
***Nama : Lee Kazumi
Umur : 25tahun
Tinggi: 170
Sifat : Tegas, Cuek, Cerdas dan baik hati
Status : Dokter Bedah Umum***
Sudah dua hari Max bekerja di rumah sakit itu namun belum ada satu panggilan pun yang mempercayai dirinya untuk menangani sebuah operasi walaupun dengan latar belakang dirinya. Hal ini di karena dokter yang bekerja di rumah sakit itu takut tersaingi oleh Max. Kegiatan Max hanya berkeliling rumah sakit sambil mengobservasi keadaan.
Saat dirinya sedang berkeliling di sebuah lorong rumah sakit di bagian dokter umum UGD, Max menyaksikan sebuah pertunjukan yang membuat dirinya tertarik pada seorang dokter cantik dan juga unik. Jack memperhatikan hal itu sejak berada di lantai 2 gedung yang menghadap pintu UGD rumah sakit.
Dua mobil hitam mewah yang berhenti di depan UGD mengangkat seorang pria yang dengan tergesah-gesah. Max melihat ada yang tidak beres dengan orang-orang itu segera berjalan menuju tempat itu.
Orang-orang yang keluar dari mobil mewah itu sekitar ada 10 orang jumlahnya bersama dengan orang yang mereka gotong. Mereka semua masuk dengan rusuh kedalam rumah sakit itu dan mengacaukan rumah sakit
tersebut.
“Dokter…” panggil pria yang bagian dari 10 orang itu.
“Dimana dokternya?” tanya seorang lain.
“Maaf tuan seharusnya tuan harus registrasi terlebih dulu.” Ucap seorang perawat wanita kepada mereka.
“Aku bilang di mana dokternya?” tanya mereka lagi.
“Silahkan letakkan pasien di sini.” Ucap perawat memberikan sebuah tempat tidur dorong khusus pasien.
“Dimana dokternya.” Ucap orang itu sambil menarik kerah baju perawat lelaki yang membawa kereta dorong itu.
“Cepat panggilkan dokter kemari dan selamatkan tuan kami.” Ucap seorang lagi sambil menjatuhkan semua peralatan medis yang ada di situ.
“Selamatkan tuan muda kami atau kalian semua akan kami habisi.” Ucap mafia itu.
“Ini rumah sakit bukan pasar. Banyak pansien yang membutuhkan ketenangan.” Ucap seorang dokter cantik sambil menurunkan tangan mafia itu.
“Siapa kau?” tanyanya.
“Tenanglah atau aku tidak akan menyelamatkan tuanmu.” Ucap dokter cantik itu.
“Kau dokternya? Segera rawat tuan kami.” Ucapnya dan mau menarik kerah jas dokter cantik itu.
__ADS_1
Dengan cepat dokter cantik itu memegang tangan pria itu lalu mengangkatnya dan membantingkan pria itu ke lantai. Setelah membanting tubuh pria itu, dokter cantik itu meniupkan napas ke rambut poninnya kemudian merapikan rambutnya.
Semua orang yang berada disana tebengong dan takjub dengan dokter cantik itu begitu pula dengan Max yang melihat dari jauh ingin menuju ke sana.
“Wah, keren.” Ucap suster wanita.
“Dokter Kazumi memang idaman banget,” ucap perawat laki-laki sambil menggigit kuku jarinnya melihat pemandangan itu.
“Kenapa kalian diam saja, serang wanita itu.” Ucap pria yang terbaring jatuh itu.
“Sial aku di permalukan oleh seorang wanita di depan semua orang.” Jawabnya dalam hati.
Tujuh orang lainnya menyerang dokter cantik itu bersamaan, sedangkan dua orang lainnya masih menjaga sang bos mereka.
“Kenapa kalian tidak bisa tenang si? Sudah aku katakana ini rumah sakit, dan biarkan aku mengurus pasienku.” Ucap dokter cantik itu yang ingin memeriksa bos mereka namun di tahan dan di serang oleh mereka dengan bersamaan.
Dengan cepat dokter cantik itu menghindar dari beberapa pukulan dan tendangan yang melayang ke arahnya dari mafia-mafia itu. Dengan cepat pula mereka di kalahkan oleh dokter cantik itu dengan mudah. Mereka bertujuh terbaring di lantai semuannya dengan kesakitan setelah di kalahkan dokter cantik itu.
Max yang baru saja tiba melihat kejadian ini dia ingin tertawa namun dia melihat seorang pria dari mereka akan menusukkan pisau rumah sakit ke arah dokter cantik itu. Dokter cantik itu tidak menyadari dirinya mau di serang, dengan segera Max menangkis tangan pria itu dengan tangannya.
“Untung saja tepat waktu.” Ucap Max setelah menangkis tangan pria itu dan membuat semua orang lebih kagum pada Max terutama dokter cantik itu.
“Berhenti melakukan hal koyol, jika kalian semua terus seperti ini maka bos kalian akan mati karena ulah kalian.” Ucap Max kepada semua orang.
“Maaf ini bukan tugasku, tapi tugas dokter ini.” Ucap Max sambil menunjuk dokter cantik ini.
“Berani sekali kau membatah perkataan bos,” ucap pria yang di samping bos itu.
Dia ingin memberi pelajaran pada Max namun tangannya di tahan oleh bosnya.
“Jangan, ikutin apa perkatannya.” Ucap sang bos.
“Baik bos.” Jawabnnya.
“Silahkan nona melaksanakan tugas sebagai dokter.” Ucap Max kepada dokter cantik itu.
Kazumi masih melamun melihat kejadian yang ada di depan matanya sehingga tidak mendengarkan apa perkataan Max hingga pundaknnya di sentuh oleh Max.
“Hey, kau tidak apa-apa?” tanya Max.
“Ah iya tidak apa-apa.” Jawabnnya.
“Silahkan tangani pasien ini di ruangan atau dia akan kehabisan darah.” Ucap Max.
__ADS_1
“O iya, bawa dia ke ruang operasi. Suster siapkan peralatan yang dibutuhkan.” Ucap Kazumi.
“Baik dokter Kazumi.” Jawab sang suster.
“Dan kalian semua silahkan meminta perawat mengobati luka memar kalian.” Jawab Kazumi kemudian membawa pasien masuk.
“Kau ikutin lelaki itu, karena dia bukan orang sembarangan.”Bisik sang bos kepada anak buahnnya untuk mengikuti Max.
“Gadis yang menarik, bukannya mengucapkan terimakasih malah langsung membawa pasiennnya.” Ucap Max pelan melihat Kazumi pergi meninggalkan tempat menuju ruang operasi.
“Maaf tuan, bos kami ingin bertemu denganmu setelah operasinya.” Ucap anak buah itu kepada Max.
“Ada perlu apa? Lagian aku tidak akan kemana-mana karena aku dokter disini.” Jawab Max.
“Baiklah tuan, saya sudah menyampaikan pesan bos.” Jawabnya kemudian pergi.
Max berfikir untuk meninggalkan tempat itu saja, namun dirinya penasaran dengan kemampuan wanita ini dalam ruang opeasi sehingga dirinya ingin melihatnya dari kaca bersama dengan dokter lainnya.
Pengawal yang lainnya pergi untuk di obati dengan suster, sementara pengawal yang tidak terluka itu pergi ke admistrasi untuk mengurus pembayaran. Dan semua orang bubar, namun beberapa suster wanita bergosip mengagumi ketampanan Max.
“Siapa sebenarnya pria itu sampai-sampai bos melihatnya dengan wajah ketakutan dan tunduk padanya. Baru kali ini aku melihat bos seperti itu.” ucapnya dalam hati saat berjalan menuju administrasi membayar biaya pengobatan.
“Cih, lagi-lagi Kazumi membuat kekacauan dan menarik perhatian dokter baru itu. Aku harus mendapatkan perhatian dokter tampan itu sebelum perhatiannya menuju ke Kazumi.” Ucap seorang dokter wanita lainnya yang hanya setengah melihat kejadian itu.
Kemudian dirinya pergi melangkahkan kaki mengikuti Max ikut ke ruang kaca khusus melihat operasi yang akan dilakukan oleh Kazumi itu.
“Hey!” panggilnya kepada Max.
“Hey dokter baru,” panggilnya lagi.
“Kau memanggilku?” tanya Max.
“Iya. Siapa lagi?” tanyannya.
“Ada apa?” tanya Max dengan ketus.
“Kau juga ingin melihat Kazumi mengoperasi orang itu?” tanyanya.
“Iya,” jawab Max meneruskan langkahnya saja.
“Aku ikut denganmu.” Ucapnya.
Max tidak menjawab pernyataannya dan langsung memasuki ruangan. Wanita itu sangat kesal karena Max sangat cuek kepadannya.
__ADS_1