I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kado Pernikahan Caca dan Jack


__ADS_3

Caca dan Jack keluar dari kamar dan melihat Budi, Joko, Aisyah dan Brian sudah duduk di ruang tamu dengan kopernya.


“Jack, Caca kemarilah!” ucap Brian kepada mereka berdua.


“Aku ada sesuatu untuk kalian berdua. Anggap saja ini adalah kado pernikahan kalian.” Jawab Brian yang memberikan amplop putih kepada Caca.


“Ini apa?” tanya Caca.


“Buka saja.” Jawab Brian.


Caca membuka amplop putih yang di berikan oleh Brian kepadanya. Aisyah, Joko dan Budi yang sudah mengetahui isi amplop itu sudah tersenyum duluan.


“Abang ini apa?” tanya Caca yang belum paham.


Jack merebut dua lembar kertas yang menjadi isi dari amplop itu.


“Tiket honeymoon?” tanya Jack yang melihat isi tiket itu.


“Begitulah. Pergilah ke tempat impianmu dek, walaupun tidak bersama denganku.” Jawab Brian yang menggoda.


“Seoul tempat impianmu?” tanya Jack kepada Caca.


“Jadi ini tiket ke Seoul? Ahhh terimakasih abang,” ucap Caca yang memberikan kode kepada Jack untuk memeluk Brian.


“Tidak perlu. Aku masih bisa membiayai honeymoon kami.” Ucap Jack yang memberikan tiket itu kembali kepada Brian.


Semua orang yang menyaksikannya heran dan merasa atmosfer bumi ini menjadi panas.


“Aku mengetahui kau bisa saja keliling dunia dengan hartamu itu. Tapi biarkan aku memberikan hadiah ini untuk kalian dua. Izinkan aku memberikan yang terbaik buat adikku sendiri.” Jawab Brian.


“Hubby?” panggil Caca manja yang membujuknya.


“Baiklah.” Jawab Jack mendengar rengek Caca.


Brian kembali memberikan tiket itu kepada Caca dan mengelus kepala Caca. Caca melihat Jack untuk meminta izinnya memeluk Brian. Jack mengaggukkan kepalanya kemudian Caca memeluk Brian.


“Terimakasih abang.” Jawab Caca.


“Itu tiket bulan madu seminggu di Seoul dan seminggu di Jepang. Lakukanlah dengan baik.” Jawab Brian kepada Caca yang menerima pelukkan Caca.


Brian juga memberikan salam kepada Jack.


“Aku belum memberikanmu selamat. Selamat atas pernikahan dengan adikku tercinta.” Ucap Brian yang mengulurkan tangannya kemudian di sambut oleh Jack.


“Gunakan waktu libur kalian untuk memberikan aku keponakkan. Kau kuatkan?” ucap Brian.


Jack melototkan matanya kembali dan tidak sempat membalas perkataan Jack.


“Jadi kami di tinggal?” tanya Bella.


“Siapa paman ini?” tanya Kenzo.


“Wah, inikah keponakan baru ku. Ini pasti Kenzo dan ini Bella.” Ucap Brian yang melihat Kenzo dan Bella yang baru saja keluar dari kamar Aisyah.


“Ini …” Aisyah menjelaskan kepada Kenzo dan Bella.


“Jadi dia adalah anak paman Budi? Paman Naruto yang membuat ramen enak itu?” tanya Kenzo.

__ADS_1


“Iya. Oh iya paman juga memiliki hadiah untuk kalian, tapi hadiah itu akan tiba saat kalian sampai di mansion kalian nanti.” Ucap Brian.


“Benarkah?” tanya Bella.


“Tentu. Aku yakin kalian akan menyukainya.” Jawab Brian.


“Apa yang harus di ucapkan sayang?” tanya Caca.


“Terimakasih paman Brian.” Jawab Bella.


“Aku akan menucapkan terimakasih ketika aku melihat apa yang akan kau berikan.” Jawab Kenzo dengan sombongnya.


“Sifat yang sama seperti ayahnya.” Jawab Brian mengelus kepala Kenzo dan Bella.


Mereka semua yang tertawa di dalam ruang tamu siap untuk pergi. Mereka keluar dari rumah dan melihat mobil Bagas juga sampai. Mereka menggunakan tiga mobil yang berbeda. Bagas, Deni dan Meriska di dalam satu mobil.


Jack, Caca, Kenzo dan Bella di mobil kedua dengan Riki yang mengemudi. Brian, Budi, Joko dan Aisyah di mobil ketiga dengan supir Brian yang membawanya. Mereka semua pergi meninggalkan tempat menuju bandara. Namun sebelum ke bandara mereka akan singgah untuk makan siang terlebih dulu.


Saat sampai di rumah makan mereka memesan makanan sambil bercanda gurau.


“Meriska, kau duduklah dekat denganku. Ada yang ingin aku ceritakan kepadamu.” Jawab Caca.


“Aku kira kau melupakanku setelah mendapatkan suami baru dan dua anak yang lucu.” Jawab Meriska.


“Hahaha. Kemarilah!” ucap Caca.


Yang lain menikmati makan siang, dan kedua sahabat ini mulai bergosip dengan pelan dalam bisiskkan.


“Bagaimana? Ok dengan Deni?” tanya Caca.


“Tentu saja. Heheh, kau membukalah dirimu jangan seperti biasanya kepada laki-laki.” Jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Meriska.


“Sudah jangan berbisik terus. Kalian nikmatilah hidangannya keburu dingin.” Ucap Aisyah.


“Baik bunda. Hehehe,” ucap Caca dan Meriska.


“Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan wahai wanita penggosip?” tanya Bagas.


“Bukan urusanmu.” Jawab mereka berdua.


“Lihat, wanita ini sungguh kompok.” Jawab Bagas yang mengunyah makanannya.


“O ya jam berapa keberangkatan pesawat abang?” tanya Caca.


“Dua jam dari sekarang.” Jawab Brian.


“Dan kau Meriska?” tanya Caca.


“Jam 06 Sore.” Jawab Meriska.


“Bagaimana jika kita habiskan dengan bermain di taman bermain dekat bandara sebelum kau berangkat?” tanya Caca.


“Oke setuju.” Jawab Meriska.


“Bella juga ikut bunda.” Jawab Bella.

__ADS_1


“Tentu saja sayang.” Jawab Caca.


Mereka menikmati makan siang itu setelah itu langsung ke bandara untuk mengantar paman Budi dan Brian.


“O ya paman kenapa tidak jualan di tepi pantai lagi?” Tanya Caca.


“Oh kalau soal itu karena paman rindu dengan putra paman. Jadi paman sudah sebulan tinggal dengannya di Jepang.” Jawab Budi.


“Tentu saja, sebenarnya aku masih sanggup membiayai ayah untuk tidak bekerja namun dia tidak ingin. Dan selagi ia masih mau tinggal denganku itu adalah anugrah terindah.” Jawab Brian.


“Hahahaha. Pantas saja, waktu aku dan Jack ingin mengantarkan surat restoran ramen tutup.” Jawab Caca.


“Kenapa tidak buka restoran ramen di Jepang aja?” Tanya Jack.


“Mungkin karena sebuah trauma masa lalu.” Jawab Budi yang tersenyum.


“Hmm begitu.” Jawab Jack.


“Sudah waktunya. Paman Joko kami pamit pulang.” Ucap Brian yang memeluk Joko.


“Hati-hatilah.” Jawab Joko.


“Bunda jaga kesehatan.” Jawab Brian memeluk Aisyah.


“Iya nak. Sering-seringlah mengkunjungi kami di sini.” Jawab Aisyah.


“Tentu bunda, jika aku memiliki waktu akan akan datang kesini lagi.” Jawab Brian.


“Kuliah dengan benar.” Ucap Brian kepada Bagas.


“Iya. Jangan lupa permintaanku.” Ucap Bagas.


“Siap. Nanti abang akan menghubungimu setelah mendapatkannya.” Ucap Brian.


“Dan untuk pengantin baru segeralah mendapat momongan.” Ucap Brian kepada Caca dan memelukknya.


“Abang ini.” Jawab Caca dengan wajah yang malu dan memeluk Brian kembali


“Jangan lama-lama.” Ucap Jack yang melepaskan pelukkan Brian dari Caca.


“Hahah,” jawab Brian yang memeluk Jack juga.


“Jaga dia dengan baik dan jangan membuatnya menangis. Jika kau menyakitinya aku yang akan datang membunuhmu dan gengmu.” Ucap Brian saat


memeluk Jack.


“Tenang saja aku akan menjaga dirinya.” Jawab Jack membalas pelukkan Brian.


“Dan kalian berdua jangan bandel. Ikuti perkataan adikku ini.” jawab Brian memeluk Kenzo dan Bella.


“Siap paman Brian.” Jawab Bella.


“Tentu saja aku akan menuruti perkataan Bunda.” Jawab Kenzo.


“Anak yang pintar dan baik.” Jawab Brian.


Brian dan Budi berpamitan dengan mereka semua untuk pergi kembali.

__ADS_1


__ADS_2