
Caca tidak melawan bahkan menjawab perilaku Jack kepadanya. Setelah selesai mereka kembali di posisi tidurnya. Caca dan Jack yang berbaring di atas tempat tidur dengan posisi sama-sama membelakangi. Caca masih memikirkan hal yang sudah dilakukan bahwa dirinya sudah dzolim kepada suaminya sendiri.
“Kau sudah tidur?” tanya Caca.
“Belum. Kenapa? Apakah luka di pipimu masih sakit?” tanya Jack kemudian membalikkan badannya dan mendekatkan dirinya di tengah tempat tidur.
“Jack!” Panggil Caca dengan pelan sambil menggenggam kedua tangan dalam pelukkan bantal guling.
“Iya,” jawab Jack yang memandang punggung badan Caca.
“Bagaimana jika kita mulai pacaran?” tanya Caca.
“Jangan memaksa jika kau tidak bisa melakukannya Ca,” jawab Jack.
“Tidak hanya saja aku ingin benar-benar memahamimu dan mungkin aku sedikit mulai men…cintaimu” ucap Caca kemudian membalikkan badannya.
“Kau serius?” tanya Jack yang menatap wajah Caca di hadapannya.
Caca terkejut dengan Jack yang ternyata terlalu dekat dengannya. Caca kemudian menganggukkan kepala. Jack membelai kepala Caca kemudian mengelus rambutnya.
“Aku tidak pernah memaksamu untuk melakukan hal yang tidak bisa kau lakukan. Seperti janji ku sebelum menikahimu, aku akan menunggu kau hingga siap.” Ucap Jack.
“Aku tau itu, tapi aku juga harus bisa memenuhi kebutuhan biologismu. Jika kau terus menungguku bisa saja kau akan melampiskan kepada wanita lain.” Jawab Caca yang terlalu polos namun perkataannya menunjukkan ketakutan akan penghianatan.
“Ca!” panggil Jack yang menyentuh pipi Caca yang lebam.
“Iya,” jawab Caca.
“Hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini sebagai istri, tidak ada istri lainnya bahkan selir-selir lainnya. Hal itu sudah menjadi resiko dan tantanganku sebagai suami untuk membuatmu sembuh kemudian menjadi milikku seutuhnya. Aku menunggu sampai kapanpun.” Ucap Jack dengan sungguh-sungguh.
“Tapi…” ucap Caca yang kemudian meneteskan air matanya.
“Kenapa menangis, sudah aku katakana jangan pernah mengeluarkan air matamu yang berharga ini bahkan air mata kebahagian.” Ucap Jack yang menghapus air mata Caca yang terjatuh kemudian memeluknya.
“Kita pelan-pelannya, kau juga sudah terbiasa dengan pelukan dan kecupanku.” Jawab Jack.
“Iya, tunggu sampai tubuh ini benar-benar siap.” Jawab Caca.
“Iya, jadi kau sekarang sudah mulai mencintaiku?” tanya Jack yang penasaran dengan kalimat yang sudah di ucapkan Caca tadi.
“Mungkin, aku tidak mengetahui kapan itu di mulai dan apakah itu benar-benar perasaan cinta. Tapi aku tidak ingin kehilanganmu.” Jawab Caca menjawabnya dengan perlahan.
“Hahaha benarkah?” tanya Jack yang tertawa merasa senang.
__ADS_1
“Jangan mentertawakan aku,” ucap Caca.
“Tentu tidak, itu hanya bukti bahwa aku sangat senang kau berkata jujur.” Jawab Jack yang kemudian suasana yang tegang tadi menjadi sedikit pecah dan santai.
“Jadi kita pacaran?” tanya Caca lagi.
“Tentu, apakah kita akan memulainya besok?” tanya Jack yang bersemangat.
“Maksusdnya memulai besok?” tanya Caca.
“Sejak dulu aku ingin melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh kedua orangtuaku di dalam album photo.” Jawab Jack.
“Apa itu?” tanya Caca.
“Kencan.” Jawab Jack.
“Kencan?” tanya Caca.
“Iya. Sejak dulu aku hanya bisa melihat sosok mama dari album photo keluarga. Di sana mama terlihat bahagia bersama daddy. Aku ingin menjadi seorang suami yang memperlakukan istri seperti daddy melakukan itu kepada mama.” Jawab Jack dengan polosnya.
“Hahahha,” Caca yang tertawa melihat ekspresi Jack menceritakan hal itu.
“Kenapa kau tertawa?” tanya Jack.
“Kau seperti anak kecil Jack. Ternyata dari muka datar dan seperti es ini bisa seimut ini.” Jawab Caca yang masih tertawa.
“Suamiku memang tampan dan karena ketampanananya itu aku takut kau akan berselingkuh.” Jawab Caca.
“Tentu saja tidak akan. Tidak akan ada yang lain selain dirimu.” Jawab Jack sambil tersenyum.
“Baiklah aku percaya akan itu.” Jawab Caca.
“Besok kita akan memulai kencan?” tanya Jack.
“Bolehkan membawa Kenzo dan Bella bersama?” tanya Caca.
“Tapikan aku ingin hanya kita berdua saja.” Jawab Jack.
“Lalu kita mau ke mana?” tanya Caca.
“Aku juga tidak mengetahui kita akan memulainya dari mana. Ini adalah pertama kalinya aku ingin berkencan dengan seorang wanita. Apakah nonton bioskop atau shoping, atau ke pantai, aku bingung.” Jawab Jack.
“Bagaimana jika kita ke wahana keluarga bersama dengan mereka, mungkin itu akan menyenangkan jika bersama-sama.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Hmmm,” jawab Jack yang sebenarnya ingin berdua saja dengan Caca.
“Ayolah Jack, kasian anak-anak jika di tinggal. Lagian kita belum pernah berlibur bersama sejak menikah dan besok hari libur merupakan waktu yang tepat.” Jawab Caca.
“Baiklah aku akan menurutin mylotus, istri yang ku cintai.” Ucap Jack sambil mencubit hidung Caca.
Hari yang memiliki banyak drama yang harus di lewati oleh mereka sejak pertama ke kampus hingga dinner romantis dan berujung dengan pertengkaran kecil hingga menjadi lebih dekat satu sama lainnya.
Malam itu mereka berdua terus bercerita satu sama lain hingga membuat keduanya tidak sadar akan waktu yang semakin lama semakin malam.
“Jack!” panggil Caca lagi.
“Ada apa mylotus?” tanya Jack.
“Aku tadi sudah selesai memperbaiki revisi tugas akhirku. Aku akan mempercepat perkulihanku dan kita bisa melangsungkan resepsi pernikahan kita di kampung halamanku.” Jawab Caca.
“Jangan terburu-buru, jika memang sudah siap kita akan langsung ke kampung halamanmu.” Jawab Jack.
“Aku sudah tidak nyaman dengan Kevin dan David. Aku menargetkan untuk selesai dalam minggu depan dan mengikuti acara kelulusan di minggu berikutnya.” Jawab Caca.
“Mengapa tidak nyaman? Apakah karena aku memintamu untuk menjauhi mereka?” tanya Jack.
“Mungkin bisa jadi, namun entah mengapa aku belum siap memberitahu David tentang hubungan kita dan juga tentang Kevin.” Jawab Caca.
“Ada apa dengan Kevin?” tanya Jack.
“Sepertinya dia ingin memisahkan kita berdua. Dia mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal tentang dirimu. Dan itu membuatku tidak menyukainnya.” Jawab Caca.
“Apa yang dia katakan?” tanya Jack yang penasaran.
“Dia mengatakan bahwa kau adalah raja mafia di penjuru dunia ini, itulah mengapa kau mendapatkan kekayaanmu.” Jawab Caca.
“Lalu jika itu terjadi sesuai dengan perkataannya apa yang akan kau lakukan?” tanya Jack yang mempertanyakan hal itu dengan serius.
“Hmmmm, mungkin aku akan marah tapi aku juga harus mengetahui apa penyebabnya kau menjadi seorang mafia.” Jawab Caca dengan mudah.
“Sudahlah jangan di bahas lagi, sekarang pukul sudah menunjukkan tengah malam. Sekarang kita tidur dan besok pagi kita akan mengajak anak-anak untuk berlibur dengan kita.” Jawab Jack.
“Hmmm baiklah, selamat malam suamiku.” Ucap Caca yang menggoda Jack.
“Kau suka menggodaku tapi kau sendiri tidak
tanggung jawab setelah itu,” jawab Jack.
__ADS_1
“Hehehe, maaf-maaf.” Jawab Caca.
Jack kemudian memeluk Caca dalam tidurnya dan Caca sudah mulai terbiasa tidur dalam pelukkan Jack.