
***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca***.
“Queen?” Tanya Billy, Max, Deni dan Jimmy bersamaan dalam hati mereka dan melirik Jack kemudian Caca.
“Baiklah,” jawab Caca tanpa membatah panggilan Jack pada dirinya.
“Caca tidak menyangkalnya,” ucap mereka semua dalam hati setelah mendengar jawaban Caca.
“Kau akan di antar kembali dengan Riki setelah mengantarkan Bella dan Kenzo ke sekolah.” Ucap Jack.
“Tidak perlu, aku bisa naik taxi.” Ucap Caca.
“Apa kau lupa di mana mansionku berada?” Tanya Jack.
“…” Caca tersenyum mengingat bahwa mansion ini tidak pernah ada taxi yang lewat.
“Jangan menolaknya, Son panggilkan Riki untuk menyiapkan kendaraan sekarang.” Ucap Jack memerintahkan Son.”
“Baik tuan,” jawab Son.
Kenzo dan Bella bersalaman dengan Jack untuk pamit ke sekolah. Caca pun ikut pergi bersama Bella dan Kenzo meninggalkan meja makan menuju mobil.
“Kalian ikut aku ke ruang kerja,” ucap Jack pada Jimmy, Max, Billy dan Deni.
Saat di dalam mobil Kenzo dan Bella hanya diam saja mencuekin Caca.
“Kenapa kalian hanya diam saja dan sepertinya sedang mendiami bunda?” Tanya Caca.
“….” Mereka tetap diam.
“Ayolah, ada apa?” Tanya Caca lagi.
“….” Mereka tetap diam sambil melipatkan kedua tangannya di depan badan.
“O bunda tau, apakah kalian tidak senang jika bunda pergi dari mansion?” Tanya Caca.
“Iya,” jawab mereka berdua dengan kompak.
“Hahaha, ayolah sayang. Kalian harus mengerti tentang bunda. Bunda adalah seorang mahasiswi yang harus menyelesaikan studinya.” Jawab Caca yang memberikan pengertian.
__ADS_1
“Apakah jika tinggal di mansion bunda tidak bisa kuliah lagi?” Tanya Kenzo dengan ketus.
“Tentu saja bisa. Tapi seorang wanita dewasa tidak boleh tinggal satu atap dengan pria dewasa.” Jawab Caca.
“Ya sudah Bunda harus mau menikah dengan daddy.” Ucap Bella.
“Tidak semuda itu sayang,” jawab Caca yang terkejut kedua anak ini mengerti maksud perkataan dirinya.
“Apa yang susah?” Tanya Kenzo.
“Ya sulit saja,” jawab Caca yang habis kata.
“Bunda tinggal menerima lamaran daddy. Lalu
menyiapkan pernikahan, saat bunda dan daddy sudah menikah kami akan benar-benar memiliki bunda seperti orang lain. Tapi Bunda tidak pernah memikirkan perasaan kami.” Jawab Kenzo.
“Kami itu sangat mengaharapkan bunda menjadi bunda kami seutuhnya. Kami hanya mau bunda yang menjadi istri daddy. Kami tidak ingin wanita lain, cuman bunda dan hanya bunda.” Jawab Bella.
“Bunda tidak bisa menjawabnya sekarang. Bunda harus memikirkan banyak hal dan kedepannya.” Ucap Caca.
“Kami berharap bunda akan menerima daddy dan kami.” Ucap Kenzo.
“Kami hanya takut kehilangan bunda untuk selamanya,” ucap Kenzo.
“Tenanglah seandainya bunda tidak berjodoh dengan daddy kalian. Bunda akan selalu jadi bunda Caca kalian.” Jawab Caca.
“Tapi kami ingin bunda sepenuhnya.” Ucap Kenzo.
“Bagaimana caraku untuk membujuk dan memberikan pengertian pada mereka?” ucap Caca dalam hatinya.
“Kenzo, Bella! Bunda juga sangat menyayangi kalian berdua. Dan bunda juga tidak ingin kehilangan kalian berdua. Tapi mengertilah bahwa pernikahan orang dewasa itu butuh pertimbangan yang sangat matang.” Ucap Caca.
“Baiklah bun, kami mengerti. Tapi kami berharap bunda akan menerima daddy.” Jawab Kenzo.
“Bunda berharap akan mendapatkan jawabannya segara atas istiqorah bunda.” Jawab Caca sambil memeluk mereka berdua di dalam mobil.
Riki yang mendengarkan semua obrolan Caca, Kenzo dan Bella juga berharap bahwa Caca akan menjadi nyoya Sandreas, istri dari Jack Sandreas.
Mereka pun sampai di sekolah Kenzo dan Bella. Caca keluar mengantarkan Kenzo dan Bella ke ruang kelasnya.
“Belajarlah yang baik, jika kalian rindu pada bunda. Hubungin saja bunda dan datanglah ke rumah kost bunda.” Ucap Caca.
__ADS_1
“Oke bun,” jawab mereka berdua dengan kompak.
Mereka menyalami Caca dan kemudian masuk kedalam kelasnya. Caca berjalan meninggalkan ruang kelas Kenzo dan Bella menuju mobil. Saat perjalanan menuju rumah kost Caca, Riki mengajak Caca untuk mengobrol dalam perjalanan.
“Nona, boleh saya berbicara?” Tanya Riki.
“Tentu, ada apa Riki?” Tanya Caca.
“Maaf jika saya lancang untuk memohon sesuatu pada nona. Tapi saya berharap nona menerima tuan Jack.” Ucap Riki.
“Apa Jack yang menyuruh mu berkata seperti ini?” Tanya Caca.
“Tidak nona, ini semua insiatif saya sendiri. Saya melihat pesta tadi malam yang di siapkan untuk tuan Jack untu nona Caca dan pembicaraan Nona Caca dengan Kenzo dan Bella tadi.” Jawab Riki.
“Lalu?” Tanya Caca.
“Tuan Jack itu penampilannya saja yang menyeramkan dan ucapannya yang dingin. Namun sebenarnya dia adalah orang yang baik hatinya dan sangat penyayang.” Jawab Riki.
“Sejak kapan kau mengenalnya?” Tanya Caca.
Riki menjawab pertanyaan Caca dengan menceritakan kisahnya.
“Saya pertama kali bertemu dengan tuan 10 tahun yang lalu. Saat itu aku memerlukan uang untuk biaya perobatan ibuku yang sedang sakit keras. Yang ku miliki di dunia ini hanyalah ibu seorang. Jadi aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan ibu karena aku tidak ingin kehilangannya.”
“Aku sering melakukan balap ilegal di lastvegas saat itu. Aku tidak pernah kalah dalam setiap pertandingan. Dan saat itu usia ku juga masih remaja, bisa di katakan sebagai anak muda yang berbakat dalam mengendarai mobil maupun sepeda motor. Itu pekerjaan yang selalu aku lakukan untuk mendapatkan uang sebagai biaya perawatan ibu.”
“Ibu ku menderita kanker darah, dan setiap minggu ibu harus cuci darah. Dan pada malam itu penyakit ibu semakin parah yang harus cuci darah 2 hari sekali. Dan saat itu aku mengikuti balapan untuk mendapatkan biaya pengobatan malam itu saat ibu harus benar-benar di rawat di rumah sakit dan memerlukan biaya.”
“Pada saat itu ternyata tuan Jack sudah memperhatikan ku sejak lama. Jika saat itu aku tidak di cegah oleh tuan Jack, aku sudah tidak ada di sini. Saat itu sahabatku sendiri merencanakan kecelakaan untukku saat aku mengendarai sepeda motornya. Sepeda motornya sudah di sabotase olehnya. Dan semua hal itu di beritahukan oleh tuan Jack pada ku. Tuan Jack memberikan video sahabatku yang merencanakan hal tersebut.”
“Saat itu tuan Jack menawarkan sebuah tawaran untuk ku untuk menjadi supir pribadinya dengan bayaran yang menggiurkan. Aku tidak perlu lagi untuk balapan illegal untuk biaya rumah sakit ibu. Tuan Jack bukan hanya memberikan biaya pengobatan ibu, dia juga memberikan ku tempat tinggal dan biaya hidup. Dan setelah ibu meninggal, tuan Jack juga memberikan ku pendidikan yang layak.”
Caca yang mendengar kisah Riki membuatnya empati.
“Aku turut berduka cita atas ibu mu.” Ucap Caca.
“Terimakasih nona,” ucap Riki.
“Lalu kenapa kau menceritakan kisah mu Riki?” Tanya Caca.
“Agar mengetuk pintu hati nona terhadap tuan Jack. Tuan Jack itu seperti malaikat bagi kami semua. Semua bawahan tuan Jack memiliki kisahnya sendiri, bahkan yang saya dengar bahwa tuan Jimmy, Max, Billy dan Deni juga bukanlah saudara tuan Jack melainkan orang lain yang sudah di percaya tuan Jack seperti saudaranya sendiri. Dan banyak hal lagi yang mungkin nona Caca belum ketahui tentang tuan Jack. Jadi saya mohon ini akan menjadi pertimbangan nona mengambil keputusan.” Ucap Riki pada Caca.
__ADS_1