I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
​​Pakaian Pertama


__ADS_3

Jack pun kemudian mengintari beberapa deretan pakaian wanita, lalu memilih beberapa pakaian yang pas digunakan Caca menurutnya. Jack menyuruh Caca untuk mencobanya.


“Coba semua ini?” ucap Jack.


“Tapi.....” jawab Caca.


“Sudahlah, coba saja dan perlihatkan pada ku. Aku tunggu di sofa itu.” Ucap Jack sambil menunjuk ke sofa berwarna merah.


“Baiklah,”


“Percuma juga kalau aku menolak pasti dia akan memaksa terus bahkan aku takut di bentaknya lagi.” Ucap Caca dalam hati sambil berjalan masuk kedalam ruang ganti membawa lima set pakaian.


Beberapa menit kemudian Caca keluar dari ruang ganti menggunakan pakaian gamis berbahan jeans.


“Lumayan,” ucap Jack.


“....” Caca yang mengayunkan tangannya memperlihatkan pakaian yang digunakannya.


“Coba yang lain lagi,” ucap Jack.


Caca pun masuk ke ruang ganti untuk mencoba pakaian selanjutnya.


Beberapa menit kemudian Caca keluar dari ruang ganti menggunakan pakaian bernuansa warna cokelat susu.


“Cocok di warna kulit. Ganti lagi!” ucap Jack.


“Terlalu mahal?” ucap Caca.


“Coba ganti lagi,” ucap Jack tanpa menjawab keluhan Caca.


Caca pun masuk ke ruang ganti untuk mencoba pakaian selanjutnya.


Beberapa menit kemudian Caca keluar dari ruang ganti menggunakan pakaian bernuansa warna cokelat susu.


Caca pun masuk ke ruang ganti untuk mencoba pakaian selanjutnya.


Beberapa menit kemudian Caca keluar dari ruang ganti menggunakan pakaian lainnya. Terus menerus seperti itu sampai ke pakaian terakhir Caca menggunakan pakaian dress hitam dengan hiasan klasik yang elegan.

__ADS_1


“Ini bagaimana?” ucap Caca.


“Beautiful, perfect!” jawab Jack sambil berdiri dengan ekspresi terkejut dengan penampilan Caca.


“Tapi ini terlalu mahal, lagian mau kemana menggunakan pakaian ini?” ucap Caca.


“Itu pakaian pertama untuk mu dariku. Kekayaan ku tidak akan mungkin habis untuk membelikan mu satu pakaian ini saja? Bahkan aku bisa membeli seluruh gedung yang ada di sini. Atau aku bisa memanggilan beberapa designer terkenal untuk membuatkan pakaian khusus untuk mu.” Ucap Jack dengan sombong.


“Tapi aku tindak menginginkannya. Aku menerima pakaiannya mu dengan catatan aku yang memilihnya bukan kau. Apalagi dengan pilihan pakaian mahal ini.” Jawab Caca.


“Bisa kah kau sedikit saja melihat kebaikkan ku?” tanya Jack.


“Bisakah kau sedikit menilai sesuatu bukan dari harga?” tanya Caca balik.


“Aku sombong karena aku punya.” Ucap Jack.


“Tapi tidak dengan ku. Aku tidak tau seberapa banyak kekayaan yang kau miliki namun yang ku tau tidak semuanya bisa di beli dengan kekayaan mu itu.” Ucap Caca.


“Hmmm, salah lagi. Ayolah Ca jangan selalu marah dengan ku. Aku harus seperti apa agar setiap berkomunikasi dengan mu tidak menimbulkan sebuah perdebatan seperti ini?” tanya Jack dengan mengalah pada Caca.


“Entahlah.” Ucap Caca yang memalingkan badannya dari Jack kemudian berjalan masuk kedalam ruang ganti.


***Kantor Sandreas***


Jimmy yang masih sibuk dengan beberapa berkas yang sudah di kirim oleh Jack untuk di periksanya.


“Kenapa perusahan yang di Indonesia atas nama Bagas Baskara?” ucap Jimmy ketika melihat beberapa aset kerjasama yang ada di Indonesia.


Jimmy pun berpikir tentang keanehan berkas itu. Kemudian Jimmy mencari jawaban atas rasa penasarannya. Ternyata nama Bagas Baskara adalah nama adik kandung Caca. Jimmy menyuruh anggota yang ada di Indonesia untuk mengumulkan informasi tentang Bagas. Satu jam kemudian Jimmy mendapatkan semuanya.


“Bagas Baskara, berumur 17tahun. Dua bulan lagi akan menyelesaikan pendidikan dari Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan bisnis marketing. Pemain basket terkenal di sekolah dan merupakan pria idaman bagi para wanita. Bukan hanya memiliki prestasi di olahraga basket namun juga di sepak bola dan juga pada akademik. Memenangkan beberapa perlombaan wirausaha. Memiliki beberapa gerobak usaha bakso bersama teman-temannya.”


“Pantas saja Jack membuat berkas ini atas namanya. Jack berniat untuk menyerahkan seluruh usaha ini untuk di bangun oleh calon adik iparnya. Jack sudah melihat potensi yang dimiliki oleh Bagas. Aku yakin Jack juga berniat untuk memberikan kuliah gratis untuk Bagas agar meningkatkan potensinya di bidang bisnis.” Ucap Jimmy pada dirinya sendiri di dalam ruangannya.


Jimmy pun melanjutkan kerjaannya untuk membereskan berkas yang akan di persiapakan untuk keberangkatan besok. Jimmy juga mempersiapan beberapa hal yang sudah Jack katakan selama seminggu di Indonesia.


“Hotel yang sudah di pesan?” tanya Jimmy pada orang yang di teleponnya.

__ADS_1


“Sudah tuan,” jawab yang menerima telepon dari Jimmy.


“Jangan lupa persiapkan beberapa pengawal untuk melindungi Bos. Kemudian persiapkan pertemuan Bos dengan keluarga Caca.” Ucap Jimmy.


“Baik tuan, selama kami mengawasi keluarga Caca semuanya baik-baik saja seperti biasa. Namun untuk pertemuan Bos dengan keluarga lebih baik Bos langsung ke rumahnya di hari Jumat setelah selesai sholat Jumat karena mereka akan berkumpul.”


“Jadi hari jumat adalah hari yang pas untuk menjumpai keluarganya?” tanya Jimmy.


“Iya tuan,” jawabnnya.


“Baiklah. Terimakasi atas informasinya. Jika ada informasi terbaru jangan lupa untuk segera memberi kabar padaku!” ucap Jimmy..


“Baik tuan.”


“Kerja bagus.” Ucap Jimmy lalu mematikan panggilan.


***Cerita Perusahaan Sandreas di Cannada***


Perusahaan Sandreas di bangun oleh Jack dan saudaranya. Perusahaan ini berawal dari sebuah bar kecil di Italia, kemudian berkembang menjadi secara perlahan ke dunia usaha properti. Tahun ketahun perusahaan Sandreas semakin maju.


Di dalam perusahaan yang sekarang Jack memiliki ratusan karyawan baik wanita maupun laki-laki. Namun semua manajer di setiap bidang perusahaan hanya laki-laki, tidak ada satupun perempuan. Maka hanya para manajerlah yang mengetahui siapa Jack sebenarnya.


Setiap pertemuan besar antara seluruh karyawan, Jimmylah yang menjadi pengganti Jack. Rahasia tentang Jack sangat di tutup rapat di perusahaan. Makanya lantai paling atas di gedung perusahan Sandreas hanya ruangan Jack dan Jimmy saja beserta ruang pertemuan para manajer perusahaan.


Tidak sembarangan karyawan yang masuk dan berjalan ke lantai atas gedung. Jack pun datang ke kantor melalui pintu rahasia. Pintu Dan lift yang di khususkan untuk Jack saja. Semua itu di lakukan untuk kenyamanan Jack berada di kantor dengan kondisi penyakit OCD terhadap wanita.


Soal client yang bekerjasama dengan perusahaan Sandreas hanya beberapa client kelas atas yang dapat berjumpa dengan Jack. Namun biasanya ketika ada pesta apapun yang menghadiri hanyalah Jimmy, sedangkan Jack sangat jarang mau untuk hadir di acara seperti itu.


Dan perusahan Sandreas bisa berdiri besar sampai saat ini bukan menggunakan cara yang kotor, namun lebih tepatnya menyingkirkan hal-hal kotor yang dapat membuat perusahaan Sandreas terjerumus di bisnis gelap.


Jack memang sudah hidup di dunia yang sangat keras sejak umur tujuh tahun bersama saudaranya. Jadi Jack selalu menghalangi beberapa trik kotor pesaing bisnis untuk menjatuhkan perusahaan Sandreas.(part 1 tentang perusahaan sandreas wkwkkwk, episode selanjutnya lanjut ke Jack dan Caca ya jangan lupa untuk selalu mampir ke karya saya)


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.

__ADS_1


Happy Reading guys


__ADS_2