I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Acara Lelang di Kapal Pesiar


__ADS_3

Jack yang sudah menceritakan semua tetang dirinya kepada Caca tanpa ada hal lain yang disembunyikan olehnya. Caca sudah membuat keputusan dengan waktu singkat untuk membutuhkan waktu berfikir menerima semua ini. Di sisi lain dia menerima bahwa dia mencintai Jack seperti apapun kosekuensi Jack di masa lalu yang beberapa kali membuat dirinya dalam bahaya.


Disisi lainnya Caca masih membayangkan tentang video tersebut. Jack dan rekan lainnya seperti bukan manusia yang memiliki hati nurani. Mereka melebihi seorang binatang yang dengan mudah membunuh orang lain dengan begitu kejam. Dia masih berfikir bagaimana caranya untuk menerima semua itu. Harus menerima Jack sebagai mafia.


“Mengapa aku baru sadar bahwa kehidupanku tidak lepas dari mereka? Tidak abang Brian yang menghilang dan mengakui bahwa dirinya adalah seorang Yakuzu dan suamiku sendiri ternyata adalah seorang mafia. Apa yang harus aku lakukan tuhan?” tanya Caca dalam hatinya.


Caca membangunkan dirinya dan berjalan meninggalkan sofa dimana Jack dia lewati begitu saja. Caca sudah memutuskan untuk tidak akan ikut bersama dengan Jack kembali ke mansion.


“Mylotus!” panggil Jack yang menghentikan Caca berjalan masuk ke dalam kamar.


“Lepaskan aku Jack. Aku butuh sendiri dan mencerna semua kejujuranmu.” Jawab Caca.


“Baiklah. Aku akan pergi siang ini, jika kau berubah fikiran katakan padaku. Tapi jika tidak, aku akan langsung pergi ke Tiongkok. Setelah urusanku selesai, aku akan kembali kesini untuk menjemputmu kembali. Aku berharap kau akan memaafkan aku dan kembali denganku ke mansion.” Jawab Jack yang tidak di jawab oleh Caca. Caca langsung masuk ke dalam kamar dan mengkuncinya.


Jack memegang kepalanya dengan tangan kanannya dan tangan kiri Jack mengepal menahan emosi.


“Abang ipar! Tenanglah, kakak hanya membutuhkan waktu untuk berfikir. Kali ini dia tidak menyalahkanmu sepenuhnya, aku yakin dia juga menyalahkan dirinya sendiri saat ini.” Jawab Bagas.


“Maksudnya?” tanya Jack.


“Iya, kakak sudah salah paham kepadamu. Dia tidak mengklarifikasi hal itu dulu kepadamu sehingga dia lebih mempercayai orang lain daripada denganmu. Dia pasti kecewa pada dirinya sendiri karena mudah di pengaruhi orang lain.” Jawab Bagas.


“Benarkah begitu?” tanya Jack.


“Iya. Aku akan membantumu membujuknya, sekarang abang ipar istirahatlah. Aku melihat abang ipar tidak tidurkan? Hanya memandangi Kakak sepanjang malam?” tanya Bagas.


“Bagaimana kau mengetahui itu?” tanya Jack.


“Lihat dirimu di cermin. Mata sudah seperti mata panda.” Jawab Bagas.


Jack bergegas pergi ke kamar Bagas untuk beristirahat. Jack juga berpesan kepada Bagas untuk membangunkannya jam sebelas siang. Bagas mengerti apa yang dimaksud dengan Jack. Bagas juga memberikan selimut dan bantal kepada Riki yang tidur di dalam mobil.

__ADS_1


Ditunggu hingga siang, Caca tetap tidak berubah fikiran. Dia belum bisa memaafkan dirinya yang tidak percaya sepenuhnya kepada Jack dan belum bisa menerima bagaimana Jack harus membalaskan dendamnya kepada orang lain dengan cara membunuh. Caca ingin Jack berubah walaupun dia mengetahui bahwa itu tidak mungkin.


Karena tidak mendapatkan jawaban, Bagas datang dan memberitahukan kepada Jack bahwa Caca belum bisa ikut dengannya. Dengan begitu Jack berpesan kepadan Bagas untuk menjaga Caca dengan baik. Dia meninggalkan beberapa orang untuk menjaga Caca dari kejauhan. Dan Jack juga meninggalkan Riki di rumah ini untuk menjaga mereka.


Jack pergi sendiri ke bandara menuju tujuan Tiongkok. Jack langsung ke sana dan berkumpul bersama dengan rekan lainnya. Membutuhkan waktu beberapa jam akhirnya ia tiba disana, ke rumah Katie dan Andrew.


“Bagaimana dengan Caca?” tanya Katie yang mengetahui semuanya dari cerita Billy, Max, Deni dan Jimmy.


“Aku tidak berhasil membawanya, dan aku sudah berkata jujur tentang diriku sebagai mafia.” Jawab Jack.


“Apa?” tanya Katie dan Andrew.


“Jangan bahas itu dulu bu, dimana anak-anak yang lain?” tanya Jack yang malas membahas Caca, karena dia harus segera bergegas melanjutkan rencana balas dendam.


“Di ruang Billy.” Jawab Andrew.


Andrew menahan Katie untuk lebih banyak bertanya, dia mengetahui untuk saat ini Jack harus mengeluarkan emosinya dalam rencana ini. Andrew mengetahui bahwa Jack membutuhkan waktu soal Caca dan lebih fokus kepada rencana. Katie memahami apa yang dikatakn oleh Andrew, namun dirinya tetap saja tidak tenang sehingga dirinya meminta izin kepada Andrew untuk menyusul Caca ke Indonesia. Andrew menyetujui hal itu.


“Sudah sampai mana semua persiapan?” tanya Jack.


“Semua sudah beres, besok kita akan langsung menjalankan rencana.” Jawab Max.


“Oh. Jadi tidak ada lagi yang perlu untuk aku bantu?”tanya Jack.


“Tidak ada, kau istirahatlah setelah perjalanan jauh.” Jawab Jimmy.


“Iya. Pergilah istirahat Jack.” Jawab Deni.


“Baiklah jika seperti itu.” Jawab Jack meninggalkan ruangan dan bergegas istirahat.


“Aku yakin dia sedang dalam keadaan mood yang tidak baik. Caca pasti tidak ingin kembali dengannya.” Jawab Billy.

__ADS_1


“Iya.” Jawab mereka semua.


Mereka semua pergi meninggalkan ruangan dan pergi ke ruang tamu untuk menemui Andrew. Mereka ingin membicarakan soal undangan yang harus dibawa saat masuk kedalam acara pelelangan.


“Ibu mau ke Indonesia bertemu dengan Caca?” tanya Deni.


“Iya, aku harus membantu Jack menyakinkan Caca.” Jawab Katie.


“Apa yang dikatakan oleh Jack?” tanya Max.


“Caca sudah mengetahui siapa Jack di dunia bawah dan mengetahui kalian semua.” Jawab Katie.


“Apa?” mereka semua terkejut.


“Jadi apa yang harus kami lakukan?” tanya mereka.


“Tidak ada. Jaga emosi Jack untuk tidak melakukan tindakkan kepada orang yang bersalah. Bantu dia untuk membalaskan dendam itu.” Jawab Andrew.


“Baik Daddy.” Jawab mereka semua.


“Kalian fokuslah untuk menjaga Jack dan membantunya. Soal Caca, serahkan kepada Ibu.” Jawab Katie.


“Baik.” Jawab mereka.


“Antarkan ibu ke bandara ya Deni.” Ucap Katie.


“Oke.” Jawab Deni.


Katie pergi penerbangan malam hari yang di antarkan oleh Deni. Sedangkan yang lainnya segera mempersiapkan semua peralatan dan hal-hal yang diperlukan. Andrew juga sudah memberikan tiga undangan kepada Jack, Jimmy dan Billy. Karena Max dan Deni akan berada di dalam kapal selam yang akan mensabotase kapal pesiar lewat bawah laut.


Malam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Max dan Deni sudah berada di dalam kapal selam yang berada di tengah laut. Mereka pergi lima jam sebelum acara. Jack, Jimmy dan Billy sudah bersiap dengan memegang identitas undangan masing-masing. Jack memakai identitas sebagai John putra dari Andrew. Jimmy memakai identitasnya sebagai pembisnis Sandreas. Dan Billy memakai identitasnya sebagai ketua Mafioso Dragon Black.

__ADS_1


Mereka datang dengan tidak bersamaan. Kamar serta kursi tempat pelelangan mereka juga sudah di atur sesuai dengan undangan. Dan mereka mendapatkan posisi yang berjauhan namun strategis dalam hal memata-matai. Mereka bertiga sudah berada di dalam kapal pesiar dan masuk kedalam kamar masing-masing. Kapal tersebut juga sudah bergerak ke tengah laut yang di ikuti oleh kapal selam Max dan Deni.


__ADS_2