I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Wajah Asli Max


__ADS_3

Suasana ruangan introgasi yang sudah menakutkan itu semakin lembab dan menegangkan. Hanz tidak berhasil untuk kabur dari tempat itu. Dia mentabrak Max dengan tubuhnya itu hingga terjatuh ke lantai. Gelap menjadi terang setelah Max menghidupkan lampunya.


“Kau!” panggil Hanz yang mengenali wajah siapa yang ada di depannya.


“Heran? Bukanya kau sudah mengetahui aku siapa?” tanya Max dengan posisi jongkok dengan tenang di depan Hanz yang terjatuh.


“Jadi kau benar adalah mata-mata itu?” tanya Hanz.


“Kenapa? Bukanya rekanmu sudah mengkatakan semuanya dan dia juga sudah hilang?” tanya Max.


“Jadi kau yang membunuhnya?” tanya Hanz.


“Tenang saja, hari ini dia akan di temukan di jurang dekat rumah sakit sebagai berita duka kecelakaan mobil karena mabuk.” Jawab Max dengan tersenyum dengan tatapan membunuh.


“Brengsek!” panggil Hanz dengan melangkan tonjokkan.


“Kau saja sudah pipis di celana dan badanmu itu gemeteran. Tapi berani menyerangku?” tanya Max yang menahan tonjokkan di wajahnya.


Kekuatan Max yang belum di keluarkan seluruhnya dan hanya mengeluarka 20% kekuatannya saja untuk menahan tonjokkan Hanz.


“Sudah aku katakana untuk pergi ke arah itu, tapi kau malah memilih ke arah yang berlawanan. Kau sudah menghilangkan kesempatanmu.” Jawab Akashi yang mengaduk darah di ember kesayangannya itu.


“Jadi kau menjebakku?” tanya Hanz.


“Jangan salahkan aku. Sudah aku katakan kau tidak ada urusannya denganku, hanya mereka berdua. Apa kau lupa?” tanya Akashi mengangkat ember darah itu mendekatinya.


“Siapa kalian sebenarnya? Dan kenapa mencari informasi tentang lambang tatoku ini?” tanya Hanz.


“Tentu saja kami ingin mengetahuinya.” Jawab Richard datang dengan pisau yang ada di tangannya.


“Aku? Lebih baik kau mempertanyakan mereka berdua dari pada memandangku. Aku ingin membawa darah ini, sepertinya sudah cukup untuk kumpulan lintahku.” Jawab Akashi yang pergi meninggalkan tempat itu.


“Aku juga iku denganmu Akashi,” jawab Richard yang ikut.


Mereka berdua meninggalkan tempat itu, dan hanya ada Max dan Hanz yang berada di dalam ruangan itu.


“Aku benar-benar takut saat itu. Untung saja ada alasan untuk membawa darah ini,” jawab Akashi dengan mengelus dadanya.


“Untung saja aku bisa ikut denganmu.” Jawab Richard dari belakang.

__ADS_1


“Kau juga tidak tahan dengan udara yang di pancarkan di dalam ruangan itu?” tanya Akashi.


“Kau yang sudah biasa membunuh orang di ruanganmu sendiri saja bisa tidak tahan di sana apalagi aku.” jawab Richard.


“Tadi itu wajah asli Max muncul. Aku baru melihatnya lagi dari sekian lamanya. Mungkin terakhir kali ketika melihat mereka di barak.” Jawab Akashi.


“Sepertinya aku juga begitu. Benar-benar seram.” Jawab Richard.


“Apa kita akan masuk kembali kesana?” tanya Akashi.


“Sepertinya kita mengintip saja. Setelah dia selesai kita akan kembali.” Jawab Richard yang mengetahui bahwa di dalam tempat itu ada kamera tersembunyi.


Mereka menyaksikan hal itu dari ponsel Akashi.


“Katakan semua yang kau ketahui tentang symbol itu maka aku akan mengatakan satu kebenaran pada diriku yang ingin kau ketahui.” Jawab Max yang berdiri dari jongkoknya.


“Sudah aku katakana apa yang ingin aku katakan.” Jawab Hanz.


“Siapa yang menelponmu saat ingin membunuh pangeran dari negara Z?” tanya Max.


“Dia adalah bos yang mengatur semua anggota yang ada di negara ini. Dan dia merupakan ketua pembunuh bayaran.” Jawab Hanz yang ketakutan dengan aura yang di pancarkan oleh Max.


Mengkunci pintunya dan berjalan mengambil pisau bedah yang ada di meja. Membuka pintu kemudian menarik Hanz ke kursi introgasi kembali dengan menyeretnya saja karena sejak tadi Hanz diam saja.


“Duduk!!”Ucap Max dengan nada perintah yang memaksa.


Hanz langsung duduk di kursi itu. Max yang sudah memegang beberapa pisau bedah di tangannya dengan sangat cepat menusuk telapak tangan Hanz dengan pisau bedah. Hanz juga menusuk kedua kaki Hanz.


“Baik-baik aku akan menceritakan seluruhnya.” Jawab Hanz.


Max berhenti menusukkan pisau bedah yang sudah menusuk di kedua tangan Hanz dan kaki Hanz, dan saat ingin menusuk paha Hanz dia berhenti melihat wajah Hanz yang memohon ampun.


“Aku tidak mengetahui sekali tentang dia, tapi kami akan selalu mengadakan pertemuan dengan semua anggota sebulan sekali di tangal yang sudah terjadwal. Kau pasti mengetahui tempatnya karena kau sudah mengikuti kami.”


“Sekitar tiga hari lagi, kami akan mengadakan pertemuan sesuai dengan jadwal. Di dalam toko tato itu sebenarnya bukan hanya ada ruang rahasia pertemuan yang sudah kalian ketahui, tapi ada sebuah ruang bawah tanah yang ada di rak buku ruang prtemuan. Dan laki-laki itu tidak pernah memperlihatkan wajahnya, dia selalu mengunakan topeng.”


“Hanya itu yang aku ketahui, aku tidak mengetahui apa-apa lagi. Soal Kalajenking iblis juga sebenarnya sudah musnah sejak 25 tahun yang lalu. Namun mereka tetap hidup dengan bersembunyi. Mereka hanya menawarkan jasa illegal saja. Baik itu organ maupun obat-obatan.” Jawab Hanz.


“Ada berapa anggota yang ada di negara ini?” tanya Max menggoreskan pisau bedah ke tubuh Hanz.

__ADS_1


Darah dari tangan, kaki dan goresan yang ada di tubuhnya mengalir terus dan membasahi pakaian yang digunakan olehnya. Namun, Max dengan cepat mencabut dan menjahit lukannya untuk tidak terlalu kehilangan banyak darah sambil mendengarkan penjalasan Hanz.


“Hanya sepuluh orang besar yang termasuk aku, jadi hanya tinggal delapan setelah kau membunuh rekanku dan mensekapku di sini.” Jawab Hanz.


“Bagaimana dengan kemampuan mereka?” tanya Max.


“Aku tidak mengetahuinya, kami selalu menggunakan topeng saat pertemuan dan memberikan kode rahasia saat masuk ke dalam.” Jawab Hanz menahan sakitnya.


“Apa kodenya?” tanya Max.


Hanz memberikan semua informasinya kepada Max karena takut Max akan melukai tubuhnya kemudian mengobatinya lagi. Wajah Hanz sudah sangat pucat dan lemas akibat yang di buat oleh Max. Sedangkan, Akashi dan Richard yang menyaksikan itu saling tatap menatap karena takut.


“Seperti biasanya, dia suka melukai orang lain namun juga suka menyembuhkannya. Dan seterusnya begitu.” Jawab Richard yang sudah pernah di tusuk oleh Max karena pernah sombong di hadapan Jack, Billy dan dirinya.


“Aku sudah mengetahuinya sejak dulu, makanya aku ikut menjadi dokter dan menjadi psikopat juga karena dia.” Jawab Akashi.


“Sesuai dengan janjiku. Aku akan memberikan mu informasiku padamu.” Jawab Max yang tersenyum dan memasangkan sebuah cincin yang melingkar di jarinya.


Cincin itu berbentuk seperti ular melingkar dengan kepala naga dan permata hitam yang kecil dua buah di kepala naga itu sebagai matanya.


“Kau salah satu pembunuh legendaris itu?” tanya Hanz.


“Iya, Max Sandreas.” Jawab Max yang tersenyum.


“Dokter misterius yang selalu di cari orang dari dunia media?” tanya Hanz.


“Pintar.” Jawab Max yang menepuk pundak Hanz.


“Jadi hal itu benar, kau yang tidak pernah mengekspos dirimu dan selalu saja bersembunyi selama ini.” Jawab Hanz.


“Jangan terlalu banyak mengetahui karena bagaimanapun itu tidak akan berguna untuk manusia yang sebentar lagi akan mati.” Jawab Max yang langsung memenggal kepala Hanz.


...****************...


Makasih teman² yang sudah menyemangatin author untuk melanjutkan sebulan kedepan. Kira author udh bosan😆. Makanya author sudah ancang² buat karya baru. Doakan terus author sehat ya. Biar terus up I Love You Mr Mafia dan Sky Blue Love 💙.


Jangan lupa dukung Sky Blue Love 💙yah readers 🙏❤️.


Author sayang kalian💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2