kamar bersama suaminya. Sudahlah besok saja kau bertemu dengan mereka, lagian kalian juga baru saja tiba. Nikmatilah makan malamnya.” Jawab Joko.


“Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya saat tiba.” Jawab Brian.


“Besok saja abang.” Jawab Bagas.


“Baiklah. Ternyata pangeran kecilku sudah tumbuh besar bahkan sebentar lagi akan mengimbangiku.” Jawab Brian.


“Tentu saja. Bahkan lebih tampan aku.” Jawab Bagas.


“Hmmm sepertinya soal itu abang yang menang.” Ucap Brian yang tertawa.


“Wajar saja jika kalian berkata seperti itu. terakhir bertemu saat Bagas masih berumur satu tahun lebih di Jepang.” Jawab Aisyah.

__ADS_1


“Iya, kita benar-benar sudah lama tidak bertemu.” Jawab Budi.


“Ke mana saja selama ini?” tanya Joko.


“Menenangkan diri saja, tenang saja buktinya aku baik-baik saja saat ini.” Jawab Budi.


“Kami benar-benar mengkhawatirkanmu, dan setelah mendengarkan keberadaanmu di Kanada kami merasa lega, dan bisa menitipkan Caca kepadamu saat itu.” Jawab Joko yang mengetahui kabar Budi delapan tahun yang lalu melalui surat meyurat.


“Sudah jangan bahas masa lalu. Buktinya sekarang kita sudah berkumpul kembali.” Jawab Budi yang memegang gelas untuk minum.


“Kami izin kembali dulu, kalian nikmatilah acara keluarganya. Sepertinya sudah lama tidak bertemu.” Ucap Andrew yang mengetahui situasi.


“Kenapa seperti itu?” tanya Joko.


“Tidak apa-apa, kami juga harus istirahat karena besok akan segera berangkat kembali.” Jawab Andrew.


“Baiklah, selamat beristirahat.” Jawab Joko dan Aisyah.


“Ayah, bunda aku juga pamit.” Ucap Meriska yang ikut.


“Oke, istirahatlah dengan baik.” Jawab Aisyah.


Keluarga Jack semuanya pergi ke villa, yang tersisa di situ hanyalah Brian, Budi, Joko, Aisyah dan Bagas.


“Kenapa kalian bisa tiba di waktu malam begini?” tanya Joko yang melanjutkan pembicaraan setelah Budi dan Brian makan malam.


“Mobil kami mogok dan bocor ban. Banyak sekali rintangan untuk tiba di sini tepat waktu.” Jawab Brian.


“Pantas saja. Jadi bagaimana dengan studi atau pekerjaanmu Brian? Paman dengar dari Caca bahwa kau sekarang sudah menjadi CEO Industri elektronik di Jepang?” tanya Joko.


“Alhamdulilah lancar paman, dan untuk studiku aku sudah menjadi professor tapi tidak ingin aku beritahukan kepada banyak orang.” Ucap Brian.


“Hahaha. Sifatmu yang sejak dulu tidak suka dengan keberisikkan masih saja sama?” tanya Joko.


Mereka terus bercerita dan melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu dengan baik. Budi juga menceritakan alasan mengapa ia tidak dapat hadir di acara akad pernikahan Caca.


“Sudah malam, Istirahatlah di rumah ini saja. Ada kamar kosong untuk kalian.” Jawab Joko.


Akhirnya mereka beristirahat setelah lelah dan selesai atas pesta malam ini.

__ADS_1


__ADS_2