I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Mafia: Kebenaran


__ADS_3

Mereka masih saja menebak-nebak hal atas kekhawatiran bagaimana pertemuan Jack dan Brian akan terjadi. Mereka juga khawatir bahwa hal ini bukanlah hal kebetulan namun sebuah rencana. Namun di lihat dari riwayatnya bahwa Dragon Black dengan Snake Red tidak pernah bermusuhan. Mereka lebih ke prioritas wilayah masing-masing dan menghargai usah masing-masing yang di dapatkan dari jalan berbisnis.


“Tapi kita tidak pernah bertentangan dari Snake Red.” Jawab Billy.


“Kau benar, bahkan perusahaan cabang kita di Jepang sudah lama bekerjasama dengan mereka.” Jawab Jimmy.


“Jadi CEO dari perusahaan itu ternyata adalah ketua dari Sanke Red di dunia gelap.” Jawab Max yang baru saja mengetahuinya.


“Begitulah. Untuk urusan dunia gelap aku yang lebih sering muncul di bandingkan dengan kalian dan Jack. Jack hanya selalu menyembunyikan wajahnya dari semua orang.” Jawab Billy.


“Seperti yang kau katakan. Untung saja kau bisa cepat menandai wajah orang lain.” Ucap Deni.


“Begitulah. Bagaimana jika kita ke kamarmu Deni. Aku takut ada yang mendengar pembicaraan kita.” Ucap Billy yang baru sadar bahwa mereka saat ini ada di ruang tamu yang sewaktu-waktu bisa saja di dengar oleh Siska, Meriska atau Kazumi.


Mereka semua berjalan menuju kamar Deni dan Jimmy. Setelah berkumpul, Billy membuka pembicaraan terlebih dahulu.


“Apa yang sudah kalian dapatkan selama ini?” tanya Billy kepada mereka tentang rencana mencari informasi symbol kalajengking.


“Aku sudah mengikuti semua gerak gerik Haru dan Hayate selama ini namun belum ada petunjuk apapun tentang hal itu. hanya beberapa kali mereka datang ke alamat pembuatan tato itu. Aku juga sudah meminta orang kita dan Akashi membantu ku namun juga belum mendapatkan hal apapun.” Jawab Max.


“Aku sudah mencari keberadaan Jeni tapi belum aku temukan.” Jawab Jimmy dan Deni.


“Aku sudah mendapatkan sebuah petunjuk.”Ucap Billy.


“Maksudmu?” tanya mereka bertiga kepada Billy.


“Kalian lihat ini?” ucap Billy yang menunjukkan tablet yang sejak tadi sudah ada di tangannya.


“Kamar hotel?” tanya Deni yang baru saja melihat.


“Apa maksud ini?” tanya Max.


“Kalian perhatikan saja dulu.” Jawab Billy.


“Jenni!” panggil Jimmy.

__ADS_1


“Iya. Aku bertemu denganya tanpa sengaja di hongkong saat mengurus bisnis di sana dan ingin liburan di tempat bu Katie dan daddy Andrew. Saat itu aku bertemu dengannya di sebuah pusat pembelanjaan milik kita. Aku mengikutinya bahkan membuat semua ini di kamar hotelnya.” Jawab Billy.


“Hahahha. Aku tidak menyangka orang yang selama ini kita cari bisa di temukan dengan mudah oleh Billy.” Jawab Jimmy.


“Kau benar. Ternyata selama ini dia hanya bermain-main saja.” Jawab Deni.


“Tapi mengapa kita sulit mendapatkan informasi keberadaannya.” Jawab Max yang berfikir secara logika.


“Itulah yang ingin aku ketahui, aku baru saja melaksanakan hal ini sebelum ke sini. Jadi aku belum mendapatkan informasi apapun.” Jawab Billy yang menjelaskan.


“Aku juga berfikir bahwa orang yang ada di belakang Jenni bukanlah orang yang biasa maka keberadaannya tidak dapat di lacak oleh kita.” Jawab Max.


“Aku juga berfikir seperti itu. Tapi aku ingin mengetahui latar belakang dia sebenarnya.” Jawab Deni.


“Tapi semenjak aku mengenal dia dengan Jhon. Dia hanyalah seorang anak dari pengusaha di Jepang. Tapi kami tidak pernah mengetahui itu. Tapi saat terakhir kami bertemu dia menjadi seorang pengusaha sukses dan ingin bekerjasama dengan kita.” Jawab Jimmy.


“Kau sudah melacak usahanya?” tanya Max.


“Sudah aku lakukan, dan semua itu sudah bangkrut setahun setelah kematian Jhon.” Jawab Jimmy.


“Apakah itu hanya kebetulan atau kesengajaan yang terjadi. Dia melarikan dirinya dari setiap informasi tentangnya?” tanya Billy.


“Aku juga tidak memiliki sebuah firasat apapun tentang hal ini.” Jawab Billy.


“Jadi apa rencanamu?” tanya Deni kepada Billy.


“Aku akn terus tinggal di sana sampai dia pergi. Yang aku dapatkan hingga saat ini adalah bahwa dia akan meninggalkan negara itu lima hari lagi dari sekarang.” Jawab Billy.


“Jadi apa yang bisa kami bantu?” tanya Jimmy.


“Kalian tetaplah fokus untuk mengumpulkan banyak informasi. Karena aku benar-benar harus melacaknya.” Jawab Billy.


“Bagaimana jika meminta bantuan Brian?” tanya Max yang mengusulkan hal itu.


“Kau yakin? Tidak seperti kau?” tanya Deni yang heran dengan pernyataan yang di ajukan oleh Max.

__ADS_1


“Kenapa tidak? Caca di culik oleh Jenni, dan kita semua mengetahui bahwa Brian sangat menyayangi Caca?” tanya Max.


“Aku setuju.” Jawab Billy.


“Aku tidak. Kalian mungkin saja berkata seperti itu. Tapi pernahkah kalian memikirkan bagaimana perasaan Brian jikan mengetahui bahwa Caca di culik karena Jenni yang mengaggap Jack adalah John? Dia akan berfikir bahwa kita tidak bisa membalaskan hal apapun pada Jenni.” Jawab Billy.


“Iya juga. Jika saja aku yang mengalami itu. Pasti aku akan menyalahkan Jack.” Jawab Deni.


“Itulah yang aku takutkan. Lebih baik biarkan saja dia mengetahui hal ini dari sumber informasinya.” Jawab Billy.


“Ehm, iya juga. Tapi maksudku aku ingin agar pencarian ini lebih mudah, Jepang adalah wilayahnya mungkin saja dengan bantuannya kita dengan mudah mengetahui tentang informasi itu.” Jawab Max.


“Itulah mengapa tadi aku menyetujui hal itu agar pencarian kita lebih cepat.” Jawab Jimmy.


“Bagaimana jika meminta bantuan Bagas dalam hal ini. Dia juga ada kejadian di saat itu. Kita harus menjelaskan semua ini pada Bagas bahkan tentang siapa sebenarnya Brian itu.” Jawab Deni.


“Jadi maksudmu adalah Bagas sebagai perantaraan kita dan berpura-pura untuk mengetahui symbol itu?” tanya Billy.


“Iya.” Jawab Deni.


“Ide yang bagus.” Jawab Jimmy.


Deni langsung menelpon Bagas untuk datang ke villa sebentar. Dan Bagas juga datang memenuhi permintaan Deni. Mereka menjelaskan semuanya kepada Bagas. Awalnya Bagas tidak mempercayai hal itu bahkan tentang siapa sebenarnya abang iparnya. Tapi perlahan di memahami hal itu karena demi kebahagian sang kakak.


“Jadi maksud kalian adalah kalian adalah seorang mafia? Jadi selama ini keluargaku di keliling oleh anggota Mafia. Bahkan yang membuat akutidak percaya adalah abang Brian adalah seorang mafia?” tanya Bagas.


“Begitulah. Tapi saat ini kami membutuhkan bantuanmu. Kau ingat apa yang di lakukan wanita itu kepada kakak Caca?” tanya Billy.


Bagas mengaggukkan kepalanya.


“Kami mohon kau jangan menceritakan hal ini kepada Bagas. Tapi kau punya alasan sendiri agar Brian bisa mendapatkan informasi hal ini.” Jawab Billy.


“Tapi apa alasannya?” tanya Bagas yang bingung harus membuat pernyataan apa.


“Kau katakan saja bahwa kau mendapatkan sebuah terror dari symbol itu di dalam internet…..” Max menjelaskan alasan apa yang akan di ambil oleh Bagas.

__ADS_1


Alasan terkuat mereka simpulkan adalah tentang kematian Kevin yang merupakan pemilik domain dari situs itu yang memiliki symbol itu. Itulah alasan terkuat yang di miliki mereka semua. Dan akhirnya Bagas dan lainnya menyetujui usulan dari Max.


Setelah perbincangan siapa sebenarnya mereka kepada Bagas, Bagas kembali bergegas meninggalkan villa ke rumahnya.


__ADS_2