
Kenzo sedang berada di dalam ruang latihan untuk berolahraga. Bella sedang berada di kamarnya sedang menonton movie kartun Barbie. Jack dan Bella masih berada di kamar mereka. Bella sedang membaca majalah dan Jack masih dengan laptopnya.
“Hubby!” panggil Caca.
“Iya.” Jawab Jack yang masih serius dengan laptopnya.
“Sebenarnya, kemarin malam bersama dengan Max dan juga Billy kemana?” tanya Caca tiba-tiba.
“Maksudnya?” tanya Jack tetap santai walaupun sempat menghentikan jari tangannya mengetik huruf-huruf di keyboard laptop.
“Aku merasa kalian pergi bersama kesuatu tempat. Max dan Billy pergi dari pesta sebelum acara berakhir. Dan kau tiba-tiba pergi setelah sampai ke mansion.” Jawab Caca.
“Emangya kami kemana? Mylotus, sudah aku katakan bahwa ada beberapa hal yang harus di urus di kantor pusat karena aku dan Jimmy sudah dua hari tidak datang ke sana.” Jawab Jack yang melihat wajah Caca setelah menutup laptopnya.
“Ehmm, aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.” Jawab Caca.
“Hahha. Apa itu?” tanya Jack.
“Aku tidak tahu, yang pasti firasatku mengatakan seperti itu.” jawab Caca.
“Mana mungkin aku menyembunyikan sesuatu padamu mylotus.” Jawab Jack.
“Mungkin saja kalian pergi untuk berpesta sendiri.” Jawab Caca.
“Tentu saja tidak. Apakah kau sedang berfikir bahwa aku sedang bersama dengan wanita lain?” tanya Jack menggoda Caca.
“Ah sudahlah. Berbicara denganmu membuatku kesal saja.” Jawab Caca yang menyodorkan bantal di wajah Jack saat Jack mendekatkan mukanya di hadapan Caca.
“Hahaha. Tenang saja, aku tidak akan seperti itu. Oh ya, tadi aku sudah memerintah Son untuk mencarikan seorang dokter kandungan seorang wanita. Jadi kita akan kesana sebentar lagi. Karena jadwal konsultasinya sekitar satu jam lagi.” Jawab Jack.
“Kenapa tidak dokter laki-laki saja.” Ucap Caca.
“Tidak akan aku biarkan jika itu terjadi.” Jawab Jack dengan melipatkan kedua tangannya di dada.
“Dokter wanita yang cantik agar kau bisa melihatnya?” tanya Caca.
“Mungkin saja iya.” Jawab Jack yang tanpa bersalah berjalan masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.
“Dasar mata keranjang.” Jawab Caca yang kesal dengan Jack.
__ADS_1
Caca juga bergegas untuk mengganti pakaiannya. Setelah mereka berdua siap, Caca memberitahukan Selly untuk mengatakan kepada Kenzo dan Bella bahwa mereka akan pergi ke rumah sakit tanpa membawa mereka.
“Bi, tolong jelaskan kepada Kenzo dan Bella jika mereka bertanya tentang keberadaan kami.” Ucap Caca.
“Oke.” Jawab Selly.
Riki membukakan pintu mobil untuk Jack dan Caca. Caca yang pertama masuk kedalam mobil kemudian diikuti oleh Jack. Hanya membutuhkan beberapa saat perjalanan untuk sampai ke rumah sakit. Tanpa harus melapor kembali mengambil nomor antrian, mereka sudah bisa bertemu dengan dokter tanpa harus menunggu lama.
“Atas nama Wika Chalista.” Ucap Jack.
“Oh, silahkan masuk langsung ke ruangan dokter Nita, Tuan dan Nyoya.” Jawab perawat yang mengantarkan mereka berdua ke dalam ruangan dan menyuruh mereka untuk duduk di depan meja kerja dokter Nita.
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan dokter Nita. Dekorasi ruangan itu banyak tulisan-tulisan banner yang ada di dinding tentang kandungan. Gambar-gambar medis bayi dalam masa perkembangannya di dalam perut. Dan beberapa kaliamat yang hanya di mengerti oleh seorang dokter saja. Dokter Nita keluar dari gorder berwarna biru dan duduk di kursinya.
“Tuan Jack dan Nyoya Wika Chalista, selamat datang di ruangan saya.” Ucap dokter Nita tersenyum.
“Dokter ini istri saya Wika Chalista bisa di panggil Caca. Caca dia adalah dokter Nita.” Ucap Jack yang memperkenalkan mereka berdua.
Caca menyambut salam dokter Nita yang mengulurkan tangannya.
“Ternyata dokternya seumuran dengan bunda. Aku kira dokter muda yang super cantik.” Ucap Caca dalam hatinya.
“Caca!” panggil Jack yang menyadarkan lamunan Caca.
“Oh ya dokter, tidak ada keluhan yang aneh. Seperti biasanya kebanyakan orang yang hamil. Saya sering mual-mual beberapa waktu lalu, tapi sekarang sudah jarang terjadi. Badan lemas selalu dan ingin tidur saja di waktu pagi hingga sore. Namun, ketika malam hari sedikit terganggu dalam hal tidur.” Jawab Caca.
“Bisa saya periksa dulu perutnya?” tanya Dokter Nita.
Caca berjalan mengikuti dokter Nita masuk kedalam ruangan gorden biru. Di dalam sana adalah ruang pemeriksaan. Caca berbaring di atas kasur dan dokter Nita mulai memeriksa dengan alatnya.
“Mulai tanggal berapa anda tidak mens dan tanggal terakhir mens?” tanya dokter Nita setelah memeriksanya.
“Perkiraan baru saja dua bulan dok…..” Jawab Caca.
“Dilihat dari hitungannya, kandungan ini sudah mulai jalan 3 bulan. Apakah anda ingin melihat bagaimana dia di dalam rahim anda?” tanya dokter Nita.
“Apakah sudah bisa melihatnya?” tanya Caca.
“Tentu saja, walaupun masih dalam bentuk kumpalan daging.” Jawab dokter Nita.
__ADS_1
“Boleh dokter.” Jawab Caca.
Mereka melakukan pemeriksaan USG. Dokter Nita memberikan cairan ke sekitar perut Caca lalu meletakkan alat pendektesi USG. Dokter Nita menjelaskan kondisi calon bayi yang ada di dalam perutnya. Dan membuat Caca
sangat bahagia.
“Jack! Kemarilah cepat!” ucap Caca yang berteriak.
“Ada apa?” tanya Jack yang begitu kaget dan bersigap dengan cepat masuk.
“Lihat, bayi kita.” Jawab Caca yang mengarahkan tangannya ke arah monitor.
“Itu bayi kita?” tanya Jack tersenyum bahagia.
Caca menganggukkan kepalanya.
“Dokter Nita mengatakan bahwa bayi kita sangat sehat. Mungkin itu berkat ramuan yang diberikan oleh istri paman Kagami.” Jawab Caca.
“Aku akan berterimakasih kepada mereka nanti. Jadi dokter apa yang harus kami lakukan untuk menjaga bayi tetap sehat hingga sembilan bulan?” tanya Jack.
Dokter Nita memerintah mereka untuk kembali duduk di meja kerjanya dan menjelaskan semuanya.
“Ini resep yang akan aku berikan kepada Caca. Ini hanya beberapa vitamin yang bagus untuk metabolism tubuhmu dan calon bayimu saja.” Jawab dokter Nita yang telah menulis resep kepada mereka.
“Jadi bagaimana dengan jawaban yang aku tanyakkan tadi?” tanya Jack yang menerima kerta resep yang di berika oleh dokter Nita.
“Kau sebagai suami harus lebih memperhatikan istrimu dan menyayanginya agar suasana hati dan fikirnya tetap bagus. Pola makan yang teratur dan bergizi, dan aku sarankan untuk datang kembali di setiap sebulan sekali minimal. Jika ada masalah lainnya kalian bisa membicarakan denganku.” Jawab dokter Nita.
“Jadi dok, aku tidak perlu di suntik?” tanya Caca yang takut terhadap jarum suntik.
“Tidak perlu, kau dan bayimu sangat sehat.” Jawab dokter Nita.
“Baiklah terimakasih dokter.” Jawab Caca.
Mereka berdiri dan berpamitan untuk pergi meninggalkan ruangan. Namun, dokter Nita membisikkan kepada Jack tentang sesuatu.
“Kau harus menahan diri untuk tidak melakukan **** kepada istrimu dulu. Tahan hingga kondisi kandunganya lebih berumur beberapa bulan.” Bisik Nita kepada Jack yang saat itu Caca sudah duluan keluar dari pintu dan Jack di belakangnya.
“Jadi aku tidak boleh sama sekali?” tanya Jack dan dokter Nita mengaanggukkan kepalanya.
__ADS_1