
Setelah kematian Hanz, ayah dan ibunnya sangat-sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Hanz dan pengawalnya di temukan dalam keadaan hancur di bawah jurang itu.
Polisi mengeluarkan mobil yang berisi mayat Hanz dan pengawalnya dari jurang. Kemudian membawa mayat-mayat yang hancur seperti di panggang itu ke dalam mobil itu ke rumah sakit untuk di autopsi agar mengetahui identitasnya.
Mayat-mayat itu tidak lagi utuh karena ledakan api yang disebabkan oleh ledakan bensin mobil itu. Mayat yang gosong dan berbentuk kepingan-kepingan yang tidak utuh di dalam itu sulit untuk di kenali.
Roberto ikut ambulance yang membawa mayat-mayat itu ke rumah sakit. Saat dirinya sampai sang ayah Bram dan istrinya datang. Saat sampai di rumah sakit itu ibu Hanz menangis dengan histeris melihat keadaan anaknya yang sudah tidak utuh dan sulit di kenali itu. Sedangkan Bram menyimpan emosi amarah dan lebih memilih menenangkan istrinnya.
"Kau akan aku introgasi saat di rumah," ucap Bram pada Roberto.
"Baik tuan, saya akan menceritakan semuanya." Jawab Roberto.
"Baiklah sekarang kembalilah terlebih dulu, aku akan mengurus jasad ini terlebih dahulu Dan menenangkan istriku." Ucap Bram.
"Baik tuan."
Ibu Hanz, istri Bram tidak berhenti-hentinnya menangis dan memeluk plastic hitam yang berisi kepingan-kepingan tubuh mayat itu yang menjadi satu.
"His... hiks..... hiks..... kenapa nasib mu seperti ini Hanz, kenapa kau bisa mengalami kecelakaan ini." Ucapnnya sambil menangis dalam pelukkan Bram.
"Tenanglah, aku akan terus mencari tahu kebeneran yang terjadi." Jawab Bram.
"Bahkan saat meninggal seperti ini Kita tidak bisa mengenali tubuh anak Kita." Jawabnya setelah itu pingsang.
"Sayang," panggil Bram membangunkan istrinya yang tidak sadarkan diri.
Bram meletakkan istrinya kedalam ruang pasien, sambil menunggu istrinya sadar Bram mendatangi polisi dan dokter yang ada di dalam.
"Aku tidak ingin lama menunggu, segera temukan mayat anakku dan bagaimana kondisi mayatnya sebagai hasil autopsinya. Agar aku segera memakamkannya." Ucap Bram.
"Baik tuan," ucap polisi dan dokter yang berada di tempat itu.
Setelah mengatakan itu Bram membawa istrinnya ke rumah kemudian mengintrogasi Roberto atas semua kejadian yang meninpa putrannya. Roberto menceritakan semua kejadian dengan cerita buatannya dan Billy saat itu.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mempercayaimu, ingat jika kau berbohong padaku kau akan menanggung akibatnya." Ucap Bram.
"Baik tuan, saya tidak berani berbohong kepada tuan. Itu adalah cerita yang sebenarnya." Jawab Roberto.
"Tunggu hasil autopsi keluar kau tidak boleh pergi dari sini dan akan tetap di awasi oleh anak buahku." Jawab Bram.
Beberapa jam kemudian hasil autopsi sudah keluar, dan mayat Hanz Sudah bisa di kenali. Sehingga pagi harinya Bram dan istrinya membawa mayat Hanz ke pemakaman. Dan saat itu media datang berbondong-bondong untuk memastikan kebenaran cerita Roberto dengan hasil autopsi pihak rumah sakit. Dan ternyata hal itu benar dan membuat media membuat berita yang sama seperti berita malam itu.
Reputasi Bram sedikit menurun sebagai seorang menteri keuangan yang memiliki image keluarga yang buruk di mata masyarakat. Dan dalam beberapa jam terakhir ini, perusahaannya mengalami penurunan saham yang mengerikan sehingga dirinya segera ke perusahaan untuk mengecek dan menanganinnya.
Sementara Billy sudah menyusun rencana untuk menghancurkan reputasi Bram saat Bram sibuk mengurusi penurunan saham perusahaannya.
"Apakah semuannya sudah siap?" tanya Billy.
"Sudah bos, data-data sudah dikirimkan di berbagai media." Jawab anak buahnya.
"Kerja Bagus." Jawab Billy.
Beberapa media terkenal yang memiliki kerjasama dengan perusahaan sandreas mendapatkan sebuah paket kiriman tak bernama yang berisi kejahatan Bram semasa dirinya menduduki jabatan sebagai menteri keuangan.
"Apakah ini benar-benar menteri keuangan?" tanya reporter yang melihat semua bukti.
"Ini berita bagus. Ayo semuannya bekerja dengan cepat untuk membuat berita dan sebagian lainnya ikut aku ke kantor kejaksaan dua jam lagi seperti dalam surat ini, kita akan lihat apakah benar apa yang dikatakan pengirim ini." Jawab seorang reporter lagi yang memiliki kedudukan lebih tinggi.
Setelah bukti itu ada pada media dan dimuat dalam berita. Rencana selanjutnya menculik Bram kemudian mengintrogasinnya sebelum menyerahkannya ke kantor kejaksaan.
Billy mengintrogasi Bram dalam keadaan di dalam mobil continer dengan wajah Bram yang ditutupi dengan kain hitam.
"Dari mana asal tato kalajengking di lehermu?" Tanya Billy.
"Siapa kau? Mengapa kau mempertanyakan symbol ini?" tanya Bram.
"Karena aku musuh bosmu. Sekarang katakan padaku dimana dia sekarang atau kau akan mati." Jawab Billy dengan memancing Bram untuk mengatakan sebenarnya.
__ADS_1
"Aku tidak mengetahui dia sekarang berada di mana. Tapi yang aku ketahui saat ini dia sudah menetap kembali ke Jepang." Jawab Bram Yang ketakutan.
"Di mana kau mendapatkan tato itu?" tanya Billy.
"Di Jepang di Jalan......" Bram mengatakan semuannya.
Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan Billy. Billy mencocokkan informasi Hanz dengan Bram sama. Kemudian dia membungkus Bram di dalam kotak kardus besar seperti paket kado besar.
Setelah itu mengirimkannya ke kantor kejaksaan agung. Tujuan utama Billy untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknnya dari simbol itu dan menarik umpan untuk Lauren. Karena Billy sangat tertarik oleh gadis keturuna Italia jepang itu.
"Kirimkan segera sesuai dengan rencana." Ucap Billy sambil mengambil tisu untuk membersihkan tangannya kemudian pergi dari tempat itu.
"Baik tuan," jawab anak buahnya.
"Robert, apakah semuannya sudah di atur sesuai rencana?" tanya Billy.
"Sudah bos, awak media akan berada di Sana saat paket itu datang." Jawab Robert.
"Bagus. Saat aku mengecek semua informasi itu benar atau salah. Kita masih bisa mempertanyakannya di penjara. Andai saja dia bukan orang terkenal negara ini sudah aku sekap dia kemudian membunuhnya." Ucap Billy.
Saat semua media sudah datang tiba-tiba ada Mobil paket datang membawa kotak besar yang dikirimkan untuk kejaksaan. Orang-orang kejaksaan yang menerima telepon asing bahwa akan mendapatkan sebuah paket mengejutkan segera keluar dan melihatnya.
Saat paket besar itu di buka ternyata isinya adalah Bram dengan kondisi mulut di kunci dan tangan di ikat.
"Siapakah pengirimnya? tanya orang kejaksaan.
"Benarkah ini menteri?" tanya media lalu merekam kejadian.
"Apakah benar tuan Bram terjerat kasus korupsi yang sangat besar?"
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?"
Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh media, sehingga kejaksaan langsung menyeret Bram masuk dan meredakan awak media.
__ADS_1
"Kami akan menyelidikinnya. Harap media mengerti dan bersabar sampai semua bukti terkumpul dengan jelas. Dan kasus ini Akan kami tindak lanjuti.
Seketika setelah kematian Hanz, reputasi Bram hancur dalam beberapa jam. Dan rencana Billy berhasil untuk menghancurkan reputasi Bram.