I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Bela Diri Caca


__ADS_3

"Sudah menjadi kebiasaan tuan Jack seperti itu nona." Jawab Riki yang tiba-tiba berbicara saat sedang membuka pintu.


Caca hanya tersenyum kemudian masuk kedalam mobil dengan menuntun Kenzo dan Bella terlebih dahulu masuk kedalam mobil. Sedangkan Jack berjalan menuju pintu sebelahnnya dan duduk bersama mereka di belakang.


"Jadi selama ini karyawan mu tidak mengetahui siapa dirimu?" tanya Caca.


"Tidak," jawab Jack singkat.


"Apakah aku salah jika bertanya?" tanya Caca yang merasa dirinya sedang di cuekin.


"Tidak." Jawab Jack lagi dengan singkat.


"Hmmmmm," jawab Caca.


"Kenapa?" tanya Jack.


"Kau begitu cuek menjawab pertanyaanku seperti orang yang tidak ingin menjawabnya." Jawab Caca.


"Bukan seperti itu mylotus. Hanya saja hal yang terlalu ramai aku tidak menyukainnya." Jawab Jack.


"Aku hanya ingin mengetahui bagaimana kehidupanmu. Hanya itu saja." Jawab Caca.


"Maaf jika aku cuek." Ucap Jack sambil mengelus kepala Caca dengan tangannya.


"Daddy bolehkah kita berhenti di toko es cream?" tanya Bella.


"Tapi ini sudah mau malam." Jawab Jack.


"Kita singgah saja sebentar untuk membelinya." Jawab Caca.


"Baiklah. Tapi ingat jangan lama-lama karena sudah mau malam." Jawab jack.


"Nanti kita singgah ke toko es cream ya sayang." Jawab Caca kepada Bella.


"Makasih Bunda, Bunda yang terbaik." Jawab Bella sambil memeluk Caca.


"Tentu sayang." Jawab Caca.


"Riki nanti berhenti di toko es cream di persimpangan Jalan itu." Ucap Jack.


"Baik tuan," jawab Riki.


Riki terus mengemudi hingga sampai di depan toko es cream kemudian memberhentikan mobil mereka untuk membeli es cream.


Caca dan Bella saja yang keluar untuk membeli es cream karena tidak ingin di temani oleh Jack. Caca masih merasa kesal dengan jawaban-jawaban singkat yang di berikan Jack barusan. Maka dari itu Caca tidak mengizinkan Jack maupun Riki menemani mereka membeli es cream.


"Biar aku temani." Ucap Jack.

__ADS_1


"Tidak perlu, biar kami saja berdua. Cuman sebentar saja." Jawab Caca.


"Biarkan saya saja nyoya yang membelinnya." Ucap Riki.


"Tidak perlu, karena aku juga ingin membelinya." Jawab Caca.


"Baiklah nyoya." Ucap Riki.


Caca dan Bella pergi memasuki Toko es cream. Saat mereka sedang mengantri untuk memesan es cream, seorang pria menerobos antrian didepan Caca.


"Pinggir kalian, serahkan uang yang ada di laci itu. " Ucapnnya kemudian menodongkan sebuah pistol pada sang kasir.


Pria itu menggunakan jaket hitam dan topi untuk menutupi wajahnya. Pria itu seperti seorang pencuri yang sudah hilang akal karena mencuri di toko es cream yang penghasilan tidak seberapa itu.


Saat itu memang lokasi toko tidak begitu ramai pengujung hanya beberapa orang yang sudah pergi setelah mendapatkan es cream. Dan hanya tinggal Caca dan Bella sebagai pelanggan di sana.


Dan yang menjaga toko es cream itu adalah sepasang suami istri yang sudah paruh baya. Dengan sang nenek yang menjaga kasir dan kakek yang melayani pembuatan es cream.


Caca memerintah Bella untuk segera berlari pergi meminta bantuan sedangkan dirinya tetap di situ untuk membuat perlawanan. Bella dengan perlahan-lahan keluar dari toko es cream menuju mobil untuk memberitahukan Jack. Perampok itu tidak sadar dengan kepergian Bella.


Saat itu perampok itu fokus pada sang nenek yang mengeluarkan semua uang yang ada di dalam laci. Dan saat itu dia menyuruh sang nenek memasukkan semua uangnya di kantong plastik hitam yang dia bawa. Dan saat itulah Bella pergi.


"Daddy cepat keluar, Bunda dalam bahaya." Ucap Bella saat berlari.


Jack langsung keluar dari mobil karena melihat sang anak berlari menuju tempatnya. Dan saat mendengar Bella mengatakan Caca dalam bahaya, Jack langsung berlari menuju tempat Caca.


"Ada apa tuan?" tanya Riki.


"Jaga Bella." Jawab Jack kemudian langsung berlari ke dalam toko.


Saat Jack sampai, Jack sangat heran melihat kejadian yang sudah di lihatnya. Caca berhasil mengkalahkan perampok itu dengan beberapa pukulan. Namun busana yang digunakan Caca terkoyak.


Caca menggunakan baju yang panjang selutut lalu menggunakan celana longgar. Dan saat menaklukkan perampok itu, Caca merobek bajunya agar mudah bergerak.


"Kau tidak apa-apa mylotus?" tanya Jack.


"Aku baik-baik sjaa Jack, jangan khawatir. Di mana Bella?" tanya Caca yang khawatir tentang Bella.


"Dia sudah aman di dalam mobil." Jawab Jack.


"Syukurlah." Jawab Caca.


"Terimakasih nona telah menyelamatkan kami." Ucap nenek itu.


"Tidak apa-apa Nek, lain kali harus hati-hati saat melihat pelanggan yang mencurigakan." Jawab Caca.


"Segera lapor polisi," ucap kakek itu.

__ADS_1


Perampok itu masih terbaring di lantai toko dengan menahan sakit dari pukulan Caca beberapa kali di wajah, kaki dan badannya.


"Jangan laporkan aku ke polisi, aku melakukan semua ini untuk istriku yang sedang melahirkan." Ucapnya.


"Kenapa kau harus mencuri bukan bekerja untuk menghidupi istrimu?" tanya Caca.


"Uangku kurang karena istriku harus melahirkan secara cesar." Jawabnya.


Perampok itu terus menerus memohon untuk tidak di laporkan ke polisi karena saat ini istrinnya sedang di rumah sakit dan sedang menunggu uangnnya untuk melaksanakan operasi Cesar.


"Huh, ada-ada saja. Bagaimana kakek, nenek apakah mau di biarkan begitu saja perampok ini?" tanya Caca.


"Anak ini melakukan perampokan juga karena terpaksa jadi kami akan membiarkannya. Kami kasihan dengan nasibnya. Lain kali jangan merampok lagi." Ucap sang nenek.


"Terimakasih aku berjanji tidak akan merampok lagi." Jawabnya.


"Jack bisakah kau mengeluarkan uangmu sedikit untuk membantunnya? Nanti akan aku ganti setelah aku bekerja." Ucap Caca membisikkan ke telinga Jack.


"Baiklah." Jawab Jack sambil mengelus kepala Caca.


"Tunggu! Kau jangan pergi." Ucap Jack pada perampok.


"Ada apa tuan?" tanya perampok itu.


"Di mana istri mu di rawat?" tanya Jack.


"Rumah sakit S di Jalan....." dia menjelaskan d mana istrinnya berada.


"Baiklah tunggu sebentar." Ucap Jack.


Caca sangat heran mengapa Jack tidak memberikan uang saja malah bertanya di mana istri perampok itu di rawat. Sebenarnya apa yang difikirkan oleh Jack.


Jack mempertanyaan hal itu karena dia pemegang saham terbesar di seluruh rumah sakit besar d negara ini. Dan saat mendengar rumah sakit yang di katakan olehnya ternyata itu adalah rumah sakit terbesar di kota ini dan itu adalah rumah sakit yang di tangani oleh Max.


Pantas saja dia bertekad mencuri karena biaya di rumah sakit itu sangat Mahal. Rumah sakit kalangan atas dan rumah sakit paling canggih di negera itu.


Jack mengeluarkan teleponnya kemudian memerintahkan anggotannya untuk melaksanakan apa yang dia katakan.


"Sekarang kembalilah ke rumah sakit. Kau tidak perlu membayarnya, dan semoga istrimu melahirkan dengan selamat. Dan selamat menjadi ayah." Ucap Jack.


"Benarkah tuan?" Tanya perampok.


"Iya, pergilah." Jawab Jack.


"Siapakah nama Anda dan nona itu? Jika anak saya perempuan akan saya beri nama nona itu dan jika laki-laki akan saya beri nama anda." Ucapnya.


"Caca dan aku Jack. Silahkan." Ucap Jack.

__ADS_1


'Terimakasih tuan, nona. " perampok itu pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2