I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Restoran Iga


__ADS_3

Malam berlalu dengan cepat. Embun pagi memberikan kesejukkan di lingkungan sekitar dengan udara bersih. Jack sudah bersiap-siap untuk pergi kekantor.


Dirinya telah memerintahkan bibi Selly untuk membuatkan makanan Caca saat ia terbangun. Selly mengketuk pintu kamar Jack mengantarkan makanan yang di perintahkan oleh Jack. Jack membangunkan Caca dari tidur dengan lembut.


"Mylotus!" Panggil Jack pelan dengan membelai kening Caca hingga rambutnya.


Caca membuka matanya dan melihat Jack sudah berpakaian kantor.


"Hubby sudah ingin pergi ke kantor?" tanya Caca.


Jack mangaggukkan kepalanya dan membantu Caca menyandarkan tubuhnya di dinding tempat tidur.


"Maaf merepotkanmu tadi malam." Ucap Caca.


"Sudah menjadi kewajibanku merawatmu. Apakah masih sakit?" tanya Jack.


"Tidak tapi mungkin saja akan kembali keram." Jawab Caca.


"Apakah aku tidak perlu ke kantor dan menjagamu saja?" tanya Jack yang mengkhawatirkan keadaan Caca.


"Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri. Kau pergilah ke kantor." Jawab Caca.


"Kau yakin?" tanya Jack.


"Iya myhubby. "Jawab Caca tersenyum.


"Baiklah jika itu permintaanmu. Tapi jika terjadi sesuatu langsung hubungin aku. Aku akan menyuruh bibi Selly menjagamu." Jawab Jack.


"Tidak apa-apa. Keram yang parah sudah terlewati, nanti hanya keram-keram biasa saja dan aku bisa menahannya." Jawab Caca.


"Tidak perlu ke rumah sakit?" tanya Jack.


"Tidak. Ini adalah hal yang normal." Jawab Caca.


"Hmmm baiklah. O ya aku lupa, minum susu jahe hangat ini dulu." Ucap Jack memberikan segelas minuman.


Caca meminumnya hanya setengah. Setelah itu Jack dengan telaten menyuapi Caca sop ayam yang sudah di buatkan oleh bibi Selly. Caca menerima perlakuan Jack dengan sangat senang.


"Aku sangat beruntung mendapatkan suami kaya dan tampan. Namun yang terpenting juga baik dalam merawatku." Jawab Caca tersenyum setelah mencium pipi Jack.


"Wah ternyata istriku berinisiatif seperti ini." Ucap Jack memegang pipinya dan tersenyum ke arah Caca.


Caca tersenyum malu.


"Jack hati-hati, aku tidak bisa mangantarmu ke depan." Jawab Caca.


"Tidak apa-apa. Istirahatlah. " Jawab Jack.


Caca mengaggukkan kepalannya, kemudian Jack berangkat pergi ke kantor bersama dengan Kenzo dan Bella yang sudah menunggu dirinya di ruang makan.


"Di mana Bunda?" tanya Kenzo.


"Dia sedikit tidak enak badan. Jadi masih istirahat di dalam kamar. Kalian cepat selesaikan sarapannya." Jawab Jack.


"Baiklah." Jawab Kenzo.


Selesai sarapan pagi, Jack dan kedua anaknya langsung berangkat ke kantor dan sekolah. Di ikuti oleh Deni dan Jimmy.

__ADS_1


Sampai d sekolah, Jimmy berpindah Mobil ke Mobil Jack. Sementara Deni tetap tinggal bersama dengan Kenzo dan Bella.


***Jepang***


"Max aku lapar?" tanya Billy yang memang suka makan di malam hari.


"Buat saja mie instant atau pasta." Jawab Max.


"Masalahnya tidak Ada. Stok di dapurmu sudah habis." Jawab Billy.


"Pergilah keluar Beli. Atau delivery saja." Jawab Max.


"Sepertinya di depan apartement mu ada sebuah restoran iga sapi. Bagaimana jika kita ke Sana." Jawab Billy.


"Sudah tutup. Ini sudah pukul berapa?" tanya Max.


"Ayolah!" Ajak Billy memaksa Max untuk keluar dari apartemen menuju restoran iga milik nenek Kazumi.


Akhirnya mereka masuk ke restoran iga itu padahal sudah dalam keadaan tutup.


"Hallo!" Ucap Billy sebanyak tiga kali.


"Iya." Jawab sang nenek.


Melihat siapa yang datang mengkunjungi restorannya sang nenek gembira.


"Nak Max. Silahkan duduk. Kami sedang beres-beres." Ucap sang nenek.


"Kau sudah mengenal sang pemilik restoran?" tanya Billy.


Max mengaggukkan kepalanya, kemudian Kazumi datang.


"Kau!" Panggil Kazumi.


"Nek, Kazumi kenalkan dia saudaraku Billy. Billy ini Kazumi Dan Neneknya." Ucap Max yang memperkenalkan.


Billy berdiri dari tempat duduknya kemudian membungkukkan diri memperkenalkan diri. Begitu pula dengan nenek dan Kazumi memberikan salam perkenalan dengan membungkukkan dirinya.


"Nek, masih bisakah kami memesan iga sapi panggang." Ucap Max.


"Tentu, duduklah." Jawab sang nenek.


"Terimakasih." Jawab Billy kemudian duduk kembali di kursinya.


"Tunggu sebentar aku akan menyiapkannya." Jawab sang nenek.


"Biar aku Bantu." Jawab Kazumi yang ikut pergi meninggalkan meja pelanggan menuju dapur.


"Siapa wanita itu? Atau jangan-jangan dia itu wanitamu di sini." Tanya Billy.


"Dia hanya rekan kerja. Salah satu dokter di runah sakit J." Jawab Max dengan Santai.


"Kau yakin? Dia sangat cantik. Seperti keturunan korea dan jepang." Ucap Billy.


"Entalah. Emang urusanku. Sudahlah tunggu saja makananmu." Jawab Max.


"Jadi ini alasanmu tidak ingin aku makan di sini." Ucap Billy.

__ADS_1


"Apaan sih." Ucap Max.


Kemudian, makanan sudah di bawakkan oleh sang nenek dan Kazumi. Mereka menyiapkan pemanggang dan daging yang sudah di potong-potong.


"Silahkan." Jawab Kazumi.


"Terimakasih nona Kazumi. Bagaimana jika nona Kazumi bergabung dengan Kami." Ucap Billy.


"Tidak perlu aku masih banyak kerjaan di dapur." Jawab Kazumi.


"Sudah duduklah anak Muda. Biar nenek yang Akan menyelesaikan urusan dapur." Jawab sang nenek.


"Tapi..." jawab Kazumi.


Nenek Kazumi terus memaksa sehingga tidak dapat di tolak. Kazumi akhirnya duduk di meja bersama dengan Max dan Billy.


"Kenapa kalian tidak ada yang membuka pembicaraan?" tanya Billy.


"Tidak apa-apa." Jawab Kazumi.


"O ya nona Kazumi sudah lama bekerja di rumah sakit itu?" tanya Billy.


"Kurang lebih dua tahun ini." Jawab Kazumi.


"Jadi bagaimana performa Max ketika bekerja di rumah sakit itu?" tanya Billy.


"Baik." Jawab Kazumi.


"Apa yang terjadi selama aku tidak datang?" tanya Max yang tidak ingin Billy mempertanyakan hal-hal lain.


"Tidak Ada. Semua berjalan seperti biasanya. Tapi yang aku dengar kau mengajukan cuti selama dua hari belakangan ini karena hal apa?" tanya Kazumi yang penasaran.


"Dia tidak datang karena mengajakku jalan-jalan di negara ini." Jawab Billy karena Max lama tidak menjawab.


"Oh begitu aku kira ada sesuatu hal lain." Jawab Kazumi.


"Apa tadi katamu?" tanya Max.


"Tidak apa-apa." Jawab Kazumi.


Max dan Billy membolak balikkan daging panggang di meja itu kemudian memakannya. Sedang Kazumi hanya menemani mereka saja. Namun, Billy memaksa Kazumi untuk ikut makan bersama dan semua itu di lakukan oleh Kazumi.


Mereka terus mengobrol hal-hal yang biasa hingga selesai makan.


"Wah, daging panggang ini memang lezat apa lagi dengan saos sebagai pelengkapnya." Jawab Billy yang sangat kenyang.


"Benarkah?" tanya Kazumi.


"Iya. Aku jadi kenyang dan benar-benar puas menikmatinya. Benarkan Max?" tanya Billy.


"Karena kau selalu saja kelaparan sudah makan sebanyak apapun." Jawab Max.


"Hahaha." Billy tertawa di ikuti dengan tawa kecil Caca.


"Kalian sangat lucu." Jawab Kazumi.


Setelah kenyang, Max dan Billy berpamitan.

__ADS_1


"Nenek terimakasih masih melayani kami. Kembaliannya ambil saja. Kami kamit." Ucap Max.


"Terimakasih nsnek, Kazumi." Ucap Billy yang membungkukkan badan kemudian meninggalkan restoran.


__ADS_2