I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pertemanan


__ADS_3

Senja menghilang di ujung pantai bersamaan dengan matahari yang sudah lama tenggelam. Langit yang berubah warna menjadi gelap menandakan malam akan segera tiba. Hembusan angin yang terus berhembus di pantai memberikan kesejukan tersendiri bagi sang penikmat.


Ombak pantai yang terus menyapu pasir tepi pantai dan membasai kedua pasang kaki yang sedang duduk di tepi itu. Billy dan Lauren tetap berada di tepi pantai dengan santai mengobrol banyak hal tentang masa lalu yang tidak di duga oleh mereka.


“Jangan terlalu banyak memikirkan hal yang menyakitimu,” ucap Billy yang mengelus kepala Lauren dengan tangan kanannya.


Billy menatap wajah Lauren dengan ekspresi tersenyum. Lauren menolehkan wajahnnya dari melihat kejauhan laut ke wajah Billy yang tersenyum dan memegang kepalanya.


“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Lauren tiba-tiba kepada Billy.


“Melakukan apa?” tanya Billy kembali kepada Lauren.


“Kenapa kau menolong ku waktu itu dan kenapa kau melakukan itu pada Bram?” tanya Lauren.


“Sudah aku katakan aku hanya menolong saja dan soal Bram mungkin itu hanya kebetulan saja kau itu adalah anaknya.” Jawab Billy yang tidak ingin memberi tahu kebenarannya.


“Aku tidak yakin dengan jawabanmu. Tapi jika aku boleh jujur, aku selalu ingin bertemu dengan mu dan melihat wajah jelasmu.” Ucap Lauren.


“Kenapa?” tanya Billy.


“Hal wajar jika aku ingin bertemu dengan orang yang menyelamtkanku. Tapi jika kau tidak menolongku entah apa jadinya diriku di alam sana.” Jawab Lauren.


“Sudah jangan di fikirkan lagi yang berlalu biarlah berlalu. Dan anggap saja aku hanya memberikan pilihan kepadamu dan ku memilih jalan itu sendiri.” Jawab Billy kemudian memercikan air  kepada Lauren.


“Kau!” ucap Lauren kemudian membalasnya dengan percikan air yang yang di ambil dari tangannya.


Billy berlari menghindari balasan Lauren hingga ke tengah pantai. Lauren mengejar Billy dan ikut masuk kedalam air laut. Mereka berdua bermain di air laut dengan kondisi emosional yang menyenangkan.


Beban yang terlalu berat pada masing-masing pemikiran mereka tersingkirkan begitu saja. Memberikan ketenangan dan kegembiraan begitu saja. Billy dan Lauren terus menerus bermain air saling balas membalas. Hingga pada akhirnya Lauren berlari ke tepi pantai kemudian kelelahan.


Lauren terduduk kembali di tepi pantai yang sedikit jauh dari ombak, Billy mengejarnya kemudian membaringkan tubuhnya di samping Lauren duduk. Mereka berdua bernapas dengan cepat dan kembali mengontrol pernapasannya.


“Bil?” panggil Lauren kemudian ia mengikuti Billy yang berbaring di atas pasir pantai.


“Ya,” jawab Billy kemudian menolehkan wajahnya kepada Lauren.


“Bolehkah mulai sekarang aku berteman denganmu?” tanya Lauren kepada Billy.


“Hmmm, tentu.” Jawab Billy tersenyum.


“Aku ulangi perkenalan secara formal kepadamu. Lauren, kau bisa memanggilku Lala.” Jawab Lauren.


“Lala?” tanya Billy.

__ADS_1


“Nama panggilan ibuku untuk ku.” Jawab Lauren.


“Oh aku baru mengetahuinnya, baiklah panggil aku Billy dengan nama lengkap tak perlu ku sebutkan kau juga sudah mengetahuinya.” Jawab Billy sambil mengulurkan tangannya.


“Senang berteman dengan mu.” Jawab Lauren kemudian memeluk tubuhnnya sambil tertawa.


“Lebih baik kita segera kembali ke Villa masing-masing, ku lihat kau sudah kedinginan.” Ucap Billy yang berdiri kemudian mengelurkan tangannya untuk membantu Lauren berdiri.


“Baiklah,” jawab Lauren.


“Biar aku antar kau kembali terlebih dahulu.” Billy yang menawarkan dirinya.


“Kau yakin?” tanya Lauren.


“Tentu, ke arah mana?” tanya Billy.


“Kanan.” Jawab Lauren.


“Jangan bilang kau pemiliki villa Mawar di sebelah villa Lotus.” Ucap Billy.


“Hahahaha, kau benar.” Jawab Lauren.


“Sejak kapan? Bukankah itu milik ibu panti kita?” tanya Billy.


“Hahaha pantas saja. Villa itu sudah lama tidak di huni oleh siapapun.” Jawab Billy.


“Aku hanya datang beberapa kali jika fikiran penat. Lalu sejak kapan villa lotus itu milikmu?” Ucap Lauren.


“Sebenarnya ini adalah villa Jack, namun yang sering kesini adalah aku. Mungkin dia memiliki ini sejak kecil.” Jawab Billy.


“Jack?” tanya Lauren.


“Kita sudah sampai, masuklah. Jangan lupa bersihkan dirimu dengan air hangat.” Ucap Billy.


Billy tidak menjawab pertanyaan Lauren dan mengahlikan pembicaraannya tepat ketika mereka berdua sudah sampai di gerbang villa mawar milik Lauren.


“Baiklah, terimakasih untuk hari ini. Dan terimakasih telah membalaskan dendamku walaupun bukan permintaanku. Namun jika kau berkenan maukah kau ku traktir makan malam?” tanya Lauren.


“Tentu, atur saja jadwalnya tapi jangan sekarang. Lihat kondisi tubuhmu yang sudah keriput karena kedinginan. Cepatlah masuk.” Jawab Billy.


“Hahahah, baiklah.” Jawab Lauren yang masuk ke dalam pintu gerbang.


“Selamat malam,” ucap Lauren yang membalikkan badan.

__ADS_1


“Selamat malam,” jawab Billy kemudian tersenyum.


Billy berjalan menuju Villanya sambil tersenyum penuh dengan kemenangan. Saat dirinya masuk kedalam Villa dan bertemu dengan Robert.


“Bagaimana bos? Apakah berjalan dengan lancar?” tanya Robert kepada Billy yang baru saja masuk ke dalam pintu Villa.


“Tentu, sudah kau siapkan air hangatku?” tanya Billy.


“Sudah bos, silahkan pergi untuk mandi aku kan membuatkan teh untuk mu setelah mandi.” Jawab Robert.


“Baiklah, o ya kapan Roberto sampai?” tanya Billy.


“Kemungkinan sebentar lagi bos, dia masih dalam perjalanan.” Jawab Robert.


Billy membersihkan dirinya dengan air hangat yang sudah di siapkan oleh Robert. Setelah selesai ternyata Robert dan Roberto sudah menunggu Billy di ruang tamu.


“Kau sudah sampai?” tanya Billy yang sudah menggunakan pakai lengkap namun masih mengelap kepalanya dengan handuk kecil kemudian duduk bersama dengan mereka.


“Sudah tuan,” jawab Roberto.


“Karena aku sudah melihat ketulusan dan kesetianmu maka kau bagian dari kami. Tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Bagaimana kau bisa keluar dari rumah Bram sedangkan kau di jaga ketat oleh mereka?” tanya Billy yang memberikan mata sinisnya.


“Setelah berita Bram siang itu, mereka semua mengundurkan diri dari rumah Bram dan aku berhasil melarikan diri dengan mudah.” Jawab Roberto.


“Benarkah?” tanya Billy.


“Iya tuan, karena sebenarnya Bram adalah tuan yang sangat pelit terhadap uang. Bodyguard yang di sewannya masih di bayar dengan harga setengahnya. Oleh karena itu mereka meninggalkannya begitu saja.” Jawab Roberto.


“Jadi pengikut Bram itu tidak ada yang setia?” tanya Billy.


“Ada, dan mereka juga sudah anda bunuh. Iya 3 orang yang bersama dengan Hanz itu. Selebihnya hanya menginginkan uang Bram saja, sementara aku juga termasuk dari bagian itu.” Jawab Roberto dengan jujur.


“Kenapa kau seperti itu?” tanya Billy.


“Anakku mengalami kecelakaan 3 tahun yang lalu, hingga saat ini belum sadarkan diri. Dia butuh biaya perawatan yang besar untuk membayar alat-alat yang membantunya untuk hidup.” Jawab Roberto.


“Kau lulus, Robert jalankan rencananya dan jelaskan padanya. Aku ingin istirhat.” Jawab Billy kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


“Apa maksudnya?” tanya Roberto kepada Robert.


“Bos akan membiayai anakmu di rumah sakit sandreas yang berada di Kanada, dan kau akan ikut kesana dengan bekerja sebagai satpam di rumah sakit itu.” jawab Robert.


“Benarkah, terimakasih.” Jawabnya.

__ADS_1


Roberto sangat senang dengan keputusan Billy.


__ADS_2