I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Caca memukul Kevin


__ADS_3

Caca mengikuti perintah Jack untuk tetap di rumah hari ini dan akan melanjutkan persiapan disertasinya besok. Hari ini Caca hanya mengurusin Kenzo dan Bella yang akan kesekolah dan pulang dari sekolah. Dan malam ini Jack akan mengatakan tidak bisa pulang karena akan ke luar kota untu rapat bulanan di sana setelah di kantor pusat. Walalupun dia tidak berhadapan dengan banyak karyawan namun petingi-petinggi kantor akan mengetahuinya.


Keesokkan harinya Caca ke kampus untuk menyiapkan semua berkas dirinya yang akan menyelesaikan tugasnya. Pertama-tama ia akan akan bertemu Kevin yaitu professor muda sekaligus pembimbingnya.


“Ini perbaikan yang kemarin.” Ucap Caca yang menyerahkan dokumen hasil penelitiannya.


“Tunggu sebentar aku akan memeriksanya.” Jawab Kevin yang menerima dokumen hasil penelitian Caca.


Setengah jam Caca menunggu Kevin yang memeriksa dokumennya tanpa mengeluarkan suara apapun. Dan Kevin sangat fokus memeriksanya kembali dan melihat sudah tidak ada yang kurang dan perlu untuk di perbaiki.


“Aku sudah memeriksannya. Sudah tidak ada lagi perbaikan silahkan ajukan untuk menguji penelitianmu besok agar minggu depan kau bisa mengikuti acara kelulusan kampus.” Jawab Kevin sambil menanda tangani document persetujuan sebagai pembimbing.


“Terimakasih,” jawab Caca yang memasukkan dokumen ke dalam tas kemudian ingin pergi meninggalkan ruangan.


“Kau sekarang sombong Ca, bisakah kau bersikap dengan wajar atau seperti biasanya.” Ucap Kevin tiba-tiba.


“Aku pernah melakukan apa di hadapanmu? Ini adalah sikap yang wajar di mana kau adalah pembimbingku dan aku adalah mahasiswi didikkan mu.” Jawab Caca yang simple.


“Bukan karena kau sudah menjadi istri Jack?” tanya Kevin yang serius dengan melipatkan kedua tangannya dan menyokongkan kepalannya di meja kerjannya.


“Aku tidak pernah berfikir seperti ini. Ini adalah kampus jadi tidak perlu untuk membahas masalah pribadi.” Jawab Caca dengan ketus.


“Hahaha, kau bisa tinggalkan Jack kemudian jadilah wanitaku.” Ucap Kevin yang mendekati bangku Caca dan membuat Caca tidak nyaman karena dia berhadapan di depan Caca seperti seseorang yang sedang ingin menyerang wanita.


“Kau gila,” jawab Caca kemudian mendorong Kevin menjauh darinya.


“Aku memang sudah gila, kenapa kau harus memilih laki-laki brengsek itu sebagai suamimu sedangkan aku kau tolak.” Jawab Kevin kemudian mendorong tubuh Caca ke dinding.


Kevin yang ingin mencium Caca namun membuka kerudungnya dan melihat ada bekas di leher Caca. Saat itu Caca memang menggunakan jilbab masuk yang ukurannya cukup besar untuk menutupi dadanya. Caca tidak bisa bergerak karena tangan Kevin mengkunci badan di dinding.


“Brengsek, bekas ini dari Jack?” tanya Kevin.

__ADS_1


Kevin sangat marah melihat bekas ciuman Jack yang ada di leher Caca yang memang belum hilang sejak malam itu. Kevin sengaja ingin mencium Caca kembali dengan paksa. Namun Caca dengan ilmu bela dirinya ia memberanikan diri untuk memberontak.


Caca menyerang bagian vital Kevin menggunakan kaki kanannya, kemudian memberikan tonjokkan di wajah Kevin dua kali dan menendang dadanya hingga Kevin terjatuh di lantai dengan penuh kesakitan.


“Kau ingat jangan pernah menyentuhku sebarangan karena kau dan Jack adalah orang yang berbeda. Kau lihat kelakuan mu ini, memalukan. Aku bukan wanita murahan seperti wanita lain yang mengenalmu.” Ucap Caca.


“Hahaha, kau membela laki-laki dingin tak berperasaan itu.” jawab Kevin.


“Plak, brak…” tamparan dan tonjokkan melayang kembali pada Kevin.


Kevin tidak melawan karena bagian vitalnya masih terasa sakit jadi ia tidak bisa berdiri. Caca memakai jilbanya kembali dan mengambil dokumennya yang berada di meja kemudian pergi meninggalkan Kevin.


“Kau ingat baik-baik, dia adalah moster yang sewaktu-waktu juga akan membunuhmu. Berhati-hatilah dengan Jack, dia itu seorang mafia kejam yang terkenal di dunia bawah.” Ucap Kevin kepada Caca saat Caca membuka pintu untuk keluar.


Caca keluar dengan emosi dari ruangan Kevin dan menahan tangis. Hal ini di ketahui oleh David yang saat itu selalu memperhatikan Caca.


“Kenapa dengan rahut wajah mu?” tanya David.


“Tunggu, tarik napas untuk tenang.” Jawab David.


“Aku ingin sendiri, pergilah.” Jawab Caca.


Caca terus berjalan menuju toilet wanita. Raut wajah Caca yang sedih namun emosi ini di ketahui oleh Charles. Charles memberitahukan hal ini dengan cepat pada Jack. Saat ini memang Jack belum ada pulang sejak dirinya berpamitan akan keluar kota. Lamanya pekerjaan Jack di luar kota tidak sesuai dengan perkiraan, oleh karena itu dia lama di sana.


Caca yang beradai di dalam toilet menutut pintu toilet sambil menangis. Caca duduk di WC dengan menggenggap tas  yang berisi laptop dan dokumen kampusnya.


“Aku tidak menyangka Kevin bisa melakukan ha seperti itu kepadaku? Apakah semua kebaikannya dulu itu adalah palsu. Hiks ..hiks..hiks.” fikir Caca dalam hatinya sambil mengeluarkan suara tangisan.


“Dan apa maksud dia berkata seperti itu tentang Jack?” tanya Caca dalam hatinya yang tidak terima dengan perkataan Kevin.


Caca yang teringat dengan perkataan Kevin tentang Jack, Caca kemudian menelpon Jack untuk memberitahukan keadaannya.

__ADS_1


“Jack! Hiks..hiks,”pangil Caca yang suaranya terdengar tangisan yang dalam.


“Siapa yang membuatmu menangis?” tanya Jack lawat telepon yang sudah mengetahui bahwa istrinya sedang tidak baik-baik saja dan baru saja dia menerima laporan dari Charles.


“Kau kapan kembali?” tanya Caca.


“Aku masih dalam perjalanan kembali. Jawab pertanyaanku kau kenapa?” tanya Jack.


“Kevin,” jawab Caca.


“Kevin? Maksudmu pembimbingmu itu?” tanya Jack,


“Iya, dia sudah ………” Caca menceritakan semuanya.


“Brengsek! Mylotus ada di mana sekarang?” tanya Jack.


“Di toilet wanita.” Jawab Caca.


“Jack aku takut, semua badanku gemetaran.” Ucap Caca.


“Baiklah kau tenang saja di situ, nanti orangku akan datang menjemputmu.” Ucap Jack yang sangat mengetahui bagaimana fobiannya Caca ketika di sentuh seorang laki-laki.


Jack mengetahui bagaiman kondisi Caca, dan membuatnya sangat marah. Tapi Jack mengkesampingkan emosinya dan lebih mementingkan kondisi Caca. Dia mengetahui bagaimana ketakutannya Caca saat ini karena dulu Caca juga begitu terhadapnya.


Jack memerintahkan Charles yang saat ini memang sedang bersama dengan Shinta berada di kampus Caca. Shinta sengaja datang ke kampus Caca karena ada jadwal seminar yang di isinya bagi jurusan cheff di kampus Caca. Jack memerintahkan Shinta dan Charles untuk menemui Caca dan segera membawanya ke mansion.


Shinta langsung pergi dari acara yang belum selesai di mana pada saat itu adalah sesi tanya jawab kepada peserta. Shinta langsung menerima perintah Jack menuju toilet wanita dan meninggalkan acaranya. Sedangkan Charles sudah menunggu istrinya itu di depan toilet.


“Di mana dia?” tanya Shinta saat dirinya melihat Charles suaminya sudah menunggu di depan pintu toilet wanita.


“Dia di dalam, masuklah dan bawa dia keluar. Setelah itu kita akan ke mansion.” Ucap Charles.

__ADS_1


“Baiklah,” jawab Shinta yang kemudian masuk ke dalam toilet untuk menjemput Caca.


__ADS_2