
Semua adat istiadat yang dilakukan berjalan dengan lancar walau dengan keadaan yang benar-benar lelah. Terlalu banyak kegiatan adat yang tidak di ketahui sama sekali oleh Jack. Hal ini membuat Jack, Jimmy dan Deni benar-benar terkejut dengan budaya.
Jack berada di meja pesta bersama dengan Jimmy dan Deni. Sedangkan Caca masih di dalam kamar, persiapan makeup MUA dan menggunakan gaun pengantin. Untuk yang pertama ini menggunakan gaun pengantin adat banjar hingga sore hari. Malam hari baru berganti lagi dengan gaun biasa.
Kenzo dan Bella menemani Caca yang sedang di makeup oleh orang suruhan Jack itu. Seorang professional di bidang makeup.
“Bunda benar-benar cantik saat di makeup.” Ucap Bella.
“Heheh, benarkah? Jadi jika tidak di makeup bunda tidak cantik?” tanya Caca.
“Tentu saja bunda cantik dengan wajah tanpa makeup.” Jawab Kenzo.
“Hahaha. Benarkah?” tanya Caca lagi.
Kenzo dan Bella menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Caca.
“Maaf tuan muda dan nona di harapkan untuk keluar sebentar.” Ucap wanita itu.
“Baiklah.” Jawab Kenzo.
“Kami menunggu bunda di luar bersama daddy.” Ucap Bella.
“Oke sayang.” Jawab Caca.
Bella dan Kenzo keluar dari kamar menuju tempat Jack. Namun saat mereka keluar, banyak suara yang sedang bergosip tentang mereka. Suara- suara yang terdengar dari banyak orang yang datang, baik dari tetangga Caca maupun tamu-tamu undangan dari pihak keluarga Caca.
“Sebenarnya siapa kedua bocah kembar itu?”
“Mereka anak-anak dari Caca dan suaminya?”
“Tidak mungkin jika mereka adalah anak-anak dari Caca dan suaminya, mereka sudah seperti anak berusia tujuh tahun.”
“Apakah suami Caca itu duda beranak dua?”
“Apakah Caca merebut suami orang?”
“Apakah Caca adalah istri simpanan seorang bule?”
Bella dan Kenzo yang sudah belajar bahasa Indonesia itu sedikit mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh ibu-ibu tukang gossip itu. dan mereka hanya membiarkan saja. Kenzo dan Bella saling tatap dan berkomunikasi lewat batin saja.
Mereka sampai di meja pesta di mana telah duduk Jack, Jimmy, Deni, Bagas dan Riki.
“Daddy!” pangggil Bella.
“Kenapa kalian keluar?” tanya Jack yang memangku Bella sedangkan Kenzo meminta di pangku oleh Bagas.
“Bunda ganti baju.” Jawab Bella.
“Oh.” Jawab Jack yang mengerti.
__ADS_1
Lagi-lagi dalam lingkungan sekitar itu terdengar suara yang mempertanyakan status Kenzo dan Bella. Banyak gossip negative yang tertuju pada Caca. Mengatakan bahwa Caca adalah perusah rumah tangga orang atau di sebut sebagi pelakor. Wanita simpanan bule dan sebagainya. Dan semua itu di dengar oleh Bagas.
“Paman!” ucap Kenzo yang memberikan aba-aba tangannya untuk membisikkan Bagas.
Bagas membungkukkan kepalanya dan memberikan telingannya di depan mulut Kenzo.
“Mereka sedang membicarakan bunda yang tidak baik?” tanya Kenzo.
Bagas terkejut dengan pernyataan Kenzo sehingga dirinya mengaggukkan kepalanya.
“Aku punya ide.” Ucap Kenzo kemudian meminta Bagas untuk di bisikkan lagi.
“Bagaimana jika kita memberikan penjelasan kepada mereka yang sebenarnya. Dan semua itu daddy yang harus mengatakannya.” Jawab Kenzo.
“Sebenarnya tidak perlu. Namun ya sudah karena kalian sudah mengetahuinnya.” Jawab Bagas yang sebenarnya tidak ingin mengklarifikasi apapun karena memang seperti itulah kebayakan manusia yang langsung menilai tanpa mengetahui kebenarannya.
“Kalian sebenarnya sedang berbisik apa?” tanya Jack yang penasaran.
“Iya. Apa yang kalian bisikkan di situ?” tanya Jimmy.
“Kenzo! Tidak ingin memberitahu uncle?” tanya Deni.
“Uncle lihat semua mata itu melihat kita bagaimana?” tanya Bella yang menjawab.
“Seperti sedang bertanya sesuatu kepada kita?” tanya Deni.
“Mungkin uncle dan dadd tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Namun aku dan Bella sedikit paham apa yang sedang mereka pertanyakan.” Jawab Kenzo.
“Mereka banyak menuduh bunda yang tidak-tidak dengan adanya kami berdua dan daddy.” Jawab Bella.
“Maksudnya seperti apa?” tanya Deni.
“Mereka mengatakan bahwa bunda adalah pelakor, menikahi duda beranak dua, menikah di luar negeri dan banyak lagi.” Jawab Kenzo.
“Apa?” Jack yang memukul meja.
“Tenanglah daddy.” Jawab Bella memegang tangan Jack.
“Abang ipar tenanglah. Semua ini sudah biasa, bukankah semua orang akan bertanya hal yang sama ketika seperti ini?” tanya Bagas.
“Lalu kau mau diam saja?” tanya Jimmy yang sedikit kesal.
“Sebenarnya aku tidak ingin peduli. Namun karena aku melihat kalian lebih kesal di bandingkan aku maka aku dan Kenzo tadi memiliki ide.” Jawab Bagas.
“Apa itu?” tanya Jimmy, Deni dan Jack bersamaan.
“Klarifikasi.” Jawab Bagas.
“Aku siap. Nanti kau yang akan mentrasletkan apa yang aku katakan.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Oke baiklah.” Jawab Bagas.
“Sekarang saja.” Jawab Jack.
“Nanti saja abang ipar. Setelah Kakak Caca datang.” Jawab Bagas.
“Baiklah jika seperti itu.” Jawab Jack.
“Oke. Abang ipar pergilah ke kamar untuk berganti pakaian.” Jawab Bagas.
Jack pergi ke kamar Caca untuk segera berganti pakaian menggunakan baju adat. Sampai di sana, Caca sudah memakai pakaiannya dan Jack memerintah mereka untuk keluar karena dia bisa menggunakan pakaiannya sendiri setelah itu baru di perbaiki mereka.
“Ada apa?” tanya Caca yang melihat wajah Jack tadi sepertinya baik-baik saja namun saat ini terlihat kesal.
“Aku tidak terima jika istriku di tuduh yang tidak-tidak.” Jawab Jack.
“Maksudnya?” tanya Caca.
“….” Jack menceritakan hal yang terjadi di luar.
“Hahahahhaa. Aku kira entah mengapa.” Jawab Caca yang tertawa.
“Mengapa kau tertawa?” tanya Jack yang heran dengan respond Caca.
Caca mendekati Jack yang sibuk mengkancing bajunya. Caca membantunya mengkancingkan baju Jack.
“Itu adalah yang sudah biasa. Di manapun aku jalan dengan kalian semua sorotan mata akan tertuju menyalahkan diriku. Jadi aku sudah terbiasa dengan kata-kata bahkan tatapan orang-orang seperti itu. apalagi di daerahku ini melihat seorang bule menikah dengan wanita desa.” Jawab Caca.
“Jangan terlalu di fikirkan. Orang yang iri terhadap kehidupanmu itu adalah bumbu kehidupan yang terpenting kita jangan sampai terganggu dengan hal itu. karena kita tidak bisa mengatur penilai orang terhadap kita.” Jawab Caca yang memegang wajah Jack.
Jack mendekatkan dirinya kemudian memberikan sebuah ciuman
kepada Caca.
“mylotus yang selalu jadi pendingin jiwaku yang sedang berapi-api.” Jawab Jack.
“Hahahah. Sudahlah jangan di lanjutkan, pakaian mu belum di pakai dengan sempurna.” Jawab Caca.
“Uh. Baru saja ingin bermesraan sudah di hentikan saja.” Jawab Jack.
“Nanti setelah semua acara ini.” Jawab Caca.
“Benarkah? Bagaimana jika kita mengadakan bulan madu setelah ini?” tanya Jack.
“Nanti kita bicarakan itu. sekarang selesaikan dulu resepsi ini.” Jawab Caca yang keluar pintu memanggil seorang untuk membantu Jack menggunakan pakai adat beserta topinya.
“Baiklah-baiklah.” Jawab Jack yang mengikuti kemauan Caca.
Mereka bersiap-siap untuk naik ke pelaminan yang sudah di sediakan.
__ADS_1