I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kunang-kunang


__ADS_3

Dugaan yang ada di dalam hati Caca ternyata benar. Saat ini mereka sudah berada di depan pintu yang Caca lihat tadi siang. Mereka masuk kepintu hutan, pintu yang tadi siang membuat Caca penasaran apa yang ada di balik pintu ini.


“Kenapa kita kesini?” tanya Caca pada Jack.


“Kau akan tau ketika sudah masuk,” jawab Jack.


Saat gerbang itu mau di buka dengan sidik jari Jack, mereka di datangi oleh White, Black dan Tiger.


“Kali ini kalian tetap di sini, jangan ganggu oke!” ucap Jack pada mereka.


Tiger dan kedua ular itu pun menuruti perkataaan Jack yang kemudian kembali ke tempat mereka masing-masing.


Saat pintu itu di buka, mereka pun masuk ke dalam dan pintu itu tertutup kembali. Mereka masuk kedalam sebuah lift yang kemudian membawa mereka ke atas. Setelah lift berhenti dan terbuka ternya ada jalan panjang di depan mata.


Sebuah jalan yang di atas menggunakan kayu vinus dengan di beri cat berwarna cokelat pohon. Jalan yang di sambungkan di berbagai pohon vinus tinggi di hutan itu. Jalan itu di hiasi dengan lampu berwarna kuning emas yang sangat panjang dan beberapa lampu putih di beberapa pohon vinus itu.


“Siapa yang memiliki ide seperti ini?” tanya Caca ketika Jack menghidupkan lampu yang menjadi hiasan dalam jalan itu.


“Tentu saja aku. Selamat datang di dunia ku.” Ucap Jack.


“Maksud mu dunia mu?” tanya Caca.


“Dunia alam bebas,” jawab Jack.


“Ada-ada saja,” ucap Caca


“Ayo, masih ada kejutan lagi.” Ucap Jack yang berjalan mengikuti jalan itu.


“...” Caca mengikuti Jack dari belakang.


“Jangan di belakang ku tapi di samping ku,” ucap Jack yang berhenti berjalan dengan mensejajarkan posisi berjalannya dengan Caca.


“Baiklah,” ucap Caca.


Caca masih sangat takjub dengan pemandangan yang di tunjukan oleh Jack.


Tempat ini bisa di bilang sebagai taman malam seorang Jack Sandreas. Sebuah taman malam yang tidak semua orang dapat masuk kedalam sini. Biasanya taman malam ini selalu di kunjungi oleh Jack ketika Jack merasa butuh sebuah refreshing atau saat ada hal-hal tentang dunia gelapnya.


Tempat ini juga di jadikan sebagai markas mafioso yang akan menghukum musuh-musuh Jack. Mengintrogasi musuh-musuh Jack. Hutan ini terhubung dengan markas Jack, namun sangat jauh untuk menulusurinnya. Hutan ini adalah tempat berbagai binatang buas yang memang di pelihara Jack.


Didalam fasilitas taman hutan ini ialah jalan di atas yang dapat melihat ke bawah dan ke atas ketika jalan, dan beberapa rumah pohon yang di buat oleh Jack. Dan ada satu rumah yang di dekat danau di tengah hutan sebagai tempat ternyaman Jack.


“Lihat lah ke bawah,” ucap JAck ketika mengambil lampu asap dari sebuah pohon venus itu dan menjatuhkannya kebawah.


“Seram,” ucap Caca yang melihat kira-kira ada 20 meter kebawah dan melihat ada beberapa ekor buaya dan ular.


“Hahahha, jangan lihat itu. Lihat setelah ini?” ucap Jack.

__ADS_1


“Apa?” tanya Caca sambil memandang Jack.


“Lihat,” ucap Jack sambil menunjukkan kunang-kunang yang terbang mengelilingi mereka.


“Masyallah, sungguh indah ciptaan tuhan.” Ucap Caca.


“Bagaimana? Indah bukan kunang-kunang ini.” tanya Jack.


“Iya, sungguh indah. Aku sudah lama tidak melihat kunang-kunang.” Jawab Caca.


“Benar kah?” tanya Jack.


“Kunang-kunang itu hanya hidup semalam dan memberikan....” ucap Caca yang kemudian di smabung oleh Jack.


“Cahayanya di gelapnya malam.” Sambung Jack.


“Hahah,” tawa mereka berdua.


Caca yang berusaha menangkap kunang-kunang di photo oleh Jack menggunakan handphone Jack.


“Kenapa kau foto aku?” tanya Caca.


“Tidak apa-apa hanya sebagai kenanga, lihat ini cantik?” ucap Jack yang memperlihatkan hasil jepretannya.


“Iya bagus,” ucap Caca.


“Kemarilah dan berdiam diri saja, kunang-kunang itu akan datang pada mu.” Ucap Jack yang kemudian menjatuhkan lampu asap lagi ke bawah yang membuat kunang-kunang terbang di sekitar mereka.


“Crekkkk,” foto Jack.


“Lihat,” ucap Jack yang memberikan hasil jepretannya lagi.


“Nanti kirim ke ponsel ku,” ucap Caca yang gembira.


“Apakah kau senang?” tanya Jack.


“Aku sangat senang disini. Suasana malam yang ditemani bulan purnama dengan sinar bintang-bintang sebagai penghias langit malam. Dan dengan lampu-lampu ini dan juga kunang-kunang ini.” Jawab Caca.


“Alhamdulilah jika kau menyukainya,” ucap Jack tanpa ia sadari.


“Apa kata mu?” tanya Caca yang samar-samar tadi Jack mengucapkan hamdalah.


“Bagus jika kau menyukainnya,” ucap Jack.


“O, iya aku menyukainnya.”


“Ca, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu jadi kau dengarkan baik-baik.” Ucap Jack.

__ADS_1


“Katakanlah,” ucap Caca yang masih mengambil kunang-kunang di sekitar dirinya.


“Mungkin ini terlalu cepat untuk aku katakan, namun izinkan aku untuk mengejar mu?” ucap Jack dengan tegas.


Caca terkejut lalu melihat wajah Jack yang serius.


“Maksud mu?” tanya Caca.


“Izin kan aku untuk masuk kedalam kehidupanmu, izinkan aku mengenal mu lebih dalam lagi.” Jawab Jack.


“Tapi...” ucap Caca yang langsung di potong oleh Jack.


“Kau tak perlu menjawabnya sekarang, kau boleh menjawabnya ketika kau benar-benar siap tentang perasaan mu.”


“Tapi kau dan aku berbeda Jack,” jawab Caca.


“Tidak ada hal yang bisa memberhentikan atau menghalangi ku untuk mengenal mu lebih jauh Ca, kepergian ku besok bukan hanya sebuah kepergian bisnis. Namun aku akan meminta restu kedua orangtua mu untuk mengizinkan ku taarufan pada mu.” Jawab Jack.


“Tapi kenapa aku?” tanya Caca kaget sampai tidak mendengar kata taaruf keluar dari mulut Jack.


“Kalau kau bertanya satu alasan mengapa aku memilih mu aku tidak memiliki jawaban itu. Tapi jika kau bertanya tentang beberapa alasan mengapa memilih mu makan aku memiliki banyak alasan yang mungkin tidak akan pernah habis untuk aku ungkapkan dalam sebuah jawaban.” Ucap Jack.


Tiba-tiba keadaan hening beberapa menit setelah Jack mengungkapkan kalimat itu.


“Aku tidak meminta balasan tentang niat ku saat ini pada mu, tapi izinkan aku untuk membuat mu bisa memberikan balasan yang ku inginkan.” Ucap Jack.


“Baiklah, akan aku fikirkan. Sekarang sudah malam, bisakah sekarang kita kembali ke mansion. Aku lelah,” ucap Caca.


“Baiklah, ayo kita kembali ke mansion.” Ucap Jack.


Mereka pun berjalan menuju lift untuk keluar dari taman hutan menuju mansion. Jack melihat Caca sedang kedinginan.


“Gunakan ini, kau kedinginan.” Ucap Jack yang memberikan jasnya ketubuh Caca.


“......,” Caca yang hanya menoleh ketika Jack memberikan jasnya pada Caca.


Sepanjang perjalanan Jack dan Caca hanya diam berdiri hingga sampai ke depan pintu kamar Caca.


“Terimakasih untuk hari,” ucap Caca sambil memberikan jas Jack.


“Istirahatlah! selamat malam,” ucap Jack.


“....” Caca hanya menganggukkan kepala kemudian masuk ke dalam kamarnya.


*T**erimakasih sudah berkunjung ke story saya*. 🙏🏻


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah

__ADS_1


membaca.🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤️❤️


Happy Reading guys❤️❤️❤️


__ADS_2