
“Kau benar-benar keturunan keluarga Andreas,” ucap Deni yang melihat sekitar ruangan itu.
“Bagaimana kau mendapatkan semua ini?” tanya Max.
“Awalnya karena aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian tentang orang yang hampir saja membunuh daddy.” Ucap Kenzo.
Saat Jack dan yang lainny sedang rapat malam itu, Kenzo tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Sehingga membuat Kenzo sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Kenzo terus mendengarkan percakapan mereka secara diam-diam tanpa di ketahui mereka.
Setelah mendengarkan percakapan itu, Kenzo diam-diam mencuri data informasi yang di kirim Billy. Saat mengetahui symbol apa yang di bicarakan itu, Kenzo langsung teringat sesuatu. Dia merasa tidak asing dengan symbol tersebut.
“Lalu?” tanya Jimmy.
“Bentar akan ku perlihat sesuatu pada kalian,” ucap Kenzo sambil duduk kembali di depan komputernya.
Kenzo mengambil mouse dan mengetik di keyboard dengan cepat menggunakan jari-jari tangannya.
“Uncle lihat situs game online ini?” tanya Kenzo.
“Iya aku melihatnya,” jawab Max.
Sedangkan Jimmy dan Deni hanya mengagguk saja.
“Mungkin Uncle menganggap ini hanya situs game online biasa saja. Namun coba Uncle perhatikan di sudut kanan bawah situs ini.” Ucap Kenzo.
“Symbol kalajengking.” Ucap mereka bertiga
bersamaan.
“Iya symbol itu terlalu kecil jika di lihat sekilas namun jika di perbesar seperti ini akan jelas bahwa symbol itu sama seperti yang dikirim oleh uncle Billy.” Jawab Kenzo.
“Kenapa ada symbol itu di situs game online?” tanya Deni.
“Itulah yang membuatku penasaran. Jadi beberapa hari ini aku berusaha untuk menghacker situs ini, dan akhirnya berhasil. Dan hal yang mengejutkan adalah sebenenarnya situs ini tidak sesederhana itu.” Ucap Kenzo.
“Maksudmu?” tanya Deni lagi.
“Mungkin jika Uncle Billy yang berada disini akan mudah paham. Namun keahlian kalian bertiga buka di bidang ini.” Ucap Kenzo yang sombong lalu menggerakkan jari-jari tangannya lagi pada keyboard dan mouse.
“Lihat apa yang terjadi ketika aku mengklik symbol ini di situs game online.” Ucap Kenzo.
“Ada login menggunakan akun dan muncul transsaksi judi online setelah kau masuk untuk login?” tanya Max.
“Uncle benar, ini adalah situs judi online yang
sangat rapi.” Jawab Kenzo.
“Wah,” ucap Jimmy.
“Uncle lihat ini, ini data yang aku curi dari situs ini. Ternyata ada jutaan orang yang ikut perjudian ini. Dan di lihat dari hasil yang ku dapat situs ini sudah ada sejak 10tahun yang lalu. Dan asal IP pembuatan ini berada di Jepang.” Ucap Kenzo.
__ADS_1
“Itulah isi kertas-kertas ini?” tanya Jimmy.
“Iya, aku sudah mencari informasi tentang pemilik situs ini namun tidak dapat menemukannya. Hanya itu petunjuk yang aku punya. Aku berharap ini ada hubungannya dengan symbol yang uncle cari selama ini.”
Ucap Kenzo.
“Tidak apa-apa ini sudah lebih dari cukup.” Ucap Jimmy.
“Dan yang harus Uncle ketahui bahwa situs ini setiap tiga hari sekali akan berganti alamat Domain dan lokasi pembuatan. Namun percayalah semua itu hanya tipuan. Yang sebenarnya lokasi yang aku berikan itulah yang benar.” Ucap Kenzo.
“Kau hebat Ken, dengan usia mu yang tergolong masih sangat muda sekali sudah mampu seperti orang dewasa.” Ucap Max.
“Karena aku adalah anak Jack Sandreas, ketua mafia yang di takuti semua orang.” Ucap Kenzo.
“Hasil didikan Jack,” ucap Deni.
“Jadi uncle bisa mencari informasi itu di mulai dari jepang di kota ini,” ucap Kenzo sambil memberikan lokasinya.
“Baiklah,” ucap Jimmy.
“Okelah uncle. Aku sudah mengantuk karena sudah tengah malam. Semua yang aku dapat sudah aku berikan pada Uncle Jimmy,Deni dan Max.” ucap Kenzo yang meninggalkan mereka di ruangan itu menuju kamarnya.
Setelah Kenzo kembali ke kamarnya yang berada 2 sela ruangan antara kamar dan ruang computer itu. Kemudian Max, Jimmy dan Deni mulai berdiskusi kembali.
“Siapa yang akan pergi ke Jepang untuk mencari informasi ini?” tanya Jimmy.
“Aku saja. Karena Billy sedang ada tugas lain,
“Baiklah, jika terjadi apa-apa kau harus segera
memberitahu kami.” Ucap Jimmy.
“Kenapa anak seumur Kenzo bisa sejenius itu?” tanya Deni.
“Dia sudah hidup seperti di peperangan, jadi wajar dia seperti itu.” Ucap Max.
“Kalian juga sudah mengetahui bagaimana Jack hidup selama ini. Itulah mengapa Jack tidak ingin Kenzo dan Bella mengalami hal yang sama.” Ucap Jimmy.
“Dan ternyata Kenzo dan Bella tumbuh menjadi anak-anak yang dapat di andalkan. Walaupun mereka tidak menghadapi hari-hari seperti anak kecil lainnya namun mereka sudah tumbuh menjadi lebih baik dari anak-anak lainnya.” Ucap Deni.
“Dan semoga dengan kehadiran Caca nantinya akan menjadi pelengkap bagi mereka,” ucap Jimmy.
“Apakah kalian merasa jika petunjuk yang di berikan Kenzo ini sangat berharga?” tanya Max.
“Kau benar Max, pantas saja kita selama ini tidak menemukan apa-apa.” Ucap Deni.
“Iya jika bukan karena bantuannya kita tidak akan mengetahui hal ini,” ucap Jimmy.
“Aku berharap ini adalah petunjuk yang bagus untuk mendapatkan kebenaran yang ada.” Ucap Max.
__ADS_1
“Apakah tidak sebaiknya kita memberitahukan ini pada Jack?” tanya Deni.
“Jangan, dia sedang dalam suasana hati yang senang saat ini. Tunggu selesai semua informasi yang kita dapatkan dari teka-teki ini. Setelah itu kita akan memberitahukan dirinya.” Ucap Jimmy.
“Aku juga setuju dengan Jimmy, kali ini kita harus benar-benar melindungi dirinya.” Ucap Max.
“Baiklah jika seperti itu,” ucap Deni.
“Jadi kapan kau akan berangkat Max?” tanya Jimmy.
“Malam ini, aku tidak ingin membuang-buang waktuku untuk menundanya.” Jawab Max.
“Baiklah, ayo aku akan mengantarkan mu ke bandara.” Ucap Jimmy.
“Aku juga akan ikut mengantarkan mu,” ucap Deni.
Setelah diskusi mereka selesai di ruang computer Kenzo, mereka semua keluar untu pergi ke bandara pribadi Jack yang berada di mansion tersebut.
Jimmy menghubungi seseorang untuk mengatur izin jadwal helikopter mereka berangkat malam ini. Deni menelpon pilot yang dapat mengemudinya. Lalu Max mempersiapkan beberapa barang yang akan di bawanya tanpa membawa pakaian.
“Kau yakin tidak membawa pakaian?” tanya Jimmy.
“Selama ini kita seperti apa? Tidak pernah membawa apa-apa karena kita bisa membeli apapun saat kita memiliki uang.” Ucap Max yang sombong.
“Trkkk,” Jimmy memukul pundak Max dengan kuat.
“Sakit bodoh,” ucap Max.
“Jangan terlalu sombong,” ucap Jimmy.
“Baiklah,” ucap Max.
“Ada sesuatu yang ingin ku bilang tapi aku lupa?” ucap Deni.
“Apa?” tanya Jimmy.
“Sebentar akan ku ingat-ingat,” jawab Deni.
“Dasar manusia pelupa,” ucap Max.
“O iya, aku titip belikan beberapa komik elimited edition ya.” Jawab Deni.
“Aku sedang tidak berlibur Den,” jawab Max.
“Sekalian maksudku,” jawab Deni.
“Hahahha,” mereka bertiga tertawa sambil berjalan menuju bandara helikopter di lapangan mansion Jack.
***Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
__ADS_1
Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author***.