I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Brownis Dari Tetangga Baru


__ADS_3

“Bunda jangan panik, lihat itu ada sandal kak Ken. Mungkin kak Ken ada di dalam kamar mandi.” Ucap Bella yang melihat keberadaan sandal Kenzo di dalam kamar mandi.


Caca pun langsung mengetuk pintu kamar mandi untuk mendapatkan jawaban bahwa Kenzo berada di dalam. Dan ternyata Kenzo memang berada di dalam kamar mandi sedang mandi.


“Ada apa Bunda,” tanya Kenzo dengan entengnya ketika membuka pintu kamar mandi.


“Mengapa tidak menjawab?” ucap Caca sambil memeluk Kenzo yang masih menggunakan pakaian handuk mandi itu.


“Haha maaf Bunda, karena aku sedang mendengarkan musik sambil bernyayi di dalam kamar mandi.” Jawab Kenzo.


“Lain kali jangan lakukan itu. Karena setan bakalan menyukainnya,.....” Caca pun menjelaskan mengapa tidak memperbolehkan bernyayi atau mendengarkan musik di dalam kamar mandi.


“Baik Bunda.” Ucap Kenzo.


“Ya sudah, pakai baju mu. Eh, tapi pakaian kalian bagaimana? Tidak mungkin menggunakan pakaian yang tadi kalian pakai juga kan?” ucap Caca lagi dengan panik karena tidak memiliki baju kecil di dalam rumahnya.


“Bunda tenanglah, tadi Bibi Selly sudah menyuruh Riki untuk mengantarkan pakaian kami berdua. Itu,” ucap Kenzo sambil menunjuk tas box yang berada di sofa sudut miliki Caca.


“Syukurlah, ya sudah pakailah pakaian mu di dalam kamar.”


“Bunda, Bella juga ingin mandi?” ucap Bella.


“Mau mandi bersama dengan Bunda?”


“Iya,”


Mereka pun mandi bersama, sementara Kenzo memakai pakaiannya ke di kamar Caca. Setelah Caca dan Bella siap mandi, mereka ikut bergabung duduk di sofa dan menonton TV bersama dengan Kenzo yang sudah lama duduk di situ. Saat mereka asyik menonton TV kartun Tom and Jerry, suara ketukan pintu terdengar dari pintu rumah Caca.


“Tok...Tok...Tok....”


“Iya ada apa?” ucap Caca saat membuka pintunya.


“Permisi Nona, saya tetangga baru anda dari rumah itu. Kami baru pindah tadi, dan ini sebagai ucapan perkenalan sebagai seorang tetangga yang berdekatan.” Ucap Shinta sambil menunjukkan rumah mereka lalu memberikan brownis yang dibawanya kepada Caca.


“O terimakasih, silahkan masuk terlebih dulu.” Ucap Caca dengan sopan lalu mempersilahkan Shinta dan Charles duduk.

__ADS_1


“Terimakasih, wah anda memiliki anak-anak yang sangat menggemaskan yang satu cantik seperti anda dan yang satu lagi ganteng pasti mirip dengan suami anda.” Ucap Shinta yang melihat Kenzo dan Bella duduk di sofa juga.


“Hehehe, anda bisa saja. Tapi mereka hanyalah anak-anak dari teman saya. Saya belum berkeluarga, masih seorang mahasiswi.” Klarifikasi Caca dengan sopan kemudian pergi mengambil lemon tea yang ada di kulkas dan pudding juga bolu buatannya.


“Maaf, saya tidak bermaksud Nona.” Jawab Shinta yang pura-pura bersalah padahal dia sudah tau bahwa itu adalah anak-anak Jack.


“Tidak apa-apa, silahkan di minum dan mencicipi makanannya. Maaf ya hanya ada beberapa makanan yang tidak seberapa untuk di sediakan.”


“Terimakasih, ini sudah cukup. O ya kenalkan nama saya Shinta Saskia, panggil saja Shinta. Dan ini suami ku Charles Damico.”


“Panggil saja Charles,” ucap Charles menyambung kalimat dari sang istri.


“Saya Wika Chalista, panggil saja Caca. Ini Kenzo dan ini Bella.” ucap Caca yang memperkenalkan dirinya kemudian memperkenalkan Bella dan Kenzo.


“O ya, makasih atas pemberiannya. Padahal tidak usah repot-repot membawakan saya seperti itu.”


“Tidak apa-apa anggap saja sebagai sebuah perkenalan, semoga bisa menjadi teman. Karena saya sering di tinggal pergi oleh suami jadi yah hitung-hitung harus baik pada semua tetangga. Takut jika suatu saat ada apa-apa tetanggalah yang akan membantu.”


“Hehe iya juga si, ....”


“Baiklah Caca, saya dan Charles izin kembali. Terimakasih atas jamuannya, semoga kita menjadi tetangga yang baik sekaligus teman kedepannya.”


“Sama-sama, terimakasih sudah mau berkunjung di rumah kost saya yang sederhana ini.”


“Iya, dah Kenzo, Bella. Tante pamit dulunya, semoga tante dan paman Charles bisa segera mendapatkan buah hati seperti kalian.”


“Iya tante,” jawab Kenzo dan Bella bersamaan sambil tersenyum.


“Sayang, salam tante Shinta dan paman Charles.” Perintah Caca.


Shinta dan Charles saling pandang memandang dengan ekspresi heran. Heran Caca bisa membuat dua anak ini menurutin kata-katanya. Sementara jika di rumah mereka berdua sangat nakal dan tidak mendengarkan semua omongan orang lain kecuali omongan Jack saja. Kenzo dan Bella pun memberikan salaman kepada Shinta dan Charles. Kemudian Shinta dan Charles meninggalkan rumah Caca.


“Bunda, kenapa kita harus memberi salam?” tanya Bella dengan polos.


“Itu adalah bentuk sopan satun untuk menghormati orang yang lebih tua. Jika di negara Bunda, ketika bertemu dengan sanak keluarga yang lebih tua ataupun kepada orang yang lebih tua yang kita kenal maka kita sebagai seorang yang lebih muda harus memberikan salam.” Jawab Caca menjelaskan.

__ADS_1


“Begitukah Bunda?”


“Iya sayang, mulai sekarang Kenzo dan Bella ketika ingin pamitan pergi atau berjumpa dengan orang yang dikenal lebih tua dari kalian harus memberi salam ya. Seperti ketika ingin pergi kesekolah jangan lupa untuk memberikan salam kepada Daddy kalian.”


“Siap Bunda,” jawab Kenzo dan Bella bersamaan.


“Duduk di situ Bunda ingin menunaikan Ibadah sholat magrib dulu, setelah itu kita makan bersama ya.”


“Iya Bunda.”


***Hotel di Negara Brazil***


Jack dan Billy yang sudah bersiap-siap akan pergi ke mansion markas geng Lionsen menggunakan mobil berwarna hitam dengan jumlah 20 mobil. Setiap mobil berisi 4 orang mafioso yang sudah terlatih.


“Ingat rencana awal kita baik-baik,” ucap Billy pada mafioso sebelum masuk kedalam mobil.


“Dan ingat untuk tidak menyisakan satu pun nyawa. Semua harus mati jika menghalangi.” Sambung Jack.


“Baik Bos dan Tuan,” jawab semua mafioso.


“Oke kita berangkat, ingat jangan terlalu lama.”


Mereka pun berangkat ke markas geng Lionsen yaitu mansion milik Leon. Dengan kemampuan yang dimilik Jack, Billy dan anggota mafioso lainnya, mereka membutuhkan waktu satu jam saja sudah meraih kemenangan dengan membunuh sang ketua geng Lionsen yaitu Leon. Tidak ada yang terluka parah anggota mafioso Jack, sementara musuh kehilangan setengah anggota dan sisanya menyerah karena kekalahan sang ketua. Anggota musuh yang masih tersisa bukan merasa sedih karena kehilangan ketua mereka namun merasa senang karena membunuh ketua mereka.


“Terimakasih Tuan telah membunuh bos kami,” ucap Gabriel sebagai kaki tangan dari Leon.


“Maksudmu Gabriel?” ucap Billy yang sudah mengetahui tentang Gabriel.


“Beberapa dari kami sebenarnya kontra terhadap kepemimpinan bos kami, karena beliau bukan orang yang baik. Semua dari kami hanya dijadikan sebagai alatnya. Jika kami berani memberontak maka kami dan


keluarga kami siap-siap mati. Oleh karena itu kami tidak dapat melawan dan hanya pasrah untuk mengikuti perintahnya.” Jelas Gabriel tentang kepimpinan Leon.


***Jangan lupa kritik dan sarannya guys🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Salam manis dari W😉😉😉

__ADS_1


Jangan lupa senyum hari ini😊😊***


__ADS_2