I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Max menyamar


__ADS_3

Setelah kepulangan keluarga Caca bersama dengan keberangkatan Max ke Jepang. Di susul lagi dengan keberangkatan Billy ke Italia. Jack bersama keluarganya mengantarkan keberangkatan mereka semua di bandara pribadi yang berada di mansionnya.


Max dan keluarga menggunakan pesawat pribadi Jack sedangkan Billy menggunakan helicopternya. Setelah selesai mengantarkan mereka semua, Jack dan yang lainnya kembali ke mansion untuk melanjutkan aktifitas seperti biasanya.


Beberapa jam kemudian pesawat yang di tumpangi Max dan keluarga Caca mendarat di bandara Soekarno Hatta.


"Apa nak Max tidak ingin singgah terlebih dahulu?" tanya Aisyah kepada Max.


"Tidak perlu bu, saya harus melanjutkan perjalanan saya." Jawab Max.


"Ya sudah jika begitu, hati-hati di perjalanan." Jawab Aisyah.


"O ya Bagas, pesan Jack kau langsung kembali ke apartemen mu dan biarkan orangtuamu di antarkan oleh orang


suruhan Jack yang sudah menunggu kalian di lobi pintu keluar bandara......" Max memberikan nomor plat mobil yang sudah menunggu mereka.


"Baiklah," jawab Bagas.


"Baiklah aku pamit," ucap Max.


"Iya nak, terimakasih telah mengantarkan kami." Jawab Joko.


" Ini sudah tugasku pak, bapak dan ibu hati-hati di jalan. Dan setelah sampai segera memberi kabar pada Caca." Ucap Max mengingatkan.


"Iya," jawab Aisyah.


Mereka berpisah di bandara itu. Aisyah, Joko dan Bagas turun dari tangga pesawat sedangkan Max kembali masuk kedalam pesawat dan segera lepas landas kembali.


Kemudian beberapa jam berikutnya Max tiba di Jepang. Max yang baru saja tiba telah di sambut oleh Akashi dan beberapa anggota Akashi.


"Bagaimana perjalanan mu bro?" tanya Akashi.


"Sudah kau persiapkan semuanya? " tanya Max.


"Beres bro. Sesuai yang sudah di rencanakan." Jawab Akashi.


"Jadi kapan bisa kita laksanakan?" tanya Max.


"Besok sudah bisa kita mulai," jawab Akashi.


"Baiklah," jawab Max.


"Santai bro, kau juga baru saja tiba. Lebih baik istirahat dulu. Setelah itu akan aku antarkan kau di apartment mu dan juga akan aku tunjukkan kondisi rencana besok." Ucap Akashi.

__ADS_1


"Oke, oke. Jadi sekarang kita kemana?" tanya Max.


"Ke apartement ku pastinya." Ucap Akashi.


Mereka menaiki mobil menuju apartment Akashi. Setelah sampai Max beristirahat beberapa jam dan setelah itu mereka pergi keluar untuk makan malam dan pergi ke beberapa tempat.


"Max ini adalah rumah sakit yang aku katakan padamu. Besok kau akan kemari, lihat orang yang baru saja keluar itu dengan beberapa ajudannya?" tanya Akashi.


"Ya." Jawab Max singkat.


"Dia adalah tersangka utama yang wajib di curigai, dan tugas mu memastikannya. Dia adalah wakil kepala direktur utama rumah sakit ini sekaligus kepala divisi bedah." Ucap Akashi menjelaskan.


"Dan kau lihat orang yang baru keluar dari mobil dan berpapasan dengannya? Itu adalah kepala divisi bagian kanker." Ucap Akashi.


"Lalu?" tanya Max.


"Untuk memasukkanmu kedalam rumah sakit itu, aku mengubah identitasmu sesuai keahlianmu. Yaitu di divisi bedah darurat." Ucap Akashi.


"Jadi mereka berdua yang harus


aku selidiki?" tanya Max.


"Iya, saat orang-orangku mencari kebenaran tentang simbol itu. Kami menemukannya pada mereka berdua. Yang satu gunting bedah miliknya dan yang satu di jam tangan orang itu." Ucap Max.


"Iya, semua itu tidak sengaja kami temukan. Saat orang-orangku terluka terkena tembakan di daerah tidak jauh dari sini. Karena terlalu jauh dari rumah sakitku mereka kemari."


"Dan satunya lagi saat anggota


ku mengikuti kegiatan amal untuk kanker anak-anak." Jawab Akashi.


"Sungguh kebetulan yang menguntungkan. Saat kita mencari tapi tidak menemukan dan secara tiba-tiba menemukan petunjuk begitu saja." Jawab Max.


"Benar." Jawab Akashi.


"Jadi karena itulah kau menghubungiku untuk segera kemari?" tanya Max.


"Iya. Jadi Jack sudah mengetahui ini?" tanya Akashi.


"Belum. Ada kejadian penculikan


istri Jack saat resepsi di Mansion." Jawab Max.


"Apa? Siapa musuh itu?"

__ADS_1


tanya Akashi dengan terkejut.


"Aku akan menjelaskan semuannya


nanti. Tapi sekarang, aku butuh bantuanmu lagi." Jawab Max.


"Apa itu?" tanya Akashi.


"Carikan semua informasi tentang usaha Akira. Yah usaha pelabuhan container Akira." Ucap Max.


"Baiklah akan aku cari. Sekarang kau berhutang cerita itu padaku." Ucap Akashi.


"Sudah tidak ada lagi yang ingin kau tunjukkan di sini? Lebih baik kita ke apartement ku dan cerita itu akan ku beri padamu." Jawab Max.


"Tidak ada. Baiklah kita berangkat." Jawab Akashi.


Setelah Max diberitahukan tentang kondisi tempat penyamarannya, mereka melanjutkan untuk ke tempat tinggal Max. Di apartement Max, Max menceritakan semua kejadian tentang penculikan Caca pada malam resepsi di mansion kepada Akashi.


Sejak mengetahui hal itu diketahui oleh Akashi, Akashi mengeluarkan emosi yang menggebu untuk membalaskan dendam itu pada wanita itu.


Ternyata Jenni adalah teman masa sekolahnnya dulu dan pernah melakukan kejahatan bullyan pada kekasih Akashi pada masa itu.


Akashi langsung menghubungi anggotannya untuk mencari informasi tentang Jenni dan Akira sang Ayah tersebut. Max dan Akashi pada malam itu juga mengulangi rencana yang akan dimulai besok.


Setelah semuannya beres, mereka berpisah karena Max harus tetap tinggal di apartement ini untuk menyamar dan Akashi harus kembali dengan aktifitasnya. Max melakukan semua ini untuk mencari informasi yang lebih mendalam lagi tentang symbol kalajengking itu.


Adannya petunjuk yang ditemukan oleh Akashi saat ini merupakan salah satu alasan Max datang ke Jepang. Dan soal petunjuk yang berada di kantor game saat itu sudah di tanganin oleh anak buah Billy yang lebih ahli di bidang teknologi.


Keesokkan harinnya Max sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit K sebagai tempat tujuannya. Kedatangannya di sambut dengan sangat meriah oleh beberapa dokter dan staff yang bekerja di rumah sakit K.


Max datang di saat pertukaran dokter se-Asia sebagai bentuk kerjasama antara rumah sakit. Max memawikili rumah sakit S di bagian negara Asia itu. Max mengambil  identitas palsunnya sebagai dokter ahli bedah darurat. Semua itu bisa berjalan lancar karena di dukung dengan wajah Max yang tampan seperti penduduk Asia.


Para suster dan beberapa dokter wanita sudah melirik ke arah Max saat pertemuan di aula gedung rumah sakit sebagai perkenalan antara dokter rumah sakit K dengan dokter baru. Saat itu ada 7 orang dokter yang masuk ke rumah sakit K sebagai pertukaran dokter. Dan di antara mereka yang paling menonjol wajahnnya adalah Max. Ketampanan Yang dimiliki Max membuat para wanita tertarik dan membuat pria cemburu.


Namun gaya cool yang selalu di bawa


oleh Max membuat semua orang sangat segan untuk menyapanya. Dan saat semua


orang sudah di perkenalkan di aula itu, yang terakhir adalah perkenalan Max yang membuat semua orang lebih kagum lagi.


“Yang ketujuh adalah Profesor Max Sp.B sebagai dokter ahli bedah umum khusus darurat.” Ucap sang moderator.


“Masih semuda itu sudah memiliki gelar yang bagus, sudah tampan cerdas lagi.” Ucap orang-orang.

__ADS_1


“Penyamaranku berhasil di hari pertama,” ucap Max dalam hatinnya sambil berdiri dan memberi hormat kepada semua orang yang berada di aula saat itu.


__ADS_2