
Mereka pun kenyang memakan ramen buatan paman Naruto. Setelah selesai makan merek berniat untuk pergi.
“Paman Caca harus segera pulang,” ucap Caca yang mendatangi paman Budi di dapur.
“Ah baiklah, tunggu paman di depannya.” Jawabnya.
Kemudian Caca kembali ke mejanya. Tak lama kemudian paman Budi datang ke meja mereka.
“Maaf sekali paman tidak bisa mengobrol banyak dengan kalian, karena hari ini karyawan pada libur jadi paman kerepotan terhadap pelanggan.”
“Tidak apa-apa paman, lain kali kami akan kesini lagi. Mereka menyukai ramen buatan paman loh,” ucap Caca pada Budi.
“Benarkah? Kesinilah lagi ya lain waktu,” ucap Budi pada Jack sambil menepuk pundak Jack.
“Tentu paman.”
“Kami pamit ya paman,” ucap Caca.
“Oke hati-hati di jalan,”
Ketika mereka sudah berjalan keluar dari restoran kecil itu Budi mengejar Jack dan berbisik padanya.
“Tolong jaga keponakanku, karen aku tau kau menyukainnya. Jangan pernah kau sakiti atau aku yang akan turun tangan sendiri untuk menghukum mu.” Ucap Budi pada Jack.
“Siap paman,” jawab Jack.
Mereka pun pergi meninggalkan restoran itu menuju mansion.
“Jack sudah malam lebih baik kita segera pulang ke mansion. Kasian anak-anak pasti juga lelah.” Ucap Caca setelah masuk kedalam mobil.
“Siap,” jawab Jack.
“Bunda,” panggil Bella.
“Iya sayang, ada apa memanggil Bunda?” tanya Caca.
“Bunda beneran mau tinggal di mansion selama Daddy pergi kan?” tanya Bella pada Caca.
“Tentu, Bunda akan 24 jam bersama kalian.” Jawab Caca.
“Jadi Bunda akan mengatar kami kesekolah, bermain bersama kami, memasakkan masakan untuk kami?” tanya Kenzo pada Caca.
“Iya,” jawab Caca.
“Yes, baguslah. Kak Ken kita akan menunjukan pada mereka
__ADS_1
bahwa kita juga memiliki Ibu seperti mereka.” Ucap Bella pada Kenzo.
“Lihat saja besok kita akan balas dendam pada mereka yang selama ini menghina kita sebagai anak tampa Ibu.” Ucap Kenzo.
“Siapa yang berkata itu?” tanya Jack yang menoleh 3 detik ke bangku belakang mobil tempat Kenzo dan Bella duduk.
“Teman-teman kami Daddy, karena selama ini kami hanya di antar oleh uncle Deni dan Daddy juga sangat jarang menampakkan diri di hadapan mereka.” Jawab Kenzo.
“Lalu kalian mau saja di tindas oleh mereka?” tanya Jack.
“Tentu tidak, kami selalu berjanji untuk menunjukkan Ibu dan Ayah kami pada mereka.” Ucap Kenzo.
“Tenang saja besok kalian akan Daddy antarkan bersama Bunda Caca sebelum Daddy berangkat keluar negeri. Kita tunjukan pada mereka. Benarkan Ca?” tanya Jack.
“Ten...tu,” jawab Caca yang terbata-bata.
Sebenarnya didalam sekolah Kenzo dan Bella tidak ada yang berani untuk menggangu anak-anak ini. Bukan hanya mengetahui tentang keluarga Sandreas namun juga mereka tidak bisa menyentuh Kenzo dan Bella yang memiliki kecerdasan tinggi melebihi anak seusiannya.
Kenzo berkata seperti itu untuk membuat Jack dan Caca semakin dekat dan menunjukkan hubungannya kepada orang lain. Semua ini di rencanakan Kenzo dan Bella untuk mendukung sang Ayah.
“Terimakasih Bun,” ucap Kenzo dan Bella yang memajukan kepalanya ke bangku depan melihat Caca.
“Hahahha, iya sayang. Duduklah kembali di kursi itu jangan seperti ini.” Ucap Caca.
Kenzo dan Bella pun kembali di kursinya. Lalu mereka membuat kursinya seperti kasur untuk istirahat.
“Oke Daddy,” jawab Bella sedangkan Kenzo tidak menjawab namun langsung membaringkan badannya untuk membuat posisi tidur.
“Kau juga istirahatlah,” ucap Jack pada Caca.
“Tidak apa-apa, aku belum terlalu lelah.” Jawab Caca.
“Tidak apa-apa butuh waktu satu jam untuk ke mansion. Jadi istirahatlah,” ucap Jack.
15menit berjalan Caca pun tertidur di kursi depan mobil.
“Tadi katanya tidak terlalu lelah tapi dia tertidur juga.” Ucap Jack sambil tersenyum melihat Caca yang tertidur pulas.
Jack mengarahkan mobilnya ke pinggir jalan lalu memberhentikan mobil untuk menurunkan kursi mobil yang di duduki Caca menjadi mode tidur seperti punya Kenzo dan Bella.
Jack membenarkan kepala Caca yang kebawah menjadi miring ke arah kanan yaitu ke arahnya. Jack yang melihat wajah tidur Caca tidak tangan untuk tidak menciumnya. Jack mencuri ciuman pertama Caca di saat Caca tertidur.
“Terimakasih queen,” ucap Jack setelah mencium bibir mungil Caca. Caca yang tidak merasakan apapun atas ciuman Jack dan hanya tertidur saja.
“Aku sudah tidak sabar untuk menjadikanmu milikiku sepenuhnya.” Ucap Jack dalam hati.
__ADS_1
Setelah mencium bibir Caca yang tertidur, Jack pun kembali menjalankan mobilnya menuju mansion.
Beberapa menit kemudian Jack sampai di mansion. Son dan Selly yang menyambut kedatangan Jack di depan mansion. Jack menyuruh Son dan Selly menggendong Kenzo dan Bella ke dalam kamar mereka masing-masing.
“Bawa Kenzo dan Bella ke kamarnya tanpa membangunkan mereka,” ucap Jack pada Son dan Selly.
“Baik tuan,” ucap Son.
Son yang menggendong Kenzo sementara Selly menggendong Bella menuju kamar mereka masing-masing dengna hati-hati agar tidak membangunkan mereka berdua. Sedangkan Jack masih di dalam mobil untuk membangunkan Caca. Jack membangunkan Caca dengan lembut menyentuh pipi Caca.
“Ca, bangunlah.” Ucap Jack sebanyak 4 kali.
Caca pun terbangun dari tidurnya dan melihat sekitar ternyata memang sudah sampai di mansion.
“Apakah kita sudah sampai?” tanya Caca.
“Sudah. Bangunlah aku ingin menunjukan tempat favorite ku pada mu,” ucap Jack.
Caca yang masih mengucek-ucek matanya untuk melihat keadaan sekeliling. Caca merasa tadi sedang bermimpi indah yaitu di cium oleh seseorang. Seorang pria yang tidak dia ketahui karena dalam mimpinya tidak jelas. Padahal memang dia sedang di cium Jack secara diam-diam, namun bisa sampai merasakan di mimpi juga.
“Baiklah,” jawab Caca yang kemudian keluar dari mobil.
Caca yang keluar dari mobil yang pintunya di bukakan oleh Jack kemudian berjalan mengikuti Jack ke taman mansion.
“Kita mau kemana Jack,” tanya Caca penasaran.
“Kedalam hutan mansion ini.” Jawab Jack.
“Hutan?” tanya Caca.
“Iya,” jawab Jack.
Caca hanya berdiam diri tanpa mempertanyakan lagi walaupun dalam hatinya ia sangat penasaran untuk apa kedalam hutan mansion. Caca juga gak tau bahwa di mansion ini ada hutan. Caca berfikir bawah....
“Apakah hutan yang ada di balik pintu tadi siang yang ku lihat?” tanya Caca dalam hatinya sendiri.
Dugaan yang ada di dalam hati Caca ternyata benar. Saat ini mereka sudah berada di depan pintu yang Caca lihat tadi siang. Mereka masuk kepintu hutan, pintu yang tadi siang membuat Caca penasaran apa yang ada di balik pintu ini.
“Kenapa kita kesini?” tanya Caca pada Jack.
“Kau akan tau ketika sudah masuk,” jawab Jack.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
__ADS_1
membaca.
Happy Reading guys