
Jack pergi meninggalkan tempat itu dengan balutan darah yang ada di sekujur tangannya. Darah Kevin yang menempel di tangan Jack, membuat Jack tidak nyaman dan ingin segera membersihkannya. Jack memasuki toilet umum yang berada di bawah apartemen Kevin itu kemudian ia memasuki mobilnya untuk menunggu Jimmy selesai.
Setelah Jimmy membersihkan semua barang bukti yang mungkin akan di dapatkan oleh pihak berwajib. Jimmy sudah membuat kompor gas itu bocor dan memenuhi udara di dalam apartemen. Jimmy juga telah merusak alarm kebakaran yang ada di kamar Kevin.Jimmy berjalan meninggalkan apartemen Kevin dengan Kevin yang telah sekarat.
Saat di depan pintu keluar apartemen Kevin, dirinya melemparkan korek api untuk membuat ledakan. Dan Kevin berjalan untuk ke CCTV petugas agar menghapus jejaknya dan Jack. Setelah semua selesai ia masuk ke dalam mobil.
Ledakan yang ada di dalam apartemen Kevin mengakibatkan kebakaran dan bunyinya alarm kebakaran apartemen tetangga dan seluruh gedung. Semua orang keluar akibat suara dan kejadian itu, saat ambulance dan mobil kebakaran datang Jack dan Jimmy telah meninggalkan tempat.
“Semuanya sudah bersih?” tanya Jack.
“Sudah,” jawab Jimmy.
“Baguslah,” ucap Jack yang kembali menukar bajunya dan membuka anti peluru yang sudah dia gunakan.
“Kau kenapa meninggalkannya? Tidak seperti biasannya?” tanya Jimmy yang tiba-tiba.
“Aku juga tidak mengetahui mengapa sekarang membunuh seseorang ada gejolak batin yang melarangku melakukan itu.” Jawab Jack.
“Hmmm,” jawab Jimmy dan seketika mobil itu sunyi tanpa suara hingga sampai ke mansion.
Jack memasuki kamarnya di mana terlihat jelas istri dan anak-anaknya tertidur di atas kasur. Kondisi tertidur yang sangat berantakan dengan buku-buku yang berada di atas tubuh mereka dan selimut yang tidak digunakan dengan benar.
Jack menghampiri Caca, Kenzo dan Bella yang sudah tertidur di atas kasur itu. Jack mengambil lima buku yang berserak di atas badan mereka dan meletakkan buku di
tempatnya. Setelah itu Jack menarik selimutnya untuk menutupi badan mereka. Jack mencium mereka semua sehingga Caca terbangun.
“Kau sudah kembali?” tanya Caca yang membuka matanya.
“Apa aku membangunkanmu?” tanya Jack.
Caca tensenyum.
“Tidurlah kembali,” ucap Jack yang mengeluskan tangannya di kepala Caca dengan lembut.
Caca tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Aku membersihakn diri terlebih dahulu.” Ucap Jack.
“Oke,” jawab Jack.
Jack membersihkan dirinya kemudian tertidur di samping Caca dan memeluknya. Dan Jimmy juga istirahat. Sedangkan Max dan Billy sedang berpesta merayakan kemenanganya bersama dengan anngota lainnya.
“Akhirnya kau sampai juga.” Ucap Billy.
“Kau lihat hasil karya ku.” Jawab Max yang menunjukkan hasil hancurnya markas Black Blue milik keluarga Kevin.
“Hahahha, kerja bagus. Aku juga sudah membuat karya baikku.” Jawab Billy yang menunjukkan bahwa virus yang ia ciptakan telah menghapus semua data yang di miliki oleh Kevin, bahkan jika ia ingin memulainya kembali pasti akan membutuhkan waktu yang lama.
“Ayo bersulang,” jawab Max yang sedang menuangkan sebuah bir di gelas kemudian cherss ke Billy.
Semua anggota Mafioso yang telah hadir sana mengikuti gaya Billy dan Max.
“Kalian nikmati pesta mala mini hingga puas, ini semua untuk kalian yang telah mmebantu kami.” ucap Billy dengan menjerit.
“Black Dragon number one.” Jawab semua orang dengan mengangkat semua gelas bir.
Mereka semua menikmati yang semua hidangan yang sudah di sediakan oleh pihak bar. Sedangkan ayah Kevin yang baru saja tiba di rumah besarnya mempertanyakan tentang berita penurunan perusahaannya.
“Aku juga tidak mengetahuinya, secara tiba-tiba saham perusahaan kita menurun.” Jawab David.
Ponsel ayah Kevin bordering kemudian menerima panggilan. Panggilan itu ternyata berasal dari anggota Black Blue yang selamat karena tidak ada di tempat ketika kejadian. Namun saat dirinya sampai, markas tersebut telah hancur menjadi tumpukkan bangunan yang ada di tanah. Dia juga melaporkan bahwa ada kebarakan yang terjadi di perusahaan tuan muda Kevin.
Kabar ini membuat ayah Kevin benar-benar syok mendengarnya.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya.
“Papi aku mendengarkan bahwa perusahaan Sandreas telah mencambut seluruh investasinya dengan perusahaan kita dan telah memberhentikan kontrak kerjasama dengan kita.” Ucap David.
“Apa?” tanyanya.
“Sebenarnya semua ini gara-gara Kevin. Dia telah menyinggu keluarga mereka.” Jawab David.
__ADS_1
“Maksudnya?” tanya sang ayah.
“Dia telah melakukan hal yang tidak senonoh kepada Caca. Caca adalah istri dari Jack Sandreas. Pemilik asli grup Sandreas…….” David menjelas semua awal cerita kepada sang ayah dengan singkat dan jelas sehingga sang ayah mengetahui maksud dan tujuannya.
“Kenapa Kevin melakukan itu?” tanya sang ayah.
“Dia melakukan hal ini karena iri terhadapku…..” David menjelaskan alasan Kevin melakukan hal ini hingga dirinya sendiri jatuh cinta kepada Caca.
“Apa?” tanya sang Ayah.
“Seperti itulah kenyataannya Ayah.” Jawab David.
“Antarkan aku ke apartemennya. Aku ingin sekali memberikan pelajaran untuknya.” Jawab sang Ayah.
David yang mengetahui alamat rumah sang kakak tirinya itu, mengantarkan ayah tirinya ke apartement Kevin.
“Baiklah, ayo.” Jawab David.
Mereka pergi meninggalkan sang ibu yang telah tertidur pulas di kamar. Mereka mengendarai mobil David menuju ke apartemen Kevin. Namun ketika mereka sampai ternyata keadaan gedung apaterment itu masih ramai dengan mobil pemadam kebakaran. Semua orang masih berada di bawah gedung apartemen.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kevin kepada orang-orang yang berkumpul di bawah gedung apartement menyaksikan pemadam kebakaran menaklukkan api yang menyala.
“Kami mendengar sebuah ledakkan dan tiba-tiba alarm kebakaran menyala. Kami semua lari keluar dari apartment dan melihat apartement nomor 120 itu sudah terbakar. Saat ini pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang berasal dari sana.” Jawab seorang wanita yang merupakan salah satu penghuni apartemen.
“Papi! Itu kan nomor apartemen Kevin.” Ucap David kepada ayahnya.
“Apa?” Ayahnya terjatuh mendengar berita itu.
“Bagaimana dengan korban jiwanya?” tanya seseorang David pada mereka.
“Belum ada berita apapun, kejadian ini baru setengah jam yang lalu. Tim masih memadamkan api.
Seorang pekerja pemadam kebakaran setelah memadamkan api masuk kedalam apartemn untuk mengecek apakah ada korban jiwa atau tidak. Ternyata mereka menemukan seorang mayat yang sudah benar-benar hitam dan tidak bisa di kenali tubuhnya.
Ketika pemadan itu telah memasukkan ke kantong plastic kuning, David berjalan menuntun sang ayah ke arah kantong itu untuk melihatnya. Mereka menemukan sebuah cincin yang melingkar di jari kirinya yang sudah menjadi ciri khas Kevin.
__ADS_1
Sang ayah histeris melihat mayat Kevin dan menyelahkan dirinya. Namun David terus menenangkan dirinya. Mereka ikut ke rumah sakit untuk mayat yang akan di otopsi dan melihat kebenarannya.
Semua yang mereka punya lenyap begitu saja. Namun ada dendam yang ada di hati sang ayah, namun tidak bisa melawannya. Dia berfikir pasti ini adalah ulah dari keluarga Sandreas.