I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Menghubungi Siska


__ADS_3

Suasana meja makan menjadi sangat serius saat pembicaraan Siska. Tidak kesengajaan Jimmy yang cemburu melihat kemesraan Caca dan Jack di meja makan membuatnya menyebut nama Siska dalam fikirannya. Dan semua itu di respond baik dengan Jack dan Caca.


Melihat Siska adalah orang yang berasal dari Indonesia namun sudah lama menetap di Kanada. Ia sudah menjadi anak yatim piatu sejak masa perkuliahannya dan di Indonesia hanya tinggal Nenek dan Kakeknya saja. Itulah hal yang membuat Siska tidak ingin kembali ke Indonesia, berusaha mencari uang untuk kehidupan sang nenek dan kakek.


“Kenapa bunda?” tanya Bella.


“Kalian akan segera mendapatkan tante baru.” Jawab Caca.


“Benarkah?” tanya Bella.


“Tentu saja sayang. Bagaimana jika sekarang kita menyuruh tante Siska untuk ke Indonesia.” Jawab Caca.


“Kalian jangan lakukan itu.” Ucap Jimmy.


“Sudahlah Jim, mau sampai kapan kau akan menyimpan rasa itu? Sudah saatnya kau serius terhadapnya dan jangan sakiti dia lagi. Lagian aku yakin dia juga memiliki rasa cinta sebelum kau mencintainya.” Jawab Jack yang mengetahui bagaimana cara Siska memperlakukan Jimmy.


“Sudah kau tenang saja. Kami akan membantumu.” Jawab Bagas.


“Bagas kau juga ikut-ikutan?” tanya Jimmy.


“Tentu saja. Untuk abang aku pasti aku membantunya.” Jawab Bagas.


“Ide bagus. Berarti selesai resepsi kami. Kau harus mendatangi keluarga Siska. Dan di saat resepsi kami kau harus melamarnya di depan kami.” Jawab Caca.


“Sayang, kau suka sekali membuat hal-hal romantic seperti ini.” Jawab Jack yang cemburu.


“Semuanya kau yang mengajarin.” Jawab Caca tertawa.


“Aku siap membantu.” Jawab Deni dengan mengangkat tanganya.


“Aku juga.” Jawab Kenzo.


“Aku pasti ikutan.”Jawab Bagas.


“Dan kami berdua pasti oke.” Jawab Caca.


“Ah terserah kalian sajalah.” Jawab Jimmy.


“Kau menyetujui ya?” tanya Caca.


“Iya iya.” Jawab Jimmy yang mengalah padahal di hatinya benar-benar senang.


“Oh kau malu? Di luar berkata iya iya di hati sungguh sangat senang.” Ucap Caca.


“Kenapa kau terlalu jujur sekali si Ca.” Jawab Jimmy.


“Hahahaha. Tebakkanku benar.” Jawab Caca.


“Mylotus jangan bilang kau bisa membaca hati orang lain?”tanya Jack.


“Tentu saja bisa jika kau mempercayainya.” Ucap Caca sambil tertawa.


“Hentikan pertengkaran mesra kalian. Bagaimana jika kita sekarang berangkat?” tanya Jimmy yang berjalan keluar restoran.

__ADS_1


“Dia sungguh malu.” Ucap Caca.


Deni, Jack, Bagas mengaggukkan kepalanya menyetujui pernyataan Caca. Mereka juga mengikuti keluar restoran dan menaiki mobil untuk pergi melanjutkan perjalanan ke kampung halaman Caca.  Saat di dalam mobil Caca meminjam ponsel Bagas untuk menghubungi Siska.


“Bagas! Pinjam ponsel?” ucap Caca.


“Untuk apa?” tanya Bagas balik.


“Tentu saja menghubungi Siska.” Jawab Caca.


Bagas memberikan ponselnya. Caca menerima dan memindahkan kotak nomor telepon Siska dari ponselnya ke ponsel Bagas. Karena mereka semua menggunakan nomor negara kanada yang tidak bisa di gunakan di Indonesia. Oleh karena itu Caca meminjam ponsel Bagas.


Caca menekan tombol panggil ke nomor Siska. Beberapa kali Caca menelponnya namun tidak di angkat.


“Apa mungkin karena nomor baru dia tidak ingin mengangkatnya?” tanya Caca.


“Coba sekali lagi.” Jawab Jack.


“Baiklah. Aku coba lagi, tapi memberi pesan dulu.” Ucap Caca.


“Oke.” Jawab Jack.


Caca mengetik isi pesan yang ingin dia kirim ke nomor telepon Siska.


“Asalamualaikum. Bos, ini aku Caca. Bisa angkat telepon dariku?” isi pesan tersebut.


Setelah mengirim pesan tersebut, Caca menunggu pesannya terbaca beberapa menit kemudian. Setelah itu, Caca langsung menelpon Siska.


“Ada apa Ca?” tanya Siska dalam sambungan telepon itu.


“Alhamdulilah sehat.Kau?” Jawab Siska.


“Alhamdulilah aku juga sehat. Begini, saat ini aku sedang berada di Indonesia. Bisa kau datang besok ke resepsi pernikahanku di Indonesia?” tanya Caca.


“Benarkah? Kau sudah baik-baik saja atas insiden itu?” tanya Siska yang hadir saat resepsi di mansion.


“Tentu saja. Bagaimana?” Jawab Caca.


“Insyallah aku usahakan.” Jawab Siska.


“Ayolah. Aku ingin jawaban pasti. Aku ingin kau datang. Kau juga belum pernah kembali ke Indonesia? Bukan kah ini adalah ide bagus?” tanya Caca.


“Baiklah. Aku akan segera pesan tiket pulang.” Jawab Siska.


“O ya di mana alamatmu?” tanya Siska.


“Aku akan mengirimkannya.” Jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Siska.


“Aku tunggu kedatanganmu. Aku juga sudah meminta Jack dan Jimmy memberikanmu cuti satu minggu.” Jawab Caca.


“Benarkah? Bukankah itu terlalu lama?” tanya Siska yang heran dengan cutinya.

__ADS_1


“Tentu saja tidak. Kau harus di sini saat resepsiku selesai dan kita harus berjalan-jalan melihat kampung halamanmu. Bukankah aku pernah mengatakan ingin melihat daerah aslimu?” tanya Caca.


“Baiklah.” Jawab Siska.


“Bagus. Besok aku tidak ingin menerima alasan apapun, kau harus sudah hadir sebelum acara di mulai.” Jawab Caca.


“Oke.” Jawab Siska.


“Oke aku tutup. Asalamualaikum.” Jawab Caca.


“Waalaikumusalam.” Jawab Siska kemudian meletakkan ponselnya.


“Beres.” Jawab Caca yang memberitahukan kepada Jack.


“Kerja bagus.” Jawab Jack yang mengeluskan kepala Caca.


“Siapakah calon abang Jimmy itu?” tanya Bagas yang menerima ponselnya kembali.


“Singkat cerita dia itu adalah bos Kakak ketika di restoran selama dua bulan.” Jawab Caca.


“Lalu?” tanya Bagas.


“Iya dari situ Kakak mengetahui dia adalah orang pribumi. Dan dia juga menerima Kakak bekerja karena sama-sama berasal dari daerah yang sama.” Jawab Caca.


“Lalu bagaimana bisa berkenalan dengan abang Jimmy dan abang ipar?” tanya Bagas.


“Kau masih ingat dengan cerita Kakak ketika pertama kali Jack dan Jimmy datang ke restoran?” tanya Caca.


“Iya  aku ingat.” Jawab


Bagas.


“Itulah restoran kakak bekerja dengan Siska sebagai manajernya. Dan secara kebetulan sebenarnya itu adalah usaha Sandreas. Jack lah pemilik asli restoran itu dengan Jimmy yang mengendalikannya dan Siska yang menjalankannya.” Jawab Caca.


“Oh, jadi seperti itu. Benr-benar sebuah kebetulan yang mengesankan.” Jawab Bagas.


“Dia perempuan yang baik menurutku. Bagaimana denganmu Jack?” tanya Caca.


“Entahlah, selama ini aku melihat dia awalnya sangat polos dan melihat lingkungan kami dia berubah dan tetap dengan sifat baiknya. Aku tidak terlalu dekat dan kenal dengan dia. Namun aku melihat dari semua teman wanita Jimmy hanya dia yang menurutku bagus.” Jawab Jack.


“Dan lagi, dia benar-benar seorang wanita yang bekerja keras tanpa harus menjual kecantikkan. Dia menonjolkan semua bakatnya dalam bisnis.” Jawab Jack.


“Benarkah?” tanya Caca yang sedikit cemburu saat Jack mendeskripsikan Siska.


“Tenang saja, dia tidak pernah aku lirik. Tetap kau yang nomor satu.” Jawab Jack.


“Siapa bilang aku cemburu?” tanya Caca.


“Itu kamu mengakuinya.” Jawab Jack.


“Is…” jawab Caca yang ingin mencubit Jack namun di hentikan.


“Jangan mencubitku atau Bella akan terbangun.” Jawab Jack.

__ADS_1


Saat itu Bella sedang tidur di pangkuan Caca. Sedangkan, Kenzo di tempat duduk bersama dengan Jack. Bagas bersama dengan Riki di bangku depan mobil.


__ADS_2